Friday, October 31, 2008

Bites of Perth Part 5 - The End




Hi all, I guess it's been more than a week since my last writing on Bites of Perth.... My D**N Chief Director killed me hard with non-stop working for a special project, even he asked me to come on Sunday. The phone call was made on 1 AM Sunday Morning. Yeahhhh...!! My boss was awesome !! And that Sunday, after I went to St. Theresia for the 11 AM mass, I went directly to the office and the traffic was super jammed due to stupid car free day... Yeah, stupid Indonesian Government created car free days so that people don't go through the main protocol streets in Jakarta, yet created more pollution due to more cars jammed packed on the non-protocol roads. Yeah ! SMART ASS ! That Sunday, I skipped lunch, the Monday, I skipped dinner, and on the days after that, I was so sick that I couldn't breath, but I pushed myself to come to the office. What a week! Okay... stop blabbering about the situation...and now, presenting, my last two days in Perth!

Hari ke 9, Selasa, 7 Oktober 2008

Dua hari terakhir di Perth, baru terasa, sepertinya akan sedih untuk saya meninggalkan kota ini. Good friends, good companion, fresh air, people running and walking on the streets... For sure I will not see this anymore after I leave Perth, and coming back to Jakarta seemed like a hard thing to do. Hari itu, saya bangun agak siang, kemudian memilih untuk makan di sekitar Vic Park saja, yaitu daerah tempat saya tinggal selama beberapa hari di Perth ini. Setelah jalan kaki berputar-putar, akhirnya saya dan E masuk ke Fuji Restaurant. Tempatnya sangat sederhana dan bisa dikatakan sangat tidak modern dibandingkan restaurant Jepang pada umumnya. Tetapi begitu saya melihat kalau yang mengelola adalah sebuah keluarga kecil asli dari Jepang, saya merasa, this will be a good place to have lunch.

Looking for simplicity in the dishes, saya memesan Katsu-don dan E memesan Buta-don (Yes, they are both pork hehehe...porky2!!). Waktu mealnya datang, sudah terasa harumnya, and from that simple dish, I know that the rest of my tummy will be filled with such a nice home cooking meal. Katsu-donnya sederhana, tetapi authentic sekali. Ditambah lagi side dish potongan ubi dan wortel yang di stew, rasanya seperti sedang makan di rumah. Dan pesanan E, wanginya nikmat dan rasanya juga meresap sekali. Mungkin inilah alasan mengapa saya tidak terlalu pro dengan restaurant berkonsep fusion yang akhirnya mencampur rasa menjadi babak belur hahahaha (walaupun ada beberapa yang enak juga sih). Dan semuanya itu sudah dibuktikan dari restaurant Christina's kemarin yang menyajikan straight Italian dan kali ini oleh Fuji.



Very Fragrant Buta-Don



Very Simple and Homey Katsu-Don

Siang itu, kami kembali memanfaatkan AUD 10/ tix cinema offer. Dan film yang kita pilih kali ini yang ringan dan lucu-lucu saja yaitu Step Brothers. Aduh, itu film bodoh banget, tapi sangat menghibur. Maklum, pemerannya saja Will Ferrel. Bagi anda penggemar variety show Saturday Night Life, pasti sudah hampir hafal joke-joke hancur dan perilaku gila-gilaan dari dia. Hari itu kita menonton di Garbo. Terus terang saya tidak tahu mengapa shopping centernya disebut Garbo, padahal kepanjangannya adalah Garden City hahahaa. Tadinya setiap orang saya bilang Garbo, saya kira maksudnya singkatan dari Garbage hihihiihi... Oh iya, di Australia ini ada istilah-istilah aneh. Misalnya, breakfast disingkat jadi brekky, dan supermarket Woolworths disingkat jadi woolies. Interesting kan ?


Malamnya, adalah malam terakhir saya di Perth. Makanya kali itu kita mengundang lebih banyak orang untuk dinner. Sayangnya hanya enam saja yang bisa menyempatkan diri. Jadi hari itu, saya, E, M, K, C, dan D makan-makan di Northbridge area yang merupakan Chinatown-nya Perth dan buka sampai malam. Restaurant yang direcommend oleh E adalah Hawker. Waduh, restaurant Hawker ini ramai sekali dan yang makan dari berbagai bangsa. Padahal, kalau menurut saya sih, tempatnya jelek ya hihihi, jadi pasti yang membuat orang berbondong-bondong kemari adalah makanannya yang enak. Malam itu kita berenam memesan 5 macam sayur. Terus terang saya lupa mengambil gambar dan merecord nama makanannya. Maklum, sudah hari terakhir, saya manfaatkan betul waktunya untuk mengobrol dengan teman-teman. Yang pasti seingat saya, kita pesan beef, chicken, squid, tofu, dan pork. Nah, detailnya...hmm sudah masuk perut semua hehehehe.


Hari ke-10, Rabu, 8 Oktober 2008

Wah, sudah hari terakhir. Suasana sedih akan berpisah makin terasa, apalagi koper-koper sudah mulai dibereskan. Huuuukkksss..... Itinerary pertama siang itu adalah mencari kartu-kartu ucapan untuk teman-teman yang selama ini sudah begitu baik menerima saya di Perth. They have been really really nice to meeeee... and I love them all. Jadi saya dan E mampir dulu ke toko gift di daerah dekat rumah, kemudian dilanjutkan dengan makan siang. Makan siang hari ini adalah di restaurant Jepang (lagi....), karena memang yang paling banyak tersedia adalah restaurant Jepang (Sayangnya saya lupa namanya... It was very smalllll). Tapi kali ini menunya beda, karena saya memesan Salmon-don. Nah, menu yang ini bentuknya lebih ke arah Chirashi, jadi salmonnya mentah dan dimakan dengan sushi rice. Salmonnya segar dan teksturnya sangat baik. Setelah makan, tiba-tiba saya rakus...dan kepingin makan es krim. Tapi sudah jalan-jalan di daerah situ, ternyata gak ada kedai es krim. Jadilah kita malah mampir ke Woolies dan membeli satu kotak Nestle Drumstick isi 4 hahahaha.


