Saturday, May 25, 2013

Hipokrasi dan Agama

Berhubung lagi rame-ramean dikit soal si EsBeYe mau nerima World Statesman Award yang tentu saja mendapatkan cengoan dari orang-orang Indonesia yang lumayan berpendidikan dan berakhlak baik, yang menyatakan kebingungannya karena tentu saja negara kita ini masih acakadul toleransinya, MAKA (eh panjang amat ya saya nulis sebelum kata 'maka') saya juga mau menuliskan sedikit pandangan saya soal agama, kebaikan, dan toleransi. Catet ye, ini bakalan serius! I'll try to make it as fun as possible untuk dibahas.

Hari ini, saya melihat sebuah artikel sangat bagus di koran online USAtoday yang judulnya saja sudah bikin nyengir: "Pope Francis Defends Atheists". Ajegile, nohok banget judulnya. Seorang pemimpin Agama Katolik, tidak mempermasalahkan kepercayaan seseorang, asalkan orang tersebut: MELAKUKAN KEBAIKAN!

Francis described doing good not as a matter of faith, but of "duty, it is an identity card that our Father has given to all of us, because he has made us in his image and likeness."

"If we do good to others, if we meet there, doing good, and we go slowly, gently, little by little, we will make that culture of encounter: we need that so much. We must meet one another doing good."

Btw, pada ngerti kan? Gak usah diterjemahin lagi lah ye. Kenapa saya angkat topik ini di sini? Terus terang, saya suka kecewa. Kecewa berat sama orang-orang yang ngakunya beragama, bahkan berkoar-koar soal agama, tapi dalam kenyataannya sama sekali tidak melakukan apa yang semestinya dia lakukan sebagai umat beragama, mulai dari melaksanakan korupsi, menebar kebencian, melarang orang beribadah, memainkan perasaan orang dengan kawin sana sini, melakukan pembunuhan cuma gara-gara kepentingan, sampai yang memaksakan kehendak orang untuk masuk ke agama tertentu (dan tentunya masih banyak lagi contoh-contoh yang lebih menyesakkan).

Tadi siang, saya kedengeran khotbahnya pak uztaz dari toa mesjid deket rumah sini. Beliau menghimbau, untuk tidak mencampurkan agama dan politik, karena agama itu lebih ke memperjuangkan hubungan kita dengan Tuhan dan sesama, sementara politik itu hanya untuk memperjuangkan kepentingan pribadi dan golongan. Toss deh, pak uztaz! Lah, tapi kenyataannya gimana yah, ini negara udah terlalu carut marut. Partai yang katakan tidak pada korupsi saja, tau2 anggotanya pada masuk bui gara-gara korupsi. Belum lagi partai yang berlandaskan agama, ternyata korupsi sapi dan persoalan cewek-ceweknya semakin memanas dan jadi headlines di mana-mana.

Ah, gak usah jauh-jauh deh. Saya masih belum sampai kalau ke soal negara. Sekarang saya mau menceritakan pengalaman, mengenai hipokrasi kecil-kecilan yang terjadi di lingkungan sekitar saya. 

1. Ada teman saya,orangnya alim, kalem, kelihatan sangat beragama sekali. Saya suka dishare-share lagu-lagu rohani sama dia. Bahkan kalau dia lagi pake headphone, saya suka ditawarin, mau denger bareng atau nggak. (Jelas lah saya nolak, mana enak denger lagu separo telinga). Saya pun beberapa kali naik taksi sama beliau. Kalau saya naik taksi, kebiasaan kasih bulatkan ke atas sekalian untuk tip-nya sopir taksi. Tapi pas saya pergi sama dia, saat saya mau bayar, dia keluarkan uang-uang dia yang terbutut, recehan dan uang kertas yang sudah sobek-sobek, lalu dia bilang, "Udah kasih pas aja, nih saya banyak duit butut, ngotor-ngotorin dompet aja, mending buat bayar taksi." Saya SHOCK! Shocknya karena dia berbicara begitu di depan sopir taksinya! Belum lagi kalau memperlakukan office boy, suka seenaknya, dan bilang: "Suruh-suruh aja tuh, kemarin udah saya kasih dia uang 100 ribu." Geez... 

2. Ada orang lain juga, yang setiap hari bagi-bagi email renungan agama, kalau cerita soal agama sangat berapi-api. Tapi kalau dia nggak suka akan sesuatu, bisa-bisanya dia teriak-teriak dan memaki-maki orang di depan orang banyak. Kalau boleh dibilang, orangnya kasar banget. Yang anehnya, seringkali dia membanggakan dirinya sebagai seorang yang agamais dan aktif melaksanakan kegiatan keagamaan. Tapi kok tiap hari marah-marah dan memaki orang melulu. Gimana tuh? Sampai ada satu teman yang trauma loh diteriakin sama dia, dan sampai sekarang masih keingetan terus.

