Wednesday, July 21, 2010

Hidup Seperti Emas

Kurang dari setahun lalu, saya mengalami kejadian yang bisa dikatakan buruk. Kalau saya ceritakan ke teman-teman terdekat saya, semuanya bilang, sinetron aja kalah! Tokoh jahatnya itu jahatnya luar biasa, dan saya ini adalah korbannya. Si tokoh jahatnya itu menekan saya terus menerus, sampai perbuatannya itu sungguh di luas batas kewajaran. Kalau dibilang drakula, ya mungkin ini drakulanya benar-benar mau menghisap darah sampai titik penghabisan kali ya hehehe.

Di saat seperti itu, ada seseorang yang selalu memberikan saya petuah berharga dan menguatkan saya, yaitu tante saya. Beliau mengatakan, "Non, makin dekat diri kita dengan Tuhan, pasti makin banyak cobaannya. Kamu itu seperti emas yang sedang dimurnikan. Sebelum menjadi emas murni yang berharga, kamu itu harus dilebur. Yang namanya dilebur, pasti mengalami panas, sakit, dan berbagai hal yang tidak mengenakan lainnya. Tetapi setelah itu, kamu benar-benar murni, benar-benar berharga, terutama di mata Tuhan."

Kata-kata dari tante saya itu benar-benar luar biasa menguatkan. Saya menjadi tenang. Dan walaupun disakiti seperti apapun, tidak ada sama sekali niatan untuk mengeluh, apalagi membalas perbuatan jahat yang dilakukan oleh orang lain. Di dalam pikiran saya, saya cuma berpikir, ini adalah rencana Tuhan, untuk membuat saya menjadi semakin dekat lagi pada-Nya dan semakin berserah.

Semalam, saya menengok Tante saya, yang tergeletak karena kanker yang menggerogotinya beberapa Tahun belakangan ini. She's a very dear and special person to my heart. Melihatnya dalam keadaan seperti itu, jujur saja sangat sedih. Tapi saya berusaha tidak menunjukkan kesedihan saya itu. Terus terang mereka punya dana yang lebih dari cukup untuk pengobatan Tante saya, tetapi segala daya dan upaya yang ditempuh, walaupun memperpanjang umur Tante saya, tetapi menambah berat juga rasa sakit yang dideritanya.

Untuk pertama kalinya, saya mendengar tante saya mengeluh. Hampir seumur hidup dia tidak pernah mengeluh soal sakitnya ini, sampai semalam dia bilang, "Kayaknya aku get worse." Sedihnya minta ampun, tapi saya tetap usaha tersenyum. Dia juga bilang, kalau painkiller yang kelas berat yang diminumnya sepertinya sudah tidak mempan. Kalau mau yang lebih keras lagi, memang bekerja, tetapi dia hanya tidur terus, dan takut ketergantungan. Saya coba alihkan perhatiannya dengan membicarakan hal-hal lain di luar sakitnya, seperti cerita soal pekerjaan, teman-teman di sekitar saya, dan lain-lain.

Oom saya sepertinya juga mengalami frustrasi. Suatu hari dia menulis di status Facebooknya, kenapa istrinya yang begitu baik dan tulus kepada semua orang, harus menderita sakit seperti ini, dan sepertinya cobaan tidak pernah berhenti. Tiba-tiba saya teringat kembali nasihat Tante saya itu, dan saya katakan kembali kepada Oom. I believe, that she'll be a pure gold. She's in the process of becoming one.

Get well soon, Kim. We love you.

8 comments:

  1. Semoga yg terbaik yg dr Tuhan yg akan terjadi buat tante kamu dan keluarga, Le.

    Sharing ya, sy punya tmn lingkungan. Pasangan muda, yg cowok 36 dan cewek 34.punya anak 2, 8 th dan 6 th.

    Mrk sekeluarga setia melayani Tuhan. Si suami aktif sbg ketua lngk dan prodiakon.

    2 thn lalu istrinya didiagnosa kanker payudara stadium 4. Sy yg denger sedih 1/2 mati n protes sm Tuhan. "Tuhan knp ini Kau lakukan kpd anakMu yg bgt baik n setia? Sy dpt jwban dr si suami sendiri. Pd malam misa utk sakramen perminyakan menjelang keberangkatan istri utk berobat ke china, dia bilang bhw mrk tdk pernah menyalahkan Tuhan, krn mrk tahu Tuhan sdg mengujinya utk naik kelas. Tuhan tdk pernah menjanjikan hny akan selalu ada matahari, tp pd saat mendung dan hujan Tuhan akan berikan pelangi.

    Saat ini si istri kondisinya membaik walau blm bs dibilang sembuh total. Dokter indo yg tdnya angkat tangan blg dia beruntung. Krn utk kasus spt itu kemungkinan hidup kecil sekali. Tp kita percaya itu bkn skdr beruntung tp pekerjaan tangan Tuhan. Shg mrk blh jd saksi dan berkat bg keluarga dan lingkungannya

    Sorry kepanjangan, le. semoga bisa menguatkan. Semoga tante km n keluarga blh menjadi perpanjangan tgn Tuhan utk menjd saksiNya.

    (Ini lili, Le ~ gak tau knp kalo komen pki ID WP kgk bisa)

    ReplyDelete
  2. Halo Li,

    thank you ya buat sharingnya. Memang Tuhan itu gak bisa ditebak rencananya. Tante gue ini udah beberapa kali dinyatakan sembuh, tapi balik lagi balik lagi. Perjuangannya udah ampir 10 tahun ngelawan cancer yang sama. Tapi sekarang udah nyebar. Padahal Tante gue ini baiknya minta ampun, aktif banget di gereja. Gpp kepanjangan, I like it when people share. We can encourage each other kan :)

    ReplyDelete
  3. sama kayak komen di atas... semoga yang terbaik diberikan Tuhan buat tante lu dan keluarga ya ny...

    sedih juga gua ngebacanya... :(

    ReplyDelete
  4. Jadi ingat temanku disini, ibunya menderita kanker payudara stadium lanjut di China. Obatnya tiap beberapa bulan ditukar karena obat yg lama sudah gak bekerja lagi.

    Semoga diberikan yg terbaik.

    ReplyDelete
  5. @ Arman: Thank you. Iya, gue sih sedih banget, soalnya gue tau Tante gue ini orgnya seperti apa, semangat hidupnya tinggi banget, tapi gak berdaya sekarang.

    @ Mercuryfalling: Amin, Di. Ini juga udah pakai segala macam obat, dah berobat di Spore juga.

    ReplyDelete
  6. semoga tante dan keluarga diberi kekuatan yah ny, orang kantor juga ada yang kanker, sudah kemo trus sembuh trus skarag ada lagi jadi harus kemo lagi..
    pasti capek dan pasti down, semoga dalam doa bisa dapet kekuatan dari Tuhan.
    kita manusia cuma bisa berusaha dan berdoa semoga yang terbaik terjadi ya..

    ReplyDelete
  7. cuma blog walking ... ditunggu kunjungan baliknya ....

    ReplyDelete
  8. waaaahhh puji tuhan gw bisa ketemu blog ini, menguatkan banged, seperti emas yg dimurnikan, boleh dipinjam ya kata2nya...
    gw jadi lebih kuat sekarang, semoga setelah masalah ini selesai, gw lebih berharga dan mahal,hehehe
    thx GBU

    ReplyDelete