Salmon-don yang Segar Banget

Sampai di rumah, saya menulis kartu-kartu untuk teman-teman dan menyelipkannya di bawah pintu kamar mereka. Sehabis final checking untuk barang-barang yang akan dibawa pulang, saya masih sempat duduk di sofa bawah, dan makan es krim ditemani oleh R. Padahal hati ini lagi sedih, tapi mulut rasanya kepingin makan yang manis-manis terus. Mungkin kadar gulanya membuat saya lebih tenang dan relax. Hehehe (alasan...). Pukul 14.30, K menjemput saya dan perjalanan kita bertiga dilanjutkan menuju airport.


Tiba di airport, kita shock banget, karena waktu boarding tinggal 1 jam lagi, dan antrian untuk check in luar biasa panjangnya! Rupanya, (stupid Indonesian airlines called) Garuda Indonesia kekurangan orang untuk membantu tugas check-in, sehingga dua penerbangan sekaligus ke Jakarta dan Bali hanya mempunyai 3 counter check-in! Mana semuanya begitu lambatttt...Pesawat saya pukul 17.00 dengan waktu boarding pukul 16.30, dan pukul 16.00 saya masih belum check in! Akhirnya pihak Garuda mengambil kebijakan untuk mendahulukan penerbangan ke Jakarta (padahal penerbangan ke Bali pukul 17.10 loh...cuma selisih 10 menit), dan akhirnya pukul 16.15 saya berhasil check in. Kemudian, ada kegilaan lagi.... Saya tidak membawa ballpoint sementara harus mengisi kartu imigrasi. E dan K juga tidak membawa ballpoint, jadilah kita meminjam ballpoint dari counter Red Rooster, sebuah chain fastfood restaurant di Australia. Karena tidak enak hati cuma meminjam ballpoint, akhirnya kita memesan dua Chicken Nugget hahahah. So, when I am asked, what's your last meal in Perth ? I'm gonna answer, "It was the Chicken Nugget from Red Rooster !" Awesome !!



Suasana Airport Perth yang Pasti Lebih Keren dari Jakarta

Tibalah saat untuk berpisah. Saat itu rasanya kepingin nangis banget... pas mau memasuki counter imigrasi, saya berpelukan dengan K dan E, kemudian berlari-lari menuju counter. I didn't look back... karena kalau look back, pasti akan sedih sekali. Thanks friends... for such a wonderful time in Perth... I will be back for sure.










Thursday, October 23, 2008

Bites of Perth Part 4

Hari ke-7, Minggu, 5 Oktober, 2008

Hari Minggu yang ceria ini, kita buka dengan: Makan pagiiiii :D. Horeee...makan pagi di Globe, Hilton Parmelia, breakfast buffetnya lengkap dan enak. Jadi mulailah saya mengisi piring dengan berbagai icip-icip khas American Breakfast...dan akhirnya terciptalah sebuah tumpukkan makanan berlemak yang nikmat. Dan gilanya, setelah makan setumpuk itu, ditambah sepiring buah-buah segar... mata saya masih tidak bergeming dari kerangjang berisi muffin. Tadinya saya berusaha untuk tidak mengambil, karena saya tahu, muffin itu kalorinya besar banget, tetapi akhirnya... kalah juga perjuangan saya. Jadilah satu blueberry chocolate chip muffin masuk ke dalam ruang gastro saya....hiks... tapi, it's so very very worthed. The muffin was...heavenly..... nyam...

1st Round of Hearty Breakfast at Globe

Sehabis itu, dimulailah perjalanan saya dan E sebagai petualang di tengah kota, kali ini tanpa mobil. Kebetulan lokasi Hilton itu tepat di belakang Perth Convention Center. Jadi kita mampir ke sana sebentar untuk foto-foto, lalu dilanjutkan dengan jalan kaki menuju ke Swan Bell Tower. Nah, mau ke sana itu, kita ngelewati lapangan gedeeeee banget, yang sampingnya itu ada Swan River. Sebenernya pingin banget guling-guling di lapangan rumput segede gitu... cuma ya, berhubung umur sudah lebih dari seperempat abad, dibatalkanlah niat mulia tersebut. Dari Swan Bell Tower, kita jalan-jalan dikit ke tepi sungai, trus ngeliat jam matahari gede banget (it's massiveeee...), dan mencoba menerka-nerka bagaimana cara kerja jam matahari (still can't figure it out...). Dari sana, kita naik CAT bus. CAT bus ini adalah bus gratisan yang melayani rute di downtown. Rencananya sih mau pulang, tapi tiba-tiba di telepon sama temen kita M & G. Diajak ke pantaiiii....asikkkk...

