Tuesday, June 25, 2013

Setengah Tahun Berlalu

... sejak saya menjadi seorang ibu. Perasaan belum lama deh ngedennya. Masih kerasa mules gara-gara makanan India yang ternyata berujung pada lahiran. Apa saja yang saya alami selama 6 bulan ini?

1. Dengan usaha keras ketekunan yang luar biasa, campur keringet seember dan air mata segalon air mineral (lebay), Abby berhasil juga menjadi anak ASI exclusive selama 6 bulan. Buat saya yang ASI-nya super pas-pasan, ini merupakan prestasi yang luar binasa! Ada hari-hari di mana saya rasanya sedih binti frustrasi, meratapi pompa yang dibeli mahal-mahal tapi hasilnya seadanya, botol2 dan kontainer penampung ASI yang hampir tak terpakai, sampai menatap nanar kulkas baru dua pintu yang akhirnya kosong melompong, sampai pintunya aja kalau ditarik keikut semua kulkasnya karena ngga ada isinya. Pernah saya diledek nyinyir seorang ibu-ibu kalau cuma ukuran doang yang besar tetapi isinya ngga ada. Tapi Tuhan baik, ternyata tetap dicukupkan semuanya sampai 6 bulan berlalu.

2. Gara-gara nggak bisa nampung ASI sama sekali, saya akhirnya mengambil cuti tak digaji atau istilahnya unpaid leave, supaya Abby mendapat ASI langsung dari ibunya. Selama masa unpaid leave itu, saya berkontemplasi, apakah saya harus kembali ke pusat kota dan menjalani kehidupan saya yang lama, pergi pagi pulang malam, meninggalkan anak di saat dia baru bangun dan kembali saat anak sudah hampir tertidur. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak kembali ke profesi lama saya, dan memutuskan untuk memulai profesi baru. Apa itu? Kasih  tau nggak ya? Hahahaha. Ya intinya, saya SALUT LUAR BIASA dengan para ibu-ibu bekerja di sana, terutama yang tinggal tidak di tengah kota, yang masih bisa dengan keseimbangan luar biasa menjalankan profesinya di hiruk pikuk kehidupan kota, dan tetap total dalam mengurus buah hatinya. *hormaaat grak!*

3. Menyusui membuat badan kurus itu, tidak sepenuhnya benar! Sebelum saya melahirkan, saya sudah booking untuk program pelangsingan badan yang orangnya datang ke rumah untuk pijit-pijit selama 30 kali, kemudian saya juga membeli berbagai cream merek kosmetik ternama yang lumayan menipiskan kocek. Setiap hari saya dibebet sampai susah bergerak, dan saya aktif menyusui anak, beberes rumah, memasak, dan lain-lain. Apakah saya kurus? NGGAK! Lantaran ASI saya pas-pasan, saya diminta untuk makan full meal 3 kali sehari oleh DSA, makan protein yang banyak demi ASI yang lumayan. Bener sih, kalau habis makan seabrek, ASI saya lumayan. Begitu makan wajar, langsung surut. Suplemen sudah disantap, daun2an juga, tapi saya lebih cocok dengan daging-dagingan. Walhasil, berat badan saya selama 6 bulan ini: stabil, alias ngga turun2 hahahaha. MANA BAJU-BAJU HAMIL? Saya masih mencintaimu!

4. Imunisasi bayi adalah saat paling bikin deg-degan. Buat ibu-ibu yang bayinya gemuk montok, santai-santai aja ya. Tapi buat bayi mungil seperti Abby, emaknya ini ibarat Kristina Dangdut... Jatuh bangun akuuu mengejarrrmmuuuu. Mengejar berat badan maksudnya. Dan syukurlah, walaupun posisinya sering di bagian bawah kurva melulu, si Abby sehat walafiat, lincah, manis, murah senyum, dan nggak takut disuntik. Dia cuma owek2 beberapa detik pas obatnya masuk, setelah itu tenang dan santai. Perkembangan motoriknya nggak ada yang ketinggalan, jadi Puji Tuhan Halleluya! Deg-degan yang kedua sih pas BAYAR IMUNISASI! Oh uang, turunlah dari langit! (mau nangkep pake sprei super king size dilebarin).

5. Punya anak itu sungguh mengubah hidup! Bioskop mana bioskop?? Hahahaha... Eh bukan bagian situ maksudnya. Maksudnya mengubah hidup adalah, kita jadi punya prioritas lain yang utama, dan itu bukan diri kita sendiri. Sekarang, apa-apa buat anak. Percaya atau nggak, si Leony yang kalo liat sepatu nggak tahan ini, udah lebih dari 6 bulan nggak beli sendal ataupun sepatu! Yang dipikirin lebih ke kebutuhan anak, kecukupan gizinya, pendidikannya. Kalau malam ngobrol sama suami, juga yang diomongin topiknya anak melulu, dan menyangkut masa depan keluarga. Ternyata gini toh ya begitu jadi orang tua. Pantesan aja kalau anaknya ngeyel, orang tua bisa sedihnya berlipat ganda. Mamaaaaaahhh.....!!! (mendadak haru).

