Friday, September 26, 2008

Holiday Mood !!

Okeh okeh...saya menulis ini...saat hari terakhir bekerja, sebelum liburan panjang lebaran... Hore hore (udah kesenengan dari tadi nih.... cihui 10,000X). Jadi hari ini, jalanan di Jakarta sih masih macet banget. Maklum deh, banyak yang masih ngejar setoran. Mulai minggu depan, kita bisa leha-leha, bersantai-santai ria. Tadinya sih liburan ini kepingin saya mulai weekend ini juga, alias kabur dari kepenatan Jakarta. Tapi sayangnya, ada weddings...YES, it's September, dan ini berarti musim perkawinan telah tiba... :D Walaupun katanya September hujan mulai turun rintik-rintik, tapi puanasnya kok gak kira-kira ya. Tapi tetap saja tidak menghalangi niat orang-orang untuk menikah (Percaya atau tidak, dalam September ini, hanya 1 minggu saja saya tidak merasakan kondangan. Dan dalam minggu yang ada kondangannya, biasanya lebih dari satu !). This weekend is gonna be the wedding of my friend I (on the 27th), my highschool friend T (on the 28th) and my very-very best friend in office A (on the 28th). Bayangkan, 3 weddings on the weekend. And on the 28th also, it's gonna be my mom's birthday! (udah sampai gak tau gimana cara bagi waktunya, coba ya bisa membelah diri).

So, hari ini di kantor...moodnya udah turun banget untuk bekerja, dan moodnya sudah tinggi banget untuk jalan-jalan. Dari pagi, saya sama sekali nggak kepikiran untuk buka document apapun yang berkaitan dengan pekerjaan, termasuk microsoft Excel yang biasany saya pantengi untuk melakukan kompilasi dan analisa data. Hari ini, belum saya sentuhhh! (rekor !!) Pagi-pagi udah sibuk diskusi sama teman, mau makan apa siang ini.... trus kalo memang beruntung, kayaknya hari ini bisa pulang sebelum jam 5....ohhhh... betapa indahnyaaa.....(tapi yg ini belum pasti sih...).

Malam ini, packing-packing, trus lihat2 apa masih ada yang kurang... trus sabtu pagi belanja2 dikit, trus sabtu malam kondangan, Minggu pagi misa perkawinan teman, trus makan siang ngerayakan ultah mama, malamnya kondangan lagi, trus senin pagi...eng ing eng... I'm leaving on my next trip... I won't tell you where I'm going as I'm gonna tell it soon after I come back later yah (doeh, saya kok nulis campur2 sih, tapi somehow nulisnya jadi jauh lebih cepet).... Therefore... I'm not gonna be updating my blog, at least until 10 days from now...except when I can get online during my trip. The trip is not gonna be that long, and it's gonna be filled with santai santai dan santaiiii....

So long then...and for those people who celebrate the Aidil Fitri (I believe everybody celebrate its, even as a Non Moslem, I feel the impact of this celebration: Holiday):

Selamat Idul Fitri 1429 Hijriah, Mohon Maaf Lahir dan Batin ! May God Bless Us All !

Friday, September 19, 2008

Dunia Ajaib.... dan Mempesona....

Setelah delapan tahun berlalu dari masa kelulusan SMU saya di tahun 2000, akhirnya kita kembali lagi, ke tempat yang menjadi saksi kegilaan murid-murid yang dengan santainya naik kora-kora sebanyak lebih dari lima kali berturut-turut tanpa merasa ragu dan bimbang. Yes, we are back, in Dunia Fantasi !! *Mulai terngiang-ngiang lagu: Masuki Dunia Fantasi, dunia ajaib yang mempesona, dunia sensasi penuh atraksi negeri asik untuk keluarga.......*

Kenapa saya bisa kembali lagi ke tempat ini, ceritanya memang cukup aneh. Saya bukanlah fans berat Dunia Fantasi. Disaat orang-orang biasanya begitu cerah ceria membayangkan permainan di Dunia Fantasi, saya malah ketakutan. Bukan karena permainannya yang menyeramkan, tetapi karena saya melihat kalau permainan di Dunia Fantasi pengamanannya seperti tidak cukup. Bukti nyata: sejak dibukanya wahana Halilintar di Dunia Fantasi saya tidak pernah naik Halilintar. Pertama kali saya naik roller coaster, justru pada tahun 1993 di Gold Coast Australia. Nggak tau kenapa, tapi melihat rangka yang catnya pada terkelupas di Dufan, hati saya sudah ketar-ketir duluan. Jadi, apa dong yang bisa membuat saya ke tempat ini kembali? Sebenernya, ini adalah akibat orang yang kurang kerjaan! Hehehe...

