Thursday, November 20, 2008

Tante-Tante Annoying (only at Jakarta's Mall)

Tiga hal ini adalah kejadian lumayan mengganggu, yang dialami oleh saya sendiri, di salah satu mall terkemuka di bilangan Jakarta Utara, hari Minggu, 16 November 2008 yang lalu.

"Nyari Jas Bukan Di Sini, Tanteeeeeee !"

Saat itu saya sedang berada di departemen store S, dan kebetulan saya lagi kepingin mencari cardigan untuk ditinggal di kantor. Maklum, lagi musim hujan gini, di kantor AC-nya terasa dua kali lipat lebih dingin. Jadilah saya ke counter baju bermerek P yang berlambang orang naik kuda itu, yang memang banyak menyediakan knitwear. Saat saya sedang memilih cardigan, datanglah seorang tante-tante model nyonya annoying (imagine this: tante-tante rambut sekuping pakai bando, kaosnya gombrong dengan legging). Di saat si Mbaknya lagi melayani saya, dia nyelonong, "Mbak, ada blazer gak ?" Trus si Mbaknya jawab,"Maaf bu di sini nggak ada." Kemudian si Tante itu nyamperin saya, nunjuk cardigan yang saya pilih."Lah, ini kan ada blazer! Kok dibilang nggak ada ?" Terus saya dan si Mbak bilang, "Kalau ini namanya cardigan, bukan blazer". Trus si Tante tadi dengan tampang nyolot,"Apaan tuh cardigan ? Istilah apa? Baru pernah saya denger istilah kayak gitu." Abis gitu, si Mbaknya terlihat kasian banget karena seperti di confront oleh si Tante, jadilah saya angkat bicara,"Kalau yang dari bahan knit atau sweater itu, namanya cardigan tante. Kalau blazer itu seperti jas, yang dari bahan biasa". Si Tante tetap bete dan masih ngomong sekali lagi, "Pokoknya saya nggak pernah denger istilah cardigan...." sambil melengos.... Ih.. nyebelin... (akhirnya, beli aja nggak, padahal tadi katanya nyari blazer... eh, cardigan...)

"Kalo Mau Nawar, di Pasar aja, Tante!"

Beberapa menit kemudian, lanjut lagi dengan pembayaran menuju ke kasir. Kebetulan kasirnya ada dua. Saya dapat giliran di kasir yang kiri, dan ada satu tante-tante di kasir yang kanan. Nggak tau kenapa, di mall ini auranya itu sepertinya banyak mengundang Tante-tante annoying (imagine this, tante-tante umur 40-an akhir, rada kurus, muka tipe penggerutu, rambut dikuncir satu, berkemeja bunga-bunga gombrong, dan memakai dompet koin dan uang kertasnya dilipat-lipat semua kayak belanja di pasar). Tante tersebut membeli satu piece spons untuk aplikasi bedak wajah. Terus, dia nanya ke kasirnya,"Yang ini diskon gak ?" Kasirnya jawab,"Oh diskon bu, 20%". Si Tante lalu nyaut, "Loh, kenapa 20% ? Kenapa nggak 50%? Tuh yang di bak itu mereknya sama diskonnya 50%?" Kasirnya lalu jawab lagi,"Tapi Bu yang di dalam bak itu, nggak ada produk spons bu, adanya produk lainnya." "Jadinya brapa ?", si Tante nanya lagi. "33,400 rupiah Bu." Si Tante ngoceh lagi,"Mahal amat sih...ginian doang !" (sambil mengeluarkan uang kertas lecek-lecek dari dalam dompet kumalnya...). Ya ampun Tante... kalau mau murah jangan belanja di department store S dong, belanja aja di pasar Inpressss....

"Campur Aja Sendiri deh, Tante!"

