Thursday, June 21, 2012

Yang Dalem Dalem

Tadi pagi, pas mau masuk gedung parkir kantor, mendadak ada seorang cewe nyebrang melintasi mobil saya. Saya langsung refleks melihat ke.... pantatnya... -_-... Kenapa? Soalnya, itu celananya ketat banget, dan celana dalamnya nyeplak!! Beneran, mata saya siwer banget ngeliat yang model begitu.

Jadi udah tau dong saya mau bahas soal apa kali ini? Saya mau bahas soal pakaian dalam! Terutama untuk wanita. Kalau laki-laki mah, yah bentuknya pakaiannya gitu-gitu aja kan ya? Gak ada yang pake rok kan ya? Atau pakai celana ketat bahan tipis yang pas body kan ya? (Jika anda laki laki dan memakai hal tersebut, saya menyangsikan orientasi anda...).

Saya gerah kalau ngeliat wanita, yang cara berpakaiannya acakadul. Tapi lebih gerah lagi, kalau wanita tersebut memakai pakaian dalam yang tidak sesuai dengan pakaian luarnya dan bentuk badannya sendiri. Banyak orang yang bilang, gak penting kok bagian dalam, gak ada yang liat. Salah banget tuh! Pakaian dalam yang benar, bisa mendukung diri kita, secara bentuk badan, maupun secara kepribadian. Saya sendiri bukan seorang fashionista, JAUH BANGET dari menjadi seorang fashionista (ke mal aja sukanya pake kaos sama celana pendek hahaha). Tapi saya mencoba  menyampaikan hal-hal dasar yang mungkin bisa membantu. Berikut ini beberapa hal yang mengganggu (menurut saya) dan bagaimana cara mengatasinya.

1. Pakaian dalam berwarna

Bayangkan, kalau ada karyawan wanita, memakai kemeja putih berbahan katun tipis, kemudian memakai bra berwarna hitam! Udah kejadian tuh di kantor saya. Kalau sampai diomongin orang, jangan salahkan orang yang ngomongin yah! Mending kalau cuma pakai warna hitam. Bayangkan kadang suka ada yang pakai warna pink, hijau, polkadot, dan lain-lainnya. Gimana gak sakit mata? Pernah saya lagi ke supermarket, ada tante-tante pakai celana bahan berwarna putih, dan celana dalamnya berwarna fuschia tercetak jelas! Buat cowok yang melihat, mayan sih jadi tontonan gratis. Tapi apa mau kita jadi tontonan gratis? (Walaupun saya tau, memang ada sih tipe perempuan yang sengaja pakai tipe-tipe seperti itu, karena emang hobi... hobi menggoda maksudnya hahaha).

Tips: Jika anda memakai pakaian luar yang warnanya muda dan bahannya agak tipis, pakailah pakaian dalam berwarna nude atau netral. Oh iya, kadang ada yang mengira, pakaian dalam warna putih itu aman. Salah loh! Justru kalau anda pakai baju berbahan tipis, kemudian memakai bra putih, itu malah makin memperlihatkan bentuk bra tersebut, dan makin tercetak jelas di balik tipisnya bahan baju anda. Kalau  buat di kamar sama suami sih, terserah deh mau pakai warna apa. Biarkan hanya anda dan pasangan yang tau heheheh...

2. Bentuk yang tidak sesuai fungsi

Pernah nggak sih, kita melihat, orang pakai rok pensil ketat atau celana, lalu di sekitar bokongnya itu
tercetak jelas garis celana dalamnya? Atau ada orang memakai celana model hipster (potongan bawah pinggul), tetapi memakai celana dalam model maxi, sehingga pinggiran celana dalamnya keluar kemana-mana? Atau yang lebih extreme lagi, ada orang memakai jeans hipster, tetapi memakai thong, kemudian pas dia duduk, kelihatan bentuk T di atas pantat, alias thongnya kemana-mana. Atau, di suatu pesta, anda melihat orang memakai gaun strapless, tapi tali branya kelihatan kemana-mana walaupun transparan. Pasti pernah deh! Kecuali kita bener-bener gak pernah keluar rumah, kayaknya pemandangan seperti di atas itu sering banget kelihatan. Saya mau ngaku, di jaman dahulu kala, saya juga gak peduli sama bentuk celana dalam. Pokoknya asal pake daleman, rasanya aman lah, terkendali gitu! Hihihi... Tapi semakin saya dewasa, dan bentuk badan berubah alias sudah mulai berlekuk-lekuk nggak sopan (karena lemak, dll), saya mulai mempelajari perbedaan fungsi pakaian dalam dan kaitannya dengan pakaian luar.

