Tuesday, October 20, 2009

Cerita Kondangan

Ngomong-ngomong, semua pembaca blog ini tau kan artinya kata "kondangan"? Hehehe... harap maklum saya nanya, soalnya "kondangan" kan sebenernya bahasa yang agak unik ya, mirip sama kata "loteng", gak semua orang tahu. Padahal, lumayan sering dipakai loh. Nah, entry kali ini bukan buat membahas arti kata kondangan (yang berarti menghadiri resepsi perkawinan) atau kata loteng (yang berarti mempunyai tingkat ~ biasanya digunakan untuk rumah yang mempunyai lebih dari satu lantai), tetapi sedikit bercerita mengenai kisah kondangan di hari Jumat minggu lalu. Yang menikah adalah V dan L. V adalah kakak kelas saya pas kuliah dulu, dan kita juga tanpa disangka akhirnya bekerja di kantor yang sama dengan selisih tanggal masuk satu bulan.

Pertama kali menerima undangan dari sahabat saya, saya agak-agak bingung, loh, kok perkawinannya hari Jumat, di hotel Shangri-La. Itu kan hari kerja, dan trafficnya, pasti gak kira-kira ramai dan padatnya. Tetapi kata V, si calon mempelai wanita, itu adalah hari baik berdasarkan penanggalan dan kepercayaan. Dan ternyata sepertinya memang benar loh, karena Hotel Mulia saja juga di book untuk sebuah resepsi perkawinan. Wow! Baru ngeh, kalau akhir-akhir ini, seringkali ada perkawinan di hari biasa. Nanti di akhir November saja, ada sahabat saya yang menikah pada hari Senin di sebuah hotel berbintang, dengan alasan yang mirip yaitu berdasarkan perhitungan hari baik.

Oke, mari kita berlanjut ke hari H. Kira-kira pukul 5 sore di hari H tersebut, kami kembali dikejutkan dengan: GEMPA !!! Ya, gempa lagi saudara-saudari, bumi gonjang-ganjing. Bedanya kali ini adalah, semua teman-teman kantor sudah tidak panik seperti dulu lagi, karena sudah diajarkan, kalau gempa justru tidak boleh lewat tangga. Kali ini semua cukup keluar dari ruangan di pinggir jendela menuju ke tengah-tengah. Dan syukurlah, gempa kali ini tidak sedahsyat gempa Tasikmalaya yang baru lalu. Kali ini pusat gempanya di Ujung Kulon dengan kekuatan 6.4 SR. Makanya guncangannya tidak terlalu parah.

Setelah pukul 5 itu, mulailah orang-orang panik. Bukannya panik karena gempa, tetapi panik karena dandan ! Maklum gara-gara resepsinya hari Jumat, tidak ada waktu lagi untuk pulang dan mandi, terpaksa semua ciwi-ciwi pada dandan di kantor. Saya sih biasa aja, sampai jam 6 kurang pun, saya masih santai, blum dandan, blum ganti baju. Yang mengagetkan adalah, beberapa teman saya, tiba2 kok rambutnya sudah dicatok semua, melingkar-lingkar. Ternyata eh ternyata, sodara sodari... salah satu ruangan di dekat tempat duduk saya, sudah berubah menjadi salon express! Lengkap dengan resepsionis kita yang menjadi tukang salonnya, plus catokan ! Dan para ciwi2 di kantor adalah clientnya. Duh, sayangnya saya lupa memfoto ruangan tersebut, kalau nggak, kan mayan, kali aja bisa dipropose buat jadi salon di kantor heheheheh...

Lanjut lagi, cerita perjalanan ke Shangri-La dari kantor saya. Pas keluar kantor, waktu menunjukkan pukul 18:50. Saya naik mobil berdua dengan adik saya yang nyusul ke kantor. Sebetulnya tinggal nunggu 10 menit lagi sampai lepas 3 in 1. Tetapi saya nekad keluar, karena saya pikir jaraknya dekat, dan teman saya juga sudah pernah bilang, kalau dekat sih santai aja lah, kan habis gitu belok di sebelah Wisma BNI. Tapi ternyata eh ternyata, saya distop sampai 2 kali !!! Polisinya sudah melambai2kan senter panjang merah itu, dan dengan kegilaan menjadi-jadi, saya terobos saja itu polisi ! 2 kali !! Beneran 2 kali !!! Maaf ya Pak Polisi.