Aduh, tuh kan, rumputnya bagus, bisa guling-guling


Habis gitu, kita jalan kaki deh, menuju halte bus yang memudahkan di M & G untuk menjemput kita. Dan perjalanan dilanjutkan ke Cottesloe Beach. Cottesloe Beach ini terletak di barat daya kota Perth. Daerahnya indah, dengan deli2 kecil di tepi pantai. Pantainya gak terlalu panjang, karena di kanan kiri pantai isinya karang-karang. Sampai disana, kita langsung disambut oleh angin laut yang kuenceeeenngggg banget. Dingin juga loh... Tapi jangan salah, walaupun dingin, banyak juga yang pakai pakaian renang, dan bahkan ada yang berjemur-jemur di tepi pantai, padahal saya saja yang pakai jaket sudah bergidik. Kita berjalan menyusuri pantai, dan perjalanan kita diakhiri dengan makan gelato di tempat favorit saya Il Gelato...nyam... Oh iya, chain Gelare yang juga ngetop di Jakarta, ternyata banyak banget di Perth. Tapi preference saya si Il Gelato ini. Pas di pantai, saya order 1 scoop yang rasa Ferrero Rocher. Very yummy, but on the other hand it's very light... makanya saya sukaaaa...

Biarpun Kedinginan Yang Penting Bergaya

Dari pantai sudah lumayan sore, kita kembali ke rumah, istirahat sebentar, lalu... KARAOKE TIME !! Nah, peserta karaokenya lumayan banyak, totalnya ada 7 orang. Sebelum karaoke, kita mampir dulu untuk makan malam di Ipoh. Nah, dari namanya sudah ketahuan kan, kalau ini adalah restaurant Malaysia. Di situ saya pesan yang simple saja, yaitu Char Kwe Tiaw. Kemudian ada juga pesanan yang unik, mirip ayam goreng belacan, tapi saya lupa namanya, rada-rada aneh namanya. Nah, kalo menurut saya sih, Char Kwe Tiawnya rada aneh, masak putus2 semua. Mungkin saking malesnya kali ya, karena kan musti dikupas satu-satu hihihi dan di sana tenaga kerja mahal kali ya...*dunno juga, atau mungkin karena kita dateng kemaleman, jadinya dapet yang putus2nya hiks...*

Kwetiaw Putus2...

Ayam Goreng Yang Namanya Tidak Jelas Itu

Setelah kenyang... kita lanjut karaoke di Utopia.... !! Jadi di Perth itu, karaoke gak kayak di sini, sewa ruangan jam-jaman gitu. Kalau di sana, dihitungnya per orang, per jam. Nahloh...jadi orangnya makin banyak ya makin mahal.... heheheh...dan ruangannya kecil kecillll.... walaupun begitu, kita tetap bernyanyi dengan semangat, sambil joget-joget tidak jelas. Yang penting happy gitu loh hihihihi...

Hari ke-8, Senin, 6 Oktober 2008

Hari ini, E sudah mulai ngajar lagi di Curtin, jadinya gak bisa full time jalan-jalan melulu. Kasian juga si E, hari itu dia ngajar pagi-pagi, sayanya masih bobo. Trus dianya balik dari ngajar, sayanya juga masih bobo. Sorenya dia mesti ngajar lagi. Tapi tetep, dasar namanya nakal, berhubung E ngajarnya yang sesi 2 pukul 15.30, siangnya kita berangkat dulu ke Carousel mall hihihi... Siang itu kita makan di food court aja. Ada satu stand namanya apa yah...Mandarin Wok kalau nggak salah. Nah di situ, kita bayar 1 piring AUD 11, terus boleh diisi sampai dodol. Saya mengisinya dengan kombinasi sayuran dan daging, kemudian si E, mengisinya dengan...hmmm... dengan deep fried food! hahahahah... dasar cowok! Sebenernya hari itu saya ke mall untuk misi khusus, membeli ikat pinggang besar2 hehehe... di sana lebih murah dan lebih bagus loh daripada di Jakarta. Mayan kan buat gaya sehari-hari di kantor.

Sorenya, saya ngikut E ke kampus lagi, tapi dia ngajar, sayanya chatting di computer lab. Haha... selesai dia ngajar, kita pulang dan istirahat. Malamnya, saya, E, dan M bingung mau makan malam di mana, tetapi kepikiran mencoba Italian food. Akhirnya M menyarankan kita ke Sebastian Italian Restaurant. Pas kita sampai sana, ternyata penuh! Padahal Senin malam loh, tetapi penuh banget yang inside seating. Yang outside seatingnya masih ada sisa 1 table, tetapi dinginnyaaaa... (nah, dingin2 gitu, tetep loh ada yang bela-belain di outside seating). Kemudian, akhirnya kita jalan kaki deh di sekitar situ, dan akhirnya bertemu dengan restaurant yang bernama Christina's. Nah, pas masuk Christina's itu, saya udah merasa nyaman, nggak tau kenapa, saya lebih merasa pas di sini daripada di Sebastian. Kita langsung pesan, dan begitu pesanannya keluar... Mammamiaaa..... they're all very very awesome. It's not that cheap, but it worths every penny. Pesanan saya adalah Spinach Canneloni with Spring Green Salad on the Side. Terus, begitu mau bayar di cashier, saya baru perhatikan di dindingnya, isinya penghargaan dari berbagai media selama belasan tahun untuk restaurant yang satu ini... no wonder enak dan sangat membumi rasanya. So the night ended in a very nice ambience with good friends and off course, awesome food!


Lamb Shank yang Tender and Juicy and ... pokoknya uenak lah...

