Friday, January 25, 2013

Keajaiban ASI

NOTE: Ini BUKAN postingan soal ASI!

Prolog

Sebagai seorang ibu baru yang pro ASI Exclusive, tentulah yang namanya berharap ASI keluar banyak itu sudah pasti. Makan katuk? Yes! Kacang ijo? Yes! Minum air minimal 3 liter sehari? Yes! Mompa teratur? Yes! Latching on sebanyak mungkin? Yes! Pijet payudara pasca melahirkan? Yes! Tapi kadang ngenes juga ngelihatin ASI yang kekumpul kok cuma segitu2 aja buat nyetok. Si Abby juga minumnya juara banget deh! Percaya atau ngga, dia bisa loh lagi netek, terus ditengah-tengah kenyang, berhenti sebentar barang 2 detik, bersendawa, kemudian lanjut netek lagi... (nurunin siapa nih?).

Sungguh, pas ngeliatin temen mompa santai hasilnya 300-500ml, ada perasaan kepingin. Jujur aja minta nasehat, dengerin sana sini, males juga, apalagi yang ide-idenya nggak masuk akal. Makanya, saya seneng banget pas Dhira mau ngirim Milkmaid Tea-nya Earth Mama Angel Baby (EMAB). Soalnya, bahannya organic, dan reviewnya kok bagus banget yah pas baca di Amazon(dot)com. Kalo mau, bisa dibeli di tokonya beliau yang kondang. Wahaha. (Ayo bapak ibu, silakan mampir... ).

Isi

Sore itu, Rabu, 16 Januari, 2013, saya dapet SMS dari Pepi sang seniman, yang nanya, apakah saya punya i-banking, intinya dia mau minta saya transferin sejumlah Rp. 210,000. Katanya, dia lagi kebanjiran, nggak ada akses ke ATM, dan mesti bayar supplier mugnya. Kemudian dia juga mention kalo dia udah sempet mau minta tolong Novi, tapi berhubung Novi lagi di Yogya dan nggak ada akses internet, jadi agak repot. Dia juga janji akan balikin secepatnya begitu banjir mereda.

Karena saya mikir si Pepi ini adalah kenalan baik dari temen-temen blogger tercinta saya, saya tuh kayak "manut" aja gitu. Lagian kasian jg kalo emang bener dia kena musibah banjir. Saya bilang, saya nggak ada i-banking, tapi nanti saya ke ATM deket rumah. Tentulah si Pepi ini basa-basi dengan bilang, nanti ngerepotin bla bla bla. Tapi saya bilang, gak apa-apa kok, dan saya minta nomer accountnya, lagi-lagi dengan pikiran yang masih jernih karena hanya ada niat pengen nolong. Dan si Pepi ini segera memberikan nomer account bank Man****, yang katanya milik suppliernya. Saya pun siap-siap meluncur ke ATM, dan menemukan fakta kalau: ASI saya rembes!

Jadilah, saya memilih untuk nahan berangkat, dan mompa asi dulu. Kebetulan banget, di sore yang sama, teh EMAB kiriman Dhira nyampe. Sambil saya mompa, saya kontak Dhira untuk ngucapin terima kasih. Somehow, saya kok keingetan, Dhira ini kan temen akrab sama Pepi dan kenal Pepi duluan sebelum saya. Pasti saya ini last source lah kalau dimintain tolong. Jadi saya tuh nanya ke Dhira apakah dia di SMS Pepi. Dhira nanya, SMS ngapain? Saya bilang kalau dia butuh bantuan untuk transfer, dan Dhira seperti kena alert juga, ternyata dia dulu pernah juga "dipinjemin" sama jeng Pepi dan tak pernah kembali. Oh crap!

Maafkan Pep, bukannya aku gak mau transfer sama kamu, tapi ternyata kamu itu: EH EH KOK GITU SIH? *sambil nyanyi lagu Dewiq n Bekti*

Kemudian, alert-alert itu seperti berterbangan di kepala saya. Kenapa si Pepi ini harus minta tolong saya yah? Seorang ibu yang masih dalam masa nifas, yang lagi nggak bisa kemana-mana, dan lagi repot-repotnya ngurus anak? Apakah dia gak punya keluarga? Apakah dia gak punya teman dekat sampai harus meminta tolong temen BLOGGER? Dan yang lebih bikin saya bingung adalah: WHO IS PEPI? Nama benernya siapa? Bentuknya kayak gimana? Ada yang pernah liat?

