Posts

Showing posts from 2009

Natal Kali Ini

Natal kali ini.... Saya mendadak jadi selebritis (emangnya Luna Maya doang? hehe j/k... ). Ada wartawan dan kamerawan dari dua stasiun TV mewawancarai saya. Stasiun TV yang satu, adalah TV nasional kita. Stasiun TV yang satu lagi, adalah salah satu dari 3 stasiun TV milik salah satu perusahaan, jadi mereka bisa berbagi berita. Sudah gitu, saat wawancaranya ditayangkan, saya malah nggak nonton. Habis lupa sih, nanya si mas wartawan kapan ditayanginnya. Cuma mendadak terima SMS dan BBM dari teman-teman. "Non, kok elu ada di tivi ?" Lah, sayanya sendiri lupa loh, tadi ngomong apa di depan kamera-kamera itu. Ya intinya, Natal kali ini, saya betul-betul bisa merayakan Natal secara lebih dalam. Tanpa pesta meriah, tanpa keramaian yang biasanya, tapi rasanya kok tetep semriwing. Membayangkan Yesus Kristus yang turun ke dunia, dan membayangkan betapa besar kuasa Bapa sang pencipta. Selamat Natal untuk semua! Mari kita ucap syukur, dan puji Tuhan atas berkatNya yang tak

Setelah Musim Kawin Berlalu

Setelah pertarungan bertubi-tubi yang melibatkan: memilih pakaian, mengisi angpao, dan antri makanan di resepsi, akhirnya selesai juga kegiatan yang berkaitan dengan Mating-Season, alias musim kawin. Doh ! Dari awal Oktober sampai sekarang, rasanya adaaaaaaa aja tiap weekend diisi dengan kegiatan persiapan perang di atas. Bahkan ada yang sampai sehari dua kali, bahkan tiga. Seandainya saja saya bisa membelah diri seperti amoeba, mungkin bisa hadir ke semuanya kali hehehehe. (Eh iya baru inget, kayaknya masih ada undangan lagi sampai akhir tahun ini, kalau gak salah ada temen yang mau tunangan, dan udah kasih-kasih info buat nyuruh datang. Ya elah... ternyata masih ada aja yang berkaitan dengan kawin-kawinan...). Setidaknya, tahun ini, saya menyadari bahwa, business pernikahan itu benar-benar menguntungkannnnnn !! Luar biasa !! Dalam satu perkawinan, tak terhitung banyaknya pihak yang terlibat. Tergantung juga dari skala perkawinannya, makin hari rasanya semakin menggila saja pengeluar

Antara Diare dan Maag

Kepada bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, mohon maaf atas segala keterlambatan penulisan blog yang sudah agak lama tidak diupdate. Bukan maksud hati (memeluk gunung apadaya tangan tak sampai.... eh salah ya?) untuk menyepelekan blog ini, apalagi sekarang sudah jaman Facebook, namun memang saya mempunyai alasan (yang bukan dibuat-buat) sehingga blog ini agak terlantar selama lebih dari 10 hari...huks... Oke oke, saya tau, entry yang sebelumnya ini adalah soal diare, dan kali ini naik ke atas sedikit, problemnya berpindah menjadi ke lambung. Hari Sabtu tanggal 14 November lalu, mendadak saya jadi tidak bisa makan. Makanan layak terakhir yang saya makan adalah makan siang, dan setelah itu mendadak lambung saya kacau balau. Cium bau makanan, kok eneg, terus baru masuk makanan seiprit, eh mau muntah. Sampai malam hari, makanan yang bisa masuk ke dalam badan saya cuma nasi 2 sendok, padahal belinya nasi semangkok di Beppu Plaza Indonesia lengkap dengan daging sapi dan telur. Untung ada adek

Aduh Mak...