INTINYA: Jadi ibu itu SUSAH! Yah bisa juga sih digampang-gampangin, gak usah usaha pol. Saya tau, bukan rahasia lagi banyak orang yang BAHKAN TIDAK MENCOBA untuk memberikan yang terbaik untuk anak, just for the sake of keeping their old appearance and activities. Bukan rahasia lagi banyak ibu yang nggak mau nyoba menyusui karena takut dadanya turun dan bodynya melar (tapi di luar bilangnya ASInya gak keluar sama sekali), bukan rahasia lagi banyak ibu yang serahkan semuanya ke baby sitter/ pembantu karena takut kehilangan waktu ngemal, traveling, dan kumpul-kumpul bersama temen-temennya. Bukan menghakimi ya, tapi memberikan beberapa fakta (tolong saya jangan ditoyor). Namun saat para ibu MENCOBA SEMAKSIMAL MUNGKIN untuk memberikan yang terbaik buat anak, I bet, the reward is there. Saya berani jamin, tiap anak itu, di hati kecilnya tau, kalau ibunya itu berusaha atau tidak. Mau kita bekerja, mau kita jadi ibu rumah tangga, kalau semuanya itu kita lakukan demi keluarga tercinta, it will be very-very rewarding.

Happy 6 Months, my dear, Abby! Thank you for teaching me how to be a Mom. This is only the beginning. I might not be as awesome as some other moms out there, but too bad, you ended up with me as your Mom and you have no choice! Huahahahaha... When I decided to marry your father, I have decided to have you in my life. It's our choice! That's why, I'll try my best to take care of you, until... probably until the end of my day.

Thursday, June 13, 2013

He's Not So Little Anymore

Terakhir saya menulis spesifik soal adik saya adalah saat ulang tahunnya yang ke 25. Saat saya menulis itu, saya kira saya tidak akan bisa merayakan ulang tahun dia di tahun-tahun selanjutnya karena akan pindah ke negara lain. Dasar memang nggak jodoh (sama mantan), setiap tahun kami tetap merayakan ulang tahun dia bersama-sama di Jakarta hahaha. Dan, berhubung kemarin ini ulang tahun-nya yang ke 29, saya mau mendedikasikan satu postingan lagi untuk dia (dan membuka aib, hahahahaha).

Sudah 4 tahun berlalu sejak saya menulis soal dia, tentu saja adik saya sudah banyak berubah. Yang saya rasakan selama beberapa bulan terakhir ini, saya merasakan dia tambah mandiri. Mungkin memang sudah waktunya saya meninggalkan dia dan mama, soalnya kalau nggak, dia gak akan banyak belajar dan bertanggung jawab. Adik saya ini, sebenernya juara banget deh kalo soal tanggung jawab terhadap urusan pekerjaan. Tanya aja sama bos-nya *kayak saya kenal aja*. Yang namanya telepon udah krang kring krang kring soal kerjaan, laptop nyala terus padahal udah nyampe rumah alias masih suka kerja lemburan. Tapi kalau soal urusan rumah tangga, ngafalin jalanan, hadooohhh rasanya saya kepingin tepok jidat banget. Adek saya ini termasuk spesies yang sangat membutuhkan puluhan kemeja anti wrinkle!! Dia itu super cuek bebek, sampe kemeja belum disetrika aja bisa dipake. Lecek? Bodo amat hahahaha. Sekarang sih udah lumayan rapihan. Phew..!! Lalu soal jalanan, dulu itu udah lewat berkali-kali aja bisa salah (kecuali kalo ke rumah cewe gebetan). Tapi sejak saya tinggal itu, mau gak mau kan latihan toh? Lumayan sekarang dia udah bisa mbaca google map dengan baik dan benar. Hihi, lumayan kan mama saya jadi bisa duduk disopirin dengan tenang tanpa khawatir nyasar. Seandainya nyasar pun, dia udah lebih ngeh untuk cari jalan baliknya. Lots of improvement banget. Kan cicinya ini jadi tenang binti lega.

Dulu itu, saya sempat mendoakan dia untuk segera mendapatkan kehidupan cinta yang sesuai (sampai sekarang pun masih saya doakan). Kemarin ini, mama saya bilang, "Semoga kamu mendapatkan calon istri yang baik ya." Eh dijawab sama dia, "Bukan Ma, bukan calon istri, tapi istri yang baik." Di usia 29 ini, nampaknya dia juga jadi lebih selektif dalam mencari pasangan hidup. Sudah malas kali ya kencan-kencan nggak jelas. Maklum sepengetahuan saya dari curhatnya dia, cewek-cewek jaman sekarang memang suka aneh. Mulai dari yang tidak menjalankan kehidupan agamanya dengan baik, tidak terbuka soal keluarganya, sampai yang tidak bisa diajak hidup susah. Pernah loh adik saya ngedate sama cewek, kemudian dia "ngetest" dengan ngajak makan di food court sebuah mal yg mewah, dan ceweknya nolak mentah-mentah, bahkan lebih rela ngebayarin daripada harus makan di food court. Serem gak sih? Terus terang, soal jodoh itu memang nggak gampang, tapi kalo sudah ketemu dan direstui sama Tuhan, jalannya bisa mulus banget kayak jalan tol (Di negara maju, bukan di Jakarta- red).