Hey all bloggers out there? Ada yang pernah liat Pepi gak? Saya sih belum, kecuali lihat komen-komennya yang tersebar di mana-mana, kecuali lihat blogpostnya yang sejak saya mulai kenal dia aja sudah pindah-pindah alamat, dan kata orang-orang sih twitternya aktif loh! *balada Leony yang ngga punya twitter.* Singkat kata singkat cerita, rupanya banyak sekali orang yang mendadak kepalanya penuh dengan lampu dan bunyi, ting! Mendadak saja, semua orang di lingkaran blogger kenalan saya menyadari: GAK ADA YANG TAU NAMA ASLI PEPI, GAK ADA YANG TAU BENTUKNYA! Ya ampun! Ketika saya pikir dia adalah kenalan teman saya yang lain, ternyata gak ada juga yang kenal sama dia. PEGIMANE SIH?

Yang saya tau cuma satu. The next day, emak-emak bersatu, mencoba untuk mengungkap fakta, dan tak disangka tak dinyana, "korban-korbannya" si Pepi muncul satu demi satu. Di balik segala keciamikan art work-nya, dibalik penampilan blognya yang menarik, di balik kata-kata manis komentar-komentarnya, ternyata dia NYAMBI jadi tukang palak! Tukang palaknya halus, lembut, yang hidupnya penuh dengan kisah-kisah menakjubkan, yang membuat kita semua jatuh hati kepadanya.

Berlanjut ke kisah penelusuran who-is-Pepi, fakta-fakta menarik pun terungkap. Mulai dari nama palsu yang sudah berganti-ganti, karakter-karakter ciptaannya yang ajaib, orang-orang di sekitarnya, account bank yang ternyata bukan miliknya, kisah-kisah para korban yang mengejutkan, sampai ke kisah hidupnya sendiri yang nyatanya jauuuuuhhhh dari bayangan kita.

Dan pendapat saya soal Pepi? KASIHAN! Sungguh kasihan. Orang dengan talenta yang luar biasa, imajinasi yang tinggi, kemampuan menulis yang mumpuni, kenapa kamu harus berbohong, sayangku? Kenapa kamu harus menipu sana sini? Akupun terbuai oleh ceritamu, jadi kamu bayangkan, kalau talenta itu kamu pergunakan untuk hal-hal yang positive, untuk pengembangan dirimu, aku yakin kamu bisa, Pep! Kenapa kamu harus terperosok sampai sejauh ini? Kenapa kamu nggak percaya dengan dirimu sendiri? Kamu itu ciptaan Tuhan yang istimewa. Jangan kamu sia-siakan dirimu, Dek!

Buat Pepi, Pep (atau siapapun nama aslimu), terus terang, kami ini ingin sekali bantu kamu. Namun, kami juga ingin sekali kerjasama dari kamu. Pertama adalah dengan KETULUSAN HATI dan KEJUJURAN darimu untuk meminta maaf kepada orang-orang yang kamu rugikan, secara terbuka. Ungkapkanlah pula jati dirimu yang sesungguhnya, dan mulailah dengan membuka lembaran baru sebagai dirimu sendiri. Kami yakin, dengan kepribadianmu, tanpa harus menipu, kamu akan mendapatkan banyak teman sejati. Jujur saja, awalnya kami marah, tapi lambat laun kami lebih merasa kecewa, karena kami memulai persahabatan ini dengan tulus hati, dan kami merasa dikhianati. Kami yakin Pep, masih ada orang yang mau membuka pintu maaf di dunia ini. Tuhan saja maafkan, masak manusia tidak bisa? Tapi dengan catatan, PERTOBATAN-mu itu sungguh! Sepanjang hidup, kamu harus ada di jalan yang benar. Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama. Kalau namamu sendiri tidak kamu jaga, apalah artinya hidup di dunia ini?

Epilog

Kesimpulannya, saya nggak tau apakah ini kebetulan atau bukan, tapi ASI telah "menyelamatkan" saya dari mengirimkan transferan, dan ASI jugalah yang membuat alert-alert di kepala saya berterbangan. Cuma gara-gara ASI rembes loh! Siapa yang nggak percaya kalau ASI itu ajaib? Hihi.

Dan somehow, saya juga percaya, peristiwa yang dimulai dari ASI ini juga akan menyelamatkan Pepi dari terjerumus ke jurang yang lebih dalam. AYO PEPI, KAMU BISA!!