Spaghetti Marinara yang Seafoodnya Banyak Banget dan Nikmat

Canneloni yang Rasanya Beneran Enak dan Saladnya Juga Sueger Tenan




Monday, October 20, 2008

Acak-Acakan dari Weekend Lalu

Sedikit intermezzo sebelum lanjut kisah perjalanan di Perth

Tak Ada Tissue ____ pun Jadi

Gara-gara nonton Laskar Pelangi, sepanjang film, saya mewek terus.... asli sedih... Kebetulan saya memang cry baby, ngelihat film yang mellow-mellow begini pasti sedih banget... Saya nggak menyangka kalau saya akan berbeler-beler ria, apalagi akhir-akhir ini tidak ada film yang menyentuh hati. Apalagi film Indonesia huuuu...gak mungkin deh... (pikiran sih gitu...). Tapi apadaya, kali ini adalah film yang membuat saya termehek-mehek begitu dahsyat setelah film Sam Pek Eng Tay belasan tahun lalu yang saya tonton di ITC Mangga Dua 21.

Nah, masalahnya adalah, tissue di tas saya tinggal 2 lembar !! Mau keluar kok sayang, karena berarti akan ketinggalan kisah filmnya. Akhirnya, setelah mengubek-ngubek isi tas... hanya ditemukan beberapa lembar bon, mulai dari bon department store, sampai bon restaurant. Sebenernya sih menyedihkan sekali dan memalukan sekali untuk menceritakan ini, tetapi, film itu telah berhasil membuat saya, menyeka ingus dan air mata, menggunakan kertas bon ! Hihihi... (daripada eh daripada, musti keluar cuma buat beli tissue... dan ketinggalan detik-detik berharga hihihhii).

Dasar Copycat !!

Selepas keluar dari bioskop dan mengenyangkan perut di Pancious, saya iseng mampir ke Charles and Keith. Saya sudah tau kalau saya tidak akan membeli apapun di Charles and Keith karena tidak pernah ada yang cocok walaupun harganya lumayan terjangkau dan modelnya keren-keren. Somehow, begitu sepatu Charles and Keith mampir di kaki saya, yang ada adalah kaki saya terlihat seperti gajah yang memakai alas kaki kesempitan, padahal nggak...

Namun yang membuat saya shock adalah: Tas yang saya gunakan, ditiru oleh Charles and Keith dengan model yang persis sama !!! Tetapi harganya melesat di bawah... Benar-benar persis sama, sampai jumlah pakunya, sampai jenis zippernya dan pengaitnya yang bentuk anyaman kulit. Argh !! Copycat sejati. FYI, tas saya adalah tas BCBG MaxAzria hadiah ulang tahun saya di tahun 2006 (hehe, setidaknya saya sudah 2 tahun lebih dulu pakai model ini kan ? di Charles and Keith masih new arrival lohhhh). Heran ya, orang asia, paling hobby niru. Dan nirunya gak tanggung-tanggung gitu loh...ckckck...

Bites of Perth Part 3

Hari ke-6, Sabtu, 4 Oktober, 2008
Karena semalamnya kita pulang ke rumah sudah subuh dan setelah pulang masih ngobrol-ngobrol sampai agak pagi, hari itu saya dan teman-teman bangunnya siaaaannnggg banget. Eh pas siang bangun itu, ternyata roomate kita R sudah menyiapkan bakmi ayam pangsit bikinannya loh, jadi deh kita makan di rumah for the first time kali ini. Thank you, R! Kemudian, saya, E, R, dan T (T ini pacarnya R yang kebetulan lagi datang dari Melbourne) berangkat ke Swan Valley.
Swan Valley ini adalah kota kecil sekitar 40 menit-an dari Perth City. Sampai di sana, tujuan pertama kita adalah ke pabrik coklat Margaret River. Bentuknya seperti rumah besar, atau mungkin bisa dibilang seperti barn/lumbung. Begitu sampai di sana, terdapat antrian panjang, yang ternyata adalah antrian untuk mengambil coklat gratisan. Ada kepingan milk, white, dan dark chocolate. Saya mengambil secukupnya, kemudian memulai melihat-lihat apa yang bisa dibeli sebagai oleh-oleh (walaupun harus agak tahu diri sedikit karena koper saya sudah overweight duluan sebelum perjalanan di mulai hehe). Kemudian ada penglihatan menarik, setelah saya memperhatikan lagi, ternyata, orang-orang (ada orang Indonesia, Korea, Hong Kong) banyak yang menilep coklat samplenya, yaitu dengan cara meraup sebanyak-banyaknya, dan dimasukkan di dalam tissue... (dalam hati... dasar orang Asia !). Rugi bandar deh tuh pabrik coklatnya. Oh iya, setelah saya membayar belanjaan saya, ternyata di cafenya, R & T telah menunggu dengan hidangan Chocolate Fondue for Two (yang banyaknya bisa buat ber-4). The milk chocolate was super good !! Especially with the strawberries...Yummy !

Fondue for Two yang cukup buat sekeluarga


Setelah kenyang gara-gara kebanyakan coklat, kami melanjutkan perjalanan sedikit menuju Lancaster Winery. Begitu saya tiba, saya bingung, mana winerynya nih ? Ternyata beda dengan di Napa Valley, California yang mempunyai winery-winery besar lengkap dengan tempat tasting yang fancy, di Lancaster tempat tastingnya itu cuma seperti shed yang sangat kecil. Saya sempat membeli dua botol dessert wine (yang botolnya ternyata kecil sekali, hanya 350 ml saja) seharga $28 per botol. Considerably expensive karena kecilnya botol dan ini bukan reserved wine dari tahun tertentu. Ditambah lagi, saya membeli langsung dari sumbernya. Biasanya kalau sudah masuk restaurant, harganya bisa melonjak tiga sampai empat kali lipat. Tetapi karena memang rasanya itu menyegarkan dan benar-benar manis, saya pikir tidak ada salahnya dibawa sebagai buah tangan.


