Saturday, August 29, 2009

By Request: Photo Ulang Tahun

Sesuai request dari teman-teman di entry sebelumnya, ini saya posting photo-photonya (nyomot dari FB aja ya hihihihihihi).





Tuesday, August 25, 2009

Postingan Ultah (Yang Agak Basi Dikit Heheheh)

Walaupun udah basi... marilah kita bahas hal yang seru-seru... yaitu: Ulang tahun saya hihihih...(Malu, tapi seneng). Birthday saya kali ini, kebetulan jatuhnya hari Minggu, dan pas long weekend pula. Keistimewaan ulang tahun saya kalau dirayainnya di Indonesia adalah, besoknya pasti libur hehhehee. 17 Agustusan gitu loh besoknya. Tapi berhubung kita sekeluarga lagi bermalas-malas ria alias gak punya rencana, jadi semuanya benar-benar total tidak terencana, termasuk bagaimana saya akan merayakan ulang tahun kali ini.

Siang itu, Minggu, tanggal 16 Agustus, kita nggak tau mau ngapain, akhirnya setelah berleyeh-leyeh sekian lama, ditambah lagi pada blum mandi, tiba-tiba saja saya berpikir... makan yang ringan-ringan aja deh, yuk mari ke Samudra BRI II, icip-icip menu dimsum aja bertigaan. Akhirnya, pukul 1 siang lewat-lewat dikit baru deh kita berangkat. Begitu sampai di Samudra, kaget juga sih... katanya long weekend, katanya orang-orang Jakarta pada keluar kota, tapi kok ini sudah mau pukul 2 siang, ruamenyaaaaa minta ampun! Untung langsung dapat meja, dan perut kita yang sudah keroncongan ini langsung pilih-pilih menu.

Rencana sih boleh rencana, tadinya gak mau terlalu kenyang, tapi ujung-ujungnya, pesenannya ada: Siomay, Hakaw, Char Siew Bao, Roti Kelapa Jagung Manis, Cheong Fun Cakwe, Tim Kaki Ayam, Tim Paikut, dan Bakso Cumi Goreng. Dan disaat perut sudah mulai kenyang, tiba-tiba keingetan, belum pesan mie ! Padahal, mie itu kan “wajib” hukumnya, katanya biar panjang umur. Biarpun cuma Indomie atau mie instant lain, pokoknya harus ada yang panjang-panjang. Jadilah, nambah lagi pesenan Szechuan Noodle! Oh no banget deh... Dan setelah menghabiskan mienya, kami masih pesan dessert Mango Sagoo dan Avocado Pudding. Hehehe...pardon my family’s appetite.

Setelah makan siang “kecil” itu, kita balik ke rumah sebentar, kemudian lanjut untuk misa jam 4 sore. Setelah misa itu, perut masih kenyang, dan rasa malas kembali menyerang. Hu hu, padahal kan tadinya rencana makan siang kecil, lalu dilanjutkan dengan makan besar di malam hari. Jadilah kita pulang dulu, kemudian memikirkan, mau ngapain untuk celebrate malam ini. Sampai jam 7 malam, perut kami masih kenyang, tapi kemudian saya berpikir, masak sih birthday celebrationnya stop sampai di sini? Pasti kan nanti jam 8-an juga sudah laper lagi. Jadilah pukul 7 lewat, akhirnya saya membuat reservasi di Rosso, Shangri-La Hotel. Reservasi dibuat untuk pukul 08.30 malam, kemudian saya juga pesan ke orang sananya, “Pak, nanti saya kabarin lagi ya jadi dateng atau ngga...” Soalnya terus terang, mama saya itu sampai pukul 7.30 malam bilang masih merasa kenyang, mana sambil nonton acara TV “Take Him Out” pula. (Ngomong dikit soal “Take Me Out” dan “Take Him Out”, buat yang belum tau, ini adalah acara baru ajang para single people to find their soulmate, tapi dibikin dalam format kontes ... cari aja sendiri di Google yah, emang ini acara kadang bikin penasaran aja).

Finally ! Pukul 8 malam, berangkat juga kita untuk dinner. Begitu sampai di sana, sudah hampir pukul 9 malam (gara-gara Semanggi ditutup lantaran ada pengaspalan jalan). Nah, jadinya malah pas banget, perutnya sudah mulai lapar. Hore! Sebelum makan, lumayan ada assorted Italian Bread yang bisa buat ganjal-ganjal. Menu yang kita pesan hari ini: Antipastinya Herb Crusted Yellow Tail Tuna Carpaccio with Pine Nuts and Orange Zest, kemudian main coursesnya: Braised Veal Cheek with Aged Balsamic on Grilled Polenta untuk adik saya, Rock Lobster Rolled in Pasta with Broccolini and Tomato Sauce untuk Mama saya, dan I guess the winner was my order, Trilogy of Veal Tenderloin with Asparagus, Porcini and Black Olive Crust. Setelah makan malam, a birthday is not complete without a cake. Tetapi, kali ini kita order 1 jenis dessert saja, karena berdasarkan pengalaman birthday terakhir di keluarga kami (birthdaynya adik saya), kue ultahnya masih bersisa di freezer (setelah 2 bulan berlalu)! So, my birthday “cake” was Do Mori Chocolate with Expresso tart, topped with Orange Sorbet. Trus dikasih lilin deh satu biji heheehe... Make a wish! Poof! Moga2 semuanya lebih indah ya!

