Friday, April 24, 2009

Menerima Kenyataan

Kadang susah ya menerima kenyataan. Terutama, saat kenyataan itu rasanya pahit, dan sulit untuk diubah. Bertanya kesana kemari, berjuang sampai ke negara tetangga, ternyata hasilnya tidak terlalu menggembirakan. Kepinginnya mendengar berita gembira, diobok-obokpun saya rela kalau hasilnya memuaskan. Tapi yang namanya rencana Tuhan itu memang bukan rencana manusia.

I should be happy with what I have right now. At least, I still have half of what other people has. It's much better than nothing. But knowing that I cannot do some stuff that I really like, knowing that I can't sing well anymore, it makes me sad. But life must go on, dan sudah sepatutnya saya bersyukur, memiliki orang-orang yang mencintai saya, dan mau menerima saya apa adanya, dengan segala kekurangan dan kelebihan saya.

Yesterday, when I attended the mass at St. Alphonsus-Novena Church Singapore, the priest said something that is very nice and soothing. "God loves us, not only because God is Good, but because God is LOVE". Tuhan mencintai kita, bukan karena hanya Dia baik, tapi karena Dialah cinta. Buat saya, menerima apa yang Dia berikan pada saya, berarti saya menerima Dia, dan saya tau dengan menerima Dia berarti saya akan selalu merasakan cinta.

Keep our faith alive! Never give up!

4 comments:

  1. mudah mudahan ada mukjizat ya...

    ReplyDelete
  2. Katanya kalo kita bisa menerima dengan ikhlas, hati ini pasti lebih plong.
    Cuma memang berat utk bisa ikhlas... apalagi klo terasa berat sekali di hati...

    ReplyDelete