Perjalanan dilanjutkan menuju daerah East Perth. Tidak ada object wisata khusus di situ, hanya saja R merekomendasikan tempat tersebut untuk foto-foto karena daerahnya lumayan bagus. Terutama sih, karena banyak perumahan-perumahan yang asri dan apartemen idaman (katanya R loh heheheh...).

Wonderful shot of R&T hehe.... Aren't They Cute ?


Sore itu, kami kembali ke apartment dan berjalan kaki ke Gereja St. Joachim untuk misa. Maklum, daripada gagal bangun pagi besok, kami memilih untuk ke gereja Sabtu sore (dasar malas hehehehe). Setelah dari gereja, pulang lagi sebentar untuk merapihkan diri, kemudian lanjut untuk makan malam bersama teman-teman yang lain di The Bridge. The Bridge ini bisa dikategorikan lumayan fine dalam hal pelayanan dan dekorasinya. Tetapi, terus terang, saya tidak tertipu oleh penampilan makanannya, karena rasa makanannya sangat biasa, terlalu biasa, bahkan cenderung tidak enak. Steak yang saya pesan terlalu kecil, dimasak dengan ketepatan kematangan yang kurang, dan side dish untuk hampir semua makanan adalah sama yaitu mashed potato dengan bokchoy rebus. Saya mengerti memang mungkin pihak restaurant ingin memadukan unsur makanan Barat dengan makanan Asia, tetapi...sorry, for me, it didn't work! Untung saya saat itu we're having good companies... so, makanan yang kurang enak, bisa dimaafkan.
Fillet Steak yang rasanya blah......
Fillet Salmon yang rasanya juga blahhh...


Malam itu saya di drop di Hilton Parmelia di downtown Perth City. Ya, saya sengaja menyisihkan satu malam untuk menikmati suasana kota Perth yang ternyata... very boring haha... Untungnya saya menginap hanya satu malam saja. Tadinya saya hampir menginap dua malam, tapi teman saya sudah memberikan warning, kalau bahkan satu malam saja sudah terlalu lama hehehehe.... Dan benar, malam itu tiba, check in, dan gak lama.... pulas, karena benar-benar di downtownnya tidak ada keriangan apapun yang bisa dinikmati. Tapi at least, malam itu saya bisa menikmati ruangan hotel yang sangat nyaman, dengan ranjang ukuran king size dan bantal oversize yang banyak. Selamat malam, Perth!

Kamar saya di Hilton Parmelia, lumayan bisa guling-guling

Wednesday, October 15, 2008

Bites of Perth Part 2

Hari ke-4, Kamis, 2 Oktober, 2008


Hari ini dibuka dengan bangun pagi... Ya, pukul 5.40 pagi, teman kita si M tiba di Perth International Airport, saya dan E bertugas menjemput nih. Duh, padahal masih ngantuk banget, tapi akhirnya kita berangkat dengan suka cita menyambut M yang baru saja merayakan Idul Fitri. Selesai menjemput M, saya kembali lagi ke ranjang dan pulasss hehehehe... sampai jam 10-an kali. Bangun tidur, saya ikut bantu bersih-bersih rumah, karena basically, si M ini akan menempati kamar yang dulunya bekas orang lain, nah orang lainnya itu baru pindah tengah malam kmarin itu. Ampun, ternyata, penghuni sebelumnya meninggalkan kotoran yang LUAR BIASA banyaknya. Berhubung kita nggak tega si M yang baru sampai harus langsung bersih-bersih, jadilah saya dan E bantu-bantu bersih-bersih. Kayaknya debunya aja pas dikumpulin jadi satu trash bag loh ! Horeeee.... (ironis mode...)


Siang itu, saya, E, dan M makan siang bareng di restaurant Ten-Ten. Sebenarnya siang itu ada lunch special, tetapi kita lebih memilih menu dinner, maksudnya supaya lebih special lagi gitu hehe. Maklum, saya kan tamu istimewa (hahaha...tertawa bangga). Dan terpilihlah 3 menu andalan, yang ternyata, gorengan semua... (ampun deh, dua cowok teman saya ini, ternyata memang gak jauh-jauh dari daging dan gorengan). Yang pertama adalah Crispy Chicken with Onion on Top, yang kedua adalah Salt and Pepper Pork Spare Ribs, dan yang ketiga adalah Sizzling Japanese Tofu with Pork and Salted Fish. Enak sih, tapi ya ampun, gorengan tak henti hehehehe...

Tiga Masakan Penuh Minyak....

Selepas dari makan siang, kita lanjut lagi, kali ini ke kampusnya si M yaitu University of Western Australia. Wah, kampusnya agak beda dengan Curtin University, di UWA suasananya lebih klasik dan hijau. Si M hari itu ada ujian, jadi kita tinggal deh. Setelah berfoto-foto ria, kita melanjutkan perjalanan ke King's Park, yang merupakan salah satu objek wisata utama di Perth. Untuk menuju King's Park, bisa ada dua jalan yang diambil. Bisa langsung menyetir lewat atas dan tiba di pintu masuknya, atau bisa dengan cara memanjat tangga yang lumayan tinggi dari tepian jalan. Saya dan E memilih option kedua. Tangga yang membuat kita ngos-ngosan itu disebut Jacob's Ladder atau Tangganya Bapak Yakub. Katanya sih, kalau sudah lewat tangga ini, diibaratkan mencapai pintu Surga... AMINNNN !! hehehe... yang pasti sih pas sampai di atas, napas sudah terengah-engah, dan rasa suksesnya memang mungkin mirip pencapaian ke pintu surga. Dari atas, pemandangan indah sekali. Sayangnya kamera saya mati dengan sukses karena kehabisan batere. Untungnya teman saya membawa kamera handphone yang 5 MP jadi masih lumayan ada beberapa foto diabadikan di sana.



