Wednesday, February 20, 2008

Es Campur

..Hehehe… maap, it seems like I haven’t updated my blog like…hmmm… lemme think… 2 weeks ?? Walah..udah 2 minggu nggak diperbaharui ! Mayan parah juga sih nih… abisnya gimana dong, rasanya pas mau nulis tuh, mood ilang gitu, lagi nggak napsu nulis. Terkadang yang namanya nulis itu, kita butuh suatu cerita menarik yang kita alami, yang bisa kita kembangkan jadi sesuatu yang bisa memberikan kesan buat yang membaca. Apakah hidup saya akhir-akhir ini terasa kurang menarik untuk dibagi-bagi dalam bentuk cerita? Kalau saya musti menjawab, justru sangat banyak peristiwa menarik yang terjadi dalam hidup saya akhir-akhir ini. Tetapi sayangnya untuk diceritakan di blog ini secara menyeluruh, rasanya kok kurang tepat. Saya kasih dikit-dikit saja yg menurut saya lumayan menarik untuk dibagi-bagi.

Tahun Baru Imlek kemarin, rasanya kok lumayan hambar. Biasanya dulu di rumah pas saya masih kecil, Mama sudah siapkan macam-macam makanan, kue kering, lalu siap siap banyak angpao untuk menyambut tamu. Tapi sejak saya kembali Tahun lalu, dan tahun sebelumnya Oma sudah ninggalin kita semua (alias menghadap Tuhan), suasana di rumah sepiiii banget. Nggak ada lagi oom dan tante yang datang, ngga ada lagi sepupu-sepupu yang ngumpul, ngga ada lagi keponakan-keponakan yang biasanya ribut lari-larian naik turun dari lantai bawah ke atas sampai bikin papa mamanya teriak-teriak ngga karuan. Sampai sore, saya hanya mendapatkan dua angpao saja. Satu dari mama, satu dari keluarga kakaknya mama. Sebenernya saya juga mengunjungi rumah oom yang satu lagi, tetapi begitu tau kalau saya sudah kerja, angpaonya kayaknya ditarik kembali dari peredaran hehehe. Yah, beginilah kalau sudah dewasa, apalagi sudah melewati seperempat abad, gak bisa balik jadi kayak anak-anak lagi, yang tinggal ngepalin tangan, lalu bilang ”Kiong Hieeee” sambil cengengesan di depan orang tua dan langsung otomatis dapat angpao.

Yang lebih parahnya lagi, ternyata di hari yang sama, ada teman saya yang sebetulnya rumahnya ramai sekali dikunjungi saudara-saudaranya untuk makan bersama, tetapi dia malah mau kabur dari rumah karena dia malas kumpul-kumpul dengan saudara...(loh, kok berlawanan banget ya). Jadilah dia telepon saya sore-sore (yang kebetulan lagi nganggur), lalu akhirnya dia jemput saya di tengah hujan deras untuk pergi ke Plasa Senayan dan nonton: RAMBO ! hihihihih... Ampun deh itu film ngga ada ceritanya, tapi isinya cuma orang yang ditembak, dipotong-potong, dibombardir, meledak karena kena ranjau (dan berbagai koleksi cara pembantaian super sadis lainnya). Kurang aneh apalagi tuh perayaan Imlekan saya? Yah, apa mungkin ya, karena Imlek semakin komersil di Indonesia, orang-orang jadi tidak terlalu berpikir untuk kumpul-kumpul, malah mall itu ramainya minta ampun. Nyari parkir aja susahnya setengah mati.

Eh iya, sepanjang minggu Imlekan itu, saya juga seperti menjalani movie marathon (dengan orang yang sama)! Setelah hari Kamisnya nonton Rambo (yang penuh kekerasan) di Plasa Senayan, hari Sabtunya saya nonton Before the Devil Knows You’re Dead (yang membingungkan gara-gara alur maju mundur, walaupun ceritanya keren) di Grand Indonesia, dan hari Minggu malamnya nonton Kung Fu Dunk (yang konyol dan aneh tapi menghibur) di Planet Hollywood.

