Tuesday, December 23, 2008

Rencana Indah yang Sedang Direnda

Mungkin ada yang bingung, mengapa sebelum postingan ini, saya menulis kalau saya senang sekali bisa kembali ke rumah. Hal itu dikarenakan, selama 2 minggu saya harus berada di rumah sakit St. Carolus. Pertamanya dikira gejala thypus karena selama dua hari berturut-turut badan saya panas, kemudian muntah berkali-kali, dan tidak ada makanan yang bisa masuk sedikitpun, termasuk air. Akhirnya, di malam hari itu, saya dibawa ke UGD, karena benar-benar sudah tidak tahan lagi. Jarum infus masuk, ditambah lagi diinjeksi dengan obat anti mual, dan terjadilah, saya resmi di opname hari itu, Rabu tengah malam.

Kamisnya, saya diambil darah berkali-kali. Ada yang untuk dicek kadar trombositnya, dan ada juga yang dibiakkan. Kemudian diatur jadual, photo thorax, dan USG. Hari Jumat prosedur dijalankan. Ternyata USG itu menyiksa, karena harus puasa, harus minum yang banyak, tetapi tidak boleh buang air kecil. Katanya sih supaya bagian-bagian perutnya kelihatan. Hari Sabtu pagi, ternyata photo thoraxnya harus diulang. Tanpa biaya katanya. Hmm... ada apa gerangan ? Ternyata setelah di cek, bagian sebelah kanan photo hanya putih saja. Kemudian dokter menganjurkan kalau hari Senin harus CT Scan.

Setelah berpuasa (lagi), dan menjalankan CT Scan, diketahuilah, kalau paru-paru kanan saya KOLAPS ! Yak, kolaps, dan tidak bisa mengembang. Gejala awal yang menunjukkan gejala thypus, tapi ternyata ada hikmah lain di balik opname kali ini. Seandainya saya tidak sakit panas kemarin itu, tidak diketahui kalau selama ini, paru-paru kiri saya bekerja keras menjalankan fungsi yang biasa dilakukan oleh bagian kiri dan kanan. Untuk memastikan
penyebab kolapsnya, hari Selasa dijadualkan broncoscopy.

Broncoscopy alias teropong ini, melibatkan dokter paru, dokter jantung, dan dokter anastesi karena saya harus dibius total. Lagi-lagi saya harus berpuasa. Pukul 12 siang, dimulailah proses tersebut, dan kira-kira pukul 1 siang, semua sudah selesai dan saya sudah mulai sadar. Dari proses broncoscopy ini, diketahui bahwa saluran utama yang menuju ke paru-paru kanan tersumbat. Hasil foto resmi menunjukkan kalau memang salurannya tertutup, seperti mengalami pembengkakan sehingga kamera tidak bisa masuk lebih lanjut ke dalam. Pantas saja, tidak ada udara yang lewat.

Setelah itu, selama lima hari selanjutnya, saya diinjeksi dengan antibiotik via infus. Supaya obatnya masuk dengan sempurna, beberapa hari sekali, posisi infus saya harus dipindah supaya jaringan venanya segar selalu. Nah, saya punya masalah dengan pencarian vena, karena pembuluh darah saya benar-benar halus sekali. Pernah satu kali, ada tiga kali percobaan di tiga tempat berbeda, dan hanya satu saja yang berhasil. Bayangkan, betapa sakitnya ditusuk-tusuk berkali-kali.

Akhirnya, Rabu lagi, tepat dua minggu setelah hari pertama masuk, saya bisa keluar dari rumah sakit, tetapi masih harus berobat jalan. Step selanjutnya adalah, CT Scan 3 Dimensi yang alatnya hanya ada di Rumah Sakit Pondok Indah. Jadi hari Jumat saya ke sana dan menjalani proses tersebut. Kemudian, Rabu depannya kembali lagi ke dokter di Carolus untuk interpretasi hasil scan. Dan ternyata ,memang harus ada step selanjutnya yaitu kemungkinan untuk di laser. Dari Carolus saya dirujuk ke seorang professor di rumah sakit Medistra yang memang ahli dalam bidang lasering ini.