Suasana Klasik dan Asri di UWA

Catatan tentang King's Park, saya angkat empat jempol untuk Pemerintah Australia yang menangani taman ini dengan sangat serius. Seluruh areanya terjaga, bersih, indah, dan yang pasti, tanaman-tanaman yang unik itu benar-benar dilestarikan. Saya juga yakin, warga Perth juga pasti bangga akan keberadaan taman ini. Areanya begitu luas, tetapi seluruh spot tidak ada yang terlewat perawatannya. Sementara di Jakarta ? Hmmm... Taman ? Sudah lama banget gak dengar kata itu. Taman Menteng yang baru dibuat juga tidak ada artinya dibandingkan King's Park. I miss the greeeeennnnn...

Sepulang dari King's Park, kami diajak oleh tetangga kami A, J, dan W untuk ke Karrinyup Mall. Rupanya di Perth itu, setiap hari Kamis adalah hari yang special karena mall buka sampai jam 10 malam. Horeeeee.... Jadilah walaupun tidak ada rencana untuk membeli apapun, kita ikut saja ke mall. Di Mall, karena saya lelah dengan makan goreng-gorengan, akhirnya saya pesan makanan yang sederhana saja, Chicken Tandoori Wrap di Pure and Natural yang menjual makanan-makanan yang tentunya agak lebih sehat. Malam itu, diakhiri dengan kembali kerumah, dan menata rumah (alias membuat bed frame untuk si M dan juga memindahkan kasur-kasur ke tempat idealnya).


Hari ke-5, Jumat, 3 Oktober, 2008


Inilah hari paling dinanti-nanti. Kenapa ? Karena hari ini adalah hari untuk menonton Broadway Musical, Beauty and The Beast!! Hooraaaayyyy.... Siang itu, saya tidak kemana-mana, hanya lunch di sekitar rumah saja. Karena daerah tempat tinggal saya di Vic Park, jadinya untuk mencari makan tidak terlalu susah. Ada berbagai pilihan di sana mulai dari Japanese, Chinese, Indian, sampai Malaysian. Saat itu kita memilih restaurant Chinese Malaysian yang bernama Chi. Dan pesanan saya adalah Rice with Roast Pork. Pas hidangannya datang... Tadaa... kembali lagi bengong stadium akhir... Itu piringnya guede bener, dan roastporknya BUANYAK !! Gileeeee..... dan yang lebih gilanya lagi adalah... I finished it ! Ya ya... saya rakus... (admitting...).

Porsi Makan Anak Rakus Bernama Leony

Sorenya, bersiap-siap, bersama sama dengan E, M, K, berangkatlah kami ke Regal Theater untuk menonton pertunjukkan Beauty and The Beast. Cari parkir saat itu agak-agak susah. Untung masih dapat, walaupun kami harus berjalan kaki beberapa blok mencapai tujuan. Di sana kami bertemu lagi dengan teman-teman lain, dan kita memonopoli seat di row L. Sembilan orang loh ! It was a perfect seating actually at orchestra level. Cerita berjalan... it was such a great show... sampai pada akhirnya... the Beast.... berubah menjadi pangeran... dan.... kita langsung ILFEEL !! Mengapa oh mengapa...pangerannya gendut dan botak !! Mestinya kan dia itu ganteng dan langsing !! OH Noooooo...... Tapi rupanya, setelah membaca dari program book (yang dibeli dengan harga AUD 10), ternyata yang jadi Beastnya ini memang sudah paling banyak pengalamannya sebagai aktor Broadway... Huuu..tak adil... kan saya sebagai wanita menggambarkan Prince Charming yang ok hiks... Oh iya, thanks to M, tiket pertunjukan ini adalah hadiah dari M. "Welcoming gift buat Cici", gitu katanya. Asikkkk... makasih M !!


Malamnya, show selesai kira-kira pukul 11 malam. Saya, E, dan M belum makan malam, jadinya kita cari yang masih buka. Jam segini, yang masih buka cuma di Chinatown saja di daerah Northbridge. Jadinya kita ke sana deh, lebih tepatnya ke City Garden Restaurant. Di situ, kita pesan Congee with Shredded Duck and Eggs (3 macam: telur asin, telur phytan, dan telur mentah yang diaduk saat mangkuk dibawa ke meja), Black Pepper Beef, and Salt and Pepper Chicken. Aduh, untung saya minta Black Pepper Beef. Kalau saya gak minta itu, mungkin mereka sudah pesan another deep fried food. Those guys !! Saat kita memesan Congee, si tantenya menyarankan kita memesan mangkuk besar. Dan begitu kita lihat billnya, kita lumayan bengong, karena harga mangkok kecil tuh AUD 10, dan harga mangkok besar adalah AUD 35 !! Huh !! Kita diboongin...gak sudi gak sudi, tau gitu mendingan pesan mangkok kecil 2, daripada pesan mangkok besar. Habisnya, si tante itu pintar juga, harga mangkok besar tidak dicantumkan. Tapi berhubung enak, ya sudah kali ini dimaafkan hehehe.

Bubur Bebek yang tinggal setengah mangkok
Salt and Pepper Chicken and Black Pepper Beef (with too much black pepper sauce)



Malam itu, kami pulang ke rumah, dengan perasaan... KENYANGGGGG....
Yak, sampai hari ke lima dulu ya... nanti sambung lagiiii....