Dan masa deg-degan itu pun berlalu. Suasana pesta menyenangkan, karena diadakannya Jumat, jadi tidak terlalu ramai. Ambil makanan juga gampang dan tidak sampai ngantri. *tapi anehnya kok saya gak makan banyak ya, cuma sekali ambil makan buffet tengah....that's it, padahal banyak makanan stallsnya... kata temen saya, itu tanda2 penuaan* Malam itu, saya sumbang suara. Dan berdasarkan permintaan dari V, dia mau lagunya lagu Indonesia yang ceria. Nah loh.... bingung banget. Sampai 1 jam sebelum berangkat ke resepsi, masih bingung mau nyanyi lagu apa. Akhirnya diputuskan lagu-nya jeng Vina Panduwinata, yaitu “Di Dadaku Ada Kamu”. Tapi berhubung si mempelai pria gak berkumis, di bagian “ada kumismu”-nya saya ganti jadi “ada bibirmu” hehehehe... Pas saat saya nyanyi itu, si pengantin berdua lagi mingle2 diantara tamu2. Begitu selesai, saya hampiri si V, dan saya bilang,”Udah ya, gue udah nyanyi.” Terus si V reaksinya, “Hah? Elu udah nyanyi ? Gue gak dengerrrr.... ulang lagi dongggg.” Ya ampunnnn... akhirnya saya bilang, “Udah ah, elu nanti liat via video aja.”

Acara dilanjutkan dengan lempar-lemparan hehehehe. Yang wanita dapat giliran lempar bunga, yang pria dapat giliran lempar garter belt. Nah, buat yang belum tau apa itu garter belt, garter belt itu adalah karet berenda yang dilingkarkan di paha untuk menahan stocking wanita. Jadinya sebelum sang mempelai pria melempar garter belt, tentulah dia harus usaha menyelam di bawah gaun mempelai wanita untuk mengambil beltnya hihihih. Kalau di Amerika, memang biasa seperti ini, dibagi dua crowdnya pria dan wanita. Makanya saya senang banget hal ini dilakukan di resepsi kali ini, karena biasanya kalau lempar bunga saja, yang menang banyakan yang pria, karena mereka memang niat kayak orang gila demi mendapatkan hadiahnya (bukan demi enteng jodohnya ~yang sebenarnya merupakan tujuan utama dari pelemparan buket bunga itu).

Setelah sekian lama saya tidak pernah ikut-ikutan acara lempar bunga, akhirnya setelah saya menjadi single lagi, ini kali pertama saya kembali ikutan acara lempar bunga. Gak ada ekspektasi apa-apa, lantaran gak pernah menang sekalipun. Saya maju ke depan cuma untuk ngerame-ramein aja, soalnya ciwi-ciwinya pada malu-malu sih. Dipandu MC, V mulai bersiap-siap melempar bunga.. satu...dua.. tiga... , ehhh ternyata gak dilempar... Diulang lagi... Satu.... Baru hitungan ke-satu, lemparan bunga itu melesat, dan mampir di wajah saya. Kontan kaget, shock, dan gak ada reaksi lain, selain mengatup tangan di depan muka dan menangkap bunganya. Sama sekali nggak pakai rebutan, bunga itu hinggap di tangan saya. What a surprise! Seumur-umur, baru kali ini saya mendapatkan buket bunga!! Didoakan ya teman-teman, moga-moga saya bisa segera menyusul mempelai... biar enteng jodoh. AMIN !

Acara diakhiri dengan foto bersama, dan saya percaya, si photographernya (Edward Suhadi ~ check him out, he’s such a talented photographer), pasti menanggap saya banci foto lantaran sering bolak balik ke atas panggung. Mulai dari pas dapet bunga, pas bersama teman-teman kantor, dan bersama teman-teman kuliah. Hahaha.... blum lagi dia sering jepret-jepret pas sebelum saya dapet bunga, pas lagi ngucapin selamat di video. Tapi saya hampir bisa memastikan, dari ribuan foto, palingan ngga ada yang masuk di album kecuali photo bersama di pelaminan hihihhi.

What a day! It was fun, it was crazy, it was unexpected!

6 comments:

  1. Emang dah disuruh nyusul kale dapet bunga :)
    Selamat ya :)

    ReplyDelete
  2. yay... moga2 cepet dapet jodohnya ya ny.. dan moga2 cepet2 nyusul... :D

    ReplyDelete
  3. @Edward: Loh photographernya ternyata mampir di sini heheheh... (nanti bagi2 potonya yaaaa). Thanks buat ucapannya!!

    @Arman: Amin amin aminnn....

    ReplyDelete
  4. btw kalo potograpernya mau ngasih, jangan lupa dipajang disini ya..mau liat hehehe...

    ReplyDelete
  5. ------------------Girls----------------
    -----------are like apples------
    -------on trees.The best ones-----
    -----are at the top of the tree.-----
    ---The boys dont want to reach---
    --for the good ones because they--
    -r afraid of falling and getting hurt.-
    -Instead, they get the rotten apples-
    from the ground that arent as good,
    but easy. So the apples up top think
    something wrong w/ them when in
    -reality they're amazing. They just--
    ---have to wait for the right boy to
    ----come along, the one who's-
    -----------brave enough to-----
    ---------------climb all---------
    ---------------the way--------
    --------------to the top--------
    -------------of the tree---------

    ReplyDelete
  6. @ Nat >> Sorry lupa bales komennya hihihi.. Soalnya gue gak ngeh, waktu itu gue cek komen pagi2 banget pas masih di rumah, eh sampe kantor lupa. Iya sip! Nanti kalo ada foto keren, akan gue pajang wekekekek...

    @ Anonymous >> Thanks for such wonderful and encouraging words.

    ReplyDelete