Wednesday, March 19, 2008

Uhuk Uhuk

Sudah beberapa hari ini, saya terserang batuk. Kronologis kemungkinan terjadinya batuk adalah sebagai berikut. Awal bulan lalu, kebetulan saya berada di luar kota alias di pedalaman Lampung dan Sumatra Selatan untuk urusan pekerjaan. Kira-kira di tengah minggu, badan saya lemas sekali, padahal mestinya saya hadir di rapat bersama dengan bos saya. Tapi untung bos saya baik hati, saya dipersilakan untuk istirahat di mess. Dan apakah yang terjadi ? Saya tidurrrr.... selama berjam-jam, meringkuk di atas sofa, sampai makan siangpun terlewati. Bangun-bangun, tau tau sudah jam 5 sore. Akhirnya sudah keburu tiba waktu makan malam, dan setelah makan malam, saya pikir saya akan terjaga karena dari siang sampai sore tidur kelamaan, tetapi anehnya, saya tidur lagi sampai pagi besoknya! Rupanya aktifitas yang lumayan tinggi, membuat badan saya drop. Saat kembali ke Jakarta, pinginnya juga istirahat dan santai. Tetapi yang namanya tugas, pasti ada saja yang membuat kita tidak bisa betul-betul relax.

Tenggorokan saya mulai terasa tidak enak pada saat menyanyi di Misa Perkawinan tanggal 9 Maret lalu alias dua hari setelah kembali dari perjalanan dinas. Tapi namanya saya bandel, ya masih santai-santai aja. Serak-serak dikit saya diamkan (soalnya keren juga kan kayak Rod Stewart gitu heheheh...). Rabu minggu lalu, suara sudah mulai hilang, tapi dasar nekad, saya masih tetap saja latihan menyanyi. Habis gimana dong, kebetulan ada tugas menyanyi di St. Theresia untuk misa expatriate hari Jumat Agung dan Sabtu Suci. Akibatnya adalah, weekend kemarin, batuk-batuknya semakin menggila, dan akhirnya saya memutuskan untuk mengkonsumsi expectorant bermerek B yang slogannya: ”pengencer dahak, pereda batuk”. Setelah minum itu, rasanya lumayan juga, tapi kok lama-lama, pusing banget yah. Kepala mulai kliyengan, lalu akhirnya saya Cuma bisa meringkuk lagi di ranjang dan nggak bisa ngapa-ngapain termasuk nggak bisa tidur (padahal sudah jam 2 pagi). Mama saya yang terbengong-bengong melihat yang terjadi, kemudian dia baca kertas keterangan yang ada di box expectorant tersebut. Ternyata efek sampingnya adalah: Vertigo (noted, ini bukan nama klub di bilangan Semanggi ya!, tetapi sakit kepala). Ya ampun, pantes aja saya sampai nggak bisa ngapa-ngapain. Jadilah saya menyerah dan tidak mengkonsumsi obat itu lagi, dan berharap batuknya segera sembuh.

Senin alias kemarin, saya kembali lagi ke kantor, suara jadi seksi sekali alias hampir hilang beneran. Mulai deh, berbagai nasihat bermunculan dari teman-teman. Dari yang menyuruh saya meminum obat merek A, B, C, meminum madu dan jeruk nipis, meminum pereda panas dalam, meminum rebusan belimbing wuluh, sampai berkumur dengan air garam. Aduh, sampai jadi pusing sendiri dengernya. Sore itu, karena suara saya sudah tinggal sisa-sisa, saya sms konduktor choir saya supaya bisa off dari latihan. Tetapi dia bilang, tetap harus datang, dan coba bernyanyi dari dalam hati. Waduh, gimana caranya yah, mana bisa bernyanyi hanya di dalam hati saja. Sepulang kantor, saya sempat mengambil power nap selama 1 jam, daripada nanti tewas pas latihan nyanyi. Sampai di tempat latihan, saya sebetulnya sudah tidak niat bernyanyi. Tetapi kenapa ya, namanya orang senang menyanyi, tetep saja saya nggak tahan melihat serunya orang-orang menyanyi, dan akhirnya saya nyanyi lagi. What a big mistake! Sampai rumah, mama sudah siapkan 2 botol OBH, dan saya langsung minum 3 sendok makan. Kemudian atas petunjuk dari ayahnya teman koor saya, saya menempelkan 1 lembar koyo di leher. Malamnya saat mencoba untuk tidur, tetap saja uhuk-uhuk, dan akhirnya baru bisa tidur di atas jam 12 malam.

Pagi ini sampai ke kantor, mood untuk kerja sudah tidak ada. Satu botol OBH sudah siap di atas meja. Pagi ini sudah minum 3 sendok, siang sehabis makan minum lagi 3 sendok. Duh, padahal tinggal 3 hari lagi menuju Jumat Agung. Doakan ya, supaya suara saya pulih kembali. Lebih baik saya punya suara yang seperti sebelumnya saja tapi bisa berfungsi dengan baik, daripada punya suara seksi kayak begini, tapi leher gatal dan uhuk-uhuk melulu.

7 comments:

  1. halo leony, salam kenal! stumbled upon your blog nih ;-) bukannya sok kenal sok dekat, tapi ngebaca entry ini langsung berasa, "oh maaaan, that's sooo me!!!" hehe... me too, tidak bisa berlari dari hobi nyanyi walopun sakit terkapar di ranjang. namanya cinta ya? ;-) anyway, semoga kita berdua cepet sembuh. selamat melanjutkan holy week! -nita

    ReplyDelete
  2. haduh.. moga2 cepet sembuh yaaa... :)

    wah kalo kita masih di indo, bakal ngeliat lu nyanyi dah pas jumat agung. :D hehehe

    ReplyDelete
  3. hey leony, g juga pernah sakit ga sembuh2 sampe nge-drag hampir 3 bulan-an... gara2 kecapean dan ga sempet istirahat total.
    g baru better malah setelah minum hot honey and lemon.... speedy recovery banget (dan take 2-day leave from office).

    hope you'll recover soon, say. khabar2in yah.

    happy holy week!

    ReplyDelete
  4. jadi teringat phoebe di serial friends. senang banget suaranya serak. ktnya sexy hihihi

    mudah2x-an udah baekan ya *ngeliat kalender

    ReplyDelete
  5. neng...uda sembuh khan batuknya?

    gmn akhirnya pas jumat agung n paskah nya?

    ReplyDelete
  6. Cepet sembuh deh Leony...biar batuk suara tetep sekseh khan....;)

    ReplyDelete