Saya tuh yakin, orang-orang menciptakan pakaian dalam berbagai bentuk itu, pasti ada fungsinya! Bukan cuma buat nutup bagian intim, tapi juga buat mempercantik diri. Saya akan menyampaikan beberapa tips saja yang umumnya terjadi. Tips: Jika anda memakai celana panjang atau rok yang sangat ketat dan berbahan mengikuti lekuk tubuh, pakailah G string atau thong, atau jika anda merasa kurang nyaman (alias ngeri garis yang ditengah suka nyelip), pakailah pakaian dalam model korset berkaki yang sepaha. sehingga di bagian pantat anda tidak muncul garis-garis mengganggu. Jika anda memakai jeans hipster, pakailah celana dalam model mini atau boyshort yang garis pinggangnya tidak melebihi garis pinggang jeans anda. And please, jika anda memakai gaun strapless atau menggunakan spaghetti strap, jangan memakai tali bra transparan! To be honest with you, menurut saya sebaiknya tali bra transparan itu dilempar saja jauh-jauh! Pakailah bra strapless yang nyaman dan pas untuk anda. Jika anda memakai baju backless, jangan memakai bra model standar sehingga bagian blakang bra itu nangkring dimana-mana! Sekarang sudah tersedia bra dalam bentuk gel dengan lem yang ditempelkan di bagian depan dada anda sehingga bagian blakangnya mulus tanpa perlu pakai bra standar lagi.

Untuk gaun pesta yang pas badan, wedding gown designer saya, Tex Saverio punya tips yang lebih spektakuler lagi. "Leony, ini saya suggest saja, sebaiknya sih, kalau perlu tidak usah pakai celana dalam..." DHOENG! Terus terang, saya gak brani! Tapi saya konsul ke dia soal pakaian dalam yang tepat, sehingga saya tidak merasa terlalu "telanjang". Gawat dong kalau lagi nikah, mendadak bagian bawah brasa masuk angin gitu hauahahahaha....

3. Ukuran yang tidak sesuai

Kadang-kadang, wanita itu suka gak bisa terima kalau dia punya ukuran lingkar dada itu sudah tidak seperti dulu lagi, ataupun ukuran perutnya sudah tidak setipis dulu lagi. Atau mungkin memang ada wanita yang sengaja senang memakai pakaian dalam yang ukurannya lebih kecil daripada ukuran semestinya. Tahukah anda, jika anda memakai pakaian dalam yang tidak sesuai ukuran itu bisa berbuah bencana. Bayangkan anda memakai bra, yang tidak sesuai ukuran, kemudian anda memakai kaos yang agak ketat. Di kaos anda bagian depan itu akan tercetak garis yang sangat jelas berbentuk huruf V, dan "sisa" dada anda menyembul keluar dari bra.  Belum lagi lemak yang keluar dari sisi kanan kiri dan belakang bra anda, sehingga membentuk gundukan-gundukan. Pemandangan yang sungguh tidak sedap dipandang! (ente kira ente kelelawar pake selaput buat sayapnya?) Begitu juga dengan celana dalam. Celana dalam yang kekecilan, membuat anda merasa tidak nyaman, tidak membentuk badan anda dengan semestinya, dan membuat garis antar celana dalam dan tubuh anda makin jelas terlihat. (hayo, siapa yang pernah ngerasa kayak lepet, tapi nggak ngeh penyebabnya?)

Tips: Sebaiknya, sebelum membeli pakaian dalam terutama bra, anda mencoba dahulu (karena kalau celana dalam, tidak semua bisa dicoba). Jangan memaksakan sesuatu yang bukan ukuran anda. Kekecilan itu jelek, seperti sudah saya jelaskan di atas, tapi kebesaran terutama di bagian cup-nya juga jelek, karena nanti justru kelihatan ada celah antara garis bra anda dengan tubuh anda. Untuk celana dalam, sebaiknya minta pramuniaga ukur lingkar pinggang dan lingkar pinggul anda, dan minta saran sebaiknya anda memakai ukuran yang mana. Walaupun kadang  kenyataan berkata kita menggemuk, ya memang itu yang harus kita terima hehehe...

Demikianlah tips dari Leony, si non-fashionista yang mencoba menyelamatkan dunia fashion dari kejamnya perlakuan manusia-manusia pemakai pakaian dalam yang salah. Kalau kita rapih, sopan, santun, beretika, termasuk dalam berpakaian, itu jauh lebih indah! Bener gak? Sekali lagi, semua tips saya si atas itu menurut saya loh. Jadi mohon maaf kalau ada salah-salah kata hehehe. Semoga membantu!