3. Ada juga orang yang setiap hari status BB, Facebook, dan semua media sosialnya menggambarkan kebesaran Tuhan, syukur, bahkan sering update kegiatan rohaninya. Pokoknya biar kelihatan kalau dia ini mantab lah ibadahnya. Tapi dalam kenyataanya orangnya tukang gossip, jelekin si A ke si B, jelekin si B ke si A, dan mungkin kalau ada 5 orang, akan disilang-silangkan semua gossipnya supaya masing-masing jadi tau kejelekan yang lain. Sebenarnya kalau menurut saya sih, orang tersebut hanya mau membuat dirinya feel better. Kecian deh lu! Too bad saya juga sempet kemakan loh, sampai akhirnya saya menyadari kalau keterusan, saya juga bisa terjebak dalam permainannya. Phew!

4. Ada lagi orang juga, yang maksain kehendak untuk saya memilih lagi agama yang "benar" dan mempertanyakan agama yang saya pilih, kemudian diterangin panjang lebar sampai berbusa, kalau saya selama ini ibadahnya salah, menyembah pihak yang salah, dan cuma agamanya dia saja yang betul, dan hanya melalui nabinya saja saya bisa masuk surga. Bahkan berani-beraninya ada seorang pemuka agama yang ngatain di depan muka saya kalau agama saya itu tradisinya serasa kayak orang mati (he said that it was "dead people tradition" saking membosankannya) dan dia bilang, memuji Tuhan itu harus gembira ria, bukan dalam keheningan. HELLO? Hari gini??

Kecewa gak sih? To be honest, sebenernya saya juga lagi gossipin orang sih sekarang *PLAK* hihihi. Oke, bukan gossip, tapi  memberi contoh semata, kali-kali aja sebenernya banyak orang di sekitar kita yang seperti ini juga. Bawa-bawa nama agama, hanya untuk pembentukan image a.k.a. pencitraan, padahal aslinya, basi banget. Lebih basi jauhhhh daripada yang atheist alias  gak percaya Tuhan/ gak memiliki agama, tapi menjalankan kehidupan yang baik, melakukan kebaikan untuk sesama, dan mempunyai semangat berbela rasa yang tinggi. Bahkan suami saya pernah dengan extremenya berkata, "Non, kalau ngga ada agama, mungkin dunia lebih baik kali ya?" Itu ya saking dia keselnya karena pertikaian antar agama ini gak habis-habis, dan makin banyak petinggi-petinggi yang suka mengatas namakan Tuhan di setiap aksinya walaupun sebenarnya itu jauh dari kehendak Tuhan yang maha kasih.

Dalai Lama, yang notabene juga pemimpin agama Budha Tibet, pernah menulis di status Facebook-nya sebagai berikut: 

"All the world's major religions, with their emphasis on love, compassion, patience, tolerance, and forgiveness can and do promote inner values. But the reality of the world today is that grounding ethics in religion is no longer adequate. This is why I am increasingly convinced that the time has come to find a way of thinking about spirituality and ethics beyond religion altogether." 

Jeger banget? Yoi, jeger! Bahkan orang-orang sampai bertanya, apakah Dalai Lama mau menghapus semua agama di dunia hahaha. *Hadeh, gak nyampe segitunya kali*

Statement Paus Fransiskus dan Dalai Lama di atas, sungguh membuat hati saya tergugah. Makanya saya jadi terinspirasi untuk nulis soal ini. Setiap hari dalam hidup kita, marilah kita berbuat kebaikan yang nyata. Tidak penting agama kita apa, tidak penting latar belakang kita apa.

WE MUST MEET EACH OTHER DOING GOOD. 
HAVING NO FAITH DOESN'T MEAN HAVING NO MORALITY. 

Jadi, marilah kita bertanya pada diri sendiri, have I done something good today? Sudahkah kita melakukan kebaikan hari ini?

67 comments:

  1. like this yoo...hahaha
    menurut gue, semakin fanatik seseorang, maka semakin munafik lah orang itu

    setiap kali lho gue menemukan kenyataan kayak gitu
    statusnya sok suci banget, tapi kelakuannya lebih jahat dari setan :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, bener. Yang kelewat berlebihan nunjukkin fanatismenya, justru biasanya errornya juga berlebihan. Dan tolerancenya seringkali LOW banget!

      Delete
  2. paling sebel ya ama orang yang hipokrit.
    gua juga paling males kalo ada orang yang sok sok ber'agama', tapi ternyata kelakuannya gak bener.

    maap2 ya kalo terlalu stereotype, tapi emang kadang orang yang suka sok pamer kalo dia beragama itu justru yang hipokrit. kalo orang yang emang bener beragama biasa gak perlu berkoar2 karena emang agama itu kan hubungan manusia ama Tuhan, bukan untuk dipamer2in...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, Man. Kalo kita melakukan hal yang baik dan benar, ya lakukanlah dengan perbuatan nyata yah. Gak usah dikoar-koarin. Kan iman tanpa perbuatan adalah mati.

      Delete
  3. memang banyak ya bulele yang muna. aku tuh sering takut mau ngomongin agama, takut kelakuan belum sesuai ama omongan. dan seringnya aku malah nganggep orang yang sering koar2 soal agama itu justru yang biasanya muna, di depan doang koar2 agama tapi kelakuannya lebih minus dari orang yang gak beragama

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama kok Nov, aku juga anggep kayak gitu. Kecuali dia memang pemuka agama yang tugasnya mengingatkan orang, seringkali aku menemukan kenyataan yang berbanding terbalik dengan "image" yang dibina.

