Wednesday, October 15, 2008

Bites of Perth Part 2

Hari ke-4, Kamis, 2 Oktober, 2008


Hari ini dibuka dengan bangun pagi... Ya, pukul 5.40 pagi, teman kita si M tiba di Perth International Airport, saya dan E bertugas menjemput nih. Duh, padahal masih ngantuk banget, tapi akhirnya kita berangkat dengan suka cita menyambut M yang baru saja merayakan Idul Fitri. Selesai menjemput M, saya kembali lagi ke ranjang dan pulasss hehehehe... sampai jam 10-an kali. Bangun tidur, saya ikut bantu bersih-bersih rumah, karena basically, si M ini akan menempati kamar yang dulunya bekas orang lain, nah orang lainnya itu baru pindah tengah malam kmarin itu. Ampun, ternyata, penghuni sebelumnya meninggalkan kotoran yang LUAR BIASA banyaknya. Berhubung kita nggak tega si M yang baru sampai harus langsung bersih-bersih, jadilah saya dan E bantu-bantu bersih-bersih. Kayaknya debunya aja pas dikumpulin jadi satu trash bag loh ! Horeeee.... (ironis mode...)


Siang itu, saya, E, dan M makan siang bareng di restaurant Ten-Ten. Sebenarnya siang itu ada lunch special, tetapi kita lebih memilih menu dinner, maksudnya supaya lebih special lagi gitu hehe. Maklum, saya kan tamu istimewa (hahaha...tertawa bangga). Dan terpilihlah 3 menu andalan, yang ternyata, gorengan semua... (ampun deh, dua cowok teman saya ini, ternyata memang gak jauh-jauh dari daging dan gorengan). Yang pertama adalah Crispy Chicken with Onion on Top, yang kedua adalah Salt and Pepper Pork Spare Ribs, dan yang ketiga adalah Sizzling Japanese Tofu with Pork and Salted Fish. Enak sih, tapi ya ampun, gorengan tak henti hehehehe...

Tiga Masakan Penuh Minyak....

Selepas dari makan siang, kita lanjut lagi, kali ini ke kampusnya si M yaitu University of Western Australia. Wah, kampusnya agak beda dengan Curtin University, di UWA suasananya lebih klasik dan hijau. Si M hari itu ada ujian, jadi kita tinggal deh. Setelah berfoto-foto ria, kita melanjutkan perjalanan ke King's Park, yang merupakan salah satu objek wisata utama di Perth. Untuk menuju King's Park, bisa ada dua jalan yang diambil. Bisa langsung menyetir lewat atas dan tiba di pintu masuknya, atau bisa dengan cara memanjat tangga yang lumayan tinggi dari tepian jalan. Saya dan E memilih option kedua. Tangga yang membuat kita ngos-ngosan itu disebut Jacob's Ladder atau Tangganya Bapak Yakub. Katanya sih, kalau sudah lewat tangga ini, diibaratkan mencapai pintu Surga... AMINNNN !! hehehe... yang pasti sih pas sampai di atas, napas sudah terengah-engah, dan rasa suksesnya memang mungkin mirip pencapaian ke pintu surga. Dari atas, pemandangan indah sekali. Sayangnya kamera saya mati dengan sukses karena kehabisan batere. Untungnya teman saya membawa kamera handphone yang 5 MP jadi masih lumayan ada beberapa foto diabadikan di sana.



Suasana Klasik dan Asri di UWA

Catatan tentang King's Park, saya angkat empat jempol untuk Pemerintah Australia yang menangani taman ini dengan sangat serius. Seluruh areanya terjaga, bersih, indah, dan yang pasti, tanaman-tanaman yang unik itu benar-benar dilestarikan. Saya juga yakin, warga Perth juga pasti bangga akan keberadaan taman ini. Areanya begitu luas, tetapi seluruh spot tidak ada yang terlewat perawatannya. Sementara di Jakarta ? Hmmm... Taman ? Sudah lama banget gak dengar kata itu. Taman Menteng yang baru dibuat juga tidak ada artinya dibandingkan King's Park. I miss the greeeeennnnn...

Sepulang dari King's Park, kami diajak oleh tetangga kami A, J, dan W untuk ke Karrinyup Mall. Rupanya di Perth itu, setiap hari Kamis adalah hari yang special karena mall buka sampai jam 10 malam. Horeeeee.... Jadilah walaupun tidak ada rencana untuk membeli apapun, kita ikut saja ke mall. Di Mall, karena saya lelah dengan makan goreng-gorengan, akhirnya saya pesan makanan yang sederhana saja, Chicken Tandoori Wrap di Pure and Natural yang menjual makanan-makanan yang tentunya agak lebih sehat. Malam itu, diakhiri dengan kembali kerumah, dan menata rumah (alias membuat bed frame untuk si M dan juga memindahkan kasur-kasur ke tempat idealnya).


