Thursday, August 28, 2008

Kalau Orang Penting Lewat

Pagi itu, seperti biasa saya berangkat dari rumah, sekitar pukul 7.30. Umumnya kalau saya berangkat diwaktu demikian, pukul 8.15 saya sudah sampai kantor. Seperti biasa, antrian paling panjang adalah antrian pintu masuk tol Cawang. Setiap hari saya menghadapi antrian itu, sampai waktu menunjukkan pukul 7.55! Benar-benar antrian yang membosankan.... Mana kadang orang suka ada yang menyodok dari jalur ketiga. Padahal kita sudah mengantri dari ujung. Rasanya kepingin saya lindas2 saja mobil nggak sopan itu dengan buldozer. Tetapi memang itulah kenyataan yang harus dihadapi setiap hari. Di jalan tol pun, kita nggak pernah bebas dari yang namanya macet, apalagi kalo pagi hari...cape deeee....

Pagi itu, ketika saat mengantri sudah hampir berakhir, saat beberapa puluh meter lagi dari pintu tol, tiba-tiba.. JRENG, antrian dibubarkan, dan kita harus melewati jalan arteri! Polisi-polisi berseliweran, dan jalan tol ditutup Jalan arteri yang biasanya lebih lancar, menjadi macet total. Tak bergerak sama sekali. Ternyata, bapak RI 1, lewat di jalan tol satu-satunya di tengah kota. Di jalan arteri, saya menunngu, dan menunggu, membuang-buang bensin dengan sukses. Dari pintu tol Cawang sampai lampu merah Tebet, yang jaraknya hanya sepelemparan batu (ibaratnya), memakan waktu 45 menit. TIDAAAAKKKK....

Akhirnya, tiba di kantor pukul 9 pagi. Dan ketika bos bertanya mengapa, saya cuma bisa menjawab, "Presiden lewat pak..".

Mengapa para pejabat, dengan asyiknya menutup jalan seenaknya, kadang-kadang memakai bahu jalan tanpa merasa bersalah, memakai vooridjer yang mengancam-ngancam dengan sirenenya supaya kami para rakyat ini minggir karena ketakutan terserempet. Oh Bapak.... mengapa engkau tidak bisa merakyat seperti kami semua? Yang bergumul dengan kemacetan setiap hari, pegal menginjak pedal, diserempet motor sampai sudah jadi tahan mental. Pak, kalau gitu, jadikan saya pejabat juga dong, supaya saya bisa menindas rakyat saya juga. Yang penting saya lancarrrrrrr.....

4 comments:

  1. yah kan ceritanya si bapak lagi ada keperluan yang sangat penting!

    katanya lho...

    ReplyDelete
  2. Hi Leony! Udah beberapa minggu nggak baca catatan nyempil. Hihihi. My dad juga sebel bgt kalo ngeliat pejabat lewat, apalagi yg pake nyala2in sirine segala, buat apa juga sih, gitu katanya...

    Di luar negri mana ada coba pejabat (kecuali pemimpin negara kali ya) yang pasang2 sirine and pake2 voorijder...kalo di Jakarta, pejabat ga gitu gede aja pake2 voorijder segala...

    ReplyDelete
  3. been there done that neng....
    suka sebel emang klo ada yg pake sirene gitu

    jadi mending gw gedein volume radio and nyanyi2 ga jelas smbl nunggu pejabat lewat :D

    ReplyDelete
  4. jah..namanya juga president, neng hehhe....kalo ikutan macet, kebuang waktunya 3 jam khan sayang. wong gak kenak macet aja negara ini susah diurusnya.

    jkt tu hrsnya transportasinya pake helikopter deh. toll way udah gak mampu.

    ReplyDelete