Habis shopping-shopping, paling enak memang makan es yang bikin adem. Nah, langsung keinget deh counter es R yang menyediakan berbagai es campur. Favorit saya sih, Es Kacang Bangkok. Kalau belanja di food court, seperti biasa mesti ngantri karena kasirnya cuma satu. Kemudian pas saya ngantri itu, ada lagi seorang Tante lagi ngelongok-longok dan nanya-nanya ke mbak yang jaga counter (imagine this tante-tante berambut pendek keriting, memakai baju blazer model tahun 80-an lengkap dengan padding yang besar, dengan rok yang matching motif hitam putih abstrak). Saya sih sabar, nunggu aja di belakang Tante itu. Ya ampunnnn...si Tante itu nanyanya banyak banget, padahal cuma mau beli es satu mangkok seharga Rp. 12,000. "Yang es ini isinya apa, Mbak ? Kalo yang itu ? Trus gulanya kalau yang ini jenis apa, Mbak ? Enakan yang mana ya Mbak, es yang ini atau yang itu ?" Akhirnya, Mbak yang satu lagi yang di belakangnya manggil saya karena gak sabar, "Mau pesen apa ya ?" "Oh, saya pesen satu Es Buah Selasih dan satu Es Kacang Bangkok" Pesanan sayapun mulai dibuat, dan akhirnya si Tante annoying itu berhasil memutuskan pemenang kompetisi es, "Ya dah, saya pesen Es Kacang Medan," gitu katanya..."Tapi..... Tolong kacang merahnya diganti kacang ijo, cendolnya diganti sama agar-agar, dan gula merahnya diganti dengan gula putih !" (masyaampun, Tante, bikin es sendiri aja di rumah...). Terus karena dia tadi baru pesan, es saya rupanya dibikinin duluan. Terus tiba-tiba, di munjungan es itu, disiramlah satu sendok gula merah, dan si tante langsung freak out !"Mbak ! Kan saya udah bilangin, saya nggak mau gula merah !" Terus si mbaknya dengan tampang kesel juga, bilang,"Bu, ini pesenan mbak yang itu". Si Tante akhirnya karena malu, dia melengos...dan akhirnya memilih mundur teratur. Sambil berjalan ke tempat duduknya, dia bilang sekali lagi ke si Mbak "Pokoknya, saya gak suka gula merah...."

Ya ampun... mengapa dalam satu hari, di sore yang menyenangkan, di sebuah mall di kawasan yang lumayan prestisius, masih aja ada Ibu-ibu model begini... Tapi, jangan salah ! Biasanya, tante-tante yang model gini, banyak yang duitnya bertumpuk loh, dan anak-anaknya pada sekolah di luar negeri semua...(nggak kalah sama ibu-ibu daerah selatan deh pokoknyaaaa... hehehe)

Tuesday, November 18, 2008

Hidup Tanpa Internet

Kemarin pagi, tiba-tiba network di bagian finance mati total. Dengar-dengar sih bukan karena jaringan internetnya yang mati, melainkan memang koneksi di bagian finance dicabut untuk maintenance. Buktinya, di bagian marketing dan lain lain alias di sisi gedung sayap barat, masih baik-baik saja. Awal-awalnya, dimulai dari YM yang kedip kedip, mati nyala-mati nyala dan bikin stress kita, karena baru nulis message satu, tiba2 mati lagi, sehingga gak jelas apakah messagenya sampai atau tidak. Akhirnya sampailah kita kepada tahap pasrah dimana seluruh jaringan betul-betul tidak jalan, termasuk jaringan email internal. Bahkan mau ngeprint di network printer saja tidak bisa. Otomatis, kegiatan hanya berpusat di mengerjakan laporan yang ada saat itu saja, tanpa tambahan informasi yang bisa ditarik dari luar.

Saya sendiri sih berhubung data-data sudah lumayan banyak yang terkumpul, mulanya hanya terganggu sedikit saja dengan ketidakberadaan internet. Tapi lama-lama, setelah data dicompile dan banyak kesalahan di sana sini, dan tidak bisa menghubungi si pembuat data, rasa frustasi mulai menyerang.... Dan ternyata bukan saya saja yang terserang rasa frustasi, melainkan juga beberapa orang yang tidak bisa ngeprint, tidak bisa mengirim, dan menerima data, bahkan sekretaris bos saya bilang: "Apalah artinya hidup ini tanpa internet...." Yang disahuti oleh orang disebelahnya:"Jadi prioritas lu ke kantor ngapain? Main internet, baru kerja ya ?", dan dibalas oleh sang sekretaris:"Lah, kok elu tau ?"