      Delete
  4. tiba2 gw jd inget sesuatu hahahha lucu nih...
    jd ada temen gw yg seagama gw pas kuliah, trus nyebrang agama tetangga...ujung2nya dia jelek2in mantan agamanya dan narik masuk gw ke agama yg baru dia anut (mgkn dianggep gw domba yg tersesat wakakakaka)atau muka gw muka pendosa kali yah. Pas gw ntn harry potter dia bilang kalau gw itu dosa besar dan nama gw udah masuk buku besar iblis karena ntn harry potter yg ada sihir2 hahaha dan gw masuk neraka...gw blg terlalu "harafiah" deh berarti nanti gw masuk neraka dong ntn harry potter 7x belom kalau serial yg diulang2 hahahaa...trus juga blg ngapain gw doa sama bunda maria "di alkitab tertulis dia bukan ibu yesus, soalnya dibilang perempuan itu" gw lupa yah ayat apa yg dia sebut...maklum gw katolik sejati jarang buka alkitab hahaha...

    gw jd inget dl pernah retret luka batin di lembah karmel cikanyere, waktu itu yg bawain kotbah sama acaranya emang meriah jadi gak mati hahaha...itu pastur ngarang lagu pake lagu sheila on 7 yg judulnya sepia itu.
    oh maria....kau banyak di hujat orang.....
    .... gw lupa lirik yg diganti

    reff :
    ....... (ohh mariaaa) ini peserta retret akhirnya ikutan nyanyi :D

    gw lbh menghargai org atheis tapi berbuat baik terhadap sesama ketimbang org yg sok suci tapi munafik :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, Katolik sejati jarang buka Alkitab. Sebenernya mah itu soal kebiasaan Fel. Kalo tanding Alkitab emang kita suka kalah sih sama tetangga. Tapi prinsip gue, not knowing it but doing it, is much better daripada knowing it cuma buat dipamerin dan ngga dipraktekin.

      Delete
  5. Heran ya 'le..
    Kalo gue berlaku baik itu karna errr.. Karna manusia dikasih otak dan hati untuk berbuat kebaikan, bukan hanya karna emng lebih bermanfaat bagi semua orang, tapi kebaikan itu kan juga gak lepas dari agama. Ya gak sih?

    Logikanya gini..
    Lo liat anjing ketabrak mobil, sementara si penabrak kabur gitu aja. Lo karna punya otak dan hati, bantuin si anjing bawa ke dokter lah or at least ya dikubur lah, menimal pinggirin dari jalan raya. Bukan hanya karna hati lo terenyuh, tapi agama jugalah yang 'mendoktrin' kita untuk berbuat kebaikan.

    Atau..
    Lo liat ada tukang sate keliling komplek udah agak lamaan, sendal jepitnya tipis, suara serak teriak semaleman. Walo kagak laper, ya beli deh 20 tusuk. Itu juga karna hati dan otak lo yang merintahin lo berbuat kebaikan kan.. Dari mana? Ya dari agama juga yang mengajarkan kita bahwa berbuat baik menolong sesama itu keharusan mahluk sosial alias manusia.

    Makanya gue suka heran lho kalo ada orang relijius yang malah hubungan sosialnya kok buruk banget.
    Apa gak meresapi itu ke gereja / salat 5 waktu / vihara / dsb ya?
    Sungguh ku tak mengertiii..

    Anyway, kale gue ya berprinsip sesuai di kitab gue. Agama gue ya punya gue, agama lo ya punya lo. Tapi sebelnya kadang hal yang harusnya jadi inside convo kayak urusan SARA diumbar keluar.. Kayak pola pikir lo sama suatu agama / suku gitu ditulis jadi status FB. Penting gak siiiih?!
    Kayak temen gue ngebecandain sebutan "Allahu Akbar" di FB dia, kan bikin gue dengan senang hati meng-unfriend doi mwahahaha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Agama itu memang ngaruh banget terhadap cara kita melihat kehidupan. Tapi begitu sudah mulai menyakiti orang, menurut gue itu bukan agamanya yang salah, tapi pemahaman orang tersebut terhadap keyakinannya. Banyak banget orang yang mengartikan ayat2 suci secara harafiah, lalu dipanas2in, ujung2nya jadi brantem dan akal sehatnya gak terpakai. Tuhan tuh kasih kita akal budi juga kok, makanya gue bilang, tak perlu beragama, bahkan atheistpun bisa "ngeh" mana yang baik dan yang nggak. Makanya kalo udah mulai ledek2an urusan pilihan personal, apalagi yg menyinggung orang, itu gue udah lost respect juga.

      Delete
    2. Yoi. Makanya gue paling heran sama orang yg merasa dekat dengan Tuhannya, tapi kok hubungan sosial ke manusia malah jadi berantakan.