PS: Untuk melihat pengalaman dari kawan-kawan mengenai Pepi, silakan kunjungi:

Mrs. BunnycatDessy D'RahmanAlissaNadiaAchie; Luluk; Yeye; Indah; Dani; Dhira; Erlia

Kalau ada yang baru, akan saya tambahin. Dan kalau ada yang mau share link, tolong hubungi saya buat di post di sini. Makasih!

Saturday, January 12, 2013

Motherhood Saga: "Fun Facts"

Belum, saya masih belum punya banyak cerita soal si Abby, selain dia kerjaannya tiap hari adalah nangis oek-oek, minta susu, minum, bobok, pipis, terus laper lagi, oek-oek lagi, minta susu, minum, bobok, pipis, ulang  kayak lingkaran tak berujung. Di sela-sela itu, emaknya berusaha sempetin masak, perawatan, makan, mompa ASI, beberes, dan berusaha (walaupun sering gagal) nyempetin bobok siang walau sekejap saja. Jadi gimana rasanya jadi seorang ibu? CAPEK! Tapi seru banget! When you think you know what to expect, everything falls above and beyond your expectation. Ibaratnya, dikira tuh anak pipis, ngga taunya dia pup!

Mendingan, sebelum saya lupa, marilah kita intip beberapa hal unik dari sekitar masa lahiran si Abby. Yuk, ambil popcorn! (dikit aja, soalnya pendek ceritanya).

Soal Nama Panggilan

Beberapa waktu sebelum lahiran, Papi mertua penasaran mau kita kasih nama siapa si baby yang bakalan lahir. 
"Jadi namanya siapa ya?" 
"Abigail, Pi."
"Terus panggilannya siapa?"
"Abby" 
"Oh, Ebi... Ebi Furai dong? Kayak di Hoka-Hoka Bento", kata si Papi sambil ketawa-tawa.
"Iya Pi, kebetulan emaknya kerja di perusahaan udang. Makanya nama panggilannya kayak udang kering", jawab si menantu ndablek dengan wajah santai. 

PS: emaknya beneran kerja di perusahaan udang. 

Beginilah Kalau Belum Kenal

Apa reaksi Mama (saya) dan Mami (mertua) saat mengetahui saya mules-mules ingin melahirkan? Si Mama langsung kabur ke Pasar Jatinegara, buat beli obat ramuan Cina yang katanya buat ngilangin masuk angin. Dan si Mami, nyantai ke Pasar Puri buat belanja mingguan! Si Mami itu masih mikir kalo mantunya ini cuma kontraksi palsu. Seandainya asli pun, pasti lahirannya masih lama, gak  mungkin cepet-cepet. Saat orang lain didampingi oleh manusia sekampung (atau seenggaknya salah satu orang tuanya) untuk melahirkan, saya cuma didampingi oleh suami.

Begitu proses lahiran selesai, suami langsung foto si Abby pakai BB, dan langsung dia kirimkan gambarnya ke si Mami. Dan reaksi si Mami begitu menerima gambarnya adalah,....

"Anak siapa tuh?"

*Hu hu hu...* Mamiiiihhhh...ini kan cucumu sendiri... *sok dramatis*

Masalah Bulu 

Karena membaca komentar-komentar pembaca dari dua postingan sebelumnya, yang menyoroti masalah perbuluan, saya jadi lumayan peduli, dari  mulai ingin mencukur indah, sampai waxing. Tapi ya tentunya pada tau dari postingan lahiran, kalau semuanya itu tidak terlaksana.

Dengan bagian bawah yang pitak-pitak itu, saat suster minta saya melepaskan celana, tentulah reaksi saya, "Suster, ini gimana ya, saya sih sempet cukur tuh, tapi berhubung mules banget, nyukurnya brantakan. Nanti dirapihin ya Sus?"

"Oh, Ibu lahirannya normal kan? Normal mah ngga perlu dicukur, Bu!"

Kampleeeeettt....!!!

*garuk2 bagian bawah yang jadi gatel2 dikit, sambil meminta pertanggungjawaban para komentator!*

-----------------------------------------------------------------------------------------
Pamer Foto (soalnya katanya kalo gak ada, gak afdol)

Umur seminggu nih, pas malem taun baru loooohhh!!!
Senyum manis dulu *habis ini aku mau BAB sampai kotor sebadan loh Maaa...*

Umur dua minggu. Sang ayah lagi memandangi hasil karya.