Monday, November 02, 2009

Resto Keren, Service Jeblok

Hehe, lumayan lama juga ya belum update blog. Tau-tau udah bulan November lagi. Barusan habis ngecek di kalender. Ada 11 undangan perkawinan lagi yang mesti dipenuhi sampai akhir tahun, dan itu yang sudah ketahuan. 3 di antaranya adalah sepupu-sepupu saya, so sudah pasti yang 3 itu, satu harian penuh waktu bakalan tersita. Yakin banget, masih ada lagi undangan yang akan nyusul... Cape de... But on the other hand seneng juga kalo bisa reunion bareng temen2 dan keluarga via acara perkawinan.

Back to the topic shown in the title... kali ini mau ngebahas dikit, soal resto baru yang bermunculan di Jakarta. Bukan hanya sekedar resto, tempat ini dirancang untuk memenuhi berbagai syarat sebuah tempat nongkrong. Ambiance yang asik, makanan enak, list minuman yang panjang, dan musik yang menunjang. Dan itulah yang saya harapkan saat Jumat 2 minggu lalu diajak teman-teman saya untuk makan malam di sebuah restaurant yang baru buka sekitar 1 bulan berlokasi di sebuah gedung perkantoran mewah di Jakarta (yang lobbynya mirip Fullerton). Just call it "B". Buat para penggemar tempat-tempat nongkrong di Jakarta, mungkin sudah langsung ngeh, apa tempat yang dimaksud.

Begitu masuk ke sana, yang saya tangkap adalah, WOW! Bagus banget interiornya. Memang restaurant ini di rancang menggunakan konsep sebuah perpustakaan di Eropa. Langit-langitnya tinggi, penerangannya remang-remang dengan lilin-lilin panjang di setiap meja. Kursi-kursinya klasik dan besar-besar (juga berat hahaha). Ada seperti balkon perpustakaan di lantai 2, yang dilengkapi dengan meja-meja dan kursi juga, serta rak buku berisi buku-buku tua (yang entah mereka dapat dari mana). Dindingnya dari kayu, dan juga ada cermin-cermin besar, menambah kesan maskulin dan tangguh interior tempat ini. Ada juga tempat duduk di bagian luar, dikelilingi oleh pagar baja dan pohon-pohon. Pokoknya, kalau kita sudah ada di dalam, rasanya bukan seperti di Jakarta lagi. Orang-orang yang makan di sana, rata-rata berdandan tampan dan cantik, sempat membuat saya kurang percaya diri karena saya langsung dari kantor dengan pakaian jeans, kaos, dan cardigan seadanya.

Menu makanan, mostly Western and Mediterranean. Steak, pasta, kebab, menjadi pilihan utama di sana. Drink listnya ada satu buku terpisah, mulai dari yang non-alkohol, mixed drink, dan wines. Harganya, lumayan OK. Tidak bisa dibilang murah, tetapi tidak terlalu mahal untuk restaurant dengan ambiance seperti itu. Tapi, ternyata, penilaian saya yang sudah sangat positive itu, ternoda cukup banyak oleh servicenya yang lumayan kacau. Tidak mengerti apa itu disebabkan karena restaurant hari itu cukup sibuk dengan banyaknya manusia tumpah ruah, ataukah memang karena kurangnya training yang diberikan oleh management. Tapi bisa dibilang untuk restaurant sekelas ini, agak cukup mengkhawatirkan. Di bawah ini ada beberapa point yang menurut saya lumayan mengganggu.

1. Saya memesan mixed juice yang namanya Jungle Juice dan pesanan sudah datang. Teman sebelah saya birnya sudah habis, sehingga dia juga ingin memesan minuman lagi. Kemudian dia minta waiternya untuk bikinkan minuman yang sama dengan saya, dan waiternya bilang, “Oh, Jungle Juice”. Ditunggu... lama...lama...lama... sampai teman saya sudah mau habis makanannya, akhirnya dia panggil lagi waiter itu, dan akhirnya juicenya datang juga. Pas tiba, juicenya beda sekali dengan yang saya punya. Saya punya warna pink, dia punya warna kuning. Tetapi karena sudah haus, dan capek nunggu, akhirnya sudah malaslah kita meminta ganti lagi dengan si waiter. Sampai sekarang masih jadi misteri, entah yang benar yang mana yg namanya Jungle Juice itu, yang pink atau yang kuning ya ?

2. Saat waiter menanyakan, teman saya, memesan Sirloin Steak sebagai menu utama. Setelah menunggu dan menunggu, 20 menit kemudian, sang waiter kembali lagi, “Maaf Pak, steak yang tadi bapak pesan, mau medium, atau medium well atau apa, Pak ?” Ya ampun..... mestinya steak itu sudah siap dong ya dalam 20 menit ? Eh ini baru ditanyakan mau dimasak dengan tingkat kematangan apa. Apakah tidak ada prosedur untuk menanyakan pemesanan steak ?