Jadi, kmarin itu, setelah bersms-an ria dengan teman saya yang dulu ke Israel barengan, ternyata si A ini pingin temu kangen sama saya, ibaratnya reunian lah, karena sejak akhir tahun lalu sampai sekarang, kita blum sempat ketemuan lagi. Berhubung si A domisilinya bukan di Jakarta, jadi kita berusaha mencari cara, supaya ketemuannya nggak membosankan, gak cuma ngobrol, ngafe, atau nonton (seperti layaknya orang-orang Jakarta kalau weekend). Jadilah kita memilih pergi ke Dufan hihih...kreatif kan ? (maksa). Sebenernya kami agak-agak bingung juga kenapa kami memilih venue ini. Maklum saja, sepengetahuan saya, si A ini juga sudah pernah ke Disneyland di mana-mana, tetapi jadinya malah ke Dufan. Nggak tau kenapa, begitu hampir dekat dengan hari H, perasaannya malah jadi seru, kepingin buru-buru ke Dufan, kayak anak kecil nunggu liburan.

Hari sabtu minggu lalu, jadilah saya bangun pagi-pagi banget, jam 5.30, untuk menjemput si A di stasiun Gambir (hihihi... lucu yah...). Kemudian karena bingung mau ngapain, jadilah kita ke rumah Tantenya si A dan jemput sepupunya untuk ikutan ke Dufan juga. Sepupunya ini namanya A juga, tapi drpd dobel-dobel pake inisial A, saya ganti aja jadi D (kebetulan nama panggilannya D sih...). Si D ini dan papa mamanya dulu juga ikut ke Israel, jadilah kita kayak reunian juga, langsung akrab lagi deh. Setelah dari situ, kita langsung cabut ke Dufan. Sampai di Dufan jam 10 pagi, dan ternyata, sodara-sodara, gara-gara bulan puasa, Dufan baru buka jam 11 !! Uhhh... musti nunggu 1 jam lagi, akhirnya malah kita muter-muter naik mobil saya, mampir ke Pantai Carnaval, dan pingin foto-foto. Tapi apadaya, ternyata oh ternyata.... SD card Camera saya ketinggalan di laptop dan laptopnya ada di rumaaaahhhh..AARGHHH. Jadilah gak ada foto-foto selama acara di Ancol kemarin.

Pukul 11 kurang 20, kita beli tiket dan masuk ke Dufan. Wah ternyata sudah banyak berubah. Counternya sekarang lumayan keren juga. Ada beberapa Kru Jak TV lagi mencoba mewawancarai anak-anak muda yang ke Dufan di bulan puasa ini (yang ternyata buanyak banget jumlahnyaaaa... dan banyak juga yang muslim loh...). Tapi sebelnya, kenapa ya saya nggak diwawancara ? Padahal kayaknya pakaian saya sangat asik dan normal untuk ke dufan (sandal jepit, celana pendek dan kaos kutung). Yang diwawancara malah gadis-gadis yang ke Dufan, tapi malah berpakaian kayak mau clubbing, lengkap dengan makeup. Ampun deh, mau main atau mau cari jodoh sih? Ckckck...mana celana pendeknya ketat2 banget, yang puasa bisa batal tuh hihihi...

Akhirnya, masuk juga kita di Dufan. Setelah muter-muter, ternyata banyak wahana yang masih tutup. Yang baru buka ada...hmm Kicir-Kicir. Buat yang nggak tau Kicir-kicir itu apaan, kira-kira bentuknya itu adalah kursi gantung, dimana kita diputer-puter dibolak balik, diubek-ubek di udara. Nah, kursinya init uh kursi individual gitu, sekali naik, kira-kira ada 12 orang sekaligus. Pas kita mampir ke sana, Kicir-Kicirnya baru mulai kloter pertama. Jadilah dengan perasaan bengong, kita ngeliatin orang dilempar-lempar dan teriak-teriak di angkasa. Dan gilanya, siapakah peserta kloter kedua ? KITAAA !! ya ya...kitaaa....!! Permainan pertama setelah 8 tahun nggak ke Dufan adalah permainan yang katanya paling edan satu Dufan yaitu Kicir-kicirrrr....Pas naik rasanya tegang banget. Tapi begitu diputer-puter, yang bisa dilakukan cuma teriak, teriak, dan teriaaaakkkk heeheheh... Pas selesai main, legaaaaa banget...trus yang ada ketawa-tawa, walaupun tangan lecet karena tertekan, dan rambut acak-acakan kayak genderuwo, tapi PUAS !

