Monday, October 13, 2008

Bites of Perth Part 1

Hari 1, Senin, 29 September 2008:

Nah, sesuai janji, inilah bagian pertama dari perjalanan ke Perth. Karena tidak ingin merepotkan orang rumah, ditambah lagi suasana yang sudah mendekati lebaran yang menyebabkan situasi bandara lumayan ramai, pagi itu, 29 September 2008, saya memilih untuk menaiki taksi Burung Biru untuk berangkat ke Bandara Soekarno Hatta. Sampai di sana, pas check in, oh no.... berat koper sudah 23.5 kg, yang berarti sudah melampai limit 20 kg yang disediakan. Untung saja pihak Garuda lumayan baik dan membiarkan koper saya lewat. Setelah bayar fiskal (yang menurut saya a total rip off), saya lewat imigrasi dan bisa santai di lounge. Too bad loungenya gak ada hot spot, kalau ada kan lumayan bisa update blog hehe.

Di pesawat ternyata saya ketemu dengan teman SMU saya si F, which was quite a surprise. Tapi di pesawat gak sempat ngobrol-ngobrol karena kita duduk agak berjauhan dan pesawat lumayan penuh. Sekitar 4 jam kemudian, sampailah saya di Perth International Airport. Begitu ngantri di Imigrasi, gak tau kenapa, form arrival saya ditandai, kemudian saya ditanya2 mulai dari menginap di mana, dan kenapa saya juga menginap di Hilton (saya memang sengaja menginap di Hilton selain di rumah teman, maksudnya supaya bisa merasakan downtown juga), tapi malah dicurigai. Mungkin karena di dalam paspor saya ada visa Mesir dan Yordania...hiks... Setelah itu saya mengambil koper, dan begitu mau keluar, ketahan lagi, musti bongkar koper. Huh... menyusahkan. Dan yang parahnya lagi, gara2 si F tadi mengobrol sama saya, dia kena juga dibuka kopernya....Ternyata, memang di Perth itu pemeriksaan agak-agak ketat, dan bukan keanehan jika secara acak koper kita dibuka.
View From The Top

Keluar dari bea cukai, saya dijemput oleh teman baik saya E. Nah, E inilah yang menemani dan menjadi tumpangan saya selama di Perth. Karena saat itu sudah sore, kita langsung menuju rumah, taruh taruh barang, dan malamnya pergi dinner. Sebelum pergi dinner, saya membantu teman saya membereskan apartemennya yang lama. Maklum, si E ini baru pindahan ke apartemen baru, dan apartemen yang lamanya akan diserahterimakan besoknya. Oh iya, ternyata tanggal 29 itu ada hari besar di Australia, kalau gak salah sih, Queen's Birthday. Jadilah business rata-rata pada tutup semua, dan yang buka hanya beberapa restaurant. Restaurant saya mengantri dan penuh sekali. Akhirnya kita memilih makan di Happy Star, dan saya memesan Beef Brisket Noodles. Berhubung malam itu dingin... makan mie dengan kuah yang banyak dan panas, rasanya nikmaaatttt.... Habis gitu, sampe rumah, langsung bobo deh, capek soalnyaaaa....


Hmmm.... Very Comforting


Hari 2: Selasa, 30 September 2008

Siang itu, tujuan pertama adalah ke kantor agent apartment teman saya untuk mengembalikan kunci hehe. Setelah semua kunci dikembalikan, saya dan E melanjutkan perjalanan ke Fremantle atau juga disebut dengan Freo, sebuah kota kecil di sisi barat Perth. Kota ini terkenal dengan kehidupannya yang sederhana, dan banyaknya toko-toko kecil yang menjual berbagai pernak pernik lokal. Begitu sampai di sana, ampun anginnya dingin bangetttt...ditambah lagi hujan rintik-rintik yang sangat tidak jelas, kadang hujan, kadang berhenti, bikin rambut jadi basah. Ditambah lagi, jarak dari tempat parkir ke restaurant yang lumayan jauh, membuat kita harus berpacu melawan angin.

Dan atraksi utama yang kita tuju adalah: Makan siang ! hehehe... Freo terkenal dengan restaurant Fish and Chips. Ada beberapa restaurant sejenis, tetapi yang paling authentic adalah Cicerello's. E memesan Fish and Chips, dan saya memesan Seafood Platter yang merupakan perpaduan dari 1 potong fish dan berbagai seafood lainnya seperti cumi, udang, dan crab stick yang semuanya digoreng tepung hahahaha... kacau...belum lagi kentang gorengnya... Dan yang paling kacau adalah, untuk 1 sachet sambal/ saus tomat, kita mesti membayar 40 cent ! Another rip off ! Dan apakah yang gratis ? Yang gratis ternyata Vinegar alias cuka. Dan orang sana suka menyemprotkan cuka di chipsnya... what a weird way of eating kentang goreng.


Platter Raksasa Berisi Gorengan

Selesai dari sana, saya mampir sebentar ke Curtin University karena E mau mengurus administrasi sedikit, dan habis itu lanjut lagi ke Carousel mall. The fact about mall in Perth, semuanya tutup pukul 5 sore. WHAT ? WHAT ???? (Masih bengong sampai sekarang...) Jadi daripada akhirnya kecewa karena mall tutup, akhirnya kita memilih untuk menonton di bioskop, dan kebetulan ada film baru yang keluar yaitu "Eagle Eye". Ya, kalau hari Selasa, ternyata di jaringan bioskop Hoyts ada special offer. Hanya AUD 10/pax untuk menonton di hari itu. Kalau hari lainnya, mau nonton harus merogoh kocek AUD 16.5/pax. Dan bioskopnya....OMG... it was ugly! Can't even be compared with 21 Cineplex or Blitz Megaplex, apalagi yang Premiere/ Velvet class... JAUHHHH... kursinya jg kecil, saya nggak bisa bayangkan orang Australia yang berbokong besar untuk duduk di situ, dan yang pasti gak bersih-bersih amat. Bayangkan saja, pas masuk, masih banyak sampah popcorn dll....hiks... Untung filmnya keren, jadi agak terobati deh kecewanya.