      Delete
  6. Menohok sekali tulisan lo ini, Le!! Keren... *tepuk tangan dulu*

    Gw juga (seperti layaknya mayoritas orang-orang disini), sebel sama orang yang terlalu mengumbar betapa religiusnya dia di social media. Apalagi kalo gw tau itu hanya sebuah pencitraan belaka. Malah jadi jijik gitu loh liatnya. Temen gw dong, ada yang nulis, "Thank God for His blessings..." disertai foto tas chanel baru (-.-"), okeeehhh deeeehhh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Diaaan kejadian lu persis banget sama orang di fb gue yg petinggi organisasi. Tapi dia pamer jam rolex pake caption "thank You daddy Jesus". Ck ck ck ck

      Delete
    2. hahahaha maaf ya nyamber di sini. Tapi asli ketawa baca komen soal ini Thank God for His blessings sambil pamerkan barang baru hahahaha Rohani sekali pamer nya ya, mungkin dia anggap ini share atau kesaksian hahahaha

      Delete
    3. Aduh... gue mestinya posting juga ya foto gue lagi makan nasi pake ikan asin, trus gue tulis: Thanks God for his blessing. Hihihi. Yah, bawa nama Tuhan tuh baik, tapi tolong deh, jangan dikaitin cuma sama materi. Ujung2nya, true happiness kita jadi skewed banget.

      Makanya gue juga heran sih, ada aliran agama tertentu yang menganggap SUKSES = KEKAYAAN = ANUGRAH TUHAN. Kalau belum KAYA, artinya belum IKUT TUHAN dengan sungguh. CAPEDEH!

      Delete
  7. Sebenernya hal begini sdh terpikir sejak dulu dan bikin gua rada apatis ama agama..yah gua tau gua salah jd gak kegereja.. Tp gua setuju bahwa berbuat baik itu perlu dan bikin kita merasa damai. Mungkin dunia ini dan sgala koneksinya macam fb malah menjauhkan kita drpd mendekatkan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, Vi, kalo yang soal ke gereja gak ke gereja, itu lain lagi. Itu kalo kita sudah tau agama kita apa, kita punya KEWAJIBAN yang harus kita jalankan sebagai penganut agama tertentu. Kewajiban itu lain-lain, sesuai dengan agama masing-masing. And as you know, kewajiban kita itu gak dipaksain kok, balik lagi ke panggilan. Tapi ditanya wajib or ngga, ya wajib.

      Soal Socmed mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat itu, bener banget kok. Tapi kita ambil yang positivenya aja.

      Delete

  8. Saya setuju ama kata ko Arman, en ane juga kurang lebih sering nemuin orang seperti yang disebutin teh Leony. Ane sering jadi korban gosip orang yang jadi pemimpin di suatu tempat ibadah, orang yang sering koar-koar soal kebaikan Tuhan dan segala macem di segala status socmed. Banyak juga sih gw nemuin orang semacam itu sampe-sampe gw sangsi sama semua yang katanya 'pelayan' Tuhan itu. Extremenya malah gw berhenti jadi 'pelayan' Tuhan karena itu.

    Gw sendiri sih di dunia nyata selalu takut koar-koar soal agama. Kalo ada yang curhat pun, ane jarang mengangkat omongan yang berbau relijius, palingan gw kasih nasehat yang mengandung nilai-nilai yang baik di dalam ajaran agama. Udah itu aja. Tapi emang gw sering ngerasa 'haus' untuk sharing soal hal-hal yang baik, makanya gw bikin blog 'setitik embun'. Itu pun blog-blog yang mungkin sedikit berbau relijius itu ngga gw sebar buat orang-orang di dunia nyata gw karena gw ngga mau dicap relijius ato gimana, gw cuman mo dianggap biasa-biasa aja.

    Karena toh gw cuman berniat untuk menginspirasi orang-orang untuk menjadi lebih baik. Udah itu aja. Ngga ada maksud lain apapun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, gue jadi orang Sunda yah, jadi Teh Leony. Iya bener banget, dalam satu agama saja, ada yang kelewatan fanatiknya pemukanya, tapi ada pemuka lain yang lebih "rasional" dalam mengemukakan relasi antar manusia. Gue sih lebih sreg sama yang lebih rasional dalam relasi antar manusia, dan tetep balance dengan spiritual alias hubungan kita dengan Tuhan. Lagian, jadi orang yang religius itu bukan cuma ditandakan dengan gaya kita, bicara kita, ataupun status kita, tapi dengan perbuatan yang nyata.

      Delete
  9. Gue selalu berpikiran sama kayak si Paus, dan yang selalu gue coba terapin sehari-hari di kehidupan gue: Yang penting baik sama orang lain. Udah gitu aja sih, kalo emang rajin ke Gereja/sholat, etc itu sih bonus buat gue. Soalnya banyakan kebalikannya, ya kayak cerita lu itu.

    Terus kok suami lo sama juga ya kayak Diaz. Diaz pernah bilang gini ke gue: Sebenernya agama itu buatan negara juga lagi, pemerintahan memberikan posisi khusus buat agama supaya rakyatnya itu takut untuk berbuat jahat.

    Ya walopun nggak terlalu berhasil juga sih menurut gue, karena masih banyak orang yang munafik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, si Diaz juga kayaknya sebagai cowok mikirnya lebih secara global yah. Makanya di dunia blogging ini, gue seneng banyak buka wawasan dari temen-temen berbagai agama yang gak fanatik, yang gak risih ngomong soal agama, tanpa sedikitpun berprasangka aneh-aneh, dan sekedar berbagi tatacara agama satu dengan yang lain.