Permainan selanjutnya, yang normal-normal dulu seperti Bianglala (uhhh..ternyata bosen banget ya, malah lebih menegangkan karena mesinnya bunyi...kreeekkkk kreeekkk...), Komedi Puter (yang ternyata pas dideketin udah jelek banget, kuda2annya banyak yang boncel-boncel dan mesinnya pada retak-retak), trus Pontang Pontang (yang ternyata seru abis... karena saya terpaksa duduk di bagian luar dan tergencet oleh sebelah saya yang saya gak kenal, tapi saya ketularan basah lantaran orang itu habis main arung jeram. Operatornya juga kayak preman terminal yang seenaknya memutar-mutar kita dengan kecepatan tinggi). Setelah itu... permainan, yang sebelumnya tidak pernah saya naiki sama sekali, karena saya takut, dengan relnya yang catnya sudah pada ngelopak.... ya, dialah HALILINTAR! Akhrinya, saya naik juga Halilintar. Duduk di kursi kedua dari depan, duh, kursinya dah jelek banget, mana pengamannya sudah pada robek-robek...hiks... Tapi akhirnya, saya naik juga. Dan 1 menit kemudian... loh, ini toh Halilintar ? Kok nggak berasa apa apa ya ? Sedikitpun nggak ngerasa seram, malah saya pusing gara2 terbentur. Apa mungkin perut saya sudah terlatih sehingga gak ada rasa takut lagi ?

Setelah itu...eng ing eng... Arung Jeraaammm... Ampun, ternyata Arung Jeram itu, yang bikin seru bukan karena apa-apanya, tapi cuma karena kita semua basah. Sayalah yang paling basah kuyup..hiks hiks.... Habis main Arung Jeram, maunya sih makan siang. Pas lihat-lihat restaurantnya, yang aman kayaknya cuma McDonalds aja, tapi masyaampun....itu antrian kayak lagi antri beras....kayak makan gak bayarrrr..... Kebetulan sih saat itu, pas jam makan siang, kira2 12.30-an deh. Padahal bulan puasa yah... Heran... Dufannya sendiri juga rame loh, mainan yang popular, semuanya musti antri. Saya aja sampai gak masuk ke Simulator Extreme Log saking antriannya udah kayak antrian pembagian Zakat. Akhirnya, karena bengong melihat antrian McD, akhirnya jadi masuk dulu ke wahana Perang Bintang. Nah, pas lagi main, ditengah-tengah...ternyata mainannya MACET ! Dufan oh Dufan...mana lapar di perut mulai menyerangggg....krruuukkk.... beberapa menit kemudian, situasi bisa diatasi. Untung yang macet itu perang bintang, bukannya Halilintar heheheheh...

Begitu kita selesai main, McD ternyata masih antri. Akhirnya daripada kita gak makan, kita pakai strategi, siapa cepat dia dapat, alias, dari 3 orang, masing-masing antri di satu tempat.... ternyata si D dapet duluan, trus kita semua pindah antri ke sana hihihi (trick orang Indonesia memang jagoan). Siang itu, karena nggak dapat kursi, kita makan, di pinggiran, beralaskan batu-batu hiasan jalanan hehehe... panas pula..huh.. tapi somehow, rasanya nikmaaattt banget.... really worth the effort.

