Monday, January 03, 2011

Go Fight Win!

Happy New Year, semuanya! Marilah kita semua mengucap syukur atas tahun 2010 yang telah lewat, walaupun isinya pasti rupa-rupa warnanya ya kayak balonku, yang penting tahun 2011 ini, kita akan lebih baik lagi dari tahun 2010 kemarin, AMIN!

Saya buka postingan perdana 2011 ini, dengan postingan yang tentunya membangkitkan semangat muda saya kembali yaitu: Pengalaman saya nonton Grand Prix Marching Band XXVI! Buat sebagian orang pasti mikir, apaan sih tuh?? Grand Prix Marching Band alias GPMB ini adalah event tahunan berupa kompetisi untuk seluruh Marching Band di Indonesia memperebutkan piala bergilir Presiden Soeharto.... Eh salah!!! Piala Bergilir Presiden RI (habis dulu Soeharto melulu, makanya kebawa-bawa sampai sekarang).

Mengapa event ini begitu penting buat saya ? Karena saya dulu sempat menjadi bagian dari event ini selama 3 tahun berturut-turut yaitu tahun 1995, 1996, dan 1997. Saat itu saya masih menjadi bagian dari anak-anak wanita manis namun gahar dengan kekuatan tenaga kuda bermesin diesel, berlogo Putri Santa Ursula Marching Brass alias PSUMB. Tahun 1995 kami memainkan paket My Fair Lady, 1996 kami memainkan paket Phantom of The Opera, dan 1997 kami memainkan paket Carmen. 6 tahun saya bergabung di PSUMB, 3 tahun pertama saya main tuba, dan 3 tahun kedua saya main euphonium. Dua-duanya alat tiup ukuran besar, membuat bibir saya nampak agak berisi huahahahah *dower gitu*.

Kenapa saya semangat sekali menunggu event GPMB? Karena sudah 10 tahun saya tidak menonton GPMB. Sebetulnya saya lulus SMU tahun 2000 (ketebak deh ikke umur brapa), tetapi karena kerusuhan tahun 1998, GPMB sempat ditiadakan di tahun 1998 dan 1999, sehingga saat 2 tahun terakhir saya di PSUMB, saya tidak sempat merasakan gegap gempitanya persiapan menuju GPMB. Terakhir saya menonton GPMB adalah tahun 2000, sesaat sebelum saya melanjutkan pendidikan kuliah ke Amerika. Ketika saya kembali lagi ke Jakarta setelah 6 tahun sekolah dan kerja, 3 tahun berikutnya saya tidak bisa menonton karena: 2007 saya ke Israel, 2008 saya ke Solo, 2009 saya masuk Rumah Sakit. Jadi bisa dibayangkan penantian panjang saya selama 10 tahun! *lebay...*

27 Desember 2010, hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Final GPMB XXVI! Lomba akan dimulai pukul 15.30 di Istora Senayan, dan PSUMB akan mendapat giliran di pukul 16.30. Sebelumnya di semifinal, PSUMB sudah mendapatkan nilai tertinggi untuk Divisi Sekolah, sehingga kita mendapatkan giliran terakhir untuk Divisi Sekolah di Final. Ketika saya tiba di sana pukul 15.30-an, saya sangat terkejut, karena kursi VIP terisi penuh! Saya yang sudah mendapatkan tiket VIP di luar, terpaksa duduk agak menyamping sedikit. Bahkan orang-orang rela berjubelan duduk di tangga. Ternyata peminat GPMB ini tambah banyak ya! Atau jangan-jangan ada banyak penyelusup juga ? *Gak tau deh, Indo gitu loh!*Saat tiba giliran kita, Istora terasa menggelegar, riuh rendah pendukung PSUMB yang memang dari dulu terkenal paling kompak mulai menggema.

"Go go go
Fight Fight Fight
Win Win Win
Go Fight Win


We're Gonna Go Go Go, Sanur Go
We're Gonna Fight Fight Fight, Sanur Fight

We're Gonna Win Win Win, Sanur Win


Go (Go), Fight (Fight), Win (Win)

Yeah!"