      Ya makanya, yang soal kerajinan kita menjalankan ibadah, itu sih udah kewajiban kita sebagai umat beragama yah, dalam relasi kita sama yang di Atas.

      Delete
  10. Iman seseorang emang dilihat dari perbuatannya ya, bukan perkataan... dan ngga tau berhubungan dengan tulisan lo atau ngga, tapi menurut gw disiplin dan manner itu bagian dari cerminan iman seseorang jg..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebersihan merupakan bagian dari Iman hahaha (lah itu tulisan di spanduk2 yah). Yes, it's true. Disiplin, etika, itu tanda penghargaan kita terhadap orang lain. Kita punya akal budi, dan tau, kalau kita berdisiplin, beretika, kita akan menjadi manusia yang menyenangkan banyak orang, dibandingkan dengan yang slengean dan asal2an. Doesn't matter agama apapun dia.

      Delete
  11. wahhh iyah sihh..mending gitu sihh, berbuat baik aja jadi manusia...cukup kok kalo menurut gua yahahh( hahhaa, masih membela diri karena males ke gereja )

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, Ci, kalo kita udah decide untuk memeluk suatu agama, kita juga punya kewajiban sebagai pemeluk agama tertentu itu. Kalau ngga ingin ngejalanin, ya gak usah ada agama, jadi gak ada kewajiban sebagai pemeluk agama. Soal ke gereja itu, kan ada di 10 perintah Allah dan 5 perintah gereja. Hihihi. Itu opiniku doang sihhh.

      Delete
  12. Ci noniiii bener bangeeeet ngeeet ngeeeet. Kita whatsapp an lagi doooongs. Bisa panjang lebar nih ceritain beginian. Aku kenal org nih, wuiiih petinggi banget deh di suatu organisasi gereja, status fesbuk koar2 ttg agam tapinya yaaah di gereja yaoloh maen hape, demen posting foto jam tangan mahal, suka pamer2 gitu, ngek ngok banget ga sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kasian jg sih Wen, bagi dia rahmat Tuhan itu mungkin ya materi aja gitu, jadi ya cuma sepentok itu aja yang bisa dishare ke orang-orang. Harap maklum sajaaaa hahahaha.

      Delete
  13. Like this!

    Jangan suka ngejelek2in agama orang, toh kita ini umat biasa pengetahuan agama kita juga terbatas.

    Seorang Raja jaman dulu blg : siapapun yang menjelekan agama orang lain sama saja dengan mencoret agamanya sendiri (dekrit asokha)

    malahan aku mikir semuanya sebenernya sama, cuma ways aja beda2.
    Setuju, mending ga ush punya agama, tp berbuat baik. Ga punya agama itu bukan berarti atheis kog. (imho).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, gak punya agama-pun masih punya akal budi kan? Kayaknya manusia itu emang diciptakan sangat special oleh Tuhan, sehingga punya kelebihan yang ngga dimiliki mahluk lain. Mestinya kalau waras dan berperasaan, gak ada lagi yang namanya tindas menindas di dunia ini ya.

      Delete
  14. KEREN Le!
    Gue udah biasa banget dianggap nggak beragama sama orang, hahaha. Udah biasa juga sama stereotype orang yang nggak beragama itu nggak bermoral dan nggak bisa milih.
    Padahal gue bukannya nggak beragama dan (semoga) bukannya nggak ber-moral juga.
    This is a great post Le.
    Everyone must learn to be more honest each day. *angka topi*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, pas gue mau nulis ini, jujur, gue tuh agak-agak ngeri dianggep aneh-aneh sama orang, padahal gue Katolik dan gue jalanin banget agama gue dengan baik. Tapi gue jengah sama orang-orang baik di agama gue sendiri maupun di agama orang lain, yang tingkah lakunya itu ngga mencerminkan agama yang dianut, dan ngga mencerminkan image yang mereka coba pertahankan di depan orang-orang.

      Delete
  15. label : sok bijak *ngakak*

    sebenarnya yang cici tulis mengenai contoh-contoh orang seperti itu pasti pernah kita temui semua dalam kehidupan sehari-hari..oleh karena itu munculah kata MUNAFIK, FANATIK dan HIPOKRIT (trus apa lagi ya?) ya karena ada orang-orang itu lah.

    Yang paling penting memang diri dan prilaku sehari-hari menurut saya. Yang lebih penting dari agama adalah pandangan hidup alias way of life. Jika way of lifenya menolong orang, punya cinta kasih, belas kasihan, toleransi, murah hati nah apapun agamanya..semua orang pasti bisa blg orang itu pantas dapet jempol (ga perlu koar-koar tinggiin mutu diri sendiri)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, kan label sok bijak ada beberapa postingan tuh (yang emang isinya ya sotoy gitu deh hahahahaha). Back lagi, iman tanpa perbuatan adalah mati. Jadi kalo punya iman, cuma ditaro sebagai status doang di socmed, atau cuma buat koar-koar, tapi gak dilaksanakan dengan kerendahan hati, ya cuma bikin org urut2 dada deh.

