Tuesday, August 10, 2010

Berlagak Bego

Paling kesel sama orang yang suka berlagak bego.

Contohnya kejadian kemarin ini. Saya sekeluarga pergi ke toko roti H di bilangan Kelapa Gading. Pas di kasir, total belanjaan kita Rp. 64,000. Kemudian Mama mengeluarkan uang Rp. 100,000, dan dikembalikan sama si mbaknya.

Pas masuk ke mobil, mama melihat jumlah kembaliannya, kok cuma Rp. 34,000, terus dia bilang, perasaan tadi belanjaannya Rp. 64,000 deh, berarti kan kembaliannya mestinya Rp. 36,000. Untung parkiran toko rotinya itu pas di depan tokonya, bukan jauh kayak di mall. Jadinya mama turun lagi.

Saat mama turun itu, kelihatan si Mbak Kasir ngelihatin terus gerak geriknya mama, sampai akhirnya tiba di depan kasir. Kelihatan sekali sepertinya dia sudah tau apa yang terjadi. Mama saya bilang, "Mbak, ini kembalinya kurang nih, mestinya Rp. 36,000, bukan Rp. 34,000."

Seandainya si Mbak ini benar-benar alpa, tentulah dia kaget, dan memeriksa kembali bon belanjaannya untuk memastikan kalau jumlah belanjaan dan kembaliannya benar. Tapi yang terjadi adalah, si Mbak ini cengengesan aja, berlagak bego, kasih kembalian Rp. 2,000, dan ngomong "Saya KIRA tadi ketekuk Bu."

NAH LOH ! Kok bisa ya saya KIRA. Berarti dia sudah tau dong sebelumnya kalau dia memang SENGAJA untuk tidak memberikan kembaliannya. Lagian aneh juga, kalau kembalian Rp. 36,000, mestinya kan dia kasih Rp. 6,000-nya itu berupa 1 lembar Rp. 5,000 dan sisanya bisa berupa logam atau lembaran Rp. 1,000. Kenapa dia kasih Rp. 2,000-an ? Pakai alasan "saya KIRA ketekuk" pula! (ya kecuali dia benar-benar tidak ada ruang Rp. 5,000-an).

Saya yakin, bukan saya saja yang pernah mengalami hal seperti ini. Cara kasirnya melakukan penipuan lumayan pintar, sama sekali tidak mempengaruhi penghitungan inventori, dan sama sekali tidak mempengaruhi uang yang benar-benar masuk ke dalam kas. Memang jumlahnya gak seberapa sih, tetapi bayangkan kalau setiap hari ada kejadian seperti ini, memanfaatkan ketidaksadaran orang, brapa banyak uang yang terkumpul di kantong si kasir?

Pelajaran yang bisa diambil, si saat kita belanja dengan uang tunai berapapun kembalian kita belanja, sebaiknya kita cek. Dan seandainya tidak tepat, tidak ada salahnya menegur kasirnya, karena kalau tidak akan jadi kebiasaan.

22 comments:

  1. Gue sih emang gak rela deh di'kadal'in. Mau kata cuma 1000-2000, pasti gue samperin.
    Betul, bkn soal nilainya, tp bener2 nyebelin org2 yg suka cari kesempatan kayak gini.

    ReplyDelete
  2. @ Lovefaithhope2811: Iya Li, gue juga keselnya sama cara memanfaatkannya itu. Si Mbaknya jelas loh udah tau. Btw, udah lama gak denger kata di"kadal"in hihihi.

    ReplyDelete
  3. sama petugas karcis parkir juga ati2. gua pernah tuh dulu banget sih di TA. pas bayar parkir dibilang berapa gitu gua lupa persisnya pokoknya kelebihan seribu (dulu sejam masih seribu). padahal gua udah ngitung dulu kan.

    jadi pas udah bayar, gua minta receipt nya. trus pas dia ngasih receipt nya langsung sambil balikin seribu nya lagi.

    emang mereka2 itu suka nyatut kok. dengan harapan orang2 kadang kan gak perhatiin yang bangsa seribu 2 ribu. lumayan lho kalo 10 orang aja sehari, mereka udah ngantongin 20rb.