Monday, October 13, 2008

Bites of Perth Part 1

Hari 1, Senin, 29 September 2008:

Nah, sesuai janji, inilah bagian pertama dari perjalanan ke Perth. Karena tidak ingin merepotkan orang rumah, ditambah lagi suasana yang sudah mendekati lebaran yang menyebabkan situasi bandara lumayan ramai, pagi itu, 29 September 2008, saya memilih untuk menaiki taksi Burung Biru untuk berangkat ke Bandara Soekarno Hatta. Sampai di sana, pas check in, oh no.... berat koper sudah 23.5 kg, yang berarti sudah melampai limit 20 kg yang disediakan. Untung saja pihak Garuda lumayan baik dan membiarkan koper saya lewat. Setelah bayar fiskal (yang menurut saya a total rip off), saya lewat imigrasi dan bisa santai di lounge. Too bad loungenya gak ada hot spot, kalau ada kan lumayan bisa update blog hehe.

Di pesawat ternyata saya ketemu dengan teman SMU saya si F, which was quite a surprise. Tapi di pesawat gak sempat ngobrol-ngobrol karena kita duduk agak berjauhan dan pesawat lumayan penuh. Sekitar 4 jam kemudian, sampailah saya di Perth International Airport. Begitu ngantri di Imigrasi, gak tau kenapa, form arrival saya ditandai, kemudian saya ditanya2 mulai dari menginap di mana, dan kenapa saya juga menginap di Hilton (saya memang sengaja menginap di Hilton selain di rumah teman, maksudnya supaya bisa merasakan downtown juga), tapi malah dicurigai. Mungkin karena di dalam paspor saya ada visa Mesir dan Yordania...hiks... Setelah itu saya mengambil koper, dan begitu mau keluar, ketahan lagi, musti bongkar koper. Huh... menyusahkan. Dan yang parahnya lagi, gara2 si F tadi mengobrol sama saya, dia kena juga dibuka kopernya....Ternyata, memang di Perth itu pemeriksaan agak-agak ketat, dan bukan keanehan jika secara acak koper kita dibuka.
View From The Top

Keluar dari bea cukai, saya dijemput oleh teman baik saya E. Nah, E inilah yang menemani dan menjadi tumpangan saya selama di Perth. Karena saat itu sudah sore, kita langsung menuju rumah, taruh taruh barang, dan malamnya pergi dinner. Sebelum pergi dinner, saya membantu teman saya membereskan apartemennya yang lama. Maklum, si E ini baru pindahan ke apartemen baru, dan apartemen yang lamanya akan diserahterimakan besoknya. Oh iya, ternyata tanggal 29 itu ada hari besar di Australia, kalau gak salah sih, Queen's Birthday. Jadilah business rata-rata pada tutup semua, dan yang buka hanya beberapa restaurant. Restaurant saya mengantri dan penuh sekali. Akhirnya kita memilih makan di Happy Star, dan saya memesan Beef Brisket Noodles. Berhubung malam itu dingin... makan mie dengan kuah yang banyak dan panas, rasanya nikmaaatttt.... Habis gitu, sampe rumah, langsung bobo deh, capek soalnyaaaa....


Hmmm.... Very Comforting


Hari 2: Selasa, 30 September 2008

Siang itu, tujuan pertama adalah ke kantor agent apartment teman saya untuk mengembalikan kunci hehe. Setelah semua kunci dikembalikan, saya dan E melanjutkan perjalanan ke Fremantle atau juga disebut dengan Freo, sebuah kota kecil di sisi barat Perth. Kota ini terkenal dengan kehidupannya yang sederhana, dan banyaknya toko-toko kecil yang menjual berbagai pernak pernik lokal. Begitu sampai di sana, ampun anginnya dingin bangetttt...ditambah lagi hujan rintik-rintik yang sangat tidak jelas, kadang hujan, kadang berhenti, bikin rambut jadi basah. Ditambah lagi, jarak dari tempat parkir ke restaurant yang lumayan jauh, membuat kita harus berpacu melawan angin.

Dan atraksi utama yang kita tuju adalah: Makan siang ! hehehe... Freo terkenal dengan restaurant Fish and Chips. Ada beberapa restaurant sejenis, tetapi yang paling authentic adalah Cicerello's. E memesan Fish and Chips, dan saya memesan Seafood Platter yang merupakan perpaduan dari 1 potong fish dan berbagai seafood lainnya seperti cumi, udang, dan crab stick yang semuanya digoreng tepung hahahaha... kacau...belum lagi kentang gorengnya... Dan yang paling kacau adalah, untuk 1 sachet sambal/ saus tomat, kita mesti membayar 40 cent ! Another rip off ! Dan apakah yang gratis ? Yang gratis ternyata Vinegar alias cuka. Dan orang sana suka menyemprotkan cuka di chipsnya... what a weird way of eating kentang goreng.


Platter Raksasa Berisi Gorengan

Selesai dari sana, saya mampir sebentar ke Curtin University karena E mau mengurus administrasi sedikit, dan habis itu lanjut lagi ke Carousel mall. The fact about mall in Perth, semuanya tutup pukul 5 sore. WHAT ? WHAT ???? (Masih bengong sampai sekarang...) Jadi daripada akhirnya kecewa karena mall tutup, akhirnya kita memilih untuk menonton di bioskop, dan kebetulan ada film baru yang keluar yaitu "Eagle Eye". Ya, kalau hari Selasa, ternyata di jaringan bioskop Hoyts ada special offer. Hanya AUD 10/pax untuk menonton di hari itu. Kalau hari lainnya, mau nonton harus merogoh kocek AUD 16.5/pax. Dan bioskopnya....OMG... it was ugly! Can't even be compared with 21 Cineplex or Blitz Megaplex, apalagi yang Premiere/ Velvet class... JAUHHHH... kursinya jg kecil, saya nggak bisa bayangkan orang Australia yang berbokong besar untuk duduk di situ, dan yang pasti gak bersih-bersih amat. Bayangkan saja, pas masuk, masih banyak sampah popcorn dll....hiks... Untung filmnya keren, jadi agak terobati deh kecewanya.


