Thursday, April 25, 2013

Motherhood Saga: Menjadi Seorang Ibu Part 2

Untuk bagian pertama, silakan baca di sini. 

Kami sekeluarga, mengalami saat-saat kelabu saat papa meninggal di bulan Juni 2001. Mungkin kalau papa meninggal dengan memberikan  tanda, mama akan lebih siap menghadapi hal ini. Tetapi, papa meninggal mendadak, satu jam setelah terserang stroke. Dengan riwayat kesehatannya yang baik, sampai sekarang kami merasa penyebab beliau meninggal itu sebuah misteri Ilahi. Saat itu, saya belum genap 19 tahun, baru saja memulai kuliah. Memang ada pilihan, apakah saya mau menemani mama dan mengkandaskan studi saya di Amerika, atau terus lanjut. Saya memilih terus lanjut. Bukannya saya egois, tetapi saya yakin, keberadaan saya di Indonesia, tidak akan membuat situasi menjadi lebih baik, dan saya sudah memulai sesuatu yang cukup sayang untuk ditinggalkan dan dimulai dari awal lagi. Saya juga masih mempunyai adik yang dekat dengan mama. Saat papa meninggal, usianya genap 17 tahun. Bahkan dia merayakan ulang tahun ke-17 sehari setelah penguburan papa.

Tahun pertama, mama masih bisa menyibukkan diri. Mengantar-jemput adik saya dan kawan-kawannya, ikut kegiatan ini itu. Tapi justru menjelang tahun ketiga, mama saya drop. Rupanya tidak ada kesibukan yang sungguh membuat dia melupakan papa. Mama tidak berani  lagi tidur di kamar atas yang biasa ditempati bersama papa dan memilih untuk tidak melihatnya lagi. Di bawah ada kamar saya dan adik, juga ada kamar emak (oma). Mama saya memilih tidur bersama adik. Saat itu tahun 2003, saya masih studi. Tapi saya mencoba mencari cara untuk membahagiakan beliau. Saya tau beliau hobby masak, dan suka mengeluh dapurnya kurang nyaman. Jadi saat itu, kami memutuskan untuk merombak dapur menjadi lebih baik. Beliau setuju. December 2003, saat saya liburan, proses redesign dapur dimulai. Saya yang merancang dan memilih langsung materialnya, kemudian seorang arsitek dan kontraktor yang mengeksekusi karena saya harus tinggalkan. Selama proses perombakan dapur, mama saya malah makin terpuruk. Bukannya dia menganggap itu hal yang baik, dia malah menganggap perombakan itu membuat rumah menjadi kacau.

Dapur kenangan hasil renovasi di tahun 2003 yang ternyata sangat tidak disukai mama. (dan sekarang sudah dihancurkan kembali)
May 2004, mama datang ke Amerika untuk menyaksikan wisuda saya. Badannya kurus, walaupun dia bangga akhirnya saya bisa wisuda. Dia bilang, dia senang berada bersama saya walaupun cuma sebentar. Dia bangga pergi berduaan dengan saya naik mobil kemana-mana, dan begitu sedih saat kembali lagi ke rumah di Jakarta. Agustus 2004 saya pulang untuk tengok mama, dan melihat hasil pengerjaan dapur. Menurut saya lumayan bagus, tapi mama saya tidak bahagia. Sama sekali tidak bahagia. That was not what she wanted. Saya sungguh bingung, saya tidak mengerti apa yang dia inginkan. Rupanya, begitu dalam rasa kehilangan terhadap papa, separuh jiwanya benar-benar pergi.

May 2004, hari wisuda. Saya gemuk dan bulat, mama kurus sekali

2005, saya sudah bekerja di Amerika. Februari 2005, emak (oma) meninggal. Mama saya kembali kehilangan untuk yang kedua kalinya, dan semakin terpuruklah dia karena selama ini, mamalah yang melayani emak di masa tuanya. Mama makin kehilangan tujuan hidup, dan semakin menutup diri. Tante saya mencoba membantu ide untuk mama mengisi kesibukan dengan berjualan makanan di kantin karena hobinya memasak, tetapi tidak bertahan lama. Saat itu, kemungkinan saya untuk pulang kecil sekali, karena jadual kerja yang begitu padat. Tapi saya bertekad, di tahun 2006 bulan September akhir, saya harus pulang, karena mama saya akan berulang tahun ke-50. Begitu sulitnya mendapatkan liburan, sehingga untuk merencanakan liburan itu, saya sudah booking setahun dimuka supaya saya tidak dikasih client untuk tanggal-tanggal tersebut.