3. Saat itu kami memesan Caesar Salad with Grilled Chicken sebanyak 2 piring untuk dibagi-bagi sebagai appetizer. Kami menunggu dan menunggu terus, semua main course mulai keluar satu-satu (ada sekitar selusin orang di rombongan kami), dan saladnya sama sekali belum kelihatan. Sampai main course terakhir keluar, saladnya tetap belum keluar. Akhirnya, kami memanggil waiter, dan meminta untuk membatalkan pesanan tersebut. Tapi yang terjadi adalah, waiternya malah kembali, dan membawakan Caesar Salad kita! (Yang tentu saja momentnya sudah basi karena main course saja sudah selesai). Akhirnya salad tersebut hanya termakan sedikit, karena orang-orang sudah keburu kenyang.

4. Ini yang paling ultimate tulalitnya. Mengenai pesanan saya Spaghetti Aglio Olio with Mixed Seafood. Setelah saya melakukan pesanan, Spaghetti saya datang. Saya melongok, dan melihat, tidak ada satu tanda-tandapun mengenai adanya seafood di dalam Spaghetti saya. Karena saya penasaran, saya tanya pada yang mengantar, “Pak, ini with Seafood ya ?” Dan waiter menjawab, “Iya bu, with seafood.” Sayapun mulai membongkar-bongkar spaghetti saya, dan tidak menemukan 1 potong seafood pun di dalamnya! (Bayangkan, seorang waiter tidak bisa mengetahui jenis makanan di restaurantnya sendiri!) Akhirnya, saya panggil lagi waiter yang ada untuk mengganti pesanan saya. Tak beberapa lama kemudian, pesanan saya datang lagi, kali ini lengkap dengan beberapa potong udang. Oh, akhirnya datang juga...kata saya dalam hati. Sayapun mulai makan. Ketika makanan di piring saya tinggal sisa seperempatnya, tiba2 ada waiter lain lagi datang, dan berkata,”Spaghetti Aglio Olio with Seafood !” Lah...? Itu kan pesanan saya ? Saya lihat ke piring itu, lengkap, ada cumi-cumi dan udangnya! Sementara yang saya punya tadi, kok cuma udang saja? Saya lantas bilang ke waiternya, “Mas, mestinya pesanan saya mixed seafood itu ada cumi2nya ya ?” Terus dia bilang, “Iya, Bu”. “Jadi kalau begitu, boleh dong itu piring yang baru ditinggal saja, karena yang tadi pesanannya salah.” Waiternya bilang lagi, ”Oh bu, sebentar saya tanyakan ke chefnya”.... dan diapun pergi, dengan membawa sepiring Spaghetti Aglio Olio yang seharusnya milik saya, dan TIDAK PERNAH KEMBALI LAGI! Bahkan dia tidak kembali untuk mengabarkan apapun! What a mess!

Untungnya, hari itu, saya bertemu dengan banyak teman-teman yang asyik dan seru. Jadinya, waktu menunggu yang lama, kesalahan-kesalahan para waiter itu tidak terlalu terasa dengan obrolan-obrolan yang menyenangkan. Namun, jika mereka tidak memperbaiki servicenya, bisa-bisa ditinggalkan pelanggan. Itu opini saya semata. Tapi yang saya perhatikan, di Jakarta ini, sepertinya orang tidak terlalu peduli dengan service. Asal tempatnya enak, fancy, dan lagi hip di Jakarta, orang akan terus berdatangan. Makin mahal, makin prestigious, makin ngantrilah manusia Jakarta.

Ada yang pernah punya pengalaman di situ juga ? Atau, mungkin ada yang lain yang mau coba ?

6 comments:

  1. wah kok kaco banget gitu... apa karena masih baru kali ya jadi gak pengalaman?

    btw ada foto2nya gak? pengen liat interiornya...

    ReplyDelete
  2. iya kaco pisan yaaa..
    sama kaya arman, gw nebak2 dari tadi resto B itu apaan, no cluee..secara bukan anak gaul gitu loh, haha..

    fotooo dong ny...

    ReplyDelete
  3. Arman >> Wah man, gue ada sih fotonya di FB, tapi bukan foto interiornya sayangnya, tapi foto gue dan teman2 pas di situ heheheeh *ga penting*

    Nat >> Wah... restonya namanya Bib******que. Nah, kira2 bisa nebak nggak ? Gue rasa nanti jg akan banyak foto2nya di Inet Nat, tp krn masih baru jadi blom banyak yg review or post kali.

    ReplyDelete
  4. ntar liat ah di fb...
    iya gua google itu restoran kagak ada lho yang posting foto/reviewnya. cuma ada alamatnya doang... jadi penasaran.. haha

    ReplyDelete
  5. Arman >> Reviewnya ada sih....tuh GUE yang nulis hahahah.... :P Iya, di FB jg ga gitu jelas gue fotonya. Mana gelap pula. Ada di album yang "Memories of 2009".

    ReplyDelete
  6. busyet dah 11 undangan heheh

    parah..parah itu resoran...serversnya gak ditraining dulu kali yak ?!

    tulis aja donk len nama restorannya. yg komplit. sapa tau kalo dibaca, diperbaiki servicenya. tp bener lho...di indo orang gak perduli service. tp kalo di amrik menurut aku malah customernya demanding banget.

    ReplyDelete