Mendadak saya merinding. Merinding ingat masa belasan tahun lalu, saat saya ada di posisi pemain, berdegup kencang jantung menantikan giliran keluar dari pintu samping Istora menuju lapangan utama. Ingatan saya kembali hadir, saat bertahun-tahun harus mengorbankan hari Natal dan saat-saat santai masa remaja, dengan latihan dan drill-drill gila berjam-jam per hari, selama berbulan-bulan. Ditambah dengan pelajaran sekolah yang beratnya luar biasa serta ulangan yang bertumpuk. Saya sendiri bingung, kok bisa ya saya dulu melakukan itu.

Kode marching in mulai dimainkan oleh snare drum. Inilah adik-adik kelas saya, penerus saya, memasuki lapangan Istora, dengan dagu yang tinggi dan badan yang tegap, dengan langkah roll step yang dulu menjadi makanan saya sehari-hari. Tak disangka, rasa haru menyergap, dan rasanya di pelupuk mata ini hampir keluar setetes air mata.Tahun ini PSUMB memainkan paket lagu "Selections from English and Celtic Songs". Ketika saya melihat adik-adik kelas saya yang muda belia itu, saya bangga. Sungguh-sungguh bangga. Seragam mereka baru, atasan warna hijau kebanggaan kami, dengan rok kotak-kotak klasik yang modelnya sama dengan saat PSUMB memainkan paket The Sound of Music di tahun 1992 lalu. Inilah PSUMB, tetap menampilkan kekhasannya dengan rok panjang, dan pakaian sopan dan sederhana, di tengah-tengah keglamoran dunia Marching Band dengan banyak properti. Di saat tim lain berlomba-lomba dengan pakaian gemerlap, seksi, dan perlengkapan yang berlebihan, PSUMB tetap bermain jujur dengan mengutamakan kualitas musik dan tarian yang klasik. It's Original Marching Band, not Marching Show.

12 menit berlalu, pertunjukkan yang sungguh menggugah hati nurani saya, penantian selama 10 tahun. Penampilan yang menurut saya sangat menyentuh, sederhana namun berkesan dan "bersih", sungguh tidak neko-neko. Setelah itu, masih ada 8 Marching Bands lagi dari Divisi Umum yang mempertontonkan aksinya. Ternyata dunia Marching Band Indonesia sudah banyak berubah banyak, sangat dinamis, namun sangat disayangkan, banyak sekali Team yang kebanyakan memakai properti gila-gilaan dan bermodal besar, namun menutupi kualitas musikalitas dan baris-berbaris yang dimiliki. Dan lebih disayangkan lagi, penonton kok suka yang model begini ya? Bahkan band-band seperti ini mendapatkan standing ovation. Terus terang saya tidak masalah kalau dari segi hiburan. Mereka memang sungguh menghibur. Saya cuma berdoa dan berharap, supaya dewan juri tidak terpengaruh oleh penampilan "spektakuler" tersebut, karena terus terang kalau dinilai dari properti, unit-unit sekolah dan universitas seperti PSUMB, UI, atau UGM, jadi kecil kesempatan menangnya. Akankah hari ini perjuangan berbulan-bulan adik-adik kelas saya dan seluruh kru yang terlibat di dalamnya berbuah manis?

8 jam berlalu, akhirnya tiba juga saat pengumuman di sekitar pukul 11.30 malam. Setiap kategori dibacakan. Saya menulis kategori tersebut satu per satu di blackberry saya, beserta pemenang 1-3 dari Divisi Sekolah dan Divisi Umum. Saat itu batere blackberry saya sudah mau habis, tapi saya berusaha menulis dan berharap kalau kemudian saya bisa mengirimkan hasilnya ke mailing list Santa Ursula. Saya tahu, saingan terberat dari Divisi Sekolah adalah Bahana Cendana Kartika, Rumbai, yang kebetulan disponsori oleh perusahaan minyak Chevron. Di setiap penampilannya, BCK Rumbai dan BCK Duri memang baik dan menghibur, dan setiap tahun mereka langganan menjadi saingan kita untuk memperebutkan posisi 1. Terakhir PSUMB ikut di tahun 2008, kitalah yang jadi juara 1. Tapi kita harus selalu waspada, dan puji syukur, PSUMB tetap bertahan dengan konsep musikalitasnya.

Juara Favorit berdasarkan SMS, sudah jelas, PSUMB memang langganan di bidang ini, hehehe (maklum, anak-anaknya hobi olahraga jari). Pembacaan tiap kategori dilanjutkan. Sampai akhirnya pemenang ke 4 dan 3 disebutkan untuk Divisi Sekolah dan Divisi Umum. Deg-degan luar biasa. Saat itu juri berkata, saat disebutkan juara duanya, maka juara satunya langsung ketahuan.