Malamnya, acara dilanjutkan dengan menghadiri meeting IC-YA alias Indonesian Catholic Young Adults di rumahnya C. Nah, kebetulan hostnya teman kita C dan D sudah menyiapkan makan malam yaitu Babi Panggang dan Ayam Panggang dari Hong Kong BBQ. Dimakan pakai nasi panas dan Bok Choy Cah...nyam nyam....Serasa lagi nggak ada di Perth deh. Meetingnya seru, anak-anaknya aktif, jadi nggak bosan walaupun saya baru kenal dengan semuanya di hari itu.

Hari ke-3, Rabu, 1 Oktober, 2008

Ya ya...Selamat Hari Lebaran semuanyaaaa....pasti kalau di Indonesia sudah rame banget deh hihihi....Tapi di sini sih nggak. Oh iya, mungkin ada yang nyadar kalau saya tidak pernah menyebutkan sarapan pagi di sini, itu karena, saya memang bangunnya siang terus, dan biasanya langsung makan siang heheheh... Beneran loh, relaxing banget kotanya... Siang itu, kita jalan-jalan ke City. Makan siangnya di Taka, restaurant Jepang yang penyajiannya mayan cepat, tapi bukan fastfood kayak hoka-hoka Bento ya. It is still made to order. Saat itu sedang lunch hour, ampun, antriannya panjang banget. Untung masih bisa dapat kursi. Saat itu saya pesan Fish Teriyaki, that comes with Miso Soup and Rice.

Siangnya, sempat mampir lagi ke Curtin University MBA Campus yang letaknya memang di tengah kota. Dulu teman saya pas ambil MBA di sini. Dia bilang Taka itu tempat makannya dia dulu. Setelah itu, lanjut jalan-jalan di downtownnya, melewati perbelanjaan di downtown, dan London Court. London Court ini kayak gedung klasik yang nyempil di tengah-tengah gedung-gedung modern, dan pas masuk ke dalamnya, suasananya benar-benar kayak di Inggris, sudah kayak suasana Harry Potter gitu loh. Tapi terus terang, Perth ini memang bukan tempat wisata belanja, tidak banyak yang bisa dibelanjakan di kota ini. Barang-barangnya, hampir mirip saja dengan Jakarta yang memang menyediakan segalanya.


Di dalam London Court, Mirip Pasar Harry Potter

Sorenya, kita sempat mampir pulang dulu ke rumah dan istirahat sebentar. Malamnya, kita berangkat ke daerah Subiaco. Subiaco ini adalah daerah yang lumayan hip tapi lebih ke arah daerah kulit putih. Rencananya malam itu mau dinner di Llama Bar karena ada pertunjukkan Jazz. Sayangnya, karena kita tidak membuat reservasi, Llama Barnya sudah penuh, boro-boro mau cari tempat untuk makan malam, mau jalan saja susah. Akhirnya karena lumayan ngidam pada Mexican Food, kita memutuskan untuk makan di Santa Fe. Saya pesan Steak Burrito dan E memesan BBQ Ribs. Begitu makanan kita keluar, kita bengong sebengong-bengongnya karena porsinya yang, guede bener! (Walaupun harganya memang tidak terlalu murah juga, AUD 25 untuk burrito). Tapi entah karena lapar atau enak, tetap saja habis semuanya hehehee...

Steak Burrito


BBQ Pork Ribs

OK, sampai hari ketiga dulu yaaaa....nanti lanjut lagiiiii...

Thursday, October 09, 2008

Aku Kembali !! (Dengan badan ngerentek....)

Tadi pagi, pas bangun... oh no...mau bergerak aja susah... rasanya nggak pingin masuk kantor... Tapi apadaya, tugas telah menunggu, dan kini saatnya bagi kita, untuk bersama-sama, kembali ke rutinitas...

Semalam, penerbangan dari Perth, Australia (nah, ketauan deh pergi ke mana hehe), di delay sekitar 40 menitan gara-gara ketidakefisienan kru Garuda. Bayangkan saja, untuk penerbangan ke Jakarta dan Denpasar, counter yang dibuka hanya 3, antrian sampai melingkar menyerupai keong racun... dan saat waktu menunjukkan pukul 4.30 sore, masih banyak peserta penerbangan ke Jakarta belum sempat check-in, padahal pesawat seharusnya lepas landas pukul 5 sore. Akhirnya sekitar pukul 10.20 malam, tibalah saya di rumah, diantarkan oleh sopir Silver Bird yang baik hati (dan Silver Birdnya sendiri biayanya naik 25%... hiks...IDR 200k, only for trip from Bandara to home...).

I wanna tell you all about my trip there.... tapi kok lagi belum mood ya, apalagi mood buat pasang foto2, duh, nanti dulu deh... yang pasti, my trip was fun, relaxing, memorable, and wonderful lah... It was filled with sleep, eat, sleep, eat, and it went on till the last day... Highlight: Watching Disney's Beauty and The Beast at Regal Theater for freee....

Till then, Cheers, Mate ! --> Istilah di Australia...and now it is kinda stuck in my head.