      Delete
  16. Saat kamu berbuat baik, orang gak akan tanya apa agamamu.. Kira2 itu kata yg gw pegang. Tapi bener lho, semakin fanatik orang semakin mandang yg lain tuh "pendosa". :)

    Bener banget postingannya, lebih bisa bikin orang berkaca.. Udah bener belum yah dalam keseharian.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Py. Sekarang aja gue sangat berhati-hati banget kalau nulis status soal agama, karena gue ngeri banget gak bisa melaksanakan itu semua. Dan gue juga makin berhati-hati sama orang yang di socmed gembor-gembor soal agama, karena most of the time, ya gitu deh, as u said, jadi sotoy dan mandang orang lain buruk.

      Delete
  17. iya banget !!!
    g no comment panjang lebar deh .. its really "TRUE"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, walaupun gak semua kayak gitu, tapi kayaknya 90 persen mah ada kali ye? Hahahahaha...

      Delete
  18. MamiHeidyHansHanzelMay 27, 2013 8:08 PM

    Salam kenal ya. Sy ikuti terus tulisannya tapi baru kali ini tergerak untuk berkomentar ^_^

    Komentar super banget dari Ms. Sweet as Tangerine menurut saya :)
    "menurut gue, semakin fanatik seseorang, maka semakin munafik lah orang itu"

    So, stop beragama, mari berTuhan...err..bedakan ya? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beragama boleh, karena itu SARANA, cara kita berhubungan sama Tuhan. Tapi jangan fanatik sehingga menganggap diri paling bener, paling hebat, dan akhirnya mempengaruhi hubungan dia ke orang lain.

      Delete
  19. Leony, gw juga menjumpai banyak orang seperti itu, yang koar-koar soal rohani dan klihatan aktivis gereja, aktif pelayanan, namun ternyata diluaran banyak orang yang gasuka sama dia. Entah dia punya utang tapi ga bayar-bayar (paling sering), dikasi proyek bisnis sama temen satu gereja tapi ternyata kerjaannya mengecewakan sekali,
    pokoknya temen gw jadi ogah ke gereja itu lagi karena malas ketemu si aktivis (yang mengecewakan ini).

    Tapi menurut gw yah, emang nobody's perfect. Walau 1 orang ini punya iman keyakinan yang kuat terhadap 1 agama tertentu, belom tentu pada prakteknya dia bisa melaksanakan semua yang diajarkan agamanya. Jadi gw berpikir positip aja, kali-kali bukan munafik (well memang ada juga sih yg kedok), tapi emang kita sebagai manusia tidak sempurna, yang tidak bisa melepas sifat-sifat asli kita walau labelnya beragama.

    Yang gw paling males sih yang tukang ikut campur, yang nunjuk2 elu dosa, elu ada kepahitan, dll. Menurut gw agama itu bukan label atau gedungnya, tapi hubungan kita pribadi masing-masing dengan Tuhan.


    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, temen elu itu mestinya jangan goyah dengan tidak pergi ke gereja lagi. Tapi emang bener tuh, contoh2 pemuka dan aktifis gereja macam gitu yang bikin orang jadi mempertanyakan imannya.

      Wahhh pernah tuh gue nemu yang judging orang soal kepahitan dan dosa itu, malah yang lebih parah, ada yang bilang org kena penyakit itu pasti karena banyak dosa. Halah!

      Delete
  20. setuju banget ci!! T.O.P banget postnya, tadi juga syok liat berita tentang bapak negara kita. Hahaha..
    Sayangnya yang ditulisin tentang lingkungan sekitar cici itu ada 3 cerita lah yang mirip", seseorang agamais tapi kok dia suka ngegudge orang yang jelek" tapi gak lihat diri dia sendiri. Ngejelekin agama orang demi belain agama dia, padahal di kitab sucinya pasti gak ada ajaran kek gt dhe, yang ada siapapun dia sesama mahluk ciptaan Tuhan harus saling menyayangi. Komen untuk temen yang naik taksi bareng itu satu kata buat dia, sadis.

    Sometimes juga co ku bilang, lebih baik berbuat baik yang banyak ke orang lain dari pada tiap minggu beribadah tapi kelakuan mines. Pas gw tau banyak orang-orang yang muna ngajarin a-z di gereja dl, trus pas kul ada matakuliah tentang hubungan manusia dengan Tuhan pikiran gw terbuka dan gw rasanya pengen gak punya agama tapi gw percaya Tuhan itu ada (atheis), hahaha. Sayang yah, orang yang jelek-jelekin agama orang lain itu gak mikir apa kalau orang itu bakalan ilfeel bukannya respek.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kebetulan yang di sekitar cici yang deket ya itu yang cici temuin, kalo mau lebih jauhan lagi, masih banyak orang yang bisa diceritain, tapi tar jadi gossip kan? Hahahahaha...

      Gak apa-apa punya agama, itu sekedar sarana. Pakailah sarana itu dengan sebaik-baiknya untuk mendekatkan diri kita sama sang Khalik, dan juga mendekatkan diri kita pada sesama, bukan cuma satu dekat tapi yang lain jauh.