"Juara ke dua Divisi Sekolah adalah....... Bahana Cendana Kartika, Rumbai!"

Mendadak, teriakan skala ribuan desibel membahana... Kami para supporter PSUMB berteriak gembira. Luar biasa, perasaan meluap-luap senangnya, karena itu artinya: PSUMB menjadi juara pertama untuk Divisi Sekolah!! Saya pun luar biasa gembira, karena setelah 10 tahun berlalu, di kesempatan perdana saya kembali menonton GPMB, saya menjadi saksi kemenangan adik-adik kelas saya. Perasaan lelah karena menunggu terlalu lama, rasanya hilang begitu saja. AMAZING!! Saya tidak bisa membayangkan, bagaimana rasanya jika saya masih menjadi anggota PSUMB, pasti lebih terharu lagi. Dahulu saja, setiap habis bermain di final, kami pasti bertangis-tangisan bahagia.

Moment PSUMB dan MBUI menerima Piala Presiden.
Bravo Pak Agum, yang rela nongkrong sampai pukul 00.30 pagi hehehehe...


Ternyata juri GPMB ini benar-benar objektif, untuk divisi umum, juara pertama dan keduanya adalah Madah Bahana Universitas Indonesia dan Marching Band Universitas Gajah Mada! Buat Marching Band lain yang mengandalkan properti tapi kehilangan konsep original marching itu sendiri, sayang banget deh! Sungguh! Persiapan selama hampir setahun jadi "terganggu" oleh konsep yang salah. Kasian kan potensi para pemain anda. Bravo MBUI dan PSUMB! Sebuah akhir yang indah untuk menutup 2010 ini!


Tampang saya pas jadi Bonek PSUMB *cantik banget yeeee*

Catatan Kecil:

Pas lagi nonton di Istora sana, saya ketemu sama adik-adik kelas yang pakai kaos PSUMB. Jadi sembari iseng, saya ngobrol. Ternyata yang badannya bongsor-bongsor itu masih kelas 2 SMP!! Dan, mereka keren-keren abis! Pakai Blackberry Onyx, Pakai I-Phone!! ALAMAK!

Tapi yang namanya jiwa anak Sanur memang gak berubah dari dulu sampai sekarang. Pas di sebelah mereka ada orang yang ngerokok, dengan santainya salah satu teriak... "Woi, ini Istora ber-AC woi. Ngerokok bau taukkkk!!". Dan saat si Bapaknya itu tidak bergeming, mendadak salah satu anak Sanur-nya ada yang ngilang. Nggak taunya dia lapor ke panitia soal si Bapak yang merokok, dan si Bapak yang merokok itu dengan sukses dimaki-maki sama panitia di hadapan anak-anak SMP. Sukurin deh lu pakkkk!! Huahhaahah...

30 comments:

  1. eh g pernah diajak nonton pertunjukan drama nak sanur lho! katanya dia orang emang tiap tahun ngadain dan open buat umum hihihi
    kok photo lo yang lagi montong lebih keliatan kek chef yah! bawa2 kipas jadi kek kostum ala jipun ^^
    Happy Nu Yer yah :)

    ReplyDelete
  2. @ Pitshu: Oh, Sanur memang ada Open House kok tiap tahun, untuk nunjukkin ke ortu dan publik mengenai kegiatan di Sanur. Dulu sih pas giliran gue, gue jaga stand bahasa Jepang, karena kebetulan gue ikut Bahasa Jepang.

    Hehehee...itu atribut dikasih gratis buat supporternya PSUMB. Jadi dapet kayak scarf padang gitu, plus kipasnya juga, and goodies kayak chips, minuman, dll.

    ReplyDelete
  3. halo lam kenal ya,,, pasti seru ya klo inget2 masa2 dulu, selamat buat sanur ya,, kayaknya rumbai ma duri bukan udah bukan disokong caltex lg, skrg namanya ch*vron klo ga salah,,

    ReplyDelete
  4. @ Ika: Ika, iya bener kamu :D Beneran Chevron. Saya udah ganti tuh. Makasih ya buat koreksinya. Maklum saya bukan di dunia perminyakan, ingetnya depannya C aja hahahaha...