Habis makan, bingung mau ngantri apa, akhirnya masuk Istana Boneka...Aduh, Istana Boneka udah jelek banget ya. Kotor, bonekanya banyak yang rusak. Tapi yang parah adalah, banyak orang yang buang sampah sembarangan. Masak di deket boneka, ada 1 kotak bekas Hoka-Hoka Bento... payah banget sih ya pengunjung-pengunjungnya gak bisa menjaga kebersihan. Sudah gitu, debuan juga, jadi hidung saya yang sensitif ini jadi agak gatal-gatal. Habis dari situ, bingung mau antri apalagi, akhirnya ke Niagara-gara. Antriannya panjang dan sempit banget lorongnya. Yang lucu, kita ketemu enam cowok-cowok yang jelas banget kalau mereka adalah gay couples. Bukannya kenapa-napa sih, tapi masak mereka naik 1 log buat ber-6, padahal ber-5 aja udah sempit banget. Udah gitu, mereka pada peluk-pelukan.... hihih...jelas banget.... Nah, pas giliran saya, saya benernya sudah deg-degan banget. 1 log kita bertiga aja lagi. Saya ingetnya, dulu kalau naik ini, geli banget deh rasanya pas turunannya. Dag dig dug...pas turunan..loh, kok gitu aja? Gak kerasa apa-apa...anehhhhh.... arrghh lagi-lagi kayaknya rasa gelinya udah ilang...tadi Halilintar juga gak berasa.

Puter-puter, gak kerasa ternyata sudah sore... yang belum dikunjungi adalah wahana terbaru Dufan: TORNADO ! hehehehe... Waduh, pas ngeliat permainannya, keliatannya sih seru banget. Tapi yang gak nahan itu, operatornya iseng banget... penumpangnya digoda-godain melulu....ditanyain: ‘Udah belummmm ?? Mana suaranyaaaa??” Habis gitu diputer-puter lagi. Mana ada yang nangis pula pas habis naik itu. Tapi saya dan si A nekad. Si D gak berani, katanya mau jagain tas aja. Jadilah, saya menanti, mendengar teriakan-teriakan, mendengar keusilan si operator. Huh..akhirnya sampe giliran saya. Pas lagi duduk dan tangganya mulai diturunkan, hati ini deg-degan luarrrr biasaaa.... Dan begitu alatnya dinaikkan.... lagi-lagi cuma bisa TERIAAAAKAKKKK.... apalagi pas kita diatas, didiamkan dalam posisi terbalik menggantung...waduh... seru banget... Pas udah selesai, yang ada muka kita merah semua lantaran aliran darah naik ke kepala...but it was so damn fun! (PS: Bukannya mau ngasih spoiler nih.. tapi menurut saya, Kicir2 lebih edan guncangannya dan lebih gila...)

Akhirnya, tibalah kita di permainan kecintaan bersama, yaitu Kora-Kora. Klasik, tapi selalu dinanti... dan gak tau kenapa, saat itu, keinginan saya untuk naik Kora-Kora menurun drastis... padahal, dulu itu permainan favorit saya. Terakhir pas SMU, saya naik itu bisa 5 kali, tanpa takut, terus berteriak-teriak di barisan paling belakang. Tapi rasanya, masa-masa ceria itu sudah berakhir ya... Sekarang ini saya rasanya hanya ingin terkesima, menyaksikan jiwa-jiwa muda, yang masih excited menanti giliran naik kora-kora. Jadi saya cuma menunggu saja, disamping si perahu ayun, sampai A dan D selesai bermain.

Dan berakhirlah, kunjungan ke Dunia Fantasi..yang memang ajaib..dan lumayan mempesona... Tapi, tolong ya, dijaga dong kebersihannya, kemudian cat-catnya, terus wahana-wahananya sudah banyak yang rusaaakkkk...hiks... Itu kan kebanggaan kita gitu loh.... Genting aja KALAH JAUH !! (bangga dikit boleh donggg...). Oh iya, kok kemarin itu sangat disayangkan, banyak sekali orang yang batal puasa... soalnya terdengar dari celetukan-celetukannya: “Elo sih ngajak gue ke Dufan, gue jadi batal puasa kan ?” Dan itu saya dengar lebih dari sekali loh... sayang ya, ibadahnya kok jadi keganggu gitu...dan kok yang disalahin malah Dufannya. Mustinya kalau lagi puasa dan tau gak akan kuat, jangan mau ikut ke Dufan. Padahal kan ke Dufan bisa nanti-nanti pas habis lebaran. Ya dah, demikianlah laporan pandangan mata dari the FUN WORLD OF INDONESIA...hihihi...Sampai Jumpa Lagiiiii.....

Friday, September 12, 2008

Kunjungan Ke Rumah Oma

Hari Sabtu yang lalu, hati saya merasa seperti mendapatkan desakan yang besar untuk berkunjung ke rumah Oma. Maklum, sudah lama sekali saya tidak bertemu Oma, karena sejak akhir tahun lalu sampai beberapa saat lalu, Oma menghabiskan waktunya di Surabaya bersama keluarga adik perempuan papa yang paling kecil. Jadi tidak salah kalau saya merasakan kerinduan juga untuk bertemu dengan beliau.

