Friday, October 09, 2009

Ditangkap Polisi (Again)

Mungkin ada beberapa orang yang pernah cerita soal ditilang ya. Salah satu yang saya ingat adalah kisahnya temen saya si Arman (yang ngakunya keren banget dan agak narsis itu heheheh). Dan yang namanya polisi di Amerika itu sudah jelas nggak akan mungkin bisa disogok seperti layaknya polisi Indonesia yang bisa pakai salam tempel. Sebagai pemberitahuan, sampai saat ini (alhamdulilah) saya tidak pernah sama sekali ditangkap oleh polisi di Indonesia. Tetapi, melihat mama saya ditangkap gara-gara melanggar marka jalan, ya pernah. Makanya kira-kira saya tahu, bagaimana proses salam tempel itu bekerja.

Oh iya... mungkin perlu saya ceritakan sedikit bedanya menghandle Polisi Amerika dan Polisi Indonesia, seandainya kita tertangkap melanggar peraturan lalu lintas. Yang versi Indonesia ini adalah versi jaman dahulu ya. Kalau yang jaman sekarang, saya belum update lagi sihhh... apalagi sejak ada issue yang katanya mendingan ditilang daripada nyogok.

Polisi Indonesia: Senyum sedikit, katakan selamat pagi (atau siang, atau sore, atau malam sesuai kebutuhan). Akan lebih akrab, kalau kita keluar dari mobil, kemudian bersalaman (kayak lagi lebaran). Kemudian ketika polisi meminta SIM, kasih liat aja sambil senyum-senyum, lanjutkan dengan basa basi sedikit, "Wah pak... gak usah repot pak..." plus, tambahkan gerakan tangan menyodorkan sejumlah dana ke genggaman polisi tersebut (yang tentunya cukup pantas untuk jenis pelanggaran yang dilakukan). Kalau polisinya masih sok galak, itu artinya jumlah yang anda kasih belum cukup menyenangkan hati si polisi. Biasanya kalau sudah begini caranya, tambahkan satu sampai dua lembar pecahan yang lebih kecil, dan bilang saja kalau tunai yang anda miliki tinggal segitu. Seandainya anda beruntung dan polisinya "baik" biasanya akhirnya anda dilepaskan dengan senyuman, dan diperingatkan, untuk hati-hati, lain kali tidak boleh begitu lagi.

Polisi Amerika: JANGAN sekali-sekali anda keluar dari mobil! Atau anda akan dianggap akan melawan, dan polisi Amerika tidak akan segan-segan untuk menembakkan peringatan ke udara. Walaupun niatan anda kepingin sok akrab, tetap saja pada posisi duduk anda, jangan lepaskan sabuk pengaman, dan tunggulah sampai pak polisi menghampiri. Bukalah kaca mobil anda, tersenyumlah kepada si polisi. Biasanya anda akan diterangkan mengenai kesalahan anda, kemudian anda berhak untuk menjawab jika beliau bertanya. Jangan sekali-kali anda sok tau maupun berkelit, karena biasanya mereka punya bukti berupa photo atau rekaman speed gun (pistol untuk mengukur kecepatan kendaraan). Berikan HANYA yang diminta oleh pak polisi, dan biasanya SIM anda (jangan berikan tambahan-tambahan yang lain). Sang polisi umumnya akan membawa SIM anda balik ke mobilnya untuk di cek, kemudian dia akan kembali dengan SIM anda plus surat tilang (jika anda memang ditilang). Kemudian biasanya anda boleh melanjutkan perjalanan. Kalau kesalahan anda cukup fatal, sampai fatal sekali, poin di SIM anda akan dikurangi. Kalau poinnya itu sampai 12 totalnya dalam satu tahun, SIM anda akan dicabut dengan sukses. Jangan lupa untuk bayar uang tilangnya atau appeal ke pengadilan di tanggal yang ditentukan jika anda merasa tidak bersalah, karena kalau anda tidak melakukan salah satunya, kesalahan anda akan terus terbawa di dalam SIM anda.... Hiyyyyy......seram....

Kali ini, akan saya ceritakan pengalaman saya, selama 3 kali ditangkap polisi. Dan semuanya itu terjadi bukan di Indonesia. Nasibbbb......