    ReplyDelete
  5. ternyata lu sanur toh, di kantor gua banyak yang anak sanur juga, tapi gua bukan :)
    iya pasti seru apalagi jadi juara 1, boneknya aja udah monyong2 apalagi pesertanya yah hahaha...

    ReplyDelete
  6. @ Pucca: Hahhaahah... itu akibat main MB 6 tahun tiup2, jadi monyong dehhhh *alesan* hahahah...

    Yah gue sih cuma biar lucu aja pas di foto.

    ReplyDelete
  7. sanur sih emang jagoannya ya kalo dalam hal marching band... dari dulu emang terkenal sih ya...

    kebayang deh pasti seru banget ya nonton almamater gitu... :D

    ReplyDelete
  8. hai leony...gw dulu juga anak marching band, tapi gw pegang balera. Gw bisa bayangin perasaan bangga n mata agak basah2 krn nahan tangis bangga. Sanur = santa ursula bukan?maklum, anak daerah nih. Hihihi... dari taon lulus u emang ketauan umurnya, tapi ternyata jauh lebih muda di bawah gw hahahaha...hidup marching band!...

    ReplyDelete
  9. @ Arman: Mayan Man. Kalo dari dulu ada divisi sekolah sih, gue udah ngerasain jadi juara. Sayangnya sebelum tahun 2000, semuanya digabung, ngga ada divisi umum dan sekolah. Rasanya bangga banget emang kalau lihat almamater. Kemarin pas Badger (Team footballnya UW Madison) masuk Rosebowl aja, bangga banget, sayang kalah tipis 19-21.

    @ Katrin: Wahhh...ketemu sesama pemain nih! Asikkk...Balera itu apaan ya? Yang dari besi itu bukan? Yang kayak Xylophone ditenteng? Kalo Marching Band yang main di GPMB biasanya udah nggak pakai Balera lagi Katrin heheheh... Dulu main untuk unit band apa ? Bener, Sanur = Santa Ursula. Kan PSUMB = Putri Santa Ursula Marching Brass.

    ReplyDelete
  10. Emang marching Sanur udah terkenal bagus dari dulu ya! Dan hebat deh elo pernah sbg bagian darinya. Gua jadi ingat saat baru masuk SMA melamar utk Marching Band, katanya karena kurang tinggi aka pendek, dapat bagian drum. Pas gua coba, tyt berat bo, langsung kabur gak kuat mental ha..ha..

    ReplyDelete
  11. @Once_alifetime: Wah, masak sih gara-gara kurang tinggi masuk drum ? Aneh banget pembagiannya hehehehe... Kalo di Ursula sih lebih ke arah skill ya. Yang badannya gede, bisa aja masuk trumpet yang alatnya ringan. Yang kecil kurus pun bisa aja main tuba yang gedenya ampun2an. Tapi seneng ada temen yang ngerti, at least kalo elu udah pernah nyoba, dah tau kalo ikut MB itu susah dan ribetnya kayak apa hehehhehe...

    ReplyDelete
  12. pembuktian diri kalo mantan anggota dengan monyong yah.
    .. haha
    kalo dulu di daerah, ga banyak kegiatan, makanya gw lack of skill gini. haha. kalo skr mah pada kreatif yah.

    ReplyDelete
  13. Met taun baru Non...
    seru ikut marching band nya hehehehe...bibir makin seksi donk wkwkwkwk
    dulu aku pernah sekali ikut tapi jadi pom2 girls, tim dari telkom tuh, nyaris aja masuk final pas di Senayan taun 93-94 deh:D

    ReplyDelete
  14. @Yulia: Hehe...monyong biar ketauan bibir gue dulu seksi gara2 main alat tiup dong! heheheh.. Wah kalo sekarang, Marching Band yg world class dari Indonesia itu justru yang dari daerah loh! PKT Bontang tuh... bagus abis!

    @Tiwi: Wahhh... Color Guard maksudnya ? Masak pompom ??? hiehehehe..