      Delete
  21. Itu juga yang mau gue ajarin ke anak-anak gue kelak, bahwa cinta adalah agama pertama, karena kalo anak-anak dibesarkan dengan cinta, mereka (gue harap) bisa menebarkan kebaikan pada siapa aja, di mana aja, dan bahwa tujuan semua manusia adalah Tuhan, cara menyembahnya aja yang beda. Soalnya kayak gitulah yang diajarin orang tua gue dulu dan itulah yang membuat gue jadi gue yang sekarang, hehehe..
    Moga-moga makin banyak orang yang terketuk hatinya untuk berbuat baik, alih-alih mempertanyakan agama orang laen, apalagi mengkafir-kafirkan, hadeeeh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hukum Tuhan no.1 kan Hukum CINTA KASIH! Makanya gue heran, jelas-jelas di Alkitab juga tertulis kayak gitu, tapi masihhhh aja ngomongin faktor A sampe Z buat nyari pembenaran diri hahahaha.

      Sama Del, gue diajarin untuk menghormati semua orang apapun agamanya, bahkan yang tidak beragama sekalipun, karena itu adalah pilihan kita (dan nggak merugikan orang lain).

      Delete
  22. like your post ... hehehehehe... mending tebar kebaikan daripada kebencian...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tebar cinta, dan tuai lagi cinta! Ihiy!

      Delete
  23. It's true.. Kindness beyond religion. Tambahan dikit: kadang manusia hanya selfish aja dengan memperalat suatu identity bahwa punyanya yg paling baik, paling benar. If it's not religion it will be ideology, point of view, race, country etc etc.. Jd gak akan ada habisnya manusia saling bersengketa selama tidak bs toleran dan open minded.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Bu Dok, tapi yang menurutku paling menyedihkan ya soal AGAMA ini. Karena ini kan soal relasi hubungan dengan TUHAN, tapi dipakenya buat hal yang nggak-nggak, dan dicampuradukan buat kepentingan pribadi. Sedihhhh...

      Delete
  24. stuju bangett!!
    zaman sekarang,mereka yang mengklaim dirinya "religus" kebanyakan "NATO"
    ajaran2 yang putih bersih terlihat jadi abu2 item gara2 para oknum yang sok A.....Z

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya makanya, paling sebel kalo orang sudah bawa-bawa agama dalam politik, ehh tapi ujung2nya malah korup, ngerugiin orang, ngatain orang, nutup tempat ibadah orang, hadeehhhh....

      Delete
  25. OMG! bener banget apa yang lu tulis Le..kadang pengen gw jitak jitakin orang yang bawa nama agama tapi yaolooooo idupnya sampe kadang malesin buat dijadiin temen apalagi dijadiin contoh.
    Gw ada keluarga yang gitu Le..masuk rumah bisa tereak Shalom loh, omg! tapi tukang boong, tukang balikin kenyataan, dan tipe kacang lupa kulit yang bisa sampe jaw drop kalo liat kelakuannya. Belon lagi pedit mampus yang kalo kasih kolekte di gereja aja itungan sama Tuhan. *stress*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha... Tenang aja El, nanti Tuhan bisa aja itungan juga sama dia hihi. Biarin aja nanti yang di Atas yang menilai deh, kita cukup berusaha jangan sampai jadi seperti mereka.

      Delete
  26. hubby dulu sempet skeptis sama yg rajin ibadah, Le. Karena dia ngeliatnya yg rajib ibadah....macam malas kerja, dan suka jadikan ibadah alsan buat gak kerja. Ya untungnya makin kemari makin gak menghakimi jg ya. Tapi kalo aku dulu yg paling enek itu kalo ngeliat bikin acara keagamaan di kantor dan org org yg 'agamawi' banget itu tetep aja minta sumbangan dr org-org yang dianggap tukang korup. Hello, ente ngomongin orangnya dan kelakuannya, tapi tetep tadah tangan buat sumbangannya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. UUD yeh? Ujung2nye Duit gitu loh! Lah, agama itu kan sering dipakai orang buat ngumpulin sumbangan, mending kalo sumbangannya buat kebaikan bersama, ini cuma buat memperkaya beberapa gelintir orang doang. NASIB!

      Delete
  27. hihihi.. gue jg ada tuh temen kantor yg suka ngabsenin org udah ke gereja or belom.. trus kalo jawab ga ke gereja, dia lgs menasehati bla bla bla.. yg bikin males dia suka nanya di depan umum.. kan malesin banget yah.. #ngeliat dia gituin org lain aja udah bikin gw mual.. :p

    oh ya gw jg krg suka ma perkumpulan yg mengatasnamakan agama trus suka "nodong" ke rumah2 minta sumbangan atau malah mau bikin persekutuan doa tp "agak maksa" minta spy diadakan bergantian termasuk rumah kita.. tau2 udah dijadwalin aja rumah gue tanggal sekian gitu.. aji gilee..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahahaha... yang pertama itu, gue ngga nahan banget deh bo. Sama orang yg suka judge people di depan orang2. Benernya gpp negur orang soal udah ke gereja atau belum, tapi ya buat apa di depan orang lain? Apa cuma buat pamer thok?