Seminggu sesudah Imlekan, nyambung lagi ke perayaan Valentine. Lantaran saya masih single-single bergembira (adaptasi dari sorak-sorak bergembira), harusnya saya tidak terlalu berharap banyak ya di hari kasih sayang ini. Apalagi di Indonesia ini Valentine belum semeriah dan seramai seperti di Amerika sana. Tetapi, ketika mengingat-ngingat masa-masa perayaan Valentine ketika masih di Amerika, kok ada timbul rasa kangen juga. Main secret angels, dapat bunga dan coklat, dimasakin oleh pacar, dikejutkan dengan liburan akhir pekan special...duhhhh... di sini, boro-boro. Dari satu kantor ini saja, ngga ada tuh bunga di atas meja. Waktu lagi chatting dengan teman, dia mau menghibur saya dengan ngasih: virtual flower...hiks hiks hiksss... Tambah sedihnya lagi, siang-siang pas nemenin temen kantor nyari kado dan coklat untuk ceweknya, wah, di supermarket, banyak banget coklat yang dibungkus special khusus valentine, dan banyak banget orang-orang yg ngerubung kayak semut ketemu gula dan milih-milih coklat. Dua teman baik saya sudah merencanakan dinner romantis dengan pasangnnya masing-masing. Wah, ternyata kalau sudah punya pasangan di saat valentine itu, seru juga yah. Kita jadi bisa mengharapkan hal yang spesial juga. Tapi nggak apalah, Valentine kan hari kasih sayang, toh bisa juga dibagi kasih sayangnya dengan Mama tercinta di rumah hehehe.

Setelah perayaan Tahun Baru Imlek yang tidak terlalu seru saat hari H, Selasa minggu ini, saya berkesempatan menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek yang diadakah oleh salah satu bank di Jakarta, berlokasi di Four Seasons Hotel. Yang serunya di acara ini adalah penggunaan dress code yaitu Chinese attire (alias baju cheongsam), atau lounge suit (alias jas). Kemarin sepulang kantor, bersama teman saya, saya sudah siap-siap ganti baju dengan baju cheongsam dan berdandan rapih seperti pada umumnya kalau mau ke pesta. Teman sayapun sudah saya kasih tau untuk membawa jas. Jadi begitu kita sampai di sana, sudah siaplah kita sesuai dengan dress codenya. Tapi dasar namanya di Indonesia, walaupun banyak yang mematuhi, masalah dresscode ini sepertinya belum bisa diterima secara menyeluruh. Jadi tetaplah ada yang pakai kaos, atau kemeja biasa, bahkan ada yg dengan santainya pake jeans dan jaket kulit.

Yang lebih penting buat saya sih sebetulnya, kesempatan untuk melihat-lihat, seperti apa sih acara korporat di Jakarta (yang ternyata kemarin ini lumayan membosankan karena hiburannya hanya barongsai dan band sekelas acara kawinan standar. Waktu itu bank lain pernah ada launching IPO dan lebih lumayan karena ada Becky Tumewu dan Nico Siahaan sebagai MC dan hiburan dari Tante Vina Panduwinata), dan juga yang nggak kalah penting adalah: Makan Gratis !! Kemarin itu sih menunnya nggak terlalu banyak, tetapi nggak habis-habis (nggak kayak acara kawinan, pernah ada rekor 15 menit amblas). Makanan buffetnya lumayan enak (yang in ronde pertama). Food stallsnya hanya ada 4: Chinese Braised Noodles, Hainanese Chicken Rice, Roasted Peking Duck, dan Dimsum. Walaupun antrian panjang, stocknya tetap terjaga. Malah saya dan teman saya sempat makan bebek 2 kali (rakus mode on). Pas ngantri Dimsum, saking panjangnya, malah sempet comot kue kue dulu on the way (mengikuti pepatah, sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui). Pas pulangnya, itu baju cheongsam jadi keliatan makin ketat, karena bertambahlah lipatan lipatan lemak. Eh, sebagai ucapan terima kasihnya, kita dapet coklat pula 1 blok!

Yah, segitu aja update random stories from the 1st half (lebih dikit) of February 2008. Ada permintaan kecil dari saya di bulan kasih sayang ini, supaya hati kita semakin damai, supaya kita bisa menghadapi hidup dengan lebih positif dan gembira, supaya kita selalu dicintai, dan selalu bisa mencintai orang-orang di sekitar kita.

PS: Judul di atas sebetulnya bukan maksud saya, tetapi saya bingung mau kasih judul apa. Berhubung cerita kali ini nggak jelas dan berantakan (tapi mudah-mudahan masih enak dibaca), saya kasih judul itu aja.

4 comments:

  1. bagus tuh nonton rambo...
    jangan lupa nonton film2 lionsgate lainnya ya.. huahahahah...

    ReplyDelete
  2. alaaaahh baru juga seperempat abad hehehhe

    eh iya, temanmuu kok malah kabur. aku juga senang ngumpul ama sodara.

    ReplyDelete
  3. aduh neng..cheong sam nya ampe ketat yah..hihi...

    tp teteup roasted duck nya pasti enak yak.. :D

    ReplyDelete
  4. Banyak banget acaranya...

    *ternyata tomboy juga ya ampe berantem sgala waktu kecil...kalo Noni sih cueknya itu yang gak ketulungan. Nama temen2nya dia gak tau, tapi kebalikannya tuh temen2 suka panggilin dia...namanya simpel sih!

    ReplyDelete