Pertengahan 2006, saya memberitahu mama saya kalau saya akan pulang untuk liburan. Mama senangnya luar biasa! Perlahan-lahan beliau bangkit, semangat, bahagia! September-October 2006 itu, saya merasakan kalau mama luar biasa bahagia dengan kehadiran saya. Perayaan ultah mama saat itu dirayakan sederhana oleh keluarga dan teman-teman di salah satu hotel di Jakarta, dan saya mengajak mama dan adik jalan-jalan di Bali. Sekembalinya saya dari liburan, saya berpikir, mungkin saya memang harus kembali dan menemani mama di Jakarta, karena sejak papa tidak ada, saya tidak pernah melihat mama sebahagia itu. Dan, saya membuat keputusan, saya kembali ke Indonesia tepat saat malam tahun baru 2007.

Saat saya berpikir kalau mama saya akan bahagia, ternyata keadaan malah sebaliknya. Mama malah terpukul dengan kembalinya saya, dan dia merasa, kalau saya melakukan langkah yang salah. Rupanya dia lebih senang saya berada jauh, dan menjadi "sukses" di negeri orang, karena dia takut saya gagal di Jakarta. Selama lebih dari setengah tahun saya harus membuktikan kepada mama kalau sayapun bisa berhasil di Jakarta, dan akhirnya saya mampu. Kami melakukan trip ke Hongkong untuk merayakan ulang tahun saya ke 25, dan puncak kebahagiaan itu adalah saat kami bisa ziarah ke Tanah Suci di saat Natal 2007.

Desember 2007, perjalanan paling membahagiakan berdua di Petra, Jordania
Apakah setelah itu sudah selesai? Tidak! Ternyata mama mengalami drop lagi, untuk yang kesekian kalinya di tahun 2008. Di akhir 2008, saya bertemu dengan seseorang, yang saat itu saya kira akan menjadi pelabuhan terakhir saya. Tapi di saat yang sama, sayapun didiagnosa mengalami penyakit yang sangat serius. Tapi karena mama saya berpikir kalau saya sudah punya seorang "pelindung" alias pacar saya saat itu, hatinya menjadi lebih tenang. Seperti yang diketahui, operasi pertama saya di Jakarta gagal.

Malang tak dapat ditolak, ternyata di tahun 2009, beberapa hari sebelum ulang tahun saya, kisah saya dan si mantan kandas. Kandasnya pun dengan cara yang sangat menyedihkan dan menyakitkan. Bayangkan keadaan saya saat itu. Dengan operasi yang gagal, kemudian ditinggalkan begitu saya oleh orang yang saya pikir akan menjadi pendamping hidup yang ternyata srigala berbulu domba. Saat itu adalah saat-saat terburuk dalam hidup saya, tapi rupanya impactnya lebih berat lagi ke mama saya. Melihat putrinya disakiti, dia merasa lebih sakit lagi. Saat itu saya selalu berusaha menjaga ketegaran hatinya, dan meyakinkan, everything will be alright. Tuhan tidak akan meninggalkan orang yang setia pada-Nya, dan saya yakin itu. Saat itu, kami  melakukan perjalanan ke Perth untuk menghibur diri, tapi dibalik foto-foto kami yang terlihat cukup gembira, itu adalah perjalanan yang paling menyedihkan yang pernah kami alami.

September 2009, Mandurah, WA. Our saddest consolation trip.
2010, seiring dengan operasi kedua saya yang berhasil, mama sayapun bangkit. Dia sungguh meyakini, kuasa Tuhan itu ada, dan rupanya itu sangat ber-impact kepada hatinya yang sempat beku. Kami menghabiskan saat-saat yang  luar biasa indah selama 5 minggu di Singapura, dan saya bertemu dengan orang yang menjadi suami saya sekarang di saat masa recovery di sana. Tidak lama kemudian, kami mempersiapkan perkawinan, dan semuanya berjalan dengan begitu lancar dan indah.

Singapore, April 2010, during my recovery period in Singapore. Do you see how young my mom look when she's happy? 

October 2011, sebulan sebelum pernikahan saya, mama saya drop lagi untuk kesekian kalinya. Berat badannya turun lebih dari 5 kg dalam waktu sebulan. Dan di saat hari pernikahan saya, kalau ditanya siapa yang paling sedih, jawabannya adalah Mama saya. Mungkin di hari itu, hanya dialah orang yang tidak bahagia. Sangat sulit baginya untuk tersenyum, yang ada, dia merasa sedih kehilangan. Kesedihannya berlarut-larut, sampai akhirnya saat saya hamil besar, dia baru mengakui, apa hal yang membuat dia sedih. Rupanya, bukan hanya kehilangan saya yang membuat dia sedih, melainkan rasa takut apakah suami saya bisa menjadi suami yang baik. Saya mengerti, betapa seorang ibu, sangat tidak ingin melihat putrinya disakiti, karena rasa sakit yang ia rasakan melebihi rasa sakit orang yang mengalaminya. Apalagi setelah peristiwa traumatik yang kami alami dua tahun sebelumnya.