WARNING!! Postingan ini, dikhususkan bagi anda yang tahan akan kejorokan. Kalau tidak, sebaiknya di skip saja. Akhirnya... hari ini saya bebasssssssssssssss !!! Bebas dari si pengganggu super annoying yang bernama: DIARE! Hari Senin pagi, pukul 6 kira-kira, bangun tidur, perut bergejolak tak karuan. Bolak balik wece sampai beberapa kali, diakhiri dengan muntah. Diarenya kali ini ultimate, sudah bener-bener gak ada solid-solidnya sama sekali, tapi full cairan. Diapet 1 tablet dikonsumsi. Lemas minta ampun, tapi yang namanya manusia pemberani, saya tetap nekad ke kantor. Maklum hari Senin, apa kata si boss nanti kalau saya gak masuk ? Dipikirnya saya kebanyakan berpesta pora di weekend... padahal nggak sama sekali. Hari minggu cuma ke sangjitan saudara sepupu dan makan2 di sana, terus sore ke gereja, nonton Michael Jackson's This is It, dan dinner di Pizza Hut lantaran semua tempat udah pada tutup. Makan sambel aja nggak loh! Di kantor, baru sampai, langsung 2 kali bolak balik....

Resto Keren, Service Jeblok

Hehe, lumayan lama juga ya belum update blog. Tau-tau udah bulan November lagi. Barusan habis ngecek di kalender. Ada 11 undangan perkawinan lagi yang mesti dipenuhi sampai akhir tahun, dan itu yang sudah ketahuan. 3 di antaranya adalah sepupu-sepupu saya, so sudah pasti yang 3 itu, satu harian penuh waktu bakalan tersita. Yakin banget, masih ada lagi undangan yang akan nyusul... Cape de... But on the other hand seneng juga kalo bisa reunion bareng temen2 dan keluarga via acara perkawinan. Back to the topic shown in the title... kali ini mau ngebahas dikit, soal resto baru yang bermunculan di Jakarta. Bukan hanya sekedar resto, tempat ini dirancang untuk memenuhi berbagai syarat sebuah tempat nongkrong. Ambiance yang asik, makanan enak, list minuman yang panjang, dan musik yang menunjang. Dan itulah yang saya harapkan saat Jumat 2 minggu lalu diajak teman-teman saya untuk makan malam di sebuah restaurant yang baru buka sekitar 1 bulan berlokasi di sebuah gedung perkantoran mewah di Ja

Cerita Kondangan

Ngomong-ngomong, semua pembaca blog ini tau kan artinya kata "kondangan"? Hehehe... harap maklum saya nanya, soalnya "kondangan" kan sebenernya bahasa yang agak unik ya, mirip sama kata "loteng", gak semua orang tahu. Padahal, lumayan sering dipakai loh. Nah, entry kali ini bukan buat membahas arti kata kondangan (yang berarti menghadiri resepsi perkawinan) atau kata loteng (yang berarti mempunyai tingkat ~ biasanya digunakan untuk rumah yang mempunyai lebih dari satu lantai), tetapi sedikit bercerita mengenai kisah kondangan di hari Jumat minggu lalu. Yang menikah adalah V dan L. V adalah kakak kelas saya pas kuliah dulu, dan kita juga tanpa disangka akhirnya bekerja di kantor yang sama dengan selisih tanggal masuk satu bulan. Pertama kali menerima undangan dari sahabat saya, saya agak-agak bingung, loh, kok perkawinannya hari Jumat, di hotel Shangri-La. Itu kan hari kerja, dan trafficnya, pasti gak kira-kira ramai dan padatnya. Tetapi kata V, si calon m

Ditangkap Polisi (Again)

Mungkin ada beberapa orang yang pernah cerita soal ditilang ya. Salah satu yang saya ingat adalah kisahnya temen saya si Arman (yang ngakunya keren banget dan agak narsis itu heheheh). Dan yang namanya polisi di Amerika itu sudah jelas nggak akan mungkin bisa disogok seperti layaknya polisi Indonesia yang bisa pakai salam tempel. Sebagai pemberitahuan, sampai saat ini (alhamdulilah) saya tidak pernah sama sekali ditangkap oleh polisi di Indonesia. Tetapi, melihat mama saya ditangkap gara-gara melanggar marka jalan, ya pernah. Makanya kira-kira saya tahu, bagaimana proses salam tempel itu bekerja. Oh iya... mungkin perlu saya ceritakan sedikit bedanya menghandle Polisi Amerika dan Polisi Indonesia, seandainya kita tertangkap melanggar peraturan lalu lintas. Yang versi Indonesia ini adalah versi jaman dahulu ya. Kalau yang jaman sekarang, saya belum update lagi sihhh... apalagi sejak ada issue yang katanya mendingan ditilang daripada nyogok. Polisi Indonesia: Senyum sedikit, katakan s