      Kalo pertemuan lingkungan, biasa ketua lingkungannya minta ijin dulu kok, dan ga maksa. Kalo maksa2 malah suka serem, apalagi grup grup tertentu yg kadang suka sok akrab.

      Delete
  28. Suka ama tulisan ini, contoh begituan banyakkk di sekitar kita. Sejatinya orang yang deket ama Tuhan sih bisa dinilai dari gaya hidupnya bukan koar-koarnya...semoga kita juga bisa mawas diri ya, gak jadi salah satu bagian dari mereka, ih amit-amit...kan kesian, udah nganggap diri benar tapi gak tahunya gak ketrima di sorga ahahahhaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh, makanya gue paling ngeri deh kalo udah ngomong soal agama. Tapi kalo bener2 orang lain itu ngaco total alias kelewat fanatik, gue sih brani komen jg sih. Daripada kebablasan. Biarin aja tu org sebel2 dikit ma gue hahahaha...

      Delete
  29. Kadang orang suka gembar-gembor kecintaan dia terhadap Tuhan tapi gak diimbangi bagaimana dia deal dengan sesama manusia.

    Waktu pengajian beberapa waktu yang lalu, mentornya ngomong gini " apa gunanya shalat dan ibadah lainnya, tapi kalo kikir terhadap orang tua dan tetangganya. Naik haji puluhan kali, tapi tega membiarkan tetangganya kelaparan. "
    Dan gw cuma bilang " Emang bener sih..."
    *manusia oh manusia*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh, ampir semua anggota DPR aja bikin gue geleng2... plus pejabat2 laennya. Kadang sedih, cuma berjilbab pas udah ditangkep KPK dan diadilin. Artis2 juga sama. Tuh mana si Manohar*, dulu dia sama emaknya rajin banget berjilbab pas minta simpati. Sekarang, open air bo! Hahahah. Sedihhhhh, kalo agama cuma buat cover doang.

      Delete
  30. Saya setuju sekali..
    Suami saya atheis dan saya sendiri hindu..
    Dan dia org yg jauh lebih punya hati dr org yg koar2 ttg agama dan dia ga pernah sedikitpun mencampuri,melarang,menjelekkan ttg kepercayaan saya..

    Crita sederhana hari ini yg buat mulut dan hati saya tersenyum,kami habis dr carrefour blok m yg deket bgt dgn rumah,akhirnya keluar bwa troli sambil nunggu sopir,dan suami saya menjauh dr kerumunan org yg la nunggu jg dan saya pikir dia mau apa,dia mau ngerokok ternyata,nyari tempat yg ga ada orgnya jd ga ada yg terganggu dgn asep rokoknya..setelah selesai dia matikan rokoknya dan berjalan jauh lg,yg buat saya bertanya kembali,kemna lg sih?ternyata dia cari tong sampah utk buang putung rokok kecil itu,pdahal di tempat dia berdiri sebelumnya betebaransampah..

    Sejuk rasanya hati saya..
    -Gek-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, makanya, saya sih memberanikan diri saja deh menulis soal ini. Biarin aja orang yang fanatik anggep saya error atau nggak bener. Tapi saya tuh percaya, Tuhan tau kalau kita berbuat kebaikan, doesn't matter agamanya apa.

      Delete
  31. kok gw baru baca postingan lu yg satu ini sih le?

    bener banget gw jg setuju.
    lebih baik jd orang yg ga religius tp berbuat kebaikan daripada ngakunya religius tp kelakuan minus. malu2in agama sendiri kan.

    suami lu bener jg tuh. seandainya ga ada agama mgkn dunia lebih damai. ga ada perang ga ada konflik.
    jadi inget lirik lagu john lennon. "if there is no heaven.no religion too"

    ReplyDelete
    Replies
    1. You may sayyyy.. I'm a dreamer... but I'm not the only one.. Buktinya elu juga berpikiran ke situ kan kadang? Hahahaha. Lu ga baca soalnya ini dah lama kali Lim. Makanya kelewat.

      Delete
  32. Hi Ci! Komen juga ahh.. Hehe..

    Setuju deh sama cara pikir cici.. Kalo bawa2 agama mulu, terus kelakuannya mines, yang kasian malah agamanya.. Ujung2nya kasian sama ajaran agamanya yang sebetulnya baik, tapi orang luar udah males duluan liat tingkah jemaatnya yang hipokrit.. hehe..

    Menurut aku pribadi, di jaman sekarang ini spirituality and morality jauh lebih penting dibanding label agama2, apalagi ritual2 nya.. Kalau aja tiap orang bisa menjunjung tinggi morality, kayaknya dunia bisa jadi lebih baik.. Ayuk mulai dari diri sendiri *selfreminder* hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh Fan... soal ritual itu, kadang org pny kenyamanan sendiri kan ya soal cara beribadah. Masak pendeta yg aku mentioned di atas, ngata2in cara aku berdoa loh. Katanya kuno. Jaman skrg memuji Tuhan harus meriah. Helllooowwww... If I wanna pray in silence apa urusan die coba? Ckckckck beneran dah.

      Delete