1. Tempat: University Avenue, Madison, Wisconsin, USA.
Waktu: Summer 2003, sekitar pukul 1.30 pagi.
Saat distop oleh polisi itu, saya betul-betul tidak tahu apa kesalahan saya. Asliiii.... Pas polisinya nyamperin, eh, polisinya ganteng loh! Dia celingak celinguk, kemudian nanya saya, apakah saya tahu kesalahan saya. Saya bilang, kalau saya bener-bener gak tau. Dan ternyata kesalahan saya adalah: Lupa menyalakan lampu mobil !!! Padahal itu kan tengah malam. Kemudian polisinya bertanya, saya dari mana jam segitu baru pulang. Saya jawab, saya dari fitness center. Saat itu saya pakai kaus belel dan celana training pendek, muka keringetan, pokoknya jelek banget lah. Maklum, yang namanya student, waktu luangnya gak jelas, waktu tidurnya gak jelas, waktu belajarnya juga nggak jelas. Anehnya, kenapa ya saya bisa gak sadar kalau saya nggak nyalain lampu ? Ternyata eh ternyata, itu karena jalanan University Avenue itu terang benderang menyala, sehingga tanpa lampu mobil pun, jalanan bisa terlihat dengan jelas. Saat SIM dikembalikan, ternyata saya cuma dikasih warning hihihihih... Dia juga memberitahu saya, kalau kecepatan saya itu sebenarnya melebihi normal, yaitu 10 mil/jam di atas normal, tapi kali ini dia maafkan (Mungkin karena sebenarnya saya cukup cantik juga, sehingga dia terpesona...cuih cuih). Asikkkkk....bebassss.....

2. Tempat: East Washington Avenue, Madison, Wisconsin, USA.
Waktu: Spring 2006 (kalau gak salah), kira-kira pukul 8.00 pagi
Kali ini, saya bukan lagi student, tapi seorang auditor, dan berpakaian layaknya seorang auditor (kemeja kaku, celana kaku, tampang kaku hiehieehheieh). Waktu itu saya sudah bukan tinggal di Madison lagi, tetapi tinggal di Milwaukee. Saya berangkat dari Milwaukee menuju client saya di Madison, dan saat exit dari jalan tol memasuki East Washington, memang gak bisa langsung kecepatan saya dikurangi dari 70mil/jam menjadi 35mil/jam dong. Jadi disaat saya di dalam proses mengurangi kecepatan itu, rupanya polisi sudah mengintai dari balik jembatan, kemudian menyalakan sirene dan menghentikan saya. Ya sudah lah, saya berpasrah, saat itu katanya sih kecepatan saya 45mil/jam. Ya sudah lah saya terima, mana polisinya kali ini sudah tua, gemuk, dan berkumis. Kemudian dia tanya, saya mau apa, kerjaan saya apa dll dll dll.... SIM saya diambil lagi.... Dan akhirnya dibalikin lagi... dan... tidak ada surat tilangnya....HORE HORE HORE !! Dia bilang, karena so far record saya bersih, jadi kali ini dia kasih warning saja. Tetapi sekali lagi saya melakukan kesalahan, sudah pasti ditilang. Amin.... Lolos lagiiiii !!

3. Tempat: Lakes Street, Mandurah, Western Australia
Waktu: 23 September, 2009 Sekitar pukul 1.30 siang
Ini dia, tangkapan polisi teranyar, makanya saya sampai ingat tanggal brapa. Bayangkan saja, lagi liburan Lebaran kemarin, sempat-sempatnya ditangkep polisi! Saat itu saya sebenarnya sedang santai saja menyetir di Lakes St. bersama dengan Mama dan adik saya menuju ke arah pantai. Tapi gak tau kenapa, tiba-tiba di belakang tiba-tiba ada mobil sipil, Ford berwarna ungu, menguntit saya, dan tiba-tiba penumpang sebelah kiri mobil tersebut mengeluarkan sirene dan menyalakannya. Ya ampun! Apa salah saya ini? Saya pun menepi. Gimana nggak mau rada stress ? Di negeri orang, modal SIM Amerika, naik mobil sewaan, dan ditangkep pula! Ternyata itu adalah mobil polisi yang memang dandanannya seperti mobil sipil. Nah, saya baru ngeh, ternyata polisi di Australia ini, GALAK GALAK !!! Belum apa-apa, dia sudah marah-marah. Katanya saya menyetir terlalu ke tengah. Padahal saya yakin banget saya nyetirnya normal-normal saja, tapi saya nggak membantah. Saya cuma pasang muka memelas dan bilang sorry berkali-kali. Kemudian saat dia melihat SIM saya yang sim Amerika itu, dia ngoceh-ngoceh, katanya di Amerika juga gak boleh nyetir kayak begini! Bisa membahayakan, bisa nabrak orang bla bla bla bla.... Kemudian dia ambil SIM saya, dan sepertinya dia berdiskusi dengan temannya di mobil (mungkin mendiskusikan, apakah saya cukup dipanggang, direbus, atau dilepaskan kembali ke jalanan). Akhrinya dia kembali lagi menemui saya, mengembalikan SIM saya, dan kembali marah marah dengan aksen yang aneh..."YOU CAN GET VOIN !!" asli itu yang saya denger.... What Sir ??? "VOIN VOIN!!" Kata dia gitu... terus saya masih nanya, "Sorry, I don't know what you mean, Sir.." Terus dia bilang lagi:"If you drive like that, you can get voineedddd..." (mungkin sambil mengurut dada, saking bolotnya saya.....)... dan saya akhirnya ngeh, "Oooohhhh, you mean I can get FINEDDDD...." Ya ampun, aksen Australia ini memang sulit di mengerti ya terkadang. Apalagi di desa macam Mandurah. Dan diapun akhirnya merelakan saya pergi. Horeeee...lolos lagiiii !!