    ReplyDelete
  4. hi Bu, boleh kenalankah?? ^_^

    ih,gw sih kasihan ama yg punya toko pelihara pegawai ga jujur kaya gitu, lama-lama kan dia bisa embat barang toko juga tuh.

    ReplyDelete
  5. @ Arman: Man, emang typical orang Indonesia kali ya, apa yang bisa ditipu, tipulah, apa yang bisa dikerjain, kerjainlah. Mentalnya bangsa ini emang udah payah. Tapi gimana ya? Habisnya hidup juga susah sih, yang di jajaran atasnya aja kasih contoh yang gak bener. Korupsi udah jadi culture.

    @ Yulia: Bolehhh...met kenal juga. Hehehe, bakalan lucu kali ya kalo dia nyolong OVEN ! hahahaha

    ReplyDelete
  6. gua juga pernah di tol kembaliannya kurang, tapi kalo parkiran gua gak pernah ngecek..
    biasanya kalo abis belanja gua suka cek kembalian, tapi david gak pernah deh keknya, dia langsung masukin dompet aja..
    emang orang2 banyak aja yang suka begitu, padahal gua yakin gak bakal diberkati hidupnya kalau suka gak jujur..

    ReplyDelete
  7. @ Pucca: Gue juga biasanya gak gimana cek kembalian. Tapi gue jadi sadar sekarang, gara-gara orang jarang cek kembalian, jadi makin enak aja orang-orang buat korupsi kecil-kecilan. Bener, soal kejujuran itu, orang gak jujur sama orang lain masih bisa ditutup2in, tapi kalo boongin diri sendiri, hiyah dobel deh ngaconya!

    ReplyDelete
  8. Leony, tapi ya kalo di sini kan dibacain satu satu ya. Kayak, kembalian 7.60 dollar, bakal dibilang 5, 6, 7, and 10, 20, 30, 40, 50, 60 cents.
    Wuakakakka kadang gua ga sabar... apalagi kalo udah keliatan duitnya bener, pengen langsung g embat aja and cabut.

    ReplyDelete
  9. Wah harus ngecek nih..kebiasaanku gak pernah ngecek lg, maen samber aja.

    Harusnya seluruh kasir di Indo diajari menyebutkan didepan customer: 50 rb, 50...4 rb...

    ReplyDelete
  10. @ Lady in Red: Nah Rhe, gue juga ngerasa, di US, orangnya malah lebih menghargai uang-uang kecil. Mereka malah waspada, jangan sampai gara-gara kesalahan uang kecil, berakibat customer dissatisfaction.

    @ Mercuryfalling: Hehehe, I wish semua kasir di Indonesia kayak gitu. Ada sih Dian yg kayak gitu, cuma jaraaaaannnggg....

    ReplyDelete
  11. jadi inget waktu itu siapa yah yang cerita, dia bayar nasgor pakai duit 100rb, cuma di bilang ama abang na ngasih 10rb jadi di dikembaliin 2rb doank! kasian :)

    ReplyDelete
  12. @ Pitshu: Yahhh...kasian banget itu orang. Memang nih, di Indonesia kayaknya org-nya udah terbiasa berlagak bego, berlagak pilun, tapi kalo soal duit paling cepet... bingung!

    ReplyDelete
  13. Wahhh sering banget yang kayak gini non. Apalagi di jalan tol. Uuu notorious banget for that kind of stuff.

    Gw salut sama kejujuran dan kode etiknya orang Jepang. Sumpah, dimanapun, kapanpun, setiap kali ngasih kembalian, pasti ditaroh di baki kecil khusus uang dan disebut dulu jumlah kembaliannya. Ini berlaku di semua toko, semua tempat, tanpa kecuali. Udah gw buktiin sendiri.

    Kalo disana, flow transaksi tuh:

    1) Item2 diterima oleh kasir, sambil mengatakan
    "Irasshaimase, Arigatou gozaimasu"
    (Selamat datang! Terima kasih!)

