Friday, February 17, 2012

Slideshow Antik

Akhir-akhir ini, sebuah feature yang hampir tidak pernah ketinggalan di resepsi perkawinan adalah penayangan slide show. Pada umumnya, slideshow itu dibagi menjadi 2 bagian. Yang pertama adalah slideshow yang menayangkan foto-foto masa kanak-kanak sampai ke masa pacaran, yang kedua adalah slideshow foto-foto prewedding jikalau ada. Secuek-cueknya kita, pasti lah pernah memperhatikan juga slideshow itu berisi gambar apa saja (masak sih kalo kondangan cuma ngeliatin makanannya doang ? hihihi).

Tiga bulan terakhir ini, saya datang ke lumayan banyak resepsi perkawinan, tapi nggak tau apakah karena saya sekarang jadi lebih perhatian atau memang karena kebetulan saja, saya menemukan dua slideshow perkawinan yang cukup aneh, dari sekian banyak resepsi yang saya hadiri. Foto prewed yang aneh, itu wajar! Mau jadi samurai kek, Power Rangers kek, bintang Korea kek, gak masalah! Toh itu kebebasan berekspresi ya. Kreatifitas itu memang perlu dan menarik. Tapi yang akan saya ceritakan di bawah ini, beda deh! 

Disclaimer: Memang bukan hak saya untuk menilai dan terus terang, mereka-mereka yang menikah ini adalah kawan dan kerabat saya juga, dan mungkin dari pembaca blog ini juga ada yang kebetulan hadir di pesta mereka. Tetapi mungkin hal-hal yang saya kemukakan ini bisa  membantu orang lain yang mempersiapkan wedding slideshownya supaya tidak terlihat norak atau tacky hehehehe. Mohon maaf sebelumnya, jangan sampai ada yang tersinggung ya (sambil nungging bersujud....).

Resepsi No. 1:

Pas sebelum pengantin masuk ruangan, kan biasanya diputer slideshow masa kecil ya. Pas awal-awal ngelihat, wah terlihat normal kok, foto mempelai wanita pas masih kecil sampai dewasa, demikian juga dengan foto-foto mempelai pria. Kejanggalan dimulai pas foto-foto pas mempelai pria sudah dewasa. Kok ada foto papi dan maminya beberapa slides gitu, lagi jalan-jalan di Eropa, foto di depan kincir lah, bunga tulip lah...narsis banget deh. Tapi yang bikin aneh adalah: FOTONYA BERDUAAN DOANG! Kalau nggak bapaknya, ya ibunya mejeng. Jadi si mempelai prianya bahkan NGGA ADA DI FOTO ITU! 

Selidik punya selidik, ternyata memang mempelai pria itu belum pernah ke Eropa, tapi mau sekalian "pamer" foto ortunya yang udah pernah ke Eropa.... Toloooooongggg.... !!

Resepsi No. 2:

Kalau resepsi yang no.1 itu cukup aneh, mari kita simak yang no. 2. Di resepsi ini, tidak ada slideshow masa kanak-kanak dari kedua mempelai. Yang ada adalah, foto-foto si kedua  mempelai dengan mobil Ferrari mentereng yang dikasih PITA yang diambil dengan kamera pocket seadanya, dan diambil di depan rumah mempelai wanita, dalam berbagai pose. Jadi kalau ngelihat di slideshow itu, kesannya cowoknya ini membelikan Ferrari buat ceweknya, dan dikasih sebagai kado. Dhuerrrr !!! Keren kan?? Keren apa lebay?? 

Tapi namanya saya cukup kenal dengan keluarga mempelai wanita, saya tuh tau, kalau mobil Ferrari-nya itu bukan merupakan hadiah dari mempelai pria ke mempelai wanita, melainkan mobil barunya adik mempelai wanita. Plat nomernya aja inisial nama adik mempelai wanita! Jadi maksudnya apa ya?

Yak demikianlah entry singkat saya hari ini. Saya tau, entry saya kali ini beresiko. Tapi katanya sharing is caring kan ? Toh seenggaknya pas di resepsi itu kalau ditotal ada lebih dari 2000 orang juga kan yang menjadi saksi slideshow antik tersebut?