Hari Kamis, di Medistra, saya mendapatkan informasi, kalau memang penyumbatan ini harus diproses lebih lanjut, bisa dengan cara laser, pemasangan stent, atau operasi. Saya diminta relax dulu oleh sang dokter karena prosesnya baru akan dijalankan tahun depan, karena dia harus berkonsultasi lebih lanjut dan memikirkan rencananya dengan dokter saya yang di Carolus. Ternyata kedua dokter ini memang dua professor paling ahli di Indonesia saat ini, dan keduanya adalah lulusan Jepang.

Jadi selama liburan kali ini, saya akan berusaha untuk santai dan menikmatinya. Awal tahun nanti, segala upaya untuk pengobatan akan dimulai kembali. Saya mohon doa dan dukungan dari teman-teman sekalian. Kita harus ingat, dibalik segala sesuatu yang kita anggap berat dan sulit, pasti ada rencana Tuhan yang begitu indah tersembunyi di balik itu. Saya yang terlihat segar dan ceria, saya yang selalu berupaya berpola hidup sehat, tidak pernah sekalipun merokok, tidak suka keluar malam, ternyata bisa terserang penyakit seperti itu. Namun saya yakin, seperti lagu yang sering didengungkan, kalau tangan Tuhan sedang merenda, suatu karya yang agung mulia, saatnya kan tiba nanti, kau lihat pelangi kasihNya.

Terima kasih Tuhan, karena saat itu saya tau, betapa Engkau mencintai saya melalui Mama dan Adik yang setia setiap malam menemani di rumah sakit, melalui seseorang yang Engkau kirimkan buat saya yang tidak pernah putus menemani saya walaupun harus mengorbankan waktu liburannya di Jakarta, melalui keluarga besar, kolega, dan teman-teman yang menjenguk dan memberikan support, dan tentunya melalui tangan dokter dan suster yang merupakan kepanjangan KasihMu selama pengobatan saya.

Selamat Natal untuk yang merayakannya, semoga damai kasih Kristus selalu memenuhi hati, pikiran, dan tindakan kita sehari-hari. Dan tentunya Selamat Tahun Baru untuk semua orang, dan semoga segala cita-cita dan harapan dapat terbuka jalannya di tahun yang penuh berkat nanti.

Thursday, December 11, 2008

Aku Kembaliiiiii !!

I am very glad, I am back !! At home sweet homeeeee ! After eating lots of yucky food, after sleeping on the toughest bed, and after hearing lots of dreadful stories by the doctors...

Finally, I AM BACK !

Thursday, November 20, 2008

Tante-Tante Annoying (only at Jakarta's Mall)

Tiga hal ini adalah kejadian lumayan mengganggu, yang dialami oleh saya sendiri, di salah satu mall terkemuka di bilangan Jakarta Utara, hari Minggu, 16 November 2008 yang lalu.

"Nyari Jas Bukan Di Sini, Tanteeeeeee !"

Saat itu saya sedang berada di departemen store S, dan kebetulan saya lagi kepingin mencari cardigan untuk ditinggal di kantor. Maklum, lagi musim hujan gini, di kantor AC-nya terasa dua kali lipat lebih dingin. Jadilah saya ke counter baju bermerek P yang berlambang orang naik kuda itu, yang memang banyak menyediakan knitwear. Saat saya sedang memilih cardigan, datanglah seorang tante-tante model nyonya annoying (imagine this: tante-tante rambut sekuping pakai bando, kaosnya gombrong dengan legging). Di saat si Mbaknya lagi melayani saya, dia nyelonong, "Mbak, ada blazer gak ?" Trus si Mbaknya jawab,"Maaf bu di sini nggak ada." Kemudian si Tante itu nyamperin saya, nunjuk cardigan yang saya pilih."Lah, ini kan ada blazer! Kok dibilang nggak ada ?" Terus saya dan si Mbak bilang, "Kalau ini namanya cardigan, bukan blazer". Trus si Tante tadi dengan tampang nyolot,"Apaan tuh cardigan ? Istilah apa? Baru pernah saya denger istilah