Nov 2011, mama berusaha tersenyum walaupun sedih
Beberapa bulan menjelang Abby lahir, mama saya baru menunjukkan rasa syukur dan bahagia. Dia melihat saya dan suami baik adanya, dan cucu pertamanya akan segera lahir. Mama bilang, kalau dia sungguh menyesal tidak bisa mendukung saya sepenuhnya di hari bahagia saya saat itu, dan berharap kalau saat pernikahan saya bisa diulang kembali, dia akan menjadi seorang ibu yang memberikan yang terbaik. Tapi saya tidak butuh mengembalikan hari pernikahan saya lagi, yang saya inginkan adalah supaya mama terus bahagia, dan berkeyakinan penuh, kalau anak dan menantunya ini, siap menjalankan rumah tangga, dan saya siap menjadi seorang ibu.

Sekarang, baru saya melihat mama saya pada puncak kebahagiaannya yang sesungguhnya. Menjalani hari-harinya dengan gembira, dan pelayanan yang sungguh-sungguh di masyarakat. Satu hal yang saya pelajari dari mama saya dari dulu sampai sekarang adalah, sedalam-dalamnya dia terpuruk, dia TIDAK PERNAH BERHENTI BERDOA. Itulah yang saya salut dari mama. Di saat orang-orang melupakan Tuhan pada saat sulit, dia selalu tekun berharap hanya pada Tuhan. Saya pun di sisi lain, tidak pernah menyerah untuk membahagiakan mama, dan berusaha menariknya dari keterpurukan, walaupun sering dalam hati saya menangis dan hampir putus asa. Saya yakin, itu tidak terlepas dari ajaran mama saya di masa kecil, untuk selalu bertekun dan berusaha jadi yang terbaik. In the end, saat orang tua kita lanjut usia, mereka akan kembali seperti anak-anak, dan kitalah yang akan juga membantu merawat dan membahagiakan mereka.

Maret 2013, mama and Abby on her baptism day
Banyak hal yang saya pelajari dari mama saya, baik yang positif maupun yang negatif. Namun satu hal daru cerita di atas yang saya harap bisa saya melakukannya lebih baik untuk diri saya sendiri adalah: BE NOT AFRAID TO LET GO. Yang membuat mama saya terpuruk berkali-kali adalah rasa ketakutannya untuk melepaskan. Melepaskan papa, melepaskan emak, dan terakhir melepaskan saya. Sementara, kita semua dipertemukan di dunia ini hanya sesaat. Suatu saat orang-orang yang kita cintai akan meninggal, suatu saat anak kesayangan kita akan meninggalkan kita dan bersatu dengan pasangannya. Suatu saat nanti Abby mungil akan meninggalkan saya, dan saya harus siap. Itulah tugas seorang ibu. Menjaga dan merawat titipan Tuhan yang dipercayakan kepada kita, sampai pada saatnya sang titipan akan meninggalkan kita.

Dear Mama, I love you with all my heart, and I will always love you forever. Aku akan selalu menjadi gadis kecil mama, dengan pipi yang tembem dan rambut ekor kuda, menunggu di depan gerbang untuk dijemput sepulang sekolah. Tapi waktu terus berjalan, dan beberapa tahun lagi, akulah yang akan menjemput anakku di depan gerbang sekolah. It's a circle of life. I'm saying this again to you and me: Be not afraid. 

PS: Tulisan seadanya ini, saya dedikasikan untuk mama tercinta, dengan harapan penuh, supaya mama tidak akan pernah jatuh lagi....selamanya.