(Mumpung adek saya single and available, as of the time I write this entry), keunggulan adik saya yang patut dibanggakan adalah, dia ini gampang banget bergaul dan ramah. Kalo ada orang yang nggak kepincut sama joke-joke jayusnya, berarti sense of humor-nya ngga ada. Soalnya adik saya ini lumayan parah kalau becanda, dan ngafalin dialog-dialog Warkop DKI. Bukan sekedar "Gile Lu, Ndro" aja ya, tapi bener-bener detailed conversation. Bos saya pernah bilang, orang yang pintar itu adalah orang yang bisa membuat orang lain tertawa dengan perkataannya. Karena nggak mudah untuk buat orang lain tertawa. Makanya, I claimed that my brother is a smart person! Another thing, menurut saya, dia itu lumayan ganteng loh!! (Halah, promosi)...Mukanya nggak Cina banget, malah suka dibilang kayak Arab, dan pernah disangka Arab Muslim pas jaman di sekolah khusus cowok itu. Badannya tinggi besar, cuma sekarang rada ndut aja (kayak cicinya). Ngakunya sih, keseringan dikirimin makanan dan diajak makan sama clients. *alesan*

Sebelum saya ngelantur dan membuka aib dia lebih banyak lagi, mau ngasih tau, kalo tanggal 8 Juni yang lalu adik saya ulang tahun. Tadinya dia bilang mau traktir di Outback Steak House, tapi ternyata gara-gara ada promo kartu kredit dan promo kupon diskon, rasa makanannya jadi acakadul, menurut adik saya sih. Soalnya pas dia makan di situ, sampe ditanya 3 kali punya  kartu kredit atau kupon atau ngga, soalnya waiternya kayak heran ada orang mau bayar full price. Note juga nih buat para restaurant, kalau ada promo-promo, jangan diturunin dong kualitas makanannya, kasian kan yang bayar penuh.

Akhirnya adik saya nyuruh saya milih dehhh! (hore...kesempatan nodong!) Padahal mau saya todong makan di Cassis, tapi ngga tega juga (Cici gak tau diri emang! Getok pala sendiri... plak. Hihihi), akhirnya kita memutuskan makan di TGI Friday's Kemang. Lumayan, hasrat makan steak kan jadi terpuaskan hihihi. Selain itu, tempat ini juga memang spesial kalau ada yang lagi ultah. Dulu pas di US, termasuk jadi favorit kita untuk ngerayain. Nih, dibagi deh foto-fotonya, biar bisa liat sendiri kenapa spesialnya. Semoga nggak ngiler yah.

The birthday boy, dan ponakannya yang bengong

Tiga generasi nih.... cantik semua kan? *narsis*

The infamous French Onion Soup with melted provolone. Menu wajib!

BBQ Chicken Salad

Trio Appetizer Sampler (Deep Fried Mozzarrella, Buffalo Chicken Wings, Potato Skin)

10oz Black Angus Jack Daniel's Steak and Shrimp buat saya!

Jack Daniel's Salmon buat mama (yang gak doyan steak sapi.. too bad!)

Fillet Mignon with Mushroom Sauce for the birthday Boy

Jack Daniel's Black Angus Sirloin for hubby (Ketauan kan yang lebih rakus tuh istrinya??)
Kelupaan foto Black Angus Cheeseburger punya si Suster hahahahaha.... but she enjoyed it very much.

Brownies Obsession (apparently the chef forgot to warm the brownie)
Here comes the fun part!!!! (Besides the food)

Si Birthday Boy dikasih topi ulang tahun dan disuruh berdiri

Berdirinya bukan cuma sekedar berdiri tapi berdiri di atas kursi, sambil disuruh teriak teriak: "TODAY IS MY BIRTHDAY!!" Kalo malu, nggak lolos deh!

Dinyanyiin sambil diteriak-teriakin. Itu si mas yang pake tamborin kalo liat dari stylenya, kayaknya suka mangkal di lampu merah deh! Huahahahaha...

Terus diselametin sekampung!
Sign of Approval from the Birthday Boy, sehabis dipermalukan.

Full family pictures (minus si Sus yang selalu gak mau difoto karena malu....)

Happy Birthday My Not-So-Little Brother!! Makin dewasa, makin bijaksana, makin sayang sama keluarga. Semoga dengan usaha dan kehendak Tuhan, apapun yang kamu cita-citakan akan tercapai. God bless you!

And, thanks for the treat!

PS: Berhubung setelah saya post ini banyak komen yang nanyain gimana caranya kenalan sama adek saya, maka saya dengan iseng-iseng berhadiah membuka kesempatan kepada siapapun yang mau kenalan, yang kira-kira kriterianya sesuai dengan kepribadian adik saya (tau sendiri lah ya, jangan udah umur 50 masih mau kenalan, kecuali mau ngenalin anaknya). Kirimkan biodata anda ke howyoumetmybrother(at)gmail(dot)com. SERIOUS APPLICANTS ONLY! hahahahaha...