Tuesday, December 23, 2008

Rencana Indah yang Sedang Direnda

Mungkin ada yang bingung, mengapa sebelum postingan ini, saya menulis kalau saya senang sekali bisa kembali ke rumah. Hal itu dikarenakan, selama 2 minggu saya harus berada di rumah sakit St. Carolus. Pertamanya dikira gejala thypus karena selama dua hari berturut-turut badan saya panas, kemudian muntah berkali-kali, dan tidak ada makanan yang bisa masuk sedikitpun, termasuk air. Akhirnya, di malam hari itu, saya dibawa ke UGD, karena benar-benar sudah tidak tahan lagi. Jarum infus masuk, ditambah lagi diinjeksi dengan obat anti mual, dan terjadilah, saya resmi di opname hari itu, Rabu tengah malam.

Kamisnya, saya diambil darah berkali-kali. Ada yang untuk dicek kadar trombositnya, dan ada juga yang dibiakkan. Kemudian diatur jadual, photo thorax, dan USG. Hari Jumat prosedur dijalankan. Ternyata USG itu menyiksa, karena harus puasa, harus minum yang banyak, tetapi tidak boleh buang air kecil. Katanya sih supaya bagian-bagian perutnya kelihatan. Hari Sabtu pagi, ternyata photo thoraxnya harus diulang. Tanpa biaya katanya. Hmm... ada apa gerangan ? Ternyata setelah di cek, bagian sebelah kanan photo hanya putih saja. Kemudian dokter menganjurkan kalau hari Senin harus CT Scan.

Setelah berpuasa (lagi), dan menjalankan CT Scan, diketahuilah, kalau paru-paru kanan saya KOLAPS ! Yak, kolaps, dan tidak bisa mengembang. Gejala awal yang menunjukkan gejala thypus, tapi ternyata ada hikmah lain di balik opname kali ini. Seandainya saya tidak sakit panas kemarin itu, tidak diketahui kalau selama ini, paru-paru kiri saya bekerja keras menjalankan fungsi yang biasa dilakukan oleh bagian kiri dan kanan. Untuk memastikan
penyebab kolapsnya, hari Selasa dijadualkan broncoscopy.

Broncoscopy alias teropong ini, melibatkan dokter paru, dokter jantung, dan dokter anastesi karena saya harus dibius total. Lagi-lagi saya harus berpuasa. Pukul 12 siang, dimulailah proses tersebut, dan kira-kira pukul 1 siang, semua sudah selesai dan saya sudah mulai sadar. Dari proses broncoscopy ini, diketahui bahwa saluran utama yang menuju ke paru-paru kanan tersumbat. Hasil foto resmi menunjukkan kalau memang salurannya tertutup, seperti mengalami pembengkakan sehingga kamera tidak bisa masuk lebih lanjut ke dalam. Pantas saja, tidak ada udara yang lewat.

Setelah itu, selama lima hari selanjutnya, saya diinjeksi dengan antibiotik via infus. Supaya obatnya masuk dengan sempurna, beberapa hari sekali, posisi infus saya harus dipindah supaya jaringan venanya segar selalu. Nah, saya punya masalah dengan pencarian vena, karena pembuluh darah saya benar-benar halus sekali. Pernah satu kali, ada tiga kali percobaan di tiga tempat berbeda, dan hanya satu saja yang berhasil. Bayangkan, betapa sakitnya ditusuk-tusuk berkali-kali.

Akhirnya, Rabu lagi, tepat dua minggu setelah hari pertama masuk, saya bisa keluar dari rumah sakit, tetapi masih harus berobat jalan. Step selanjutnya adalah, CT Scan 3 Dimensi yang alatnya hanya ada di Rumah Sakit Pondok Indah. Jadi hari Jumat saya ke sana dan menjalani proses tersebut. Kemudian, Rabu depannya kembali lagi ke dokter di Carolus untuk interpretasi hasil scan. Dan ternyata ,memang harus ada step selanjutnya yaitu kemungkinan untuk di laser. Dari Carolus saya dirujuk ke seorang professor di rumah sakit Medistra yang memang ahli dalam bidang lasering ini.

Hari Kamis, di Medistra, saya mendapatkan informasi, kalau memang penyumbatan ini harus diproses lebih lanjut, bisa dengan cara laser, pemasangan stent, atau operasi. Saya diminta relax dulu oleh sang dokter karena prosesnya baru akan dijalankan tahun depan, karena dia harus berkonsultasi lebih lanjut dan memikirkan rencananya dengan dokter saya yang di Carolus. Ternyata kedua dokter ini memang dua professor paling ahli di Indonesia saat ini, dan keduanya adalah lulusan Jepang.

Jadi selama liburan kali ini, saya akan berusaha untuk santai dan menikmatinya. Awal tahun nanti, segala upaya untuk pengobatan akan dimulai kembali. Saya mohon doa dan dukungan dari teman-teman sekalian. Kita harus ingat, dibalik segala sesuatu yang kita anggap berat dan sulit, pasti ada rencana Tuhan yang begitu indah tersembunyi di balik itu. Saya yang terlihat segar dan ceria, saya yang selalu berupaya berpola hidup sehat, tidak pernah sekalipun merokok, tidak suka keluar malam, ternyata bisa terserang penyakit seperti itu. Namun saya yakin, seperti lagu yang sering didengungkan, kalau tangan Tuhan sedang merenda, suatu karya yang agung mulia, saatnya kan tiba nanti, kau lihat pelangi kasihNya.

Terima kasih Tuhan, karena saat itu saya tau, betapa Engkau mencintai saya melalui Mama dan Adik yang setia setiap malam menemani di rumah sakit, melalui seseorang yang Engkau kirimkan buat saya yang tidak pernah putus menemani saya walaupun harus mengorbankan waktu liburannya di Jakarta, melalui keluarga besar, kolega, dan teman-teman yang menjenguk dan memberikan support, dan tentunya melalui tangan dokter dan suster yang merupakan kepanjangan KasihMu selama pengobatan saya.

Selamat Natal untuk yang merayakannya, semoga damai kasih Kristus selalu memenuhi hati, pikiran, dan tindakan kita sehari-hari. Dan tentunya Selamat Tahun Baru untuk semua orang, dan semoga segala cita-cita dan harapan dapat terbuka jalannya di tahun yang penuh berkat nanti.

7 comments:

  1. Duh, smoga cepet sembuh ya Ny, moga2 taun depan pengobatannya sukses, dan elu sehat2 aja..
    Emang gak enak gilee bedrest di rs..
    God Bless ya Ny!

    ReplyDelete
  2. Aduh Leony, rada kaget nih bacanya.
    Mudah2an pengobatannya nanti lancar ya.. Aku ikut mendoakan

    Merry Christmas!

    ReplyDelete
  3. moga2 cepet sembuh yaaa...
    gua asli kaget banget lho pas denger cerita lu... :(

    moga2 semuanya berjalan lancar ya...

    merrcy christmas!!!

    ReplyDelete
  4. ya ampuuun...kirain sedang liburan lagi. banyak banget ya pemeriksaannya. tapi baguslah. teliti.

    mudah mudahan gak begitu berat ya and lekas sembuh.

    merry cmas !

    ReplyDelete
  5. my most sincere simpathy goes to you, girl.
    I am really wishing you well really really soon!

    Keep hoping and praying!!

    Merry Christmas!!

    -- R

    ReplyDelete
  6. Moga cepet sembuh ya Non...met nyambut Tahun Baru 2009...semoga selalu sehat!

    ReplyDelete
  7. Leony...selamat tahun baru ya!
    Gimana kabarmu?

    ReplyDelete