98 comments:

  1. wuiii bener2 ups and downs ya ny....

    iya pas yang di aussie itu nyokap lu keliatan lebih tua ya, tapi di foto2 berikutnya keliatan lebih muda dan fresh! :)

    ikutan seneng karena sekarang nyokap lu ada kesibukan pelayanan yang dia sukai. plus udah gak perlu worry karena suami lu baik dan sekarang ada abby pula! pasti nyokap lu tambah seneng dah... :)

    salam ya buat nyokap lu. moga2 selalu sehat dan bahagia... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lho Arman udh duluan aja..
      E tapi beneran lho, di beberapa foto yang awal, nyokap lo keliatan lebih tua. Mungkin banyak pikiran dan drop gitu ya. Skarang kayaknya nyokap lo udah mulai bisa 'lepas' gitu..
      Btw yang namanya nyokap emang gak pernah bisa otaknya istirahat Le, nyokap gue tuh kalo gak mikirin gue, ya mikirin kakak gue. Dan pas bokap gue meninggal, dia gak putus salat malam dan kirim bacaan Quran lho..
      Hebat emang para ibu ya ckckc..
      Semoga kita bisa hebat kayak para nyokap kita.

      Delete
    2. Man, iya bener. Jadi kesegeran muka itu kayaknya bukan cuma tergantung dari perawatan, tapi dari hati yang gembira :)

      My, emang tuh, mama-mama kita patut diacungi jempol soal kepedulian, dan soal kesetiaannya terhadap pasangan. AMIN AMIN! Yang positivenya kita ambil semua yah.

      Delete
  2. Noni sayang, I miss u! Meski gak eksis tapi aku pembaca setia blog kamu Non. You are great and so blessed with all colors of life. :) God is faithful always. Hugs dari jauh! Kutunggu di Orlando yah. Love you. @rum

    ReplyDelete
    Replies
    1. Arummmm... makasihhhh!!! Kapan kamu pulang ke Indonesiaaaa??? Ayo donk! Aku kalo ke Orlando gak tau kapan nih hehe, apalagi udah ada si kecil.

      Delete
  3. huahhh g sedih baca na.. tiap kali g dateng ngelayap bonyok na temen2 g... g tau akan ada saatnya g berada di posisi yang sama, dan g slalu takut ada di posisi itu :((
    sehat slalu yah buat kalian semua :)
    photo abby di banyakin donk!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pitshu, gue udah posting foto2 barunya Abby ya di entry yang baru hihihih. Iya Pit, semua ibu pasti akan mengalami fase-fase merawat anak, kemudian akan ditinggalkan. Tapi that's life, and life must go on.

      Delete
  4. aku menangiiissss leleeeee!
    Titip peluk buat oma-nya abby yaa..
    Betul le, kata mamaku rasa cinta membuat kita gak ingin kehikangan, gak ingin ditinggalkan, tapi rasa cinta yg lebih lebih lebih besar membuat kita KUAT ditinggalkan untuk sesuatu yang kita anggap lebih baik (misalnya sekolah ke LN,dsb) smg kta bs jadi ibu2 yg hebat ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cep cep, Dhir. Yes, semoga kita semua bisa jadi ibu-ibu yang luar biasa.

      Delete
  5. Terharu dan nangis bacanya. Mmbayangkan perasaan kehilangan dan ditinggalkan memang sedih banget. Syukurlah beliau bisa melewatinya dengan baik ya Le. Hati ikutan hangat baca bagian akhir postingannya. Semoga beliau selalu bahagia ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anget ya, kayak nasi baru mateng hihihih. Amin Dani, semoga selalu bahagia.

      Delete
  6. duhh tulisan elu menyentuh banget le....iya kalo udah urusan nyokap mah kagak ada tandingannya ya, bikin hati meleleh dan air mata ngucur dah karena perjuangan mereka demi kebahagiaan anak2nya. Semoga mama mu sehat dan bahagia terus ya le...

    ReplyDelete
  7. hiks bacanya jadi sedih le. inget alm mama gw soalnya. gw malah belum sempat membahagiakan beliau sama sekali tapi beliau udah diambil kembali sama Tuhan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lim, it's okay. Gue juga dulu ngerasa belum sempet kasih apa-apa buat papa gue. Tapi gue yakin, dengan gue ngebahagiain mama, papa juga ikut happy.

      Delete
  8. Duh jadi nangis bacanya mba, alhamdulillah yah akhirnya mamanya mba bisa melewati segala kesedihan dan kekhawatiran akan kebahagiaan anaknya, dan lebih percaya bahwa anaknya bisa bahagia bersama keluarga kecilnya, dan pasti lebih bahagia lagi dengan kehadiran abby :D

    Salam buat mamanya yah mba, salut dengan keyakinan dan doanya yang tidak terputus :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ternyata kehadiran Abby itu jadi titik cerah untuk mamaku. Dia sudah pernah jadi ibu yang jatuh bangun, tapi dia ngga ingin jatuh untuk cucunya.