Tuesday, June 05, 2012

Untuk General Affair Tercinta

Email di bawah ini saya kirimkan beberapa  minggu lalu ke kepala General Affair di kantor saya. Sebenernya ini uneg-uneg yang sudah lama ingin saya sampaikan, tapi saya masih tahan-tahan, sampai ada kejadian kemarin ini, yang bikin saya naik pitam. Silakan dibaca sendiri deh ya...
________________________________________________________________________________

Pak X,

Saya menulis email ini berkaitan dengan kejadian tadi pagi yang cukup memalukan untuk wanita yang semestinya higienis.

Ada orang yang meniggalkan wece begitu saja, dengan tissue sebanyak-banyaknya, tidak di flush dengan benar, cuma toilet bowlnya saja ditutup, dan akhirnya saat saya coba masuk dan buka, kemudian flush, akhirnya banjir parah, sehingga harus sampai cleaning service yang cowok-cowok turun tangan.

Kemudian juga ada kejadian-kejadian lain yang  menurut saya sangat jorok sekali seperti orang cuci kaki di washtafel. Ada juga yang mengambil tissue sebanyak2nya, dipakai untuk ngeringkan tangan, dan cuma ditaruh di counter top alias tidak dibuang ke tempat sampah.  Menurut saya, hal tersebut bisa dibilang tidak tahu etika dalam menggunakan toilet bersama.

Saya ingin menghimbau, kiranya beberapa hal di bawah ini bisa diteruskan ke email umum (via Admin), demi menjaga kehigienisan dan kebersihan fasilitas umum dengan diubah menggunakan kata-kata standard sesuai dengan seperti biasa admin mengirimkan.

1.       Pakailah tissue secukupnya. Karena tissue itu adalah uang. Jangan mentang-mentang gratis, dipakai sebanyak-banyaknya, lalu akhirnya jadi bikin toilet bowl mampet. (Feeling saya, orang yang pakai tissue sebanyak-banyaknya itu, palingan di rumahnya juga gak pernah pakai tissue, makanya gak tau kalau tissue itu pakai duit belinya).
2.       Jangan memakai tempat pembuangan pembalut sebagai tempat sampah. Jadi jangan buang tissue di situ. Tissue memang dibuang ke dalam toilet bowl, tapi pakailah secukupnya.
3.       Seandainya mengambil tissue di toilet untuk keperluan lain (mengeringkan tangan, dll), tolong setelah digunakan, dibuang tissuenya di tempat sampah depan, jangan ditinggalkan di lantai/ countertop.
4.       Setelah memakai toilet, pastikan toilet ditinggalkan dalam keadaan bersih, toilet seat dalam keadaan kering, di flush dengan sempurna, sehingga tidak ada tissue/ kotoran sisa. Ingat, pedulilah pada pemakai selanjutnya.
5.       Jika memang ada hambatan dalam flush toilet, mohon segera hubungi cleaning service, atau security untuk dihubungkan ke cleaning service. Jangan  main ditinggalkan begitu saja.
6.       Jangan memakai washtafel untuk cuci kaki, karena sudah disediakan tempat wudhu. Ingat, ada juga org yg pakai itu untuk cuci tangan, cuci  muka, sikat gigi. Masak mau jadi satu sama tempat kaki? Tolong kepeduliannya.
7.       Kalau sedang BAB, jangan flush terus-terusan. Sumber daya air itu juga mahal. Saya sering sekali  mendengan orang BAB yang flush nonstop selama lebih dari 3 menit. Coba kalau di rumahnya sendiri, apakah mau bayar mahal untuk air? Lagian, mana ada orang BAB nonstop 3 menit keluar terus? Kalau takut bau, bawa pengharum spray sendiri (seperti saya lihat di kantor lain seperti itu). Kalau takut kedengeran, namanya jg orang BAB, wajar lah bunyi.
I know this last one sounds ridiculous, but it’s true!

Tambahan di luar hal kamar kecil:
1.       Kalau menggunakan peralatan milik perusahaan yang diambil di pantry untuk keperluan pribadi (makan pribadi, bukan meeting), tolong dicuci sendiri. Office boy/ girl bukan PRT. Tolong hargai mereka.
2.       Jika menggunakan washing basin (kitchen sink) untuk mencuci peralatan, tolong sampahnya dibuang terlebih dahulu, supaya sink-nya tidak mampet.

Segitu saja pak. Terus terang, ini saya tulis, karena sudah cukup lelah dengan kejorokan-kejorokan dan ketidakpedulian manusia-manusia di sini, especially yang wanita (karena kalau wece pria saya gak bisa lihat :D).


________________________________________________________________________________

Sudah lebih dari dua minggu berlalu. Apakah email saya dijadikan surat edaran? Boro-boro... Cape deh... 

Mungkin harus nunggu sampai itu wece banjir lagi kali ye....