Buat saya, Oma ini adalah orang yang sangat special, bukan hanya karena beliau adalah ibu dari ayah saya (yang berarti kalau tidak ada dia, saya tidak akan lahir ke dunia ini), tetapi karena Oma ini adalah orang yang banyak memberikan pengaruh seni ke saya. Oma ini suaranya bagus banget, halusnya bisa diadu dengan Teresa Teng, apalagi kalau Oma nyanyi lagu Mandarin. Gak salah juga kalau adik papa yang di Surabaya itu, dulu sempat berprofesi sebagai penyanyi professional (di tahun 80-an namanya cukup terkenal loh), sampai akhirnya si tante itu memutuskan untuk vakum total dari dunia keartisan di saat menikah dan pindah dari gemerlapnya Jakarta untuk ikut suami ke Surabaya. Oma juga jago banget dalam menjahit. Kostum-kostum panggung tante yang bergemerlapan itu, hampir semuanya dijahit oleh Oma, termasuk pemasangan manik-maniknya. Waktu saya kecil dulu, kalau main ke rumah Oma = pesta manik-manik. Apalagi saat Tante memutuskan menikah, dan kostum panggung sudah tidak dibuat lagi, semua manik-manik peninggalan Oma, saya borong semua kerumah dan saya buat gelang, prakarya (inget bola yang dari manik-manik dan jarum pentul kan ?), dan tempel-tempel sana sini. Makanya, saya merasa ada kreatifitasnya beliau yang mengalir pada diri saya. Oh iya, kita juga punya kesamaan yaitu sama-sama shio anjing, hanya saja berselisih 48 tahun.

Waktu kecil, kenangan dengan Oma juga luar biasa. Saat liburan panjang, saya bisa menghabiskan beberapa minggu di rumah Oma. Biasanya kita jalan-jalan ke Gloria, nonton di Bioskop Chandra (yang super jelek itu), makan Nasi Tim di Petak Sembilan, kemudian dilanjutkan dengan shopping yang tidak jelas, mulai dari makanan-makanan kecil, obat-obatan, sampai ke baju-baju tidur grosiran yang dengan santai saya bisa memakainya dari Senin sampai Minggu karena dibelikan banyak sekali dengan berbagai warna. Pokoknya, saat kecil dulu, jalan-jalan dengan Oma sangatlah enjoyable. Transportasinya juga beragam, mulai dari becak, bemo, sampai omprengan. Oma memang orang yang sangat kuat dan tangguh, pokoknya Oma itu luar biasa deh.

Tetapi, ada satu yang saya nggak gitu suka dari Oma, yaitu, hobinya dia akhir-akhir ini, menyangkut pertanyaan soal jodoh buat saya yang tiada akhir. Beberapa bulan yang lalu, saat saya teleponan dengan Oma, beliau sangat super duper antusias menanyakan hal yang sama tersebut (yang selalu ditanyakan setiap kali perjumpaan dengan beliau baik secara langsung maupun via telepon). Sampai akhirnya saya sampai pada point di mana saya sudah capek, dan saya bilang:"Tolong dong, nggak usah ditanyain lagi. Saya bosan ditanyain gitu melulu. Bilangin juga sama semua oom dan tante (adik-adiknya papa), kalau saya bosan, dan mohon, mulai sekarang jangan menanyakan soal itu lagi, sampai saya sendiri yang memberitahukan, karena kalau ada berita gembira, pasti saya akan ngomong." Nah, sejak saat itu, kalau teleponan lagi sama Oma, tidak ditanyain lagi deh hihihihi.... kecuali kalau saya duluan yang membuka topik pembicaraan yang nyerempet ke situ.