      Delete
  9. cici... sampe berkaca-kaca bacanya...
    mamanya cici emang orang yang hebat...cici juga anak yg hebat...
    perjuangan cici sekeluarga pasti ada buahnya...
    semoga smuanya sehat terus ya ciii...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin. Semoga cici bisa menjadi ibu yang baik deh, dan kamu juga nanti kelak saat sudah jadi ibu.

      Delete
  10. Aaaaahhh terharu banget bacanya Ci, semoga Oma-nya Abby sehat2 terus dan bahagia selalu ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasihhhh..Amin amin, sehat dan bahagia.

      Delete
  11. endingnya bikin berkaca kaca. tapi memang bener banget le...
    bisa mengasosiasikan diri dengan beberapa bagian cerita ini terutama kepergian mendadak papa

    thanks for sharing :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Fey, iya yah. Kalo separuh jiwa sudah hilang, memang berat, tapi kita harus melihat ke depan.

      Delete
  12. Thank you for sharing ci..
    Salut sama cici :)
    BE NOT AFRAID TO LET GO.. easy to say but verrrrry hard to do. Tapi memang semua ini hanyalah titipan dari Tuhan. Selama masih diberi kesempatan, aku salut sama cc yang sudah bisa membahagiakan mama cici, dengan penerimaan cici dalam segala keadaan kurasa itu gift terbesar untuk mama cici.

    GBU and you fam ci.
    *ahh lupa.. salim kenalan dulu ya ci hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal jugaaaa! Iya, cici aja mikir, apakah cici nanti bisa siap jikalau suatu hari Abby sudah besar dan misalnya pergi sekolah sendirian, itu aja rasanya udah berat ya, ngelepasin anak masuk ke kelas hahaha. Apalagi saat anak nikah.

      Delete
  13. Di saat orang-orang melupakan Tuhan pada saat sulit, dia selalu tekun berharap hanya pada Tuhan.

    >> *MEWEK*
    aamiin aammin. aku sungguh2 berdoa semoga mama-mu gak akan pernah terpuruk lagi. bs menjalani masa tua dgn bahagia. thanks for sharing ya ceu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin Mem. Doakan terus yahhhh. Aku juga berharap banget Mamaku akan tetap bahagia.

      Delete
  14. aku terharu bacanya... :(
    syukur lha mamanya sekarang sudah di puncak bahagianya. Dan semoga selamanya.
    kadang waktu gak terasa ya beralunya. Dan kitapun walo sudah menjadi seorang ibu, akan tetap menjadi gadis kecil orangtua kita :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Ul. Sampe sekarang aja kalo mama lagi ke pasar, suka ditanyain mau titip apa. Padahal mah tinggalnya udah beda rumah dan rada jauh, tapi tetep aja inget sama kita ya.

      Delete
  15. Dalem banget tulisannya, mau mewek tapi lagi dikantor..jadi ditahan bgt :D. Dan memang siapapun itu tidak akan pernah siap kehilangan orang yang terdekat.. Apalagi belahan jiwa nya.. Sulit memang, tapi sangat bersyukur kalo skrg Mama mu sudah bahagia kembali.. Berdoa Tuhan terus memampukan hatinya untuk tetap berbahagia.. Thanks for sharing yah Leony :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, aku jg suka mewek di kantor kalo baca yg sedih2. Iya, everyday berdoa terus, dan berusaha membahagiakan mama.

      Delete
  16. biasa baca blog ini, suka ketawa2 soalnya lucu dan "menyegarkan".. tapi tulisan kali ini beda banget.. sampe berkaca2 saking terharunya ^^ i can feel how deep is your mom's love.. thanks for sharing this beautiful inspiring story :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, iya nih, kelewat serius ya? Post selanjutnya udah gak serius banget kok. Bener deh :D

      Delete
  17. Thank you for sharing this. Salut dengan besarnya cintamu untuk mama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama. Senang bisa berbagi.

      Delete
  18. le, tulisannya mengharu biru... mudah2an nyokap lu bisa happy happy terus ya... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haduh, gue ngga sangka banyak yg terharu biru nih. Gue kasih yg seger2 lagi deh setelah ini hehehe. Amin Mel.

      Delete
  19. huhu.. ikut terharu (sambil meratap mengapa gw gak bisa menulis sebagus engkau)
    eniway, so glad she can pick her self up and be happy now. Makanya gw jg kalo bisa setiap minggu at least sekali pulang ke rumah ortu, biar mrk gak kesepian :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hah? Sebagus gue? Tulisan kayak begitu! Gue aja banyak mengagumi tulisan orang orang lain hihihi. Iya bener, sering2 kunjungin ortu, ganti2an kedua belah pihak, biar balance.

