Wednesday, May 19, 2010

Protes Dikit

Biasanya, saya jarang complain sama yang namanya macet, karena...yah udah biasa lah ya. Di mana sih di Jakarta yang nggak macet ?? LET ME KNOW! yang di PUSAT Jakarta ya... Jangan yang di pinggir Jakarta atau suburban area. Kalo ada, saya mau consider beli rumah di sono. Hehe hehe (gaya banget lo, Non!)

Kemarin pagi, it's an exception. Saya kesalnya bukan main. Bukan gara-gara macetnya, tapi gara-gara Pak Presiden. Makanya, saya mau ngobrol imajinatif sama beliau. Menyampaikan isi hati saya, gara-gara kejadian menyebalkan kemarin, yang menyebabkan jarak dari rumah ke kantor yang kurang dari 15 km, memakan waktu 2 jam.

Maaf ya Pak Presiden. Saya mau protes sedikit. Gara-gara Bapak kemarin, saya sampai kantor jadi telat 1 jam. Ceritanya, saya kan mau masuk jalan tol Pak. Begitu sampai di dekat gerbang tol, saya diusir sama Pak Polisi, disuruh lewat arteri. Bayangkan Pak, jalan tol itu bukannya merupakan hak rakyat ya? Kami kan sudah siapkan uang untuk membayar, tetapi kami diusir, tidak boleh masuk. Padahal saya sudah bayar pajak loh Pak. Saya saja kadang kaget melihat potongan uang yang sudah masuk ke kas negara dari PPh saya, tetapi mau masuk tol aja susah. Dan itu semua, cuma gara-gara bapak mau lewat. Gara-gara bapak tinggal di Cikeas, jadi bapak mesti lewat jalan tol yang sama yang saya lewati tiap pagi. Tapi saya ini bukan siapa-siapa sih ya Pak ? Kalau Bapak kan hebring, Presiden gitu loh. Jadi saya kepaksa ngalah deh.

Gara-gara semua mobil yang mau masuk jalan tol dibuang ke jalan arteri, jalan arterinya kacau balau loh Pak. Mobil sulit sekali bergerak. Dari pintu tol Cawang sampai lampu merah tebet itu lebih dari 1 jam loh, Pak. Kenapa sih anda gak tinggal di Istana Negara aja ? Bukankah Presiden sudah sepantasnya tinggal di Istana kepresidenan ? Di Amerika aja, Obama tinggalnya di White House loh, bukan di rumah asalnya di Chicago. Kan namanya orang menunaikan tugas negara loh Pak. Jadi ada baiknya akses ke hal-hal yang menyangkut kenegaraan, ada di dalam lingkaran tempat tinggal Bapak. Kenapa Bapak milih tinggal di Cikeas sih ? Jelas-jelas Cikeas itu jauh Pak....

Tapi, mungkin Bapak gak pernah ngerasain kali ya kalau Cikeas jauh. Lantaran Bapak mana pernah sih kena macet ? Makanya saya rada gak percaya waktu itu Bapak naik motor katanya gara-gara Bapak kena macet. Sebelum bapak lewat aja, biasanya jalanan sudah pada distop, termasuk jalan tol, di mana saya sudah bayar Rp. 6,500 (padahal kondisinya memprihatinkan alias jarang lancar). Cikeas ke Istana, paling cuma butuh setengah jam-an kan ya? Hehehe.

Terkadang saya bingung, kenapa sih tidak ada perkembangan di negara kita ini. Mobil-mobil mewah banyak, termasuk mobil Bapak dan mobil para pejabat. Tetapi, jalanan sempit, tidak pernah diperbaiki. Kalau Bapak dan para pejabat sih enak, ada pengawalnya. Nah kami? Yang rakyat biasa gimana Pak? Memang sih, kami bukan orang penting, mungkin pekerjaan kami tidak ada artinya. Tapi kami juga berhak untuk fasilitas yang layak. Kemudian, mana pak transportasi umum yang memadai? Malu loh Pak, sama negara-negara tetangga. Masih banyak dari kami yang bejubelan naik bis umum yang kondisinya sudah tidak layak jalan. Eh, masih kena macet pula. Saya usul dong Pak, bisa gak ya ibu kota pemerintahan pindah saja ke kota lain ? Atau bahkan pulau lain deh Pak. Biar yang lain bisa turut merasakan kemajuan jaman, dan gak numplek di Jakarta.

Tolongin deh Pak, kami minta bukti-bukti nyata, yang kecil-kecil dulu aja. Yang bisa bikin hidup kami lebih baik secara lebih konkret, dimulai dari keadilan di jalan raya. Tolong ya Pak... Plis plis plis. Kan ada bapak Fauzi Bowo tuh, mungkin bisa kerja barengan Pak benahin Jakarta, kalau memang Jakarta mau jadi representasi Indonesia. Saya cuma rakyat yang sekali-sekali mau protes, cuma gak tau mo protes gimana. Jangan diambil hati ya Pak. Cuma asli, kmaren saya capek banget. Pulang ke rumah badan rasanya rontok, lantaran kecapekan di jalan.

Makasih, dan semoga Bapak sehat selalu, dan Indonesia jadi lebih baik lagi.

Monday, May 03, 2010

Makaaaaaaannnnn

Di bawah ini adalah foto dari sedikit Wisata Kuliner di Singapura. Saya yakin saya makan JAUHHHHHH lebih banyak daripada itu semua, tapi cuma sedikit banget yang sempat saya abadikan di dalam foto. Nggak ngerti apa yang salah dengan uploader photonya, tetapi urutan waktunya terbalik, dan saya terlalu malas untuk mengatur lagi hahahaha (what a lazy ass).



Bergs Gourmet Burger: Berg Size Original Burger with Cheese (Swiss), Fries, and Calamari Rings


Foods at Ikea: Blueberry Cheesecake, Grilled Salmon, Swedish Meatballs (Kottbullar), Vegetable Springrolls, Fruit Salad with Shrimp, Smoked Salmon (Gravlax)


Jones The Grocer: Duck Sausage, Beef Tenderloin wrapped in Prosciutto served with Cavatappi & Cheese, Seafood Risotto, Hot Chocolate and Cappuccino.


Garuda: Rendang Sapi, Ayam Goreng, Sambal Kerang, Sambal Udang, Sambal Kentang, Gulai Kikil, Telur Balado, Gado-gado. Sorry, tinggal sisanya aja hahahaha...

Jumbo Seafood Restaurant: Chili Crab, Fried Beancurd with Seafood, Gailan with Minced Garlic, Salted Fish Fried Rice. Kita masih makan di sini satu kali lagi, tetapi lupa ambil fotonya. Padahal, makan yang kedua kali, menunya lebih banyak lagi.

Hot Tomato: Baked Seafood in White Wine Sauce, Mushroom Soup and Lime Juice, Grilled Salmon with Mango Salsa.


Food Opera - Ion Orchard: Carrot Cake, Oyster Omelette, Fried Kway Teow

Pastamania: Fried Calamari, Linguine with Silverfish, Beef Lasagna


Big O: Steak Sandwich, Asian Salad With Duck and Chicken, Mozzarella Sticks


Kaffir and Lime: Vegetable Kway Teow, Fried Stuffed Tofu, Tofu with Special Black Sauce. Kebetulan hari itu Jumat Agung, jadi kita pesan yang non daging.

Kaffir and Lime:Soft Shell Crab Curry with Egg, Mango Salad, Seafood Curry

Carl's Jr: Original Thickburger with Fries.

Semoga bisa membuat anda semua sedikit bertambah LAPAR hehehehehehe....