Hari ke-5, Jumat, 3 Oktober, 2008


Inilah hari paling dinanti-nanti. Kenapa ? Karena hari ini adalah hari untuk menonton Broadway Musical, Beauty and The Beast!! Hooraaaayyyy.... Siang itu, saya tidak kemana-mana, hanya lunch di sekitar rumah saja. Karena daerah tempat tinggal saya di Vic Park, jadinya untuk mencari makan tidak terlalu susah. Ada berbagai pilihan di sana mulai dari Japanese, Chinese, Indian, sampai Malaysian. Saat itu kita memilih restaurant Chinese Malaysian yang bernama Chi. Dan pesanan saya adalah Rice with Roast Pork. Pas hidangannya datang... Tadaa... kembali lagi bengong stadium akhir... Itu piringnya guede bener, dan roastporknya BUANYAK !! Gileeeee..... dan yang lebih gilanya lagi adalah... I finished it ! Ya ya... saya rakus... (admitting...).

Porsi Makan Anak Rakus Bernama Leony

Sorenya, bersiap-siap, bersama sama dengan E, M, K, berangkatlah kami ke Regal Theater untuk menonton pertunjukkan Beauty and The Beast. Cari parkir saat itu agak-agak susah. Untung masih dapat, walaupun kami harus berjalan kaki beberapa blok mencapai tujuan. Di sana kami bertemu lagi dengan teman-teman lain, dan kita memonopoli seat di row L. Sembilan orang loh ! It was a perfect seating actually at orchestra level. Cerita berjalan... it was such a great show... sampai pada akhirnya... the Beast.... berubah menjadi pangeran... dan.... kita langsung ILFEEL !! Mengapa oh mengapa...pangerannya gendut dan botak !! Mestinya kan dia itu ganteng dan langsing !! OH Noooooo...... Tapi rupanya, setelah membaca dari program book (yang dibeli dengan harga AUD 10), ternyata yang jadi Beastnya ini memang sudah paling banyak pengalamannya sebagai aktor Broadway... Huuu..tak adil... kan saya sebagai wanita menggambarkan Prince Charming yang ok hiks... Oh iya, thanks to M, tiket pertunjukan ini adalah hadiah dari M. "Welcoming gift buat Cici", gitu katanya. Asikkkk... makasih M !!


Malamnya, show selesai kira-kira pukul 11 malam. Saya, E, dan M belum makan malam, jadinya kita cari yang masih buka. Jam segini, yang masih buka cuma di Chinatown saja di daerah Northbridge. Jadinya kita ke sana deh, lebih tepatnya ke City Garden Restaurant. Di situ, kita pesan Congee with Shredded Duck and Eggs (3 macam: telur asin, telur phytan, dan telur mentah yang diaduk saat mangkuk dibawa ke meja), Black Pepper Beef, and Salt and Pepper Chicken. Aduh, untung saya minta Black Pepper Beef. Kalau saya gak minta itu, mungkin mereka sudah pesan another deep fried food. Those guys !! Saat kita memesan Congee, si tantenya menyarankan kita memesan mangkuk besar. Dan begitu kita lihat billnya, kita lumayan bengong, karena harga mangkok kecil tuh AUD 10, dan harga mangkok besar adalah AUD 35 !! Huh !! Kita diboongin...gak sudi gak sudi, tau gitu mendingan pesan mangkok kecil 2, daripada pesan mangkok besar. Habisnya, si tante itu pintar juga, harga mangkok besar tidak dicantumkan. Tapi berhubung enak, ya sudah kali ini dimaafkan hehehe.

Bubur Bebek yang tinggal setengah mangkok
Salt and Pepper Chicken and Black Pepper Beef (with too much black pepper sauce)



Malam itu, kami pulang ke rumah, dengan perasaan... KENYANGGGGG....
Yak, sampai hari ke lima dulu ya... nanti sambung lagiiii....


4 comments:

  1. enaknya yang jalan2 ke Aussie...
    emang sih di Indo apa2 koq gak mau niru LN yach, khan bisa ambil yang baik2 termasuk penghijauan dan kebersihannya...

    ReplyDelete
  2. gua juga pengennnn banget nonton musical broadway gitu tuhhhh... kapan yaaaa... :(

    ReplyDelete
  3. airportnya dekat yak, jeng ? bisa sempat tidur lg sampe jam 10 hehhe

    masih muda..gak papa daging,gorengan dll yg uenak enak hehehhe...

    ReplyDelete
  4. Gila kelewatan Non, gw ngiler berat... Hahahahaa... Enaknya jalan2...

    ReplyDelete