Berbulan-bulan tidak bertemu dengan Oma, tentulah membuat saya kangen juga. Tapi karena Oma sekarang sudah tidak terlalu kuat untuk diajak jalan-jalan karena berbagai penyakit yang mulai menyerang, saya dan mama sudah siap-siap dari pagi, membawa makanan dan juga buah-buahan buat Oma. Pas kita sampai di sana, ternyata Oma sudah makan, jadilah isinya kita ngobrol-ngobrol ngalor ngidul. Moment ini mestinya menjadi moment yang seru karena sudah lama juga tidak bertemu dengan oma. Tetapi apakah yang terjadi saudara-saudara ?? Sekitar pukul 1.30 siang, saya mulai lonjoran di sofa... kemudian pandangan mulai kabur dan... SAYA TIDUR! Bangun-bangun, sudah pukul 3.30 sore, dan saya baru ingat kalau saya ada janjian pukul 6 sore, yang berarti saya harus buru-buru karena saya harus pulang dulu mengantar Mama, mandi sebentar, dan berangkat lagi. Jadilah, pertemuan dengan Oma, cuma diisi dengan ngobrol-ngobrol sebentar, sisanya mama dan Oma yang ngobrol hahahaha.

Setidaknya, pertemuan kali ini, walaupun hanya "sebentar" cukup untuk melepaskan rindu, terutama Oma yang kangen banget juga dengan saya. Walaupun saya di sana cuma selonjoran sambil merem dan pulas, yah, paling nggak si Oma bisa memandangi kan? *(saya lagi mencoba menghibur diri.....)*

Friday, September 05, 2008

Ketika Yang Direncanakan Itu Berantakan Namun Berakhir Manis

Manusia boleh punya rencana, tapi Tuhanlah yang menentukan. Pepatah itu sungguh terjadi hari Minggu, 31 Agustus 2008.

Hari Minggu itu, adalah hari yang sangat dinantikan oleh teman-teman The Choir Immortal (bukan Immoral loh) alias TCI karena salah satu anggota kami akan melaksanakan Sakramen Pernikahan. Hari itu kami direkrut khusus untuk bernyanyi di acara pernikahan S&S, pasangan yang berbahagia. Sang mempelai pria adalah anggota TCI pemilik suara bass, dengan kelakuannya yang konyol selalu membuat kita tertawa nggak jelas di setiap saat kita bertugas maupun latihan. Walaupun suka becanda, tapi si S ini menggarap pernikahannya dengan sangat serius. Bahkan saat kita melihat undangannya, kita cukup tercengang karena ternyata idenya cukup kreatif, yaitu berupa sebuah album foto mini, yang di dalamnya bisa diganti-ganti kertas informasi undangannya dengan foto-foto kita. Belum lagi, acara pernikahannya itu, resepsinya akan diadakan di Zerah Golf Course Senayan, dengan konsep outdoor. Di undangannya pun dipesan, kalau sebaiknya yang perempuan tidak memakai sepatu ber-hak. Berarti acaranya akan menjadi pesta yang santai dan menyenangkan.

Paginya, sakramen pernikahan berjalan khidmat dan lancar, di gereja St. Ignatius, Menteng. S yang biasanya cekakak cekikik (bahkan saat dress rehearsal), hari itu bisa juga serius dalam mengucapkan janji setia. Suasana haru juga terjadi, di saat acara sungkeman, dimana kedua mempelai berpelukan lama dengan kedua orang tua. Hujan di luar menambah suasana romantis di dalam gereja, ditambah lagi bunga-bunga bernuansa putih yang begitu indah, membuat acara hari itu berlangsung syahdu. TCI juga bernyanyi dengan semangat, sampai mendapatkan round of applause dari umat. Bahkan romonya sampai bertanya via microphone: "Ini koornya dari mana ya ?" Lalu kita serentak jawab, "Dari Theresia, Romo..." Dan romonya tanpa basa basi langsung bilang,"Pantesan bagus.." Langsung deh kita tertawa...


Sejak siang itu, hujan tidak berhenti, walaupun hanya rintik-rintik saja. Makin sore, hujan semakin deras. Saat itu sudah ada perasaan ketar ketir dalam hati, apakah acara masih akan berlangsung. Sepanjang perjalanan menuju ke sana, saya sudah mulai merasa kurang enak. Ketika itu, syaa menelepon teman saya, dan dia berkata kalau pesta pindah indoor. Setelah mencari tempat parkir (yang susahnya setengah mati), akhirnya tiba juga di tempat pesta. Keadaan ternyata lumayan kacau balau. Suasana padat luar biasa. Orang mengantre makanan, sementara tempat makanan kosong, karena perpindahan dari tempat outdoor ke indoor agak terhambat. Orang-orang yang kelaparan panik semua. Piring dan sendok tidak tersedia, sehingga para undangan menjadi semakin resah. Intinya, begitu ada makanan masuk, langsung diserbu tanpa memikirkan kalau memakai sendok sendiri.