Kalau Tuhan Menghendaki

Kalau Tuhan menghendaki, orang yang sakit dalam kondisi terparah, bisa sembuh, bangkit, dan berjalan kembali. Kalau Tuhan menghendaki, orang yang sehat wal afiat, terlihat bugar, bisa dipanggil ke hadirat-Nya secara mendadak. Kalau Tuhan menghendaki, langit yang cerah mendadak bisa berubah menjadi kelabu disertai dengan hujan badai menderu. Kalau Tuhan menghendaki, segala niat yang tidak baik, walaupun dilakukan dengan berbagai cara, tak akan mampu menggagalkan kehendak-Nya. Kalau Tuhan menghendaki, meski kita harus menunggu sampai di detik terakhir, sampai jantung rasanya mau copot, Tuhan pasti tetap akan memberinya. Rencana manusia bukanlah rencana Tuhan. Tetapi kita harus percaya, walaupun rencana Tuhan pada awalnya itu terasa menyakitkan, terasa melelahkan, pada akhirnya hasilnya pasti indah. Walaupun rencana manusia itu terlihat baik, segalanya terlihat indah, tetap yang jauh lebih baik dan lebih indah rencana Tuhan. Jadi, disaat kita merasa terpuruk, yakinlah, kalau itu hany

Gara-gara Bulan Puasa

Apa yang berbeda selama bulan puasa untuk saya yang memang tidak puasa ? Tentulah.... TRAFFICNYA ! Ampuuuuunnnnn..... *angkat2 tangan sambil angkat bendera putih....* Sejak sehabis operasi akhir Januari lalu, saya meminta ijin kepada atasan saya dan kepada HRD, untuk pulang ke rumah pukul 4 sore setiap harinya. Di hari-hari non-bulan puasa, it works very well. Saya jadi tidak terlalu lelah, bisa beristirahat lebih awal di rumah, dan enaknya itu, saya jadi tidak kena sakit panas. Soalnya, sejak operasi itu, saya jadi agak sensitif, kalau capek pasti suhu badan agak naik. Nah, jadi pulang pukul 4 itu sangat membantu sekali buat saya. Tetapi, di bulan puasa itu, ceritanya berbeda total. Di awal-awal puasa, saya coba pulang pukul 4, mau keluar dari gedung kantor aja, NGANTRI! Ngantrinya gak tanggung-tanggung, bisa sampai 30 menit cuma untuk keluar dari gedung kantor. Dan akhirnya, pas tiba di jalan Gatot Subroto yang notabene kena 3-in-1 itu, waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore. Dag di

Sore Tadi Pukul 3

Mendadak, salah satu staff payroll keluar dari ruangannya dengan wajah pucat. Kemudian kita semua mulai berpandangan satu sama lain. "Le, gempa ya ?" "Iya nih...kok goyang-goyang ?" Semua orang tiba-tiba mulai merasakan guncangan hebat! Dan saat kami pikir guncangan akan segera berhenti, ternyata masih tetap berlangsung. Sebagian orang berpikir, bagaimana cara yang tepat untuk menyelamatkan diri dari gempa. Saat itu saya tetap tenang. Saya ingat, kalau bisa justru jangan panik dan berlari-larian. Posisi saya ada di lantai 19, di salah satu gedung perkantoran terbaik di Jakarta. Tangga daruratpun semakin penuh. Dari tangga itu, ratusan bahkan ribuan orang turun di gedung berlantai 40. Seandainya saat itu saya ikut turun, sepertinya hanya akan membuat saya menjadi tambah panik dan sesak. Ketika orang mulai berlarian, gempa semakin terasa. Saya hanya bisa duduk, berdoa, dan berusaha tidak panik. Saat itu mendadak salah seorang General Manager berlari dari arah kamar

By Request: Photo Ulang Tahun

Image
Sesuai request dari teman-teman di entry sebelumnya, ini saya posting photo-photonya (nyomot dari FB aja ya hihihihihihi).

