Sunday, July 27, 2008

Tentang Pernikahan Heboh Itu....

Akhir-akhir ini, mungkin banyak orang-orang yang sudah membaca, membahas, menerka-nerka, dan menggosipi peristiwa perkawinan seseorang yang katanya merupakan salah satu perayaan pernikahan terbesar di Jakarta. Oke, let's call the bride and groom, A dan S, seperti demikian inisial tersebut tercetak manis di undangan pernikahan mereka. Saya tidak tahu apakah saya bisa disebut cukup beruntung, bisa menjadi bagian dari peristiwa bersejarah tersebut. Mungkin ada beribu orang di luar sana ingin juga hadir di situ, lantaran rasa penasaran yang begitu tinggi.

Saya tidak akan membahas secara detail seperti apa kemewahan pernikahan yang katanya menelan biaya puluhan miliaran rupiah itu, tetapi saya mau membahas sedikit keunikan, dan sisi humanis dari kedua mempelai yang oleh sebagian besar orang, dituduh sebagai orang yang tidak pedulian dengan nasib orang di luar sana. Dibalik gembar-gembor dan kasak kusuk diluar sana, toh A dan S adalah dua manusia biasa, yang dipersatukan oleh cinta dan Tuhan untuk menjadi sepasang suami istri. Sama seperti pasangan-pasangan lain di luar sana.

Pernikahan A dan S adalah perpaduan dua manusia yang sungguh berbeda latar belakang. A yang asli Indonesia dan S yang asal Singapura dan berketurunan Tionghoa, ternyata bisa menjadikan peristiwa perkawinan ini sebagai penyatuan dari kedua budaya. Dari video yang diputar di resepsi, terlihat rangkaian peristiwa yang sudah dijalani oleh kedua mempelai, dimulai dari acara lamaran sampai peristiwa pagi hari menjelang resepsi. Di acara lamaran Maret lalu, S tampil gagah dengan kemeja batiknya, dan A dengan kebaya cantik berwarna ungu, sedangkan berkeranjang-keranjang hantaran menggunakan dominasi warna merah dengan lambang "double happiness" ala Tionghoa. Prosesi acara dilanjutkan pada tanggal 20 Juli lalu dengan dilangsungkannya acara pengajian dan siraman, yang sungguh kental dengan pengaruh adat Jawa. Ya, S yang bermata sipit itu juga ikut disiram layaknya pengantin Jawa. Di situ, tampak ibunda dari A memberikan wejangan, dan A meneteskan air mata mendengarkan petuah dari sang bunda.

Puncak acara adalah Ijab Kabul di depan penghulu tanggal 23 Juli yang lalu yang menggunakan adat Sunda, dan dilangsungkan khidmat di rumah mempelai wanita. Tanggal 25 Juli alias pagi sebelum resepsi, acara dilaksanakan lebih ke arah adat orang Tionghoa. A memakai baju pengantin putih, dengan rambut disanggul dan menggunakan slayer (atau bahasa inggrisnya= veil). S datang dengan membawa buket bunga ke tempat mempelai wanita (yang ternyata menggunakan kain merah di depan pintu ala pengantin keturunan Tionghoa. Slayerpun dibuka, dan tampaklah wajah berseri-seri mempelai wanita. Lalu A menyambut karangan bunga dari S dan membalasnya dengan menyematkan bunga di jas sang mempelai pria. Acara dilanjutkan dengan bagian krusial dari perkawinan ala Tionghoa yaitu upacara minum teh (atau juga disebut Tepai), sebagai tanda penghormatan kepada orang tua.

Ya... betul-betul perpaduan yang luar biasa. Yang mengagumkan juga adalah, S sudah menjadi mualaf, dan terus terang saya menghargai apa yang dilakukan S, karena tentu tidak mudah buatnya yang sejak kecil dibesarkan secara agama Budha. Menikah adalah sebuah komitmen yang sungguh besar, dan agama adalah landasan yang luar biasa penting di dalam kehidupan perkawinan, dan percaya atau tidak, kesamaan dalam konsep beragama merupakan faktor pendukung dalam kelangsungan hidup pernikahan.