    ReplyDelete
  15. Pertama-tama met tahun baru... :)
    saya bisa menebak, sekarang anda berumur 28 tahun... :p

    Jadi ingat sepupu saya, dia juga pemain marching band yang megang tongkat gitu, apa tuh namanya, lupa...
    Tapi saya juga pemain marching band, dulu pas sd... XD

    ReplyDelete
  16. @sikucingbi: Benarrrr !!! 100 buat anda! Yang pegang tongkat itu namanya Majoret :D

    ReplyDelete
  17. Hehehhee...iya yang kek xylophone ditenteng itu, tp ada juga yang dipake dibahu,jd maennya horisontal gitu. hahahaha....maklum wkt itu thn 91-92, di Jember lagi, jadi balera masih termasuk alat yahud hahahahaa...

    ReplyDelete
  18. Il semble que vous soyez un expert dans ce domaine, vos remarques sont tres interessantes, merci.

    - Daniel

    ReplyDelete
  19. halo!
    gue baru pertama buka blog ini, langsung bersinar-sinar liat laporan pandangan mata soal GPMB.. gue dulu juga ikutan waktu PSUMB perform Phantom sama Carmen. Jaman My Fair Lady gue masih 'merintis karir' jadi crew, haha..
    salam kenal yah! go fight win!

    -mantan anak trumpet-

    ReplyDelete
  20. @Pleasantinterlude: Wahhh..siapa nih ? Pasti adek kelas gue nih hihihih. Atau kakak kelas, tapi ikut PSUMB-nya pas SMU doang. Berarti kita beda tipis lah generasinya, palingan beda setahun dua tahun doang kan. Eh iya, kok blogger profile elu gak available ya, jadi susah mo kenalan balik.

    ReplyDelete
  21. iya beda 2 taun, gue lulus dari ijo-kotak-kotak taun 1998 (dzigghhh.. ketauan juga deh umur gue, haha)

    http://pleasantinterlude.blogspot.com

    ReplyDelete
  22. aaa jd terharu dan tersanjung baca postnya. jd pengen mengulang bulan desember :D

    ReplyDelete
  23. @ Natasha: Wah, kamu main ya di PSUMB. Great job kalo gitu! Keep it up!

    ReplyDelete
  24. haha,tapi sanur dari dulu gak pernah ketemu Tarki yah kalo di GPMB @___@ padahal seru tuh kalo ketemuan,2 sekolah homogen katolik yang selalu menang di GPMB tingkat sekolahan,hahaha.

    ReplyDelete
  25. @Ign Arwanto: Ketemu kok dulu. Pas saya main, pernah Tarki ketemu Sanur. Saat itu Tarki di atas kita, dan sebenarnya agak-agak kurang "fair", karena saat itu Color Guard Tarki seksi sekali dengan body suit berwarna kulit dan rumbai2 pohon, yang akhirnya seluruh rumbai2nya itu dibuka pada finale performance sehingga mereka terlihat (sorry) telanjang (dan saat itu sistem penjurian tidak seperti sekarang). Kalau didengar kualitas permainannya, tau sendiri lah PSUMB kualitasnya gimana hehehe.

    Ibu Lisa Ayodya sang ketua GPMB sampai kaget, dan beliau langsung menghampiri Sr. Francesco, dengan mengatakan kalau PSUMB harus tetap mempertahankan tradisinya dengan rok panjang. Saat itu saya masih tampil, jadi saya tau sekali bagaimana anak-anak PSUMB shock berat melihat lawannya yang sama2 sekolah homogen Katolik, tampil seperti itu, mengumbar keseksian.

    Alasan lainnya, sepertinya kalau kita bertemu di setiap pertandingan, anak-anak Tarki itu seringkali memancing dan mengolok kita (karena memang terkenal agresif ya hehehe), sehingga akhirnya kita sepakat untuk tampil bergantian saja. Semoga infonya benar.

    ReplyDelete
  26. Hai kak... Alumni ya kak? Saya baru junior nihh mohon saran biar betah XD

    ReplyDelete
  27. Hai kak... Alumni ya kak? Saya baru junior nihh mohon saran biar betah XD

    ReplyDelete
  28. Hai kak... Alumni ya kak? Saya baru junior nihh mohon saran biar betah XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biar betah? Gampang. Buktiin kl kamu orang yang kuat dan tahan banting. Hrs pny pride sama diri sendiri dan jangan mau kalah sama yg namanya cape fisik cm gara2 panas matahari atau cape mental gara2 dimarah2in senior. Dibawa asik aja. Kalau km nanti liat proses GPMB, bangganya ningkat 100 kl lipat.

      Delete