Postingan Ultah (Yang Agak Basi Dikit Heheheh)

Walaupun udah basi... marilah kita bahas hal yang seru-seru... yaitu: Ulang tahun saya hihihih...(Malu, tapi seneng). Birthday saya kali ini, kebetulan jatuhnya hari Minggu, dan pas long weekend pula. Keistimewaan ulang tahun saya kalau dirayainnya di Indonesia adalah, besoknya pasti libur hehhehee. 17 Agustusan gitu loh besoknya. Tapi berhubung kita sekeluarga lagi bermalas-malas ria alias gak punya rencana, jadi semuanya benar-benar total tidak terencana, termasuk bagaimana saya akan merayakan ulang tahun kali ini. Siang itu, Minggu, tanggal 16 Agustus, kita nggak tau mau ngapain, akhirnya setelah berleyeh-leyeh sekian lama, ditambah lagi pada blum mandi, tiba-tiba saja saya berpikir... makan yang ringan-ringan aja deh, yuk mari ke Samudra BRI II, icip-icip menu dimsum aja bertigaan. Akhirnya, pukul 1 siang lewat-lewat dikit baru deh kita berangkat. Begitu sampai di Samudra, kaget juga sih... katanya long weekend, katanya orang-orang Jakarta pada keluar kota, tapi kok ini sudah mau

Jangan Menyerah

Posting ini saya dedikasikan untuk Tante saya tercinta, yang sedang berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Jika dibandingkan dengan penderitaan yang saya rasakan, rasanya kok saya tidak ada apa-apanya dibanding dengan beliau. Selama beberapa tahun terakhir ini, beliau telah mengalami penderitaan berulang. Apa yang saya maksud dengan penderitaan berulang ? Sejak Tante saya ditetapkan menderita penyakit kanker, dia sudah dinyatakan sembuh, kemudian penyakitnya kembali lagi, dinyatakan sembuh lagi, dan akhirnya di kanker itu kembali lagi untuk yang ketiga kalinya. Di setiap langkah perjuangannya, Tante saya menjalani kemoterapi, yang membuat dia kehilangan berat badannya secara drastis, membuat wajahnya pucat, rambutnya rontok, dan kondisi tubuhnya luar biasa drop. Sekian kali ronde-ronde terapi itu dijalaninya, tetapi saya tidak pernah melihat yang namanya kegelisahan, kesedihan, ataupun kemarahan terpancar dari matanya. Yang saya lihat adalah sebuah ketegaran luar biasa, semangat

Angels v. Demons

Bukan mau menyamakan dengan film yang dibintangi Tom Hanks tersebut, tetapi kebetulan sepertinya relevan dengan entry hari ini. Pernahkan anda bertemu dengan seseorang yang begitu baik terhadap anda, suka menolong, ramah, tetapi dalam sekejap berubah menjadi orang yang paling kejam yang pernah anda temui dalam hidup anda? Pernahkah anda bertemu dengan seseorang yang banyak berbuat baik kepada anda, tetapi tidak melakukannya dengan tulus, bahkan menuliskan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan di catatan pribadinya? Pernahkan anda bertemu dengan seseorang yang demi menutupi kekurangannya berubah menjadi lebih galak dan kasar, lalu berbalik mencari-cari kesalahan anda ? Jika jawaban anda atas salah satu dari pertanyaan di atas adalah pernah, berarti anda senasib dengan saya. Bertemu dengan orang tersebut, walaupun terasa sebagai bencana, ternyata merupakan suatu anugrah yang besar untuk saya. God is helping me in mysterious way. We'll never know what kind of plan that He had pr

Buah Simalakama

Bagaimana jika kita bertemu dengan buah simalakama? Dimakan mati ayah, tak dimakan mati ibu. Di saat sulit seperti ini, hanya Tuhan yang tau, hanya Tuhanlah kebenaran sejati.

Bom dan Bensin

Sebenarnya judul entry di atas tidak ada hubungannya sama sekali. Tetapi pertama-tama saya ingin menyampaikan turut berduka cita untuk bangsaku, yang hari ini menghadapi tragedi untuk yang ke sekian kalinya. Sedih.... benar-benar sedih... Rasa malu, ya tentu saja ada. Sekali, malu, dua kali sangat malu, tiga kali muka gak tau mau taruh di mana, ini sudah yang ke empat kali, muka mungkin sudah dilempar jauh. Namun kita semua harus optimis, harus bangkit, dan melawan segala bentuk kekerasan. Dan buat yang melakukan kejahatan ini, otaknya, pelaksananya, dan siapapun yang terlibat, biarlah nanti itu urusan anda dengan Tuhan ya. Dan sorry kalau saya ngomong kasar, tapi kalian itu SETANNNNNNNNN ALASSSSSSSSSSSS !!!!!!! Ok, selesai sudah dengan serapah saya untuk peristiwa Bom Marriott dan Ritz Carlton. Sekarang kita hibur diri sedikit dengan cerita saya membeli bensin di Shell. Sejak saya di Amerika, saya memang fanatik dengan Shell. Sampai balik ke Jakarta, tetep pake Shell dong ! Kecuali

Laporan Khusus !