    1) Item2 di-scan / di input ke register

    2) Selesai input, dengan telapak tangan terbuka kasir menunjuk ke arah display total di register sambil mengucapkan:
    "Arigatou gozaimashita - gokei sanzen gohyaku-en ni narimasu"
    (Terima kasih. Jumlah semuanya 3,500 yen)

    3) Customer meletakkan uang di baki khusus yang sudah disediakan (supaya jelas jumlahnya apabila direkam security video, dan juga karena unsur budaya Jepang dimana memberi / menerima uang secara 'telanjang' alias begitu saja dari tangan ke tangan tanpa bungkusan apapun / amplop / tempat / apalah itu dianggap tabu dan nggak sopan)

    4) Kasir menunggu BEBERAPA DETIK setelah kita selesai meletakkan uang kita. Setelah itu, kasir baru mengambil uang kita dari baki tsb dan menghitungnya.

    5) Misalnya kalau kita bayar pakai uang pas 3,500 yen, kasir akan mengatakan
    "Arigatou gozaimasu. Choudou de gozaimasu"
    (Terima kasih. Uangnya pas)--> dengan gaya penuturan yang teramat sopan, tentunya.

    6) Misalnya kalau kita kasih selembar uang 10,000 yen, kasir akan mengatakan
    "Arigatou gozaimasu. Ichiman-en wo azukari ni narimashita"
    (Terima kasih. Saya terima 10,000 yen) --> dengan gaya penuturan yang teramat sopan, tentunya.

    7) Lantas, si kasir akan memberi kembalian dan ditaruh di baki uang yang sama, dengan uang yang tidak dilipat, namun ditata RAPI sehingga semua lembaran2 uangnya dan koin2nya terlihat jelas (lagi2, mungkin untuk kejelasan bila direkam kamera juga). Sembari menaruh uang kembalian di baki, kasir akan meletakkan uang kembalian SELEMBAR demi SELEMBAR sambil mengucapkan jumlah uang tersebut. Dalam hal ini:
    "Arigatou gozaimasu. Ichiman-en wo azukarimashita node, kochira de ichi, ni, san, go, roku-sen en to, gohyaku en gokei roku-sen gohyaku en wo okaeshi itashimasu. Douzo go-kakunin kudasaimase"
    (Terima kasih. Karena saya menerima 10,000 yen, kembalinya adalah satu, dua, tiga, empat, lima, enam ribu dan lima ratus yen dengan jumlah semuanya enam ribu lima ratus yen. SILAKAN DIPERIKSA KEMBALI)

    7) Setelah kita ambil uang kembalian (mau diperiksa / nggak urusan kita sih, pokoknya udah diingetin kan sama kasirnya), si kasir langsung mencetak resit dan menaruhnya di baki uang dengan kedua tangannya sambil mengucapkan:
    "Kochira wa reshiito de gozaimasu. Goraiten itadaki arigatou gozaimasu. Mata no okoshi wo omachi shite orimasu"
    (Ini resit anda. Terima kasih atas kunjungannya, dan kunjungan anda kembali sangat kami nantikan).

    Itu mau rame kek, sepi kek, mau di hotel berbintang kek, di McD kek, di 7-11 kek, dimana kek...begituuuu persis prosedurnya. Semuanya dengan senyum tulus, ramah, (nggak senyum palsu kayak orang Hong Kong) dan perhatikan berapa kali dia bilang terima kasih? Pas minta terima kasih. Pas ngasih JUGA terima kasih. Pas mau dateng terima kasih. Pas mau pulang JUGA terima kasih...

    Kalo di Indonesia:
    - Boro2 diingetin suruh itung lagi uang kembaliannya
    - Boro2 5 kali terima kasih. Sekali aja jarang
    - Boro2 dia ngasih uang dan resit nya pisah. Biasanya uang kertas, koin, resit semua ditumplek blek jadi satu dan langsung aja disodorin ke kita. Kalo orang Jepang bisa2 marah, soalnya mereka taro duit dan resit itu tempatnya beda2: Kalo duit di dompet, resit di "reshiito-bukuro" (dompet resit) atau di tas / compartment lainnya di dalam dompet. Pokoknya MISAH dari duit.
    - Boro2 disuruh dateng kembali. Pas dateng aja kadang kita dicuekin.