And when I thought the celebration was over, hari Rabu, my bestfriend Ms. T, called me. Dia ngajakin dinner bareng sama temen-temennya di Tony Roma’s. Saya pikir, boleh lah, ngumpul-ngumpul bareng temen-temen, karena sudah lama juga gak hang-out. Jadilah hari rabu itu, datang, dinner, ngobrol-ngobrol ketawa ketiwi. Terus setelah dinner, tiba-tiba ada Mr. C, melontarkan pertanyaan, apa yang ada di dalam pikiran saya sehari-hari. Di saat saja lagi asik cerita, tiba-tiba dia komen, “Apakah kamu pernah berpikir, soal yang manis-manis, tapi ada panasnya, terus kamu berpikir apakah kamu mau berbagi dengan teman-teman kamu?” Terus tiba-tiba.... HAPPY BIRTHDAY TO YOUUUUU !!! HAPPY BIRTHDAY TO YOUUUU !!!! A round Blackforest Birthday cake was ready, complete with the candle! Hu hu... jadi terharuuuuu... Kemudian, teman yang lain lagi, Ms. A, melontarkan ide, kalau setiap orang di sana harus menyuapi saya dengan a bite of the cake, dan memberikan wish untuk saya. What a great idea. I got wonderful wishes and some funny ones. Thanks also to my best buddy Ms. T for the delicious birthday cake and for arranging the surprise for me. BIG hug to you!

Hari Jumat pagi, dua co-worker saya Mr. A dan Ms. R ngajak lunch. They are my best friends at the office. Memang biasa kita kalau hari Jumat lunch bareng. Terus setelah mikir-mikir mau makan di mana, akhirnya kita ke Pacific Place. Tapi sampai PP pun masih gak tau mau makan di mana. Akhirnya kita makan di Ootoya deh. Btw, makan siang hari itu, saya jadi merasa selebritis. Soalnya di depan saya ada Angelique Widjaja si petenis itu, dan di kanan saya ada Agnes Monica hihhihihi. Habis pulang kantor, biasanya kan giliran bayar-bayaran tuh buat makan siangnya, eh teman-teman saya bilang, itu traktiran sebagai birthday gift. Asikkkk !! Thanks friends!

Nah, jadi selama minggu itu, saya merasa spesial deh pokoknya. Saya bisa merayakan penambahan usia ini, dikelilingi oleh keluarga terdekat, dan tentunya oleh teman-teman yang begitu perhatian. Saya mungkin tidak pandai merangkai kata-kata, tetapi yang pasti saya ingin sampaikan terima kasih dan syukur pada Tuhan, atas segala anugrahnya yang indah, atas segala misterinya yang luar biasa, yang tentunya sudah pasti disiapkanNya supaya saya selamat dan sejahtera. Terima kasih pada teman-teman atas ucapan dan doanya yang banyaaakkkkk, mulai dari via direct call, sms, facebook, email dan lain-lain. Semoga Tuhan berkati kita semua.

Saturday, August 15, 2009

Jangan Menyerah

Posting ini saya dedikasikan untuk Tante saya tercinta, yang sedang berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Jika dibandingkan dengan penderitaan yang saya rasakan, rasanya kok saya tidak ada apa-apanya dibanding dengan beliau. Selama beberapa tahun terakhir ini, beliau telah mengalami penderitaan berulang. Apa yang saya maksud dengan penderitaan berulang ? Sejak Tante saya ditetapkan menderita penyakit kanker, dia sudah dinyatakan sembuh, kemudian penyakitnya kembali lagi, dinyatakan sembuh lagi, dan akhirnya di kanker itu kembali lagi untuk yang ketiga kalinya.

Di setiap langkah perjuangannya, Tante saya menjalani kemoterapi, yang membuat dia kehilangan berat badannya secara drastis, membuat wajahnya pucat, rambutnya rontok, dan kondisi tubuhnya luar biasa drop. Sekian kali ronde-ronde terapi itu dijalaninya, tetapi saya tidak pernah melihat yang namanya kegelisahan, kesedihan, ataupun kemarahan terpancar dari matanya. Yang saya lihat adalah sebuah ketegaran luar biasa, semangat yang sungguh berkobar, dan cintanya yang tidak pernah putus terhadap orang-orang disekelilingnya.