Image
Entry yang ini, cuma mau ngabarin, kalau setelah peristiwa di depan Plaza Semanggi kemarin , akhirnya, di edisi majalah yang gambarnya di bawah ini..... . . . . . ada foto cewek cantik yang terpampang seperti di bawah ini.... . . . . . Hihihihhi..... (jadi malu....)

Gatel - Gatel

Semua orang pasti pernah mengalami yang namanya gatel-gatel tak tertahankan, yang bisa bikin kelojotan, gak bisa konsentrasi dan pada akhirnya, hanya bisa berpasrah diri, karena terkadang tidak diketahui penyebabnya. Kali ini, saya ceritakan beberapa kisah gatal-gatal yang lumayan seru. 1. Ini terjadi saat usia saya sekitar tujuh tahun... kelas 2 SD gitu hehhe (pas lagi imut2nya gak kayak sekarang). Oom saya yang kolektor whisky, memang seringkali menggunakan saya sebagai kelinci percobaan. Biasanya sih, saya baik-baik saja tuh minum whisky dicampur Coke atau Sprite. (Hehe, hebat ya... anak kecil minum whisky...). Kali ini ada menu baru, katanya whiskynya sih sudah berusia puluhan tahun, dan dibawain sama temannya dari Inggris. Jadi seperti biasa, dimulailah acara minum whisky gembira... campur sana sini...tiba2.. Dhoeng... badan saya biduran.. , bentol gede-gede dan seperti ngeblock... jadilah si oom dan tante panik, telepon mama saya di rumah suruh jemput anaknya... Dan pas sampe ru

Turning 25 - Dedicated to My Brother

No no no... It's not me who's turning 25. I turned 25 a long long long time ago hahahahaha. Today is the birthday of my one and only sibling, my little brother, Ardi. During the New Order Era, he was very proud of his birthday that falls on the same day with our 2nd President, Soeharto (And at that time, I insisted in my childhood mind, that if my brother's birthday fell on the President's birthday, then mine supposed to fall on the First Lady's birthday haha...). So, first of all, let me say: Happy Happy Happy Birthday to Ardi !! Woo hoo ! He is entering the 2nd quarter of the century of his life! He's been my companion for so many years, more than just a brother, but to me he's also my best friend (next in line to my Mom). Let me tell you some of the crazy things that I know about him. 1. He used to be very very skinny when he was a little kid. He couldn't eat something heavy or hearty. His favorite food was long bean, and he could eat long beans wit

Thypoid or Not Thypoid

Inspirasi judul entry ini, saya ambil dari "To Be or Not To Be". Mengapa begitu ? Sudah beberapa minggu terakhir ini, saya terserang penyakit aneh, yang sampai sekarang pun saya tidak tahu sebenarnya sakit apa. Dimulai dari sekitar 3 minggu yang lalu, tiap sore hari, panas badan saya selalu naik, sampai akhirnya saya langganan paracetamol (go Panadol!!). Aktifitas masih berjalan seperti biasa, tetapi setiap sekitar jam 2-3 sore, baik saya berada di manapun, tetap saja badan saya panas. Paling mengganggu kalau panasnya di kantor, sehingga kalau pulang kantor, saking mengigilnya, saya nggak berani pasang AC... ("mendukung green movement" wannabe). Denger-denger dari beberapa teman, yang gejala-gejalanya seperti ini adalah sakit thypus. Tapi saya nggak muntah, dan nggak buang2 air berlebihan juga. Tapi kalau sudah mengigil memang keterlaluan, gak bisa ngapa2in deh, pusing, lemes, dan cuma bisa meringkuk saja. Di minggu pertama, saya akhirnya nyerah selama 2 hari...