      Delete
  20. Cik...nie cerita yg bener2 bikin gw berkaca - kaca *mana bacany dikantor pula* hehehehe,
    gw bisa merasakan rasa bangga yg besar terhadap nyokap loe dari tiap kata yg loe tulis
    bener - bener menyentuh yaa, dan nyokap loe org yg sangat tegar
    pantas loe bangga dengan dirinya

    NB ; Tante semoga happy selalu yaa, keep smiling ^___^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha Mir, justru nyokap gue itu jauh dari tegar, tapi dia berusaha mati-matian supaya tegar. Guenya yang kadang ngerasa punya hati seperti batu, biar bisa support nyokap gue yang lagi jatuh. Makasih ya, didoakan terus.

      Delete
  21. Leee, itu nyokap wkt pake baju biru itu mirip bngt ama muka lu(wkt di wedding&skrg)... Moga2 nyokap lu bisa hepii terus ya :) tapi memang nyokap2 tu yg selalu paling khawatir klo anaknya ga bahagia, apalagi klo sampe dpt pasangan yg salah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha... itu lagi hepi banget tuh, soalnya operasi gue sukses. Bener, padahal kita cari pacar udah diseleksi ya, tapi namanya pernikahan itu emang kayak perjudian sih.

      Delete
  22. *seka air mata

    semoga setelah ini Mama selalu bahagia, gak jatuh lagi, aamiin aamiin....
    iya, mama waktu di Sing jauh keliatan cantik dan fresh, waktu gendong Abby, tampak mirip sama Leony, eh kebalik ya....

    Leony waktu di Petra cantikkk tapi tetep pas kawinan lebih cantik plus plus :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. *kasih tissue*

      Iya, di Spore cerah yaaaa... padahal gak dandan gimana. Amin amin doanya.

      Waduh, pas kawinan itu kan makeupnya maknyos... makanya wow wow. Hahahaha. (terus terang aku sendiri ga nyangka make upnya spt itu hahaha).

      Delete
  23. Lele, semoga mamamu selalu bahagia dan sehat selalu yah. >.<

    ReplyDelete
  24. bener2 hebat ya , up n down gitu dan skrg sdh berlalu semoga jgn lagi dia terpuruk
    Supaya Tuhan memberi dia kekuatan yah , kebahagian nyokap kan pasti kebahagian lu juga .
    GBU Le n keluarga yah !

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Ven, kayak lagu: Bahagiamu, bahagiaku pasti hehehe. Nyokap emang hatinya harus dijaga terus, semangatnya juga. Semoga dia hepi selalu deh.

      Delete
  25. mengharu biru..bikin air mataku ngembeng (nggenang maksudnya)...

    moga mamahnya Ci Leony sehat selalu yaa...biar Cici sempet ngebahagiain beliau dulu dengan cucu yang banyak..heee..dan ngebuktiin bahwa Papahnya Abby bener2 the right man beneran... ;)

    ditunggu tulisan selanjutnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, aku juga sering pesen ke suamiku. Kamu harus bisa menjaga kepercayaan dari orang tua, menjadi suami yang baik.

      Delete
  26. Hi Leony, tulisan yang ini is so touching, and the ending reminds me of this hymn (one of my fave):

    You shall cross the barren desert but you shall not die of thirst
    You shall wander far in safety though you do not know the way
    You shall speak your words in foreign lands and all will understand
    You shall see the face of God and live

    Be not afraid, I go before you always
    Come follow me and I'll give you rest

    If you pass through raging waters in the sea you shall not drown
    If you walk amidst the burning flames you shall not be harmed
    If you stand before the power of hell and death is at your side
    Know that I am with you through it all

    Be not afraid, I go before you always
    Come follow me and I'll give you rest
    Be not afraid, I go before you always
    Come follow me and I will give you rest

    Blessed are the poor, for the Kingdom shall be theirs
    Blessed are you that weep and mourn for one day you shall laugh
    And if wicked men insult and hate you all because of me
    Blessed, blessed are you

    Be not afraid, I go before you always
    Come follow me and I will give you rest


    All the best to you and your mum. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. I knowwwww! Itu juga salah satu favoritkuuuu!! Malah aku bisa nyanyiin nih skrg (tapi gak direkam yah hahahaha).

      Delete
  27. Postingan ini bikin nangis!!! Sehat-sehat terus ya tante, dan terus bahagia *sok kenal*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, gak apa-apa kok, kita semua di dunia maya ini emang suka sok kenal, tapi begitu ketemu, lebih akrab daripada ketemu temen yg udah lebih lama kenal ya hahahaha.