    We have a LOT to learn from them!

    ReplyDelete
  14. @ Erique Fat Owl: Rik, thanks for your thoughtful writing. I will do that training to my cashiers if I own a retail business later in the future.

    Btw, ada satu tempat yang menurut gue bagus banget training tukang parkirnya. And tempatnya adalah: RS St. Carolus! Itu gue gak ngerti kasir di parkiran dikasih makan apa. Mereka selalu senyum, greet everyone sesuai waktu: Selamat pagi, siang, sore, malam. Kemudian mereka juga selalu bilang, "Uangnya 10 ribu ya, Bu". Dan memberikan kembalian, kemudian bilang terima kasih. Padahal sama-sama secure parking loh!

    Gue rasa sih mereka ditraining lebih sama St. Carolus untuk hospitalitynya. Should we send alllllll cashiers for a training at St. Carolus ? Hahahahah...

    ReplyDelete
  15. Oh! Oh! Iya non! tukang2 parkir Carolus emang baik2 semua! Gw juga sering kok ngalamin. Bonyok juga.

    Salah satu company yang gw admire di Indonesia tuh BLUE BIRD GROUP. Selama gw naik blue bird, gw selalu 100% puas. Supirnya ga banyak omong, disiplin, trus sebatas pengalaman gw sih nyetirnya enak, dan thoughtful. Dan yang penting, kualitas mereka tuh konsisten banget dari jaman dulu sampai sekarang.

    ...to think that even taxi2 di Singapore, Sydney, HK, New York City, apalagi yang paling parah, di KUALA LUMPUR, itu semuanya kalah jauuuuh dibanding service-nya Blue Bird. Salut buat siapapun yang me-manage company itu!

    ReplyDelete
  16. @ Erique Fat Owl: Iya betul!! Gue juga cinta sama Blue Bird. So far transportation mode yang gue cintai, kalo Taksi Blue Bird, kalau pesawat SQ (jauh amat yaaaa....). Tp maksud gue, secara service excellency udah oke lah, walaupun gue admit, karena gue langganan Blue Bird sudah tahunan, ada juga sopirnya yang geblek, tapi yaaahhh... bisa diitung jari lah. Eh iya, terobosan baru Blue Bird sejak 2 October lalu, seragamnya: BATIK ! Love it!

    ReplyDelete
  17. Waahh Blue Bird pake batik? Hebat!

    Gw salut deh sama orang Indonesia kalo soal batik. I mean, sejak ricuh2 soal 'pencurian' budaya dengan salah satu negara tetangga, dan Batik Indonesia masuk UNESCO heritage list, Batik jadi kembali booming di Indonesia. Kemana2 pake batik, kantor2 pada diperketat 'batik day' nya, apalagi kalo artis2 lagi manggung di luar negri pasti pake unsur batik di kostum2nya.

    Ini menunjukkan bahwa orang2 Indonesia itu kompak dan niat banget dalam incorporating Batik to everyday life - ini bagus sebab hanya dengan cara inilah kebudayaan kita 'secure'. Jadi mendarah daging kayak Kimono di Jepang - semaju apapun itu negara tapi Kimono nggak pernah luntur dari masyarakatnya.

    Bicara soal SQ, jadi kepengen ngomongin airlines.

    Sejak Garuda naik 'pangkat' dari airline bintang 3 versi Skytrax jadi bintang 4, dan awarded 'most improved airline', kayaknya kita udah boleh lumayan berbangga hati lah sebab Garuda udah bangun dari keterpurukan and sekarang udah on the right track.

    Gw tergolong sering nongkrong di forum2 airline, dan kesan yang gw dapet dari orang2 internasional itu bahwa Garuda, walaupun sudah improved, masih 'patchy' dalam berbagai hal.

