Friday, October 31, 2008

Bites of Perth Part 5 - The End




Hi all, I guess it's been more than a week since my last writing on Bites of Perth.... My D**N Chief Director killed me hard with non-stop working for a special project, even he asked me to come on Sunday. The phone call was made on 1 AM Sunday Morning. Yeahhhh...!! My boss was awesome !! And that Sunday, after I went to St. Theresia for the 11 AM mass, I went directly to the office and the traffic was super jammed due to stupid car free day... Yeah, stupid Indonesian Government created car free days so that people don't go through the main protocol streets in Jakarta, yet created more pollution due to more cars jammed packed on the non-protocol roads. Yeah ! SMART ASS ! That Sunday, I skipped lunch, the Monday, I skipped dinner, and on the days after that, I was so sick that I couldn't breath, but I pushed myself to come to the office. What a week! Okay... stop blabbering about the situation...and now, presenting, my last two days in Perth!

Hari ke 9, Selasa, 7 Oktober 2008

Dua hari terakhir di Perth, baru terasa, sepertinya akan sedih untuk saya meninggalkan kota ini. Good friends, good companion, fresh air, people running and walking on the streets... For sure I will not see this anymore after I leave Perth, and coming back to Jakarta seemed like a hard thing to do. Hari itu, saya bangun agak siang, kemudian memilih untuk makan di sekitar Vic Park saja, yaitu daerah tempat saya tinggal selama beberapa hari di Perth ini. Setelah jalan kaki berputar-putar, akhirnya saya dan E masuk ke Fuji Restaurant. Tempatnya sangat sederhana dan bisa dikatakan sangat tidak modern dibandingkan restaurant Jepang pada umumnya. Tetapi begitu saya melihat kalau yang mengelola adalah sebuah keluarga kecil asli dari Jepang, saya merasa, this will be a good place to have lunch.

Looking for simplicity in the dishes, saya memesan Katsu-don dan E memesan Buta-don (Yes, they are both pork hehehe...porky2!!). Waktu mealnya datang, sudah terasa harumnya, and from that simple dish, I know that the rest of my tummy will be filled with such a nice home cooking meal. Katsu-donnya sederhana, tetapi authentic sekali. Ditambah lagi side dish potongan ubi dan wortel yang di stew, rasanya seperti sedang makan di rumah. Dan pesanan E, wanginya nikmat dan rasanya juga meresap sekali. Mungkin inilah alasan mengapa saya tidak terlalu pro dengan restaurant berkonsep fusion yang akhirnya mencampur rasa menjadi babak belur hahahaha (walaupun ada beberapa yang enak juga sih). Dan semuanya itu sudah dibuktikan dari restaurant Christina's kemarin yang menyajikan straight Italian dan kali ini oleh Fuji.



Very Fragrant Buta-Don



Very Simple and Homey Katsu-Don

Siang itu, kami kembali memanfaatkan AUD 10/ tix cinema offer. Dan film yang kita pilih kali ini yang ringan dan lucu-lucu saja yaitu Step Brothers. Aduh, itu film bodoh banget, tapi sangat menghibur. Maklum, pemerannya saja Will Ferrel. Bagi anda penggemar variety show Saturday Night Life, pasti sudah hampir hafal joke-joke hancur dan perilaku gila-gilaan dari dia. Hari itu kita menonton di Garbo. Terus terang saya tidak tahu mengapa shopping centernya disebut Garbo, padahal kepanjangannya adalah Garden City hahahaa. Tadinya setiap orang saya bilang Garbo, saya kira maksudnya singkatan dari Garbage hihihiihi... Oh iya, di Australia ini ada istilah-istilah aneh. Misalnya, breakfast disingkat jadi brekky, dan supermarket Woolworths disingkat jadi woolies. Interesting kan ?


Malamnya, adalah malam terakhir saya di Perth. Makanya kali itu kita mengundang lebih banyak orang untuk dinner. Sayangnya hanya enam saja yang bisa menyempatkan diri. Jadi hari itu, saya, E, M, K, C, dan D makan-makan di Northbridge area yang merupakan Chinatown-nya Perth dan buka sampai malam. Restaurant yang direcommend oleh E adalah Hawker. Waduh, restaurant Hawker ini ramai sekali dan yang makan dari berbagai bangsa. Padahal, kalau menurut saya sih, tempatnya jelek ya hihihi, jadi pasti yang membuat orang berbondong-bondong kemari adalah makanannya yang enak. Malam itu kita berenam memesan 5 macam sayur. Terus terang saya lupa mengambil gambar dan merecord nama makanannya. Maklum, sudah hari terakhir, saya manfaatkan betul waktunya untuk mengobrol dengan teman-teman. Yang pasti seingat saya, kita pesan beef, chicken, squid, tofu, dan pork. Nah, detailnya...hmm sudah masuk perut semua hehehehe.