Oh iya, sebelum lupa, Happy Valentine's Day!! (atau kata yang masih jomblo: Happy Single Awareness Day!!). Ngapain saya Valentine ini ? Romantic Dinner ? NO! Boro-boro... malah ngelembur dan pulang kena macet parah gara-gara kayaknya semua manusia pergi ke mall untuk Romantic Dinner itu.

Saya sampai BBM suami pas kena macet di jalan, "Ih gila, Valentine tahun ini garing banget, macet pula!" Dia jawab, "Ah ngga juga kali...."

Pas saya sampai rumah ternyata, suami tercinta ngasih buket bunga mawar! Huhahahahaha... ! Sayangku ini emang kaku, tapi romantis!

Monday, February 06, 2012

Kisah Suvenir Saya (dan Si Burung Hantu)

Udah eneg belom sama soal saya nulis wedding series ini ? Blum ya? Blum kan? (maksa). Tadinya saya sudah mau nulis topik lain... tapi rupanya, saya kelupaaaaann... sungguh, saya kelupaan untuk memberikan kredit kepada kawan saya si Burung Hantu. Bagaimana si Burung Hantu ini bisa menjadi bagian dari suvenir pernikahan saya? Okay... marilah kita mundur sejenak.

Percaya atau tidak, dari serangkaian pemilihan hal-hal besar maupun kecil dalam acara pernikahan, yang paling lumayan mengganggu saya adalah pemilihan suvenir. Bagaimana tidak mengganggu, kalau selama ini, setiap kali dapat suvenir bagus dan mewah tapi gak terpakai kok kayaknya lebay, tapi kalau dapat suvenir jelek plus tidak berguna, kesannya seperti tidak ada usaha dari pihak yang menikah untuk memberikan hal yang menarik untuk tamunya. Yang baik, indah, dan berguna itu, jarangnya ampun-ampunan! Bener deh, jarang banget!

Saya pun lumayan berjuang dengan pemilihan suvenir ini. Perjuangan saya bukan berarti muter-muter ke Mangga Dua atau Pasar Asemka karena katanya di sana pusat souvenir, melainkan cukup memikirkan APA YANG MAU SAYA KASIH saja, itu sudah membuat repot. Kalau nanya sama mertua saya, berhubung dia hobi banget sama yang namanya mug, dia pasti akan menjawab: kasih mug aja, pasti kepake. Selain itu, dia juga concern dengan souvenir yang kebanyakan setelah diterima itu dibuang. Oh well, itu juga menjadi concern saya sih... Bahkan inilah satu-satunya hal, di mana saya agak pusing, padahal mestinya saya gak pusing-pusing amat ya, orang ini bukan buat saya kok. Namun, dari dulu, sifat saya ini, kalau buat orang lain, harus yang bagus, jangan sampai mengecewakan. Sampai akhirnya.... ide brilian itu muncul, dan begitu CEMERLANG!

Ide awalnya sendiri dari mama saya, yang nyeletuk, kenapa gak kasih batik aja? Wow... keren amat idenya Mamaku sayanggg! *cup cup mwah* kemudian, saya kembangkan lagi menjadi SARUNG BATIK! Yes... sarung batik! Tepatnya Sarung Batik Nyonya! Saya ini keturunan Cina Betawi, dan yang namanya sarung batik itu, dipakai sehari-hari oleh almarhumah nenek saya dari pihak mama, lengkap dengan kebaya encimnya. Bukankah ini merupakan ide yang super brilian untuk memberikan sesuatu yang merupakan bagian yang begitu dekat dengan keluarga saya? Di tengah hingar-bingar pesta saya yang gayanya modern banget, tamunya bisa membawa pulang sesuatu yang berharga, dan merupakan warisan tradisi budaya Indonesia. Talking about Leony and the surprise factor, I was soooo in love with this idea!

Awalnya, mertua saya tidak terlalu sreg dengan ide ini, apalagi mengingat kain batik itu tidak murah, dan juga beliau takut nantinya terbuang percuma. Tapi mama saya itu, orangnya emang unik, kalau idenya sudah keluar, dia pasti akan bantu saya mencarikan. Dan mama saya ini sampai mencari sample batik dari berbagai merek dan kualitas, sampai akhirnya kita cocok dengan salah satu merek produsen batik dari Pekalongan. Bahannya bagus, warnanya cerah, pokoknya mantab banget! Begitu barangnya tiba, saya sampai jatuh cinta  banget... Dan saking mama saya sayang sekali dengan batik-batik itu, bukannya ditaruh di garasi saja, itu batik malah disusun dan ditaruh di bathub di kamar mandinya !! Jadilah kamar mandi beliau menjadi storage batik sekian lama. Hahahaahahah...

