Tuesday, September 27, 2011

Dikit Lagi Soal Pilih-Pilih Teman

Postingan saya yang kemarin soal pilih-pilih teman itu, rupanya menimbulkan reaksi yang cukup seru melalui komen-komen para pembaca. Namun sebelum saya curhat soal itu di blog, saat kejadian itu terjadi, saya curhat dengan kawan baik saya via BBM dulu. Dan karena ternyata issue ini menarik perhatian dia, (dia nggak baca blog saya), begitu dia melihat cuplikan sebuah artikel di koran Kompas hari minggu lalu, dia langsung foto dan kirimkan BBM-nya ke saya.

"Non, nih, pas banget sama kasus lu tuh!"

Artikel ini ditulis oleh Samuel Mulia, pengisi kolom Parodi di Kompas Minggu. Tulisannya blak-blakan, seru, dan inspiratif.


Saya tuliskan ulang di sini yah, buat yang merasa tulisan korannya terlalu kecil.

Ketiga, sebagai langkah terakhir, saya menyeleksi teman-teman yang sejuta banyaknya itu. Seleksi ini berguna, agar tanah saya yang gembur tak menjadi kering kerontang. Penyeleksian itu harus dilakukan dengan akal dan nurani.

Nah, menurut pengalaman saya, semakin saya dekat dengan Sang Pencipta, semakin peka saya dibuatnya. Kepekaan itu yang memampukan untuk menempatkan teman-teman pada foldernya masing-masing. Saya memiliki tiga folder. Ada folder untuk teman yang akan saya simpan seumur hidup, ada yang hanya untuk dah-nek dah nek atau cipika cipiki, dan terakhir folder untuk teman yang harus saya tinggalkan.

Kalau Anda merasa saya memperlakukan folder terakhir sebagai tong sampah, Anda keliru besar. Mereka bukan sampah, mereka hanya membuat saya tidak gembur lagi. Bisa jadi untuk orang lain, mereka bak body lotion yang melembabkan. Oleh karenanya, saya tak akan  memusuhi, mereka bukan musuh saya.

TOP BANGET!! Pas banget...  My best friend Ms. S yang ngirimin ini, dia peduli dengan issue saya, sampai begitu lihat artikel ini, dia langsung memikirkan saya, dan mengirimkannya ke saya. Tentulah model orang seperti Ms. S ini masuk folder pertama saya! hehehehe....


To all of you, yang berpikir kita tidak boleh pilih-pilih teman.... coba dipikirkan lagi. Yakin ya nggak milih ??

Note: And buat Samuel Mulia, you're awesome! Saya sudah mengikuti artikel Anda sejak saya masih sekolah di negeri antah berantah, nungguin di Kompas Online untuk liat article parodi-nya. Tidak banyak orang mungkin cocok 100% dengan cara bertuturnya. Tapi menurut saya, beliau ini jauh lebih make sense daripada segelintir orang yang menulis atau berbicara dengan penuh bunga, tapi pelaksanaannya dalam kehidupan malah nol. (Hey, saya lagi nyindir nih... sama orang orang yang dikit-dikit ngomong soal Tuhan, agama, dan lain-lain, tapi kalo kesinggung dikit langsung meledak-ledak.... kasian deh lu!).

Saturday, September 10, 2011

Is It Okay ?

Mau nanya sama kawan-kawan pembaca...

Apakah kita memilih teman ?? Atau tidak pilih-pilih teman ??

Kemarin sampe gondok sama seseorang gara-gara saya bilang kalau secara tidak langsung kita pasti pilih-pilih teman. Dan gara-gara statement saya itu, menurut dia, saya ini nyebelin dan sok.

Menurut kawan-kawan, gimana ?

Wednesday, September 07, 2011

Enci Enci Blagu

Gimana liburan lebarannn ?? Ada yang ke luar negeri ? Keluar kota ? Atau kayak saya ? Di Jakarta aja gitu! hehehehe.... Yah, karena yang lain tentunya sudah bagi-bagi cerita lebaran (termasuk yang mudik, wisata kuliner, silaturahmi, dan laen-laennya), saya mau menyajikan cerita unik di liburan lebaran aja deh, dan asli, gak terlalu ada hubungannya sama lebaran.

Jadi tanggal 31 Agustus kemarin, yang katanya hari Idul Fitri resmi versi pemerintah (yang bikin repot) itu, saya pergi ke Senayan City. Saat itu sekitar pukul 2 siang, saya kepingin nyemil, soalnya ngga mau makan siang besar, dan malamnya katanya mau diajak makan sama cicinya si pacar yang lagi ultah. Jadilah saya melipir ke Food Court-nya Sency yang RAMENYA NGAJUBILAH!! Ya ampun, itu jangan-jangan satu Jakarta pindah ke Food Court semua ya ??