Hari ke-10, Rabu, 8 Oktober 2008

Wah, sudah hari terakhir. Suasana sedih akan berpisah makin terasa, apalagi koper-koper sudah mulai dibereskan. Huuuukkksss..... Itinerary pertama siang itu adalah mencari kartu-kartu ucapan untuk teman-teman yang selama ini sudah begitu baik menerima saya di Perth. They have been really really nice to meeeee... and I love them all. Jadi saya dan E mampir dulu ke toko gift di daerah dekat rumah, kemudian dilanjutkan dengan makan siang. Makan siang hari ini adalah di restaurant Jepang (lagi....), karena memang yang paling banyak tersedia adalah restaurant Jepang (Sayangnya saya lupa namanya... It was very smalllll). Tapi kali ini menunya beda, karena saya memesan Salmon-don. Nah, menu yang ini bentuknya lebih ke arah Chirashi, jadi salmonnya mentah dan dimakan dengan sushi rice. Salmonnya segar dan teksturnya sangat baik. Setelah makan, tiba-tiba saya rakus...dan kepingin makan es krim. Tapi sudah jalan-jalan di daerah situ, ternyata gak ada kedai es krim. Jadilah kita malah mampir ke Woolies dan membeli satu kotak Nestle Drumstick isi 4 hahahaha.


Salmon-don yang Segar Banget

Sampai di rumah, saya menulis kartu-kartu untuk teman-teman dan menyelipkannya di bawah pintu kamar mereka. Sehabis final checking untuk barang-barang yang akan dibawa pulang, saya masih sempat duduk di sofa bawah, dan makan es krim ditemani oleh R. Padahal hati ini lagi sedih, tapi mulut rasanya kepingin makan yang manis-manis terus. Mungkin kadar gulanya membuat saya lebih tenang dan relax. Hehehe (alasan...). Pukul 14.30, K menjemput saya dan perjalanan kita bertiga dilanjutkan menuju airport.


Tiba di airport, kita shock banget, karena waktu boarding tinggal 1 jam lagi, dan antrian untuk check in luar biasa panjangnya! Rupanya, (stupid Indonesian airlines called) Garuda Indonesia kekurangan orang untuk membantu tugas check-in, sehingga dua penerbangan sekaligus ke Jakarta dan Bali hanya mempunyai 3 counter check-in! Mana semuanya begitu lambatttt...Pesawat saya pukul 17.00 dengan waktu boarding pukul 16.30, dan pukul 16.00 saya masih belum check in! Akhirnya pihak Garuda mengambil kebijakan untuk mendahulukan penerbangan ke Jakarta (padahal penerbangan ke Bali pukul 17.10 loh...cuma selisih 10 menit), dan akhirnya pukul 16.15 saya berhasil check in. Kemudian, ada kegilaan lagi.... Saya tidak membawa ballpoint sementara harus mengisi kartu imigrasi. E dan K juga tidak membawa ballpoint, jadilah kita meminjam ballpoint dari counter Red Rooster, sebuah chain fastfood restaurant di Australia. Karena tidak enak hati cuma meminjam ballpoint, akhirnya kita memesan dua Chicken Nugget hahahah. So, when I am asked, what's your last meal in Perth ? I'm gonna answer, "It was the Chicken Nugget from Red Rooster !" Awesome !!



Suasana Airport Perth yang Pasti Lebih Keren dari Jakarta

Tibalah saat untuk berpisah. Saat itu rasanya kepingin nangis banget... pas mau memasuki counter imigrasi, saya berpelukan dengan K dan E, kemudian berlari-lari menuju counter. I didn't look back... karena kalau look back, pasti akan sedih sekali. Thanks friends... for such a wonderful time in Perth... I will be back for sure.










6 comments:

  1. cici gua juga seneng banget tuh ama perth. semalem baru balik jkt setelah 2,5 minggu di perth. demen banget dia. hehehe. dia jadi pengen pindah kesono katanya. :D

    apalagi elu ya?? hehhee *wink wink*

    ReplyDelete
  2. huhuhu jadi ikutan sedih....

    aku juga suka oz...pengen balek lagi huhuhu

    eh, jam 1 malam ditelpon ? wuiiihh...anak kesayangan boss neh hehhee minggu pun masuk

    ReplyDelete
  3. ya oloh...bosmu itu pasti cinta mati ama neng leony..jam 1 pagi di telpon bwt kerjaan...

    hebat...

    btw crita2 lo ini bikin gw pengen jalan2 k perth niy someday...

    ReplyDelete
  4. ya ampun makanannya pada enak2 iri aku....hehehehe aku dulu hampir mudik ke perth lho tapi kagak jadi ...akhirnya putus hehehe

    ReplyDelete
  5. Arman - Yoi... perth bagus sih..tenang dan damai. Tapi sayang supermarket jam 6 sore udah tutup hauhahaha.. Kecian de...

    Dian - Menyiksa diri tuh bos !

    Anton - Tuh...pak ES tuh... u know who kan ?

    Christis - Wah, ada yang curhat colongan hihehehehe

    ReplyDelete
  6. hai leony
    thanks ya udah cerita banyak soal perth
    kebetulan bulan depan aku mo kesana.
    lumayan dirimu memberikan referensi banyak kemana aku harus jalan2.. :-)

    ReplyDelete