Tapi yang namanya produsen batik tradisional, tentunya tidak punya pengemasan yang oke, apalagi yang custom untuk pengantinnya. Jadilah, dengan bantuan salah satu percetakan, saya mendesign dan membuat box sendiri untuk kainnya. Dan jadilah design box bentuk sliding untuk menyimpan kain tersebut. Tapi, kalau boxnya hanya ditulis logo dan nama pengantin, pasti nggak asyik ya. Orang mesti tau, kenapa saya memberikan batik ini, dan bukan souvenir lainnya. Mendadak kepikiran, kalau kawan saya si Burung Hantu, memang super berbakat untuk mengutarakan kata-kata yang biasa, menjadi luar biasa dan indah. Saya jelaskan kepadanya, latar belakang pemilihan suvenir ini, dan kenapa suvenir ini begitu bernilai di mata saya sehingga saya ingin membaginya dengan yang lain.

Dari kata-kata sederhana yang saya sampaikan ke Burung Hantu, jadilah tulisan seperti ini untuk dicetak di box bagian belakang.

With this Batik Sarong, we express our utmost appreciation 
and extend our warmest gratitude for your presence in our nuptials.

A humble sarong to signify our goodwill and friendship, 
for our happiness would never be affirmed 
without the company and support of our dear family and friends.

As our ancestors set sail from China to Batavia 
first encountered the versatility and philosophical profundity 
of a simple Batik cloth and incorporated them in their own everyday lives, 
we hope that the graceful motifs and rich palette of a batik sarong 
never fail to remind us of our roots.

These cloths we have carefully selected for you, 
that you would always remember, 
how much we appreciate your prayers, your thoughts, and your blessings, 
so that we can safely and happily embark our life anew in marriage.

CIYEEEEHHHH !! Bravo buat si Burung Hantu !! Prok prok prok!! Thank you very-very much buat kawanku tercinta ini!

Ternyata, bikin souvenir dan masukin ke kotaknya sendiri-sendiri itu ga gampang! Butuh kesabaran, perjuangan, badan pegel, belum lagi ada kesalahan cetak satu huruf yang bikin semuanya dicetak ulang dalam waktu kurang dari dua minggu sebelum hari H. Jadi, waktu proses itu berlangsung, saya ada sempat mengabadikannya dalam beberapa foto burem (of course, ngambil fotonya pakai Blackberry), perjuangan saya mbungkusin ratusan souvenir sampai gempor.


Sarung Batik Nyonya produksi Pekalongan yang cantik-cantik banget! Ini cuma salah satu motifnya, yang lain masih banyak lagi!

Dibungkus dulu pake kalkir, lalu ditempelin dengan tulisan ucapan terima kasih!

Ini dia hasil akhir box-nya. Tulisan si Burung Hantu dicetak di bagian belakang box-nya. 

Ini dia sebagian dari box yang belum sempat difinalisasi packingnya cuma gara-gara cover silvernya ada kesalahan cetak satu huruf, dan ruang makan saya adalah saksinya. Huahahaha...

Dan finalnya, box-box souvenir ini mejeng di lemari gallery di tempat resepsi. Dan tenyata, semua orang suka sekali dengan souvenir iniiii!! Bahkan, sampai saat ini, dari sarung batik tersebut, sudah banyak teman-teman yang bikin baju atasan dan dress! Terus terang, walaupun agak nguras kantong, nguras pemikiran, dan nguras tenaga, saya sama sekali nggak nyesel! Saya bangga jadi anak Indonesia Peranakan yang bisa melestarikan Batik Nyonya di acara perkawinan saya sendiri! Ihiy! *terharu*

Special thanks to my buddy, Si Burung Hantu, walaupun kita jarang sekali berjumpa, tetapi telah menyempatkan diri untuk membuat tulisan indah untuk menjadi bagian dari pernikahan saya, and most of all, thank you for being such a supportive friend throughout all these years! (Kadang mikir, kapan ya kita bisa chatting dari malem sampe subuh lagi saat weekend? *siap2 dikemplang suami*)