Cukup sudah cerita tentang keadaan yang lumayan parah. Yang paling menyedihkan adalah keadaan pasangan pengantin yang tidak punya pelaminan. Mereka beserta keluarga hanya ada di panggung kecil, tanpa hiasan bunga-bunga. Tidak ada musik mengalun, tidak ada sound system menyala sehingga MC pun tidak dapan melaksanakan tugasnya. Anggota TCI yang sudah berdandan cantik dan ganteng, tadinya ingin menyumbangkan suara, tapi hati kami semua menjadi agak down. Kami saja yang cuma jadi teman kedua mempelai sampai stress begitu apalagi perasaan kedua mempelai.

Akhirnya beberapa menit kemudian, mengalunlah lagu We Could Be in Love milik Lea Salonga dan Brad Kane. Rupanya sound system sedang di test, menggunakan dua speaker seadanya. Anehnya, lagu tersebut berulang lagi dan berulang lagi, sampai kita terbosan-bosan. Beberapa saat kemudian, dibukalah acara oleh MC yang dibuka dengan kata sambutan dari sang mempelai pria. Sang mempelai tidak bisa banyak berkata. Matanya mulai berkaca-kaca. "Kita mungkin tidak bisa memberikan yang terbaik untuk bapak ibu sekalian, tetapi kami berharap, anda bisa berbahagia bersama kami." Itulah kata-kata yang saya ingat... rasanya haru sekali saat itu.
Acara dilanjutkan dengan pemotongan kue yang dilakukan secara express. Asli express sekali, karena mungkin agak terburu-buru karena acara dimulai mundur sekitar 1 jam. Saya dan teman-teman TCI berusaha bertepuk tangan secara luar biasa meriah untuk memeriahkan suasana.

Setelah itu acara garing lagi deh. We Could Be in Love-nya diulang lagi diulang lagi... sampai akhirnya anggota-anggota TCI saling berbisik untuk maju ke depan dan mencoba untuk menyanyi. Nggak tau kenapa, secara spontan akhirnya kita maju ke depan, dan mulai menyanyi mengikuti lagu..." Anyone who's seen us, knows what's going on between us... it doesn't take a genius, to read between the lineee...." Dan mengalirlah lagu tersebut, dengan iringan musik latar lagu asli, kami berteriak-teriak penuh irama tanpa ragu dan malu. Di akhir lagu, si MC mengatakan: "Demikianlah persembahan dari teman-teman the Choir Immortal !" Loh loh mas.... ini belum Mas... ini baru pemanasan aja Mas.... lagunya belum mulaiiii....

Beberapa detik kemudian, keluarlah senjata kami, partitur-partitur lengkap dikeluarkan. Dan mulailah kita ambil suara.. la la la... dengan modal dua microphone, mengalirlah lagu yang memang sudah kita persiapkan: Seasons of Love dari broadway show Rent. "Five hundred twenty five thousand three hundred minutes...." Kami, para anggota The Choir Immortal, dengan semangat luar biasa, dengan semangat untuk membahagiakan kawan seperjuangan kami yang sedang di pelaminan. Tidak tahu kenapa, karena perasaan haru ataukah perasaan gembira, kami bernyanyi begitu lepas, seperti tidak ada beban sama sekali. Padahal tamu-tamu begitu padat, hampir tidak ada ruang gerak untuk kami bernyanyi. Setelah nyanyi selesai, terdengar tepuk tangan bergemuruh dari para undangan. Kamipun berteriak gembira.... sudah kayak abis konser tunggal saja rasanya.

Berita gembira lainnya malam itu adalah, I was the one who got the bouquet ! Ya, benernya bukan bouquet tossing sih, tetapi tempat CD. Jadi ada puluhan tempat CD berbentuk boneka yang dilemparkan oleh kedua mempelai. Yang di dalamnya terdapat 1 keping CD, adalah yang beruntung, dan yang beruntung itu adalah saya. Saya mendapatkan 1 set CD player dari kedua mempelai... senang sekali! Moga-moga, beneran segera dapat jodoh juga ya...

Walaupun sempat kacau balau, walaupun sempat membuat stress, walaupun banyak rintangan, hari itu adalah one of the most memorable wedding days that I've ever experienced. I said to the groom: just like a marriage itself, we might never know what is the meaning of the huge storm, but what we know for sure is, after the storm, there will always be a beautiful rainbow. Saaah.....

Congratulations, Buddy!