Karena bingung mau nyicip apa, akhirnya melipirlah saya ke Sate Khas Senayan Express (SKSE) yang ada di situ, untuk beli seporsi Tahu Telor. Sebelum saya, ada seorang tante-tante, keturunan Chinese. Saya sih gak bisa bilang tante-tante ya... kayaknya umurnya late 30s or early 40s gitu. Dia berpakaian dress panjang mermotif summer, dengan tali spaghetti ala Nia Ramadhani gitu deh (if you know what I mean), dengan rambut panjang diblow, pakai tas besar, dan mesen Nasi Pecel plus Emping Manis. Tapi asli, saya nggak rela nyebut dia Cici, soalnya, beneran kayak tante2 sih! Cuma gayanya aja yang mau sok gaul dan sok ngartis. Saya sebut Enci-enci aja deh... biar kayak di Glodok hahahaha.

Nah, berhubung itu stand Express, jadinya kan kita nongkrong tuh di situ buat nunggu makanan kita keluar. Karena lagi rame minta ampun, jadilah si SKSE ini kehabisan piring melamin yang biasanya dipakai, dan memakai pinggan yang terbuat dari kertas seperti model KFC/ Mie GM, cukup layak  untuk di food court. Begitu juga dengan nasi pecelnya si Enci ini, keluar di dalam pinggan kertas tersebut. And her reaction was: FURIOUS!! alias marah besar!! Dia bicara dengan nada yang kasar banget.

"Apa-apaan ini, kok saya nggak dikasih piring???"


"Maaf Bu, kita hari ini ramai sekali, jadi kita kehabisan piring yang biasa."


"Saya nggak akan ambil kalau saya nggak dikasih piring. Ganti! Kalau nggak saya mending gak usah makan di sini!"

Ya ampunnnn!! Asli, kalau saya jadi pelayannya hari itu, saya bakalan  bilang, "Ya udah bu, gak usah makan di sini." Tapi itu pelayan sabar banget, dia minta si Enci tunggu sebentar, kemudian nasinya itu diganti baru! Asli diganti baru, bukan cuma sekedar dipindahkan. Thumbs up for that lady behind the counter a.k.a si pelayan! You're awesome.

First of all, yang namanya food court itu, kalau pernah tinggal di Amerika, pasti tau, rata-rata pakai piring kertas. Malah menurut saya, pinggan kertas yang dikasih sama SKSE itu lumayan bagus, dibandingkan piring kertas/ styrofoam yang kualitas rendah yang dipakai oleh gerai-gerai makanan cepat saji di Amerika.

Second of all, it was IDUL FITRI for God sake! Banyak karyawan-karyawan SKSE yang juga merayakan Idul Fitri, tapi harus melayani anda di hari besar mereka, tetapi anda membentak-bentak mereka untuk sesuatu yang tentunya bukan kesalahan mereka. Tolong deh, perbaiki dong sikap kita, apalagi di hari raya yang Fitri.

Third of all, kalau anda MAMPU, dan anda mau makan pakai piring MEWAH kalau perlu yang PORSELEN mengkilap, ya JANGAN MAKAN DI FOOD COURT DONG!! Udah makan cuma di Food Court, nuntut macam-macam, sombong, lagaknya dah kayak orang terkaya di seluruh Food Court aja.

Yo wis, sebenernya Lebaran kali ini, saya gak boleh kesel ya. Mestinya damai. Tapi asli, liat yang kemarin itu, saya sampai gak tahan banget. Gemes banget, walaupun saya akhirnya gak bisa berbuat apa-apa daripada cari ribut. Untuk semua kawan-kawan muslimku, Selamat Idul Fitri yah, mohon maaf jika ada salah-salah kata di blog ini maupun di blog lain yang saya kunjungi.

Oh iya, kilas balik sedikit, sejak saya balik ke Indonesia, ini adalah kali pertama saya Lebaranan di Jakarta heiheheheh...2007-KL, 2008- Perth, 2009 - Perth, 2010- Spore. Asyik juga loh 2011-Jakarta ini, daku bisa ngetrack di jalanan !! (ga brani nyoba...) Walaupun pas malem takbiran sempet stress dengerin petasan, tapi tetap: terima kasih untuk Jakarta yang IDEAL selama seminggu! Yippie!