Malamnya, acara dilanjutkan dengan menghadiri meeting IC-YA alias Indonesian Catholic Young Adults di rumahnya C. Nah, kebetulan hostnya teman kita C dan D sudah menyiapkan makan malam yaitu Babi Panggang dan Ayam Panggang dari Hong Kong BBQ. Dimakan pakai nasi panas dan Bok Choy Cah...nyam nyam....Serasa lagi nggak ada di Perth deh. Meetingnya seru, anak-anaknya aktif, jadi nggak bosan walaupun saya baru kenal dengan semuanya di hari itu.

Hari ke-3, Rabu, 1 Oktober, 2008

Ya ya...Selamat Hari Lebaran semuanyaaaa....pasti kalau di Indonesia sudah rame banget deh hihihi....Tapi di sini sih nggak. Oh iya, mungkin ada yang nyadar kalau saya tidak pernah menyebutkan sarapan pagi di sini, itu karena, saya memang bangunnya siang terus, dan biasanya langsung makan siang heheheh... Beneran loh, relaxing banget kotanya... Siang itu, kita jalan-jalan ke City. Makan siangnya di Taka, restaurant Jepang yang penyajiannya mayan cepat, tapi bukan fastfood kayak hoka-hoka Bento ya. It is still made to order. Saat itu sedang lunch hour, ampun, antriannya panjang banget. Untung masih bisa dapat kursi. Saat itu saya pesan Fish Teriyaki, that comes with Miso Soup and Rice.

Siangnya, sempat mampir lagi ke Curtin University MBA Campus yang letaknya memang di tengah kota. Dulu teman saya pas ambil MBA di sini. Dia bilang Taka itu tempat makannya dia dulu. Setelah itu, lanjut jalan-jalan di downtownnya, melewati perbelanjaan di downtown, dan London Court. London Court ini kayak gedung klasik yang nyempil di tengah-tengah gedung-gedung modern, dan pas masuk ke dalamnya, suasananya benar-benar kayak di Inggris, sudah kayak suasana Harry Potter gitu loh. Tapi terus terang, Perth ini memang bukan tempat wisata belanja, tidak banyak yang bisa dibelanjakan di kota ini. Barang-barangnya, hampir mirip saja dengan Jakarta yang memang menyediakan segalanya.


Di dalam London Court, Mirip Pasar Harry Potter

Sorenya, kita sempat mampir pulang dulu ke rumah dan istirahat sebentar. Malamnya, kita berangkat ke daerah Subiaco. Subiaco ini adalah daerah yang lumayan hip tapi lebih ke arah daerah kulit putih. Rencananya malam itu mau dinner di Llama Bar karena ada pertunjukkan Jazz. Sayangnya, karena kita tidak membuat reservasi, Llama Barnya sudah penuh, boro-boro mau cari tempat untuk makan malam, mau jalan saja susah. Akhirnya karena lumayan ngidam pada Mexican Food, kita memutuskan untuk makan di Santa Fe. Saya pesan Steak Burrito dan E memesan BBQ Ribs. Begitu makanan kita keluar, kita bengong sebengong-bengongnya karena porsinya yang, guede bener! (Walaupun harganya memang tidak terlalu murah juga, AUD 25 untuk burrito). Tapi entah karena lapar atau enak, tetap saja habis semuanya hehehee...

Steak Burrito


BBQ Pork Ribs

OK, sampai hari ketiga dulu yaaaa....nanti lanjut lagiiiii...

4 comments:

  1. kemana2 emang paling asik tuh wisata kuliner. hahaha

    ReplyDelete
  2. haha ternyata lbh parah ya di perth, mall tutup jam 5. di bld toko2 semua tutup jam 6, tapi kalo sabtu jam 5 juga.

    ReplyDelete
  3. australia memang ketat ya customnya. aku waktu itu juga ditanyak nginap dimana, kapan memutuskan ke oz. trus dibongkar isi kopernya. tapi semuanya sih, len dibongkar,bukan aku aja.

    hehhehe gak jauh2x dari makanan nih si eneng

    ReplyDelete
  4. Salam.nak share pengalaman ke perth.saya br pulang 3 hari lepas.dan merupakan kali ke 4 saya dan keluarga ke sana.ia adalah kerana kami sgt suka dgn perth dan tmpt kami menginap. Kami menginap di mahira holiday homes yg merupakan seorg malaysian muslim owner.beliau mempunyai 4 holiday bungalow dan alhamdulilah kami sudah mencuba ke empat2 holiday tersebut.kami amat berpuas hati kerana tmptnya sgt dkt dgn perth city,bersih,fully furnishhed dan amat berpatutan.anak owner tu ada dimsia.boleh contact cik siti 0123360098 . Fully equipped with kitchen n cooking facilities dan juga washer machine n dryer. Mereka juga ada kereta sewa utk in house guest.bonusnya mereka pick n drop off airport for free
    owner dia pulak very friendly and humble.down to earth. memang superb lah service diaorg. rumah rumah mereka pun memang sgt dkt dgn kemudahan. memang berbaloi.

    caj yg dikenakan adalah AUD$220 weekdays dan $240 weekend

    untuk 2 adults and 2 kanak kanak bwh 12 thn atau 3 adults

    berbaloi kan? memang berpatutan. yg penting service dia memang superb!

    ReplyDelete