Tante saya adalah seseorang dengan karya yang luar biasa. Dari sejak beliau mengabdi sebagai perawat di sebuah rumah sakit di Jakarta, sampai menjadi aktivis di salah satu yayasan sosial, saya yakin sudah begitu banyak orang yang merasakan sedikit banyak percikan kasih sayangnya. Disaat saya mengalami beberapa kali masa-masa sulit, beliau adalah teman curhat saya, dan ditengah sakitnya, beliau masih terus membuka hati untuk mendengarkan cerita keponakannya ini. Bahkan beliaulah yang selalu memberikan saya semangat dan dukungan yang tak henti setiap kali saya menghadapi masalah. Dengan segala keterbatasan yang dia miliki, dia adalah seorang tokoh yang harus saya teladani.

Dan saat tadi saya melihat dia tertidur lelap saat saya mengunjunginya di rumah sakit, tiba-tiba saja saya seperti melihat salah satu orang terkuat di dunia. Saat dia kaget terbangun mengetahui kalau saya sudah nongkrong di situ selama lebih dari setengah jam, saya melihat wajahnya berbinar-binar, padahal dia baru saja menjalani transfusi darah karena kemarin HBnya drop mendadak. Tadi kita bercerita banyak, soal hidup, soal harapan, soal kematian dan berbagai hal acak lainnya. Hari ini makannya mulai banyak, berbeda sekali dengan saat saya mengunjunginya 2 hari yang lalu. Waktu itu tak ada yang membuat dia nafsu. Kali ini nasi lembek dicampur kuah daun singkong dan bandeng presto dilahapnya sampai habis. Sebelum makanannya datang, dia sempat ngomong, kalau dia pingin makan yang berkuah dan tradisional, seperti nasi beberapa sendok dicampur kuah lodeh atau kuah sayur asem. Dan syukurlah, menu hari ini cocok rupanya dengan apa yang dia inginkan. Dan setelah itu semangatnya semakin bertambah, duduknya pun bertambah tegak di ranjang.

Pesan yang dia berikan kepada saya hari ini, adalah untuk jangan pernah menyerah. Kita boleh sakit atau disakiti, tetapi hidup kita ini pasti punya tujuan. "Tuhan pasti tidak pernah merem, Non," itu katanya. Hidup harus tetap semangat, toh nanti kita akan mati pada akhirnya. Dan di saat penyakit terminal menyerang, hidup itu bagaikan menghitung hari. Bahkan di saat ajal mulai menjemput, perasaan kalau Tuhan menghampiri akan sangat kuat. Namun, jangan pernah menyerah sebelum waktunya, apalagi jika Tuhan masih memberi kita kesempatan untuk berjuang.

Berikut ini kutipan syair lagu yang turut menginspirasi saya akhir-akhir ini:

Jangan Menyerah - D'Masiv

tak ada manusia
yang terlahir sempurna
jangan kau sesali
segala yang telah terjadi

kita pasti pernah
dapatkan cobaan yang berat
seakan hidup ini
tak ada artinya lagi

reff1:
syukuri apa yang ada
hidup adalah anugerah
tetap jalani hidup ini
melakukan yang terbaik

tak ada manusia
yang terlahir sempurna
jangan kau sesali
segala yang telah terjadi

Tuhan pasti kan menunjukkan
kebesaran dan kuasanya
bagi hambanya yang sabar
dan tak kenal putus asa

Monday, August 03, 2009

Angels v. Demons

Bukan mau menyamakan dengan film yang dibintangi Tom Hanks tersebut, tetapi kebetulan sepertinya relevan dengan entry hari ini.

Pernahkan anda bertemu dengan seseorang yang begitu baik terhadap anda, suka menolong, ramah, tetapi dalam sekejap berubah menjadi orang yang paling kejam yang pernah anda temui dalam hidup anda?

Pernahkah anda bertemu dengan seseorang yang banyak berbuat baik kepada anda, tetapi tidak melakukannya dengan tulus, bahkan menuliskan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan di catatan pribadinya?

Pernahkan anda bertemu dengan seseorang yang demi menutupi kekurangannya berubah menjadi lebih galak dan kasar, lalu berbalik mencari-cari kesalahan anda ?

Jika jawaban anda atas salah satu dari pertanyaan di atas adalah pernah, berarti anda senasib dengan saya. Bertemu dengan orang tersebut, walaupun terasa sebagai bencana, ternyata merupakan suatu anugrah yang besar untuk saya.

God is helping me in mysterious way. We'll never know what kind of plan that He had prepared for us.