      Delete
  28. btw le, emang mama loe baca blog loe *bertanya2 dalam hati* kl mama gw tau gw ada blog, tp gak baca hahahaa...

    skrg mama kan udah bahagia, gimana kalao suruh jualan jajanan basah aja "nyonya hendarmin" pasti deh laku keras hehe...yg namanya pasangan jiwa kan udah kaya the other half diri kita, makanya kalao kehilangan jangankan separo jiwa..3/4 jiwa kita juga rasanya ikut hilang kan...syukurlah mama loe udah bangkit kembali...skrg makin happy udah ada cucu hehehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nyokap gue baca Fel. Justru blog ini dulu awalnya ga public, tapi buat gue share cerita sama nyokap pas masih jaman kuliah.

      Hahahaha... iya, dia sih pengen jualan macem2, cuma gue ya selalu ingetin dia untuk jaga badan juga supaya sehat, dan sebaiknya di saat2 sekarang, waktunya menikmati hidup.

      Delete
  29. Aku terharu banget bacanya, terutama di bagian sulit melepaskan. Apalagi ngebayangin mama dan papamu yang hot couple itu (di post sebelumnya), pasti mereka bener bener yang satu jadi separuh bagi yang lain kan dan saat terpisah tiba-tiba begitu.
    Semoga sehat dan bahagia selalu ya, mamanya Leony. God bless u abundantly.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Sondang, emang bagian situnya dia suka inget-inget. Ampun deh, kalo udah diingetin kan bisa jadi setengah gila sendiri karena susah move on (ealah kayak putus pacaran ya susah move on hehe).

      Delete
  30. Nice post,le..

    Mengingatkan gue klo ada draft postingan ttg bokap yg masih nangkring lom selesai ditulis. Hehehehe

    Baca postingan lu ini, g berkesimpulan klo lu itu orgnya kuat banget ya. Nyokap lu jg pasti bisa kuat krn anaknya kuat :)

    Buat tante, semoga bahagia terus ya tante. Tante punya anak yg hebat. Apalagi dah punya cucu cantik
    (Tinggal minta cucu ganteng satu lagi) huahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Na, nyokap juga bilang, kadang dia ngerasa kebalik, malah gue yg anak jadi bimbing dia supaya kuat juga. Dan gue sendiri jg bingung bs dapet kekuatan darimana. Tuhan pasti bekerjanya kenceng banget.

      Delete
  31. happy selalu untukmu tante ^^

    ReplyDelete
  32. Duhh.. ampe terharu dan meneteskan air mata bacanya. Gua salut ama loe ni.. berjuang mati2an bahagia-in mami loe. Ampe tinggalin kerjaan oke di US. She means a lot to you yah. Biar si tante terus happy di hari tua nya. And bisa learn to let go. Ayo ni tambah dede lagi. Hohoho. Biar rame di kelilingi leony kecil. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mel, yang terbaik deh buat nyokap. Hush lu aja duluan tambah dede lagi. Knp Leony kecil? si F kecil donk yg selanjutnya hihihi.

      Delete
  33. tulisan elu bikin gue terharu. Semoga tante sehat2 dan bahagia selalu ya

    ReplyDelete
  34. aihh gua terharu, haha.
    tenang aja tante.. anak tante yang ini sepertinya bakal jadi super woman koq, tenang aja ngelepasnya. :p

    btw, pas baca lu tulis circle of life, jadi keinget lion king.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, lu kira wonder woman? Muter2 lgsg dapet kekuatan super hihihi. Iya, Lion King kan jg sama, cerita perjuangan anak saat kehilangan ayah :D Ya gak sih *Maksa*

      Delete
  35. Always happy y leony,for ur mommy n ur little family...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, Lulu. Same goes to you and your mom.

      Delete
  36. Bagusss Le tulisan lu & cerita mama lu. Baca cerita 1 & ke-2,mama lu tangguh banget. super woman :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, nyokap tuh super banget, tp ya manusia ga ada yg sempurna, jadi pas drop juga gila2an hehehe. Thanks God semua udah berlalu yg sedih2nya.

      Delete
  37. gw kebayang betapa beratnya ya ditinggalkan pasangan. Muga2 mamimu bisa menikmati kehidupan barunya, bahagia melihat anak cucunya bahagia, dan punya kesibukan yang memberi energi positif :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin Teph. Sekarang sih Puji Tuhan udah balik lagi ke aktifitas di gereja yah. Dan gue lebih milih nyokap sibuk2 dan occupied sih, hatinya gembira.