Sombong Dikit: Jadi Model (Lagi)

Setelah lima tahun lalu sempat menjadi covergirl di majalah Wisconsin CPA, dan juga sempat dipanggil secara khusus tiga tahun lalu untuk mejadi model di brosur Wisconsin CPA, akhirnya sejarah permodelan saya bertambah lagi sedikit (Sombong lo, Non !) Mungkin memang wajah saya ini unik (alias aneh), atau mungkin penampilan saya yang sangat menarik (alias nyeleneh...), mendadak tadi, saat pulang makan siang di Plaza Semanggi, sambil nunggu taksi yang antriannya menyaingi antrian di bioskop pas film True Lies mau dicekal (remember this?), tiba-tiba ada dua orang tak dikenal menghampiri saya. "Maaf Dek, kami berdua dari majalah Chic. Boleh minta waktunya sedikit ?" , kata si cowok yang mukanya sih mayan ciamik (kata temen saya yg tadi ikut nunggu taksi), tapi masih kurang saya yakini orientasi (sexual)nya. "Mo ngapain ya ?" , kata saya cengo. "Begini, kita kepingin foto Mbak, untuk di halaman fashion, soalnya tema kita yang akan datang ini flowery. Kebetulan M

Monica si Monster

Terinspirasi dari kisah-kisah mengenai guru-guru di bulan pendidikan nasional ini, akhirnya saya tergelitik juga untuk menuliskan suatu kisah dari guru kelas IV SD saya, yang tidak akan pernah saya lupakan. Bukan karena dia ganteng, super pintar, atau menawan, tetapi karena kekejamannya termasuk kelas kakap untuk kami yang saat itu berusia di bawah 10 tahun. Bagi beberapa orang, nama guru yang kejam biasanya ditutup-tutupi, supaya tidak menyinggung sang guru bersangkutan (jikalau secara tidak sengaja dia, atau keluarganya, atau koleganya membaca blog saya). Tetapi saya ingin mengungkapkan saja, dialah guru yang fenomenal di sekolah saya, Pak Yohanes Musiran. Saya masih ingat betapa lumayan brutal dan kejamnya guru kita yang satu ini. Kalau ada anak yang nakal, tidak segan-segan melakukan sesuatu yang ekstrim. Kalau guru-guru lain suka menjewer, guru yang satu ini tidak menjewer telinga, melainkan menarik cambang dari anak-anak, baik yang laki-laki maupun yang perempuan sampai semua te

Menerima Kenyataan

Kadang susah ya menerima kenyataan. Terutama, saat kenyataan itu rasanya pahit, dan sulit untuk diubah. Bertanya kesana kemari, berjuang sampai ke negara tetangga, ternyata hasilnya tidak terlalu menggembirakan. Kepinginnya mendengar berita gembira, diobok-obokpun saya rela kalau hasilnya memuaskan. Tapi yang namanya rencana Tuhan itu memang bukan rencana manusia. I should be happy with what I have right now. At least, I still have half of what other people has. It's much better than nothing. But knowing that I cannot do some stuff that I really like, knowing that I can't sing well anymore, it makes me sad. But life must go on, dan sudah sepatutnya saya bersyukur, memiliki orang-orang yang mencintai saya, dan mau menerima saya apa adanya, dengan segala kekurangan dan kelebihan saya. Yesterday, when I attended the mass at St. Alphonsus-Novena Church Singapore, the priest said something that is very nice and soothing. "God loves us, not only because God is Good, but becau

Garudaaaaaaaaaaa....arghhh....

Dengan bangga, saya memilih Garuda, sebagai satu-satunya direct flight NON low cost carrier dari Jakarta ke Perth. Qantas sudah tidak beroperasi lagi, yang ada hanya Jetstar saja, yang berarti tidak dapat makan, tidak dapat selimut, dan tidak dapat bagasi kecuali membayar extra untuk semuanya. Kalau mau naik Singapore Airlines, yang ada hanya buang waktu, karena harus transit di Changi. Nah, sebagai satu-satunya airline premium yang menerbangkan rute langsung ini, saya mengharapkan service yang juga premium dong! Mari kita simak kisah berikut ini. Untuk keberangkatan tanggal 3 April 2009 yang lalu, pesawat saya dijadualkan untuk terbang pada pukul 10.45 pagi. Sekitar pukul 10.30, kami dipersilakan untuk boarding menuju ke dalam pesawat. Setelah menunggu dan menunggu, kami heran, kenapa pesawat tidak berangkat-berangkat juga. Tak berapa lama kemudian, ada pengumuman kalau para penumpang diharapkan turun dan menunggu di ruang tunggu bandara, karena ada kesalahan teknis. Kami tidak perlu