Begitulah, 3 kali ditangkep polisi, semuanya di luar negeri. Satunya masih jadi student, satunya lagi jadi karyawan, dan satunya lagi jadi turis. Kesian dehhhhh... Tapi syukurlah, semuanya bisa dilewati dengan damai... bener-bener damai... bukan "damai" versi Indonesia. Oh iya, denger-denger dari temen yang tinggal di Australia sana, katanya sih di kota kecil-kecil itu, justru polisinya suka tambah iseng. Pokoknya begitu salah sedikit aja, bisa langsung dikerjain, demi nambah-nambahin pendapatan kotanya. Kalau di Wisconsin, saya inget ada kota namanya Rosendale. Kalau orang mau nonton football di Green Bay dan jalan dari arah selatan, pasti harus melewati kota itu. Penduduknya cuma 500 orang, dan pendapatan tertinggi kota itu adalah dari nangkepin orang-orang yang ngebut. Dan sengaja, jalannya itu dibikin maksimum speednya 25mil/jam, supaya orang-orang di situ gampang banget ketangkepnya.

Intinya, nyetir di manapun harus waspada. Bukan cuma waspada terhadap keadaan di jalan, tetapi juga waspada sama polisinya. Apalagi di luar negeri, polisinya itu ngumpet di berbagai belahan, ada yang di dalam mobil, ada yang di balik pohon, ada yang di tikungan, dan mereka semua rata-rata pegang speed gun. Belum lagi, ada yang namanya speed camera dan red light camera. Jadi, tanpa ketemu dengan polisi pun, kita bisa aja difoto, kemudian tau-tau surat tilang sampai di rumah dengan selamat. Dan kalau sampai tidak dibayar... inget lohhh...kesalahannya akan terus menempel di SIM kita...hiyyyy... heheheheh

4 comments:

  1. yah itu enaknya jadi cewek ya... sering diloloskan... :P
    si esther dulu pernah ketangkep polisi speeding di freeway. eh lolos juga tuh...

    btw jangan lupa kalo buat ngapus point, masih harus ikut traffic school segala... dan ini berarti duit lagi duit lagi... :P

    ReplyDelete
  2. Non, percaya gak gua pernah distop polisi (bukan gua yang nyetir tapinya) malem-malem di Yellowstone. Speed limitnya kan ga manusiawi tuh (30 mph-an) dan sumpah mati jalanan KOSONG ga ada siapa-siapa. Polisinya sih bilang kalo kita ngebut (!!) kayak gitu, binatang2nya bisa trauma.
    Parahnya, itu mobil sewaan dan SIM temen gua ilang! Long story... tapi kita lolos lho. Hayo gimana ceritanya sampe lolos....

    ReplyDelete
  3. Hi Leony, gw nyasar kemari dari blognya Arman. Have been lurking for awhile :)

    Kalo menurut pengalaman gw ditilang sama polisi di Indo, justru trik yang berlaku itu sebaliknya loh dari tips Leony. Kalo sama polisi Indonesia: HARUS GALAK! HARUS! Soalnya menurut pengalaman gw sih, semakin kita bermanis-manis dan kelihatan "kemayu" mereka makin berasa diatas angin dan makin gress tuh menindasnya.

    Gw pernah ngejutekin polisi dua kali dan first attempt GAGAL, tapi seenggaknya gw insist buat ditilang resmi (bayar via bank) - TAPI GW HEPI BERAT BIKIN MUKA POLISINYA BELEKUK-LEKUK (karena gagal dapet uang saku).

    Yang kedua - SUKSES BERAT! Gak ditilang, gak salam tempel, tapi hati nurani menjerit karena sebenernya I hate being cunty.

    jadi, tingkat kesuksesan ngejutekin polisi kalo ditilang 50/50 lah ya hahhaha.

    Satu lagi: dua insiden gw ditilang ini adalah DI TEMPAT YANG SAMA yaitu di Bunderan Air Mancur depan Gedung Indosat!!!! I HATEEEE THAT PLACE! (sumpah gw udah super hati-hati kalo lewat sana tapi adaaaaa aja salahnya. TRAUMA!)

    Hehehe, jadi kepanjangan ya, maap...

    ReplyDelete
  4. Arman >> Hueheheh...emangnya efek ya kalo jenis kelamin itu ? Kalo polisinya cewek gimana ya Man kira2 ?

    Rhea >> Hahahahah... binatangnya trauma ? Yang ada gue dulu pernah trauma hampir nabrak rusa di jalan Tol, dan pernah juga mau nabrak kangaroo.

    Tephy >> Heheh... makanya Teph, itu aku bilang udah bbrp tahun lalu prakteknya. Sekarang sudah beda lagi sejak ada surat tilang itu. The last time I got caught by the Indo police, when I was in Junior High (mami yg nyetir)... Hehehhe...

    ReplyDelete