      Delete
  38. postingannya bagus le, terharu bacanya.
    itu juga yang nyokap gua sering bilang ke gua, jangan terikat kepada apapun.. tapi namanya hidup semua penuh dengan kemelekatan, semoga kita semua pelan2 bisa belajar ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, namanya manusia, kita tuh pasti terikat sesuatu, entah manusia, entah pekerjaan, entah barang. Tapi emang paling sedih kehilangan belahan jiwa yah. Amin, semoga kita bisa ambil yg positivenya.

      Delete
  39. Two...two jempol buat mu! Be happy tante enjoy your cute grandaughter (& son...soon ya?)..
    Sani

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha... Bisa aja San. And Son? Amin!

      Delete
  40. Hiks.. hiks.. lele.. aku bacanya jadi sediiiih..
    Semoga doa lo di kalimat terakhir terkabul yaaa.. amiiiin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, Be. Doakan ya supaya terkabul.

      Delete
  41. Speechless, Le.
    Antara kagum, terharu dan ashamed. Kagum akan nyokap loe, terharu of the love between the two of you, dan ashamed karena kalo dibandingin, gue kalah jauh sama loe.
    But, I hope its not too late. So thanks for the story which is a reminder for me.

    Happy mother's day (international) for you and your mum ya, Le.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haduh...gak ada kata terlambat. Mulailah kita membahagiakan orang tua sedini mungkin walaupun dengan hal-hal yang sederhana.

      Delete
  42. Dear Leony,
    terharu banget bacanya. Thanks for sharing :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Ningtyas. Glad to share.

      Delete
  43. wahhhh terharu.....
    Semoga mama u sehat selalu yach Le!
    You're such a good daughter!
    Semoga kalian sekaluarga bahagia selalu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih ya Mama Alice. Amin amin untuk wishnya.

      Delete
  44. Le, gw kelompatan ga baca postingan lo yang ini. Ya ampun..... gw yakin nyokap lo pasti bangga banget punya anak kaya lo. Lo itu sekuat tenaga mau ngebahagiaan dia. Abis-abisan. Bahkan dari waktu lo masih usia kuliah. Lo hebat banget Le. I hope, Abby will do the same for you. Bukan "hope" deh, tapi gw yakin dia akan jadi seperti itu!!

    Btw, gw baru sekarang liat foto lama lo, lo itu bener-bener berubah banyak ya dari jaman kuliah itu. Of course berubah jadi lebih cantik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, gpp lompat-lompatan yang penting nyampe hihi. Gue tuh berpikir sih, saat gue bisa bahagiain nyokap yang maksimal ya saat gue udah bisa ngehasilin uang, tapi belom merit. Kalo udah merit, plus ada anak, udah mikirinnya ke depan lagi deh.

      Aduh, makasihhhh! Amin (dan sekarang jadi gembrot kembali).

      Delete
  45. aku nyasar di blog ini abies baca blog nya rika.
    btw ituh co yg di foto keluarga kamu michael yuniardi yusuf bukan sih?
    miriipp sama tmn SMP aku yg namanya yusuf ituh soalnya :D
    maaaaff OOT :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ini siapa ya? Bener itu adek saya. Tapi lebih enak lagi kalau saya tau nama kamu biar saya bisa tanyain dia.

      Delete
    2. baru masuk lagi kesini,,aku temen SMP nya. sekelas dulu,,nama aku ratih :). dulu sama2 ikut THS THM juga ko,,dan pernah juga main ke rumah kamu yg di cipinang ituh kan? salam yah bwt yusuf

      Delete
    3. Iya, salam sudah disampaikan hehe.

      Delete
  46. Leonyyy...gue sampe nangis baca post kedua ini hiksss...
    yg pertama gue salut banget dan sampe gue bookmark untuk jadi patokan cara gue didik anak kelak
    tapi yg kedua, gue nangisssss baca betapa nyokap lu menderita tapi tetap berjuang untuk hidup walau orang-orang yg jadi belahan jiwanya satu per satu pergi
    dan gue salut banget sama elu, bisa begitu tegar, mandiri, disiplin dan selalu memikirkan kebahagiaan nyokap lu

    Semoga kelahiran abby menjadi babak baru yang bahagia dalam kehidupan nyokap dan keluarga kecil elu ya :)
    GBU

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aminnnn... gue juga berharap ke depannya semuanya bakalan jauh lebih baik dan lebih indah lagi. Doain yah!

      Delete
  47. Demi apa, TULISANNYA ce leony bikin terharu :")
    Jadi orang yg tidak takut buat melepaskan orang yg kita cintai meninggalkan dunia.
    Aku bakal belajar :)
    Thankyouuu cee

    ReplyDelete