Baru akhirnya saya menyadari, kalau di kantor ini tidak ada internet, bakalan garingnya setengah mati. Dulu saya pernah mendaftar di suatu company, kemudian saya tanya dengan detail fasilitasnya apa, dan saat dia bilang tidak bisa browsing internet, minat saya langsung berkurang. Saya sih tidak tahu kebiasaan di Indonesia itu seperti apa, tapi memang ada benarnya tindakan dari beberapa perusahaan, bahwa fasilitas internet sebaiknya tidak terlalu dibiasakan di Indonesia, karena terkadang orang Indonesia seperti baru dimelekkan matanya oleh Internet. Buktinya, di saat jam kerja, saya melihat beberapa staff sedang main game! Tapi di sisi lain, Internet itu penting juga, untuk menggali informasi baik dari dalam maupun luar negeri, termasuk yang berkaitan penting dengan pekerjaan yang kita lakoni.

Oh iya, Internet juga penting buat refreshing. Terkadang, setelah penat berkutat dengan angka-angka, browsing 15 menit saja, sudah membantu memulihkan otak dari kelelahan. Apalagi kalo lagi bener-bener mumet, nah... nulis blog aja kayak sekarang...trus di post deh hihihi...

Wednesday, November 12, 2008

Sapi-Derman

Dua hari lalu, anak-anak di kompleks perkantoran GKBI sini heboh semua...lantaran beredarnya selebaran dari Management Gedung, yang menyatakan kalau Alain "Spiderman" Robert akan mendaki gedung kantor kita tercinta ini, pada tanggal 12 November 2008. Cihuiiiii.... akan ada tontonan gratis nih....dimulai sekitar pukul 11 pagi, dan akan berakhir sekitar 1-2 jam. Nah, si manusia laba-laba yang satu ini, akan mendaki GKBI dalam rangka peluncuran harian berbahasa Inggris terbaru di Jakarta. Hebat yah !!


Kita semua excited loh...apalagi yang posisi duduknya menghadap Sudirman...kan seru juga tuh bakalan dilewatin sama manusia nempel-nempel di kaca. Terus katanya sih, biasanya si Alain ini kalau beraksi, gak pernah pakai pengaman. Tangannya cuma dibalurin semacam tepung aja tuh... tapi khusus untuk di Indonesia ini, dia memakai pengaman tali (maklum deh.... tau sendiri tingkat keamanan di Indonesia gimana...blum lagi polusinya... bisa2 belum sampai puncak, dia udah pingsan duluan dan terjerembab ke bawah sakit gak bisa napas).


Nah, pagi ini, kita gembira banget.. berharap lunch break nanti, kita semua akan menonton pertunjukkan spektakuler. Tapi eh tapi....


PERTUNJUKKAN DIBATALKAN !!


Gosipnya sih, ada technical problem lah... trus ada juga yang bilang masalah perijinan lah... Tapi firasat saya mengatakan, mungkin kemarin, si Alain ini kebanyakan makan nasi Padang, sehingga perutnya mules, dan sampai tadi pagi, telah selusin kali bolak balik wece....dehidrasi gitu loh ! (dah... biarin deh asal ! Abis nyebelin sih... dibatalin mendadak !)

Thursday, November 06, 2008

When Obama and Mc Cain Collide

Singkat saja mengenai Pemilu Amerika Serikat kali ini.

Kemarin, telah diketahuilah kalau Obama memenangkan pertarungan terpanjang selama hampir dua tahun, dari kampanye yang memakan dana besar-besaran yang hampir tak terkendali.

Satu hal yang perlu dicatat dari akhir pertarungan ini adalah, bagaimana Senator Mc Cain, yang telah menjadi lawan Obama selama beberapa saat, tetap menghormati dan mendukung Obama. "He's become my president" That's what he said, dan yang lebih pentingnya lagi, dia mengajak seluruh pendukungnya untuk mendukung Obama sebagai presiden terpilih. Saya lumayan terharu mendengarkan pidatonya, dan membayangkan kalau itu terjadi di Indonesia. Support menderu dibalik kerumunan ratusan ribu orang, memberikan applause meriah atas kesupportive-an kedua belah pihak. It was amazing, it was moving, it was exhilarating.

Dan hal yang juga perlu dicatat dari pidato Obama adalah, bahwa setiap orang punya kesempatan, di sebuah tempat yang bernama Amerika. Yes, he's the first African American who is the first man now in the U.S.A. ! He's "black" and he's coming to the "White" House.

And in the end, quoting Obama: "There're no red states, there're no blue states. We're the United States of America." (cheeeeerrrrrssss!!)

PS: Yesterday was the first time that I witnessed Indonesian people watching the quick counts in front of an LCD TV at the Coffee Bean stall and they didn't move at all until the speech were over. It seemed like U.S. Election was much more fun and exciting to watch compared with the PILKADA.