Di tengah hingar bingar acara kemarin, saya cukup salut dengan A dan S yang tetap menyambut semua tamu dengan senyuman, tidak mengekslusifkan diri. Bahkan di tengah makan malam mereka, mereka rela "diganggu" oleh orang-orang yang sangat tidak tahan untuk menyampaikan ucapan selamat bahagia untuk mereka. Dan saat bertemu muka dengan S, komentarnya adalah, "Hey Leony, did you say that you have 2 weddings to attend today ?" Wow, ternyata S masih ingat detail kecil yang saya sampaikan lewat email kalau saya ada 2 acara perkawinan hari itu. Dan saya hanya bisa menjawab,"Yes, S, you do remember. I came to the other wedding before yours, so I can stay longer here!"

Anyway, rasanya cukup demikian saja yang bisa saya sampaikan. Karena berita lainnya, pasti sudah diliput di majalah, televisi, dan media lainnya. Sebelum berpanjang-panjang ria dan malah ngelantur, I better say: Congratulations A and S!! You both deserve each other !!

10 comments:

  1. Pernikahan heboh yang kabarnya sudah merayap ke kalangan sosialita Indonesia (dan pelajar2 begajulan gemerlapan) di Sydney (dengan speed yang hampir real time!)

    Menurut gw lo beruntung bisa menjadi bagian kehebohan itu. But I guess if you could describe the wedding more, that'll be great! LOL

    BTW si mempelai wanitanya itu bekas kakak kelas gw dulu...kakak kelas yang paling baikkk yang pernah gw punya...hihihi.

    ReplyDelete
  2. SH dan AB bukan ya yang dimaksud?
    si S bukannya orang indo juga ya? kok dia jago ngomong indonya ya....... hehee.

    btw lagi gua kirain bakal kawinnya di bali. plus dulu gosip2nya katanya bakal ngedatengin il divo. enggak ya?

    ReplyDelete
  3. pernikahan dengan dilandasi kebersamaan dalam soal agama....

    hehehe entah knapa gw fokus ksini neng leony :p

    oia i have a news for u neng...

    ReplyDelete
  4. yang merit A ama S koq yang ribut orang luar sih hehehehe...sirik kali mereka yang gak diundang...

    ReplyDelete
  5. penasaran pernikahan siapa sih yg dimaksud, ta' google ketemu, pdhl cuma pake inisialnya aja. hehe..

    wih cantiknya AS itu..beruntung bgt ya bisa sempurna gitu: cantik dan kaya abis2an. trus dapet suami yg sepadan pula. hehe..

    ReplyDelete
  6. eh kok AS sih, AB ding. ;)

    ReplyDelete
  7. ooo orang spore toh. kalo si A itu asli jawa ya ? halaah..google ah kekkeke

    kamu kok gak photo2x sih, len ? gak ketemu ama mayangsari and BT ? wkakkakka gak penting banget

    ReplyDelete
  8. yang kawin siapa yang ribut siapa *halah saya sok tahu*

    ReplyDelete
  9. Erik >> Iya bener hahahah... realtime banget, termasuk di detik gitu2. Udah liat di facebook kan foto2nya? Btw, emang bener, si A itu baik kok, cuma namanya lagi kena kasus lumpur, ya dia mau sebaik apapun, tetep aja org mandangnya negative. Huh...

    Arman >> Iya, masih ada 2nd batch di Bali, termasuk Il Divo-nya. Si S itu orang Singapore yang udah lama di Indo.

    Anton >> Hehehe...dah dapet newsnya, moga2 good sampe di masa datang.

    Tiwi >> Ada benernya tuh sirik. Terus aku ngerasa, banyak banget orang yang mendadak ngaku2 kenal sama kedua mempelai hauhahah... aneh2 aja dunia ini.

    Marlina >> Ya, hebohnya itu bukan cuma krn mewahnya sih, tapi kan karena dikait2kan dengan kasus lumpur. Rasanya sih kalo ngga ada kasus lumpur itu, gak akan sampe disinisin kayak gitu.

    Dian >> Wah, aku kan poto2, tapi taruhnya di facebook, bukan di blog. Gak enak di blog.

    Mantan Kyai >> Hehehe...gak tau deh, siapa aja yg ribut. Orang Indonesia kan biang gossip.

    ReplyDelete
  10. Lho... si A itu emangnya Sunda/Jawa? Bukannya Minang ya?

    ReplyDelete