    Garuda itu kelebihannya:
    - Pesawat2 barunya kinclong banget, in-flight entertainment equipments nya boleh dibilang one of the best pada saat ini.
    - Tiket relatif murah
    - Business class nya improved banget
    - Service nya relatif sincere

    Kekurangan2nya:
    - Pesawat2 barunya kurang banyak
    - In-flight entertainment CONTENT nya masih kalah jauh dibanding Krisworld, etc
    - Rute kurang komprehensif (nggak terbang ke benua Amerika & Afrika)
    - Produk2nya kurang komprehensif (nggak ada first class, lounge-nya cuma di CGK & DPS doang, nggak tergabung dalam airline alliance apa2, in-flight meals walaupun udah improved tapi masih dibawah standar SQ / MH, amenity kit nya cuma di business class, itupun juga basic banget isinya nggak ada branded toiletries, dll)
    - Service walaupun sincere, seringkali kurang professional

    But still, Garuda kalo dibanding sama airline2 di China / USA (yang pernah gw tumpangi) kayak Air China (wow, amazingly crappy), United (rude old FAs) & American Airlines (rude FAs, sucky food, baggage screw-up more than once!). Best US airline I've ever flown is definitely Delta (from Narita -> Seoul Incheon) & NWA (from LAX -> Honolulu). But I still prefer Garuda compared to these two.

    So, menurut gw, di Southeast Asia, airline ranking versi gw adalah sbb:

    1) SQ
    2) TG
    3) MH
    4) GA
    5) PR

    The rest of the airlines in SE Asia, gw belom pernah naik.

    My favorite airline in the whole world would be SQ. (even an insane person would choose the same).

    Worst airline I've ever flown is Philippine Airlines. Most uncomfortable airline with worst food is Japan Airlines. Rudest FAs belong to Lufthansa and Qantas.

    Hottest FAs = Singapore Airlines
    Most heavily made-up FAs = Singapore Airlines
    Sexiest FA uniforms = Singapore Airlines
    Best food = Singapore Airlines
    Best drink = Singapore Airlines' Singapore Sling! (my mouth is watering already)

    ReplyDelete
  18. @ Erique Fat Owl: Wow, what a comprehensive explanation of airlines and their services :D. Kalo di South East Asia, gue belum pernah naik Philippines Airlines sih Rik. Sisanya yang elu sebut pernah, dan menurut gue, GA emang bener2 improved. Lumayan baik business class maupun economy classnya enak, even though gue feel annoyed banget pas di business class krn ditanya2in hal2 gak penting. Kalau buat long haul sih mending ya, tapi kalo buat short haul, udah serasa berada di Pizza Hut deh gue haha (remember that I told you about Mbak Kasih?). And it's been a while since I took TG and MH, kayaknya before the new millennium, so gue udah gak inget2 banget. Tapi gue inget, MH itu the first one to follow SQ for in flight entertainment. But for sure, SQ for the win.

    Gue belum pernah naik US flights for long haul sih. Gue rasa gue bisa agak stress, karena asli, FA-nya gak attentive banget. Ngomong aja kadang suka gak jelas apaan. So far my longest haul naik US flights itu cuma dari SF or LA ke Chicago dan sebaliknya, and itu berasa cukup long buat gue karena there's almost NOTHING there. You should try Southwest Airlines Rik, where the FA and pilot wear shorts, and they made jokes inside the cabin, such as telling you wrong destinations and wrong weather forecasts. I tried it once. It was fun!

    ReplyDelete
  19. gatel pengen komen karena baru mengalami peristiwa yg sama.

    di kasir centro bagian undies.
    kembalian gue kurang 5rb. dan mbaknya cm bilang "kayaknya tadi bener deh itung kembaliannya".

    ReplyDelete
  20. @Limmy: Nah, itu dia Lim, gue tuh suka keki. Udah jelas2 mau nilep, eh masih kayak pilon2 gitu kalo ditanya. Duh, kalo ada malaikat, tuh org udah diketok kali kepalanya, biar inget dan sadar hihihi...

    ReplyDelete
  21. ah...aq kena... 10 ribu saja, gara2 terlalu percaya, ga liat slip asal masukin dompet krn buru2. ketahuan setelah nympe rumah...

    upss permisi blogwalking ini :)

    ReplyDelete
  22. @Hime: Hehehehe... ya emang harus teliti banget deh di Indonesia. Mereka kadang suka sengaja. Thanks for visiting.

    ReplyDelete