Saturday, March 01, 2014

Dream Wedding

Gara-gara lagi tiduran dikarenakan radang tenggorokan akut, saya jadi iseng-iseng baca koran online. Sebuah artikel di koran ternama tersebut menyatakan, kalau semua anak gadis yang normal, walaupun belum punya pacar, pasti sudah membayangkan pernikahan impiannya! Bener nggak sih? Saya coba berkaca juga sama diri saya, dan ternyata, bener juga. Kalau cowok, biasanya tidak terlalu mikir, apalagi kalau masih jomblo, boro2 mikirin dream wedding. Tapi yang namanya cewe, yang dari kecil sudah dibiasakan melihat kisah-kisah putri kerajaan yang berakhir indah di pelaminan, rasanya cukup wajar ya kalau sudah mulai memimpikan hal-hal yang romantis apalagi menyangkut pesta pernikahan.

Kalau kamu laki-laki, dan kamu nanya cewekmu pernikahan impiannya seperti apa, tapi terus dijawab "terserah kamu aja deh gimana", itu malah menurut saya nggak wajar, atau malah berkesan ditutup-tutupi. Terus pada akhirnya malah keki saat di tengah-tengah persiapan karena pasangannya seperti tidak mengerti apa yang dimaui oleh perempuannya. Seringkali perempuan juga suka malu atau ragu mengungkapkan pernikahan impiannya, karena... takut cowoknya kabur kalau impiannya kelebihan! 

Kalau saya sendiri gimana? Apakah dulu sebelum nikah punya impian pernikahan saya harus seperti apa? Oh tentu! Apakah saya kemukakan hal tersebut ke pasangan saya? Tentu dong! Buat saya, soal pernikahan impian itu bukan hal yang tabu dibicarakan, apalagi kalau hubungannya sudah mendekati serius. Kalau baru 2 kali kencan terus ngomongin pernikahan idaman sih, agak serem juga. Hihihi. Itu mah ngebet euy! Walaupun upacara pernikahan seringkali dianggap hanya simbol, dan katanya yang lebih penting adalah hari-hari setelah pernikahan, biar bagaimanapun juga orang ingin merasakan hari bahagianya dengan cara yang istimewa. 

Mungkin buat para pria yang mulai serius ingin meminang sang gadis, boleh juga ditanyakan ke pasangannya "How's your dream wedding?" Terkadang, dari cerita pernikahan impian yang diungkapkan seorang wanita, seorang pria juga jadi bisa tau tipe wanita yang dikencaninya ini seperti apa sih. Apakah dia seorang yang religius? Apakah dia adalah orang yang dekat dengan keluarganya? Apakah dia seorang yang happy go lucky? Apakah dia orang yang sangat detail terhadap printilan? Apakah dia orang yang cermat mengatur keuangan? Apakah dia orang yang artistik dan kreatif? Apakah dia orang yang kelewatan bermimpi sampai tidak memandang kesiapan finansial calon suami? 

Ketika kita ungkapkan impian kita, dan ternyata kita nyambung banget dengan calon suami dan keluarganya, maka dijamin, lancar persiapannya. Pernikahan impian saya, waktu itu:

1. Lokasi pemberkatannya di Gereja Katedral, dengan diiringi lagu yang semuanya harus yang disetujui oleh gereja Katolik, tanpa lagu pop. Sumpah setia asli secara Katolik, tidak dilebihkan, tidak dikurangi, dan tidak pake sumpah-sumpah buatan pribadi. 

2. Pakai mobil tua berwarna merah! Karena Papa dan Mama saya itu dulu menikah dengan naik Mercy Tiger berwarna merah cabe. Dan sebagai orang keturunan Tionghoa, warna merah melambangkan suka cita dan kebahagiaan.

3. Saya mau dijemputnya dari rumah. Bukan dari kamar hotel. Biarin rumah saya kecil dan pas-pasan, tapi di situlah saya dibesarkan oleh orang tua saya. 

4. Saya kepingin pakai gaun cantik, yang tidak banyak bling-blingnya (dan bikin sakit mata), tapi pakai permainan bahan dan jahitan yang elegan.

5.Pas wedding entrance di resepsi, saya ngga mau biasa-biasa aja. Ngga mau pengantin cowo dari ujung satu, lalu pengantin cewe dari ujung lain, ketemu ditengah, wedding kiss bertabur confetti. (no offense buat yang pake cara ini masuknya ya hahaha). Saya mau masuknya joged, diiringi live music.

6. Kalau di resepsi, musicnya harus live dan asik. Soalnya saya mau nyanyi, saya mau joged sampe puas! Ada after party is a plus point! 

7. Di tempat resepsi nikah, parkirannya harus gampang. Berkali-kali keki karena ke kawinan orang susah parkir, yang ada kaki udah lemes duluan dan muka asem gara-gara jalan jauh dari parkiran.

8. Makanan harus berlimpah ruah! Soalnya, ngapain pesta kalau makanan aja kurang. Kalau pesta itu artinya mau bagi2 bahagia sama orang, bukan nyusahin dan membiarkan orang yg datang jauh-jauh, pulang dengan perut lapar. Suasana pesta harus asik, nyaman, tamunya ngga kebanyakan. Soalnya penganten males salaman mulu. 

9. THE MOST IMPORTANT: Nikahnya harus sama orang yang sudah saya YAKINI bisa menjadi pendamping saya seumur hidup, dan direstui oleh seluruh keluarga.

Kedengeran klise ya. Pas saya sampaikan ke calon suami saat itu, loh kok nyambung semua! Dia juga setuju banget sama poin-poin saya di atas, bahkan dia jadi ikut meyakinkan orang tuanya untuk mengijinkan kita menjalankan poin-poin tersebut. Inget ya, di Indonesia ini, orang tua itu pegang peranan penting loh dalam menyetujui printilan perkawinan. Kalau sampai ngga kesampean, ya ngga usah maksa. Tapi asik toh kita bisa menyampaikan saja apa yang kita mau? Kalau nanti pada akhirnya hasilnya gak sesuai impian, ya ga usah kecewa juga. Balik lagi ke pernyataan di atas, yang terpenting adalah kehidupan sesudah upacara perkawinan tersebut.

Did I get my dream wedding? I think so! Dalam dream wedding list itu, saya tidak pernah menyebutkan harus pakai vendor apa. Kalau dream wedding kita sudah menyangkut nama-nama vendor, itu namanya bukan dream lagi, tapi nuntut, dan kayaknya rada susah untuk kita bisa jadi fleksibel. Pikirkanlah suasananya, pikirkanlah kebahagiaan kita, keluarga kita, dan tamu-tamunya, jangan ambisi pribadi. Kalau soal vendor, itu balik lagi ke budgetnya. Inget ya, duit juga ada serinya, kecuali duitmu sudah tidak berseri lagi (sambil melirik sosialite Indonesia yang harga tasnya bisa buat beli rumah). Buat para pria, jangan takut menghadapi list dari wanita. Kalau kamu merasa tidak bisa mewujudkannya, jangan gentar. Toh ada pepatah, love conquers everything. Tapi bukankah merupakan kebahagiaan si pria juga kalau bisa mewujudkan impian si wanita? 

Kalau boleh saya bagi cerita, persiapan perkawinan itu adalah ujian yang sangat seru buat pengantin pria dan wanita. Kita melatih kesabaran, komitmen, dan pemahaman satu sama lain. Makanya, berdasarkan pengalaman pribadi juga, kalau dalam persiapan perkawinan saja, tidak ada sedikitpun usaha dari pasanganmu untuk mewujudkan satu poin saja dari impianmu, pikirkan lagi. Kalau kalian sudah selisih paham terus menerus sepanjang persiapan, pikirkan lagi. Should I move forward, or should I start a new?  It's true that time heals everything, tapi kalau sudah sumpah setia di hadapan Tuhan, harus siap seumur hidup. 

Kok tumben, Leony nulis hal soal dream wedding? Bukannya weddingnya Leony udah lewat ya dari kapan tau? Ya gak apa-apa juga toh? Soalnya akhir-akhir ini, saya sering banget nemuin pihak wanita, yang saking takut kehilangan pasangannya, sampai gak bisa buka suara soal keinginan dia sendiri di saat acara pernikahan. Dan hal tersebut, biasanya berkelanjutan pada hidup rumah tangganya, jadi sulit untuk mengemukakan pendapat. Coba di test dulu di saat persiapan perkawinan ya. Kalau si calon suami belum apa-apa udah emosian, terus keluarganya kelewat ikut campur termasuk dalam hal printilan, bayangkan nanti pas sesudah nikah gimana jadinya. Serem ya? Iya banget! 

Jadi inti tulisan ini apa sih? Don't be afraid to have a dream wedding, and let your partner knows about it! Itu aja sih. Mungkin hal sederhana, tapi gak ada salahnya dipraktekin buat para calon pengantin di luar sana. Sekian!

30 comments:

  1. Dream wedding gw juga kesampean tuh. Cukup amazed dan gak nyangka sebenernya, karena dua keluarga tipe yang aslinya pengen pesta gede-gedean dengan tamu banyak dan di gedung/hotel mewah sementara gw pengen private party yang santai aja, kalo perlu makan-makan doang. Ternyata dengan komunikasi dan kompromi ina ini itu... gw dapet dream wedding gw dan sangat amat bersyukur :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe. Drpd gede2an duitnya jg bisa dipake buat yg lain ya Din. Tapi tetep sih di Jkt ini kalo bisa ngikutin keinginan orang tua jg perlu, soale ini jd kebanggaannya mereka juga bisa melepas anak.

      Delete
  2. Setuju ama ci leony, kalo baru aja ga mw dengerin omongan kita dan ga bs ngomong maksudnkita, gimana nanti kedepannya.

    Mudah2an nanti calon suami bisa mewujudkan wedding impian

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Persiapan perkawinan tuh cara kita mempelajari karakter sesungguhnya pasangan kita juga. Soalnya ini udah menyangkut rasa, etika, keluarga, dan finansial.

      Delete
  3. Dulu beruntung banget punya calon istri yang dream weddingnya adalah menyiapkan segala printilan sendiri. Mula dari cari tema, desain undangan, desain wedding venue sampe detail properti. Kalo soal tamu gak berkutik karena tamu ortu. Dulu buat nyiapin nikah, saya yang desain undangan, prewed saling motret ajah dan keliling Jakarta dari ujung ke ujung nyari segala macem detail properti. Hihihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha itu justru serunya Dan. Ga diserahin sepenuhnya ke orang lain. Tetep harus ada sentuhan pribadi kita.

      Delete
  4. bukannya emang rata2 kalo nyiapin wedding itu ngikutin 'dream' nya yang cewek ya? yang cowok ngikut aja kan? hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan salah Man. Temen gue yg cowok juga ada loh yg dream wedding in his mindnya lebih heboh dari cewe, bahkan lebih dr gue. Dan sebenernya, si Feliz jg banyak kasih gue ide2 pas persiapan perkawinan supaya bikin acara lbh seru.

      Delete
  5. Halo Leony,
    baru pertama nih komen di blognya, biasanya silent reader aja :D
    Setuju banget deh tentang dream wedding ini. Sayangnya gue termasuk yang ga bisa merealisasikan dream wedding gue yang pinginnya serba shabby chic hehe..
    Kata-kata di paragraf terakhir-terakhir nya bener banget!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Yg penting hati tetep gembira kan? Plus nyenengin ortu juga lah.

      Delete
  6. pas lagi baca poin2 wedding dream lu, gw membatin ini kan sama persis dengan wedding lu. berarti terkabulkan dong ya Le :)

    kalo gw termasuk aneh. gw ga pernah kepikiran pengen wedding dream kayak apa hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bisa dibilang semua terkabul malah dapat banyak plus2, padahal ngga ngoyo2 banget pas nyiapinnya. Gue yakin pasti ada kok Lim bayangannya. Cuma blm terungkapkan aja hehe.

      Delete
  7. kalo gue dari dulu kepingin merid di Kathedral karena suka banget sama suasana di gereja ini dan ternyata suami pun berkeinginan yg sama...so cocok deh hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seneng ya kalo soal gereja langsung nyambung. Biasanya sangat2 ngebantu sama persiapan yg lainnya.

      Delete
  8. dream wedding gua ga kesampean sih, bukan karena si calon suami, tapi uda ditolak mentah2 duluan ama orang tua hahahaha... tapi karena poin ke 9, wedding gua kemaren akhirnya tetep jadi wedding yg indah hahahaha... dan untungnya, si calon suami itu tipe org yg nurut aja ama segala keputusan gua, asal masuk di budget, jadi pas lah, dan ga ada ribut2 gede segala hahahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha. Nah itu, yg terpenting akhirnya adalah kompromi satu sama lain dan komitmen untuk tetap melaju sebagai suami istri. Masak sih dream weddinglu ga kesampean? Kan elu excited banget pas siapin semuanya.

      Delete
  9. hahahaha...dream wedding gue yg pengen banget sih cuma 1, Le...merit di gereja, sisanya bisa diadjust sesuai situasi dan kondisi. Dan Thanks to God, walaupun beda agama, hubby mau. hehehehhee...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah buat elu yg msh anget banget weddingnya, pasti bahagia tak terkira ya pas suami setuju. BTW elu Katolik ya?

      Delete
    2. yup, gue katolik....dia bukan cuma setuju, tapi ampe aktif support, mendorong gue nanya-nanya dan ikutan engaged encounter dll...top banget deh...heheheheheh

      Delete
    3. Sip banget tuh kalau kayak gitu!! Semoga nggak lama lagi suamimu tertarik untuk jadi seiman, so you can raise your kids as Catholics without any hesitation :)

      Delete
  10. Setuju banget, Le, apa yang kita mau dan impikan memang musti lah diomongin dan dibahas bersama. Pengalaman aku dulu, nikah sama orang yang adat dan kebiasaannya totally different dgn tempat asalku, kalo gak dengan kepala dingin dan lapang dada ngebahas soal nikahan ini ya alamat ada salah satu pihak yang gak puas dengan pernikahan ini. Aiihh...kalo mo diceritain soal gimana kami harus berkompromi dengan pernikahan kami, kayaknya bakal panjang deh, aku jadinya pengen nulis soal ini di blogku mumpung bentar lagi udah mo anniversary kami juga...hihihihi... thanks ya Le, kamu ngasih ide buat nulis :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asik Lis. Ditungguin ya postingan edisi anniversarynya!! Pasti seru, berwarna, dan berakhir bahagia.

      Delete
  11. kl gw dulu pengen merit outdoor kebon gara2 ntn film sabrina (harison ford sama julia ormond hahahha) trus pengen prosesi masuk gereja pake pachelbel canon in D gara2 film princess diaries gara2 cucunya julie andrews prosesi masuk gereja pake lagu itu hahaha... ini judulnya kepengaruh film (untung kesampean outdoor walaupun batal kebon hijau abisan gmn dong gak dpt tpt dimana2 hihii) sayang nggak kesampean private party susah yah di indo mau tamu 200 :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yg penting kesampean kan di pantai... sama2 ada angin sepoi2. Gue jd inget pas acara kawinanlu yg serba kejar2an sama macet. Tak terlupakan!

      Delete
  12. setuju banget untuk point makanan harus melimpah... soalnya pernah kepesta orang pas datang catringnya abis,, bukan ke pesta mau cr makan sich tp kan g enak jg pas ke meja hidangan makanannya udah gak ada heheheheheheh
    waktu nikah kemarin, sepertinya itu dream wedding orng tua dech krn kami berdua pengennya yang sederhana, ngundang max 200orng tapi intim kenyataannya pestanya heboh sampe ngudang 2500 orang *sight

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha. Gue ga mau tuh 2500 orang walaupun sebenernya bisa kejadian, simply krn gue ud bilang sm mertua kalau gue ga mau cuma berdiri dan nyalamin org sampe lemes. Masak penganten ga bs enjoy kawinannya sendiri hahaha. Gpp nikah itu kan jg buat nyenengin ortu kita kok. Kebanggaan mereka.

      Delete
  13. Iya juga yah. Dari dulu gue mawnya kawin di garden dengan langit dan bintang sebagai atap, gak usah di dekor macem2 yang penting ada lilin dan bunga terus all night long gue maw dance with my baby. =)
    Ahhhh. I hope it would happen just like I always imagined. =)

    ReplyDelete
    Replies
    1. It will, Sayang. Keep praying and hoping. Bisa lah pasti

      Delete
  14. Awwwwwww... Ini bagus banget post nyaaa!! <3 Poin nomer 7 bener banget tuh!!

    Super setuju dengan poin nomer 9 - tapi sayangnya banyak wanita jaman sekarang udah keribetan mikirin dream wedding mereka sampe ngga peduli sama calon mempelai pria nya. Hahaha. Yang penting dream wedding kesampean. Hadeuh hadeuuuh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eveline, bener kan point yg no 7 itu. Kadang malah pengantin suka mikirnya nyari tempat yg penting nyaman buat dirinya, lupa sama tamunya. Yg nomer 9 itu hahaha.... kadang cewe suka lupa sebenernya jalan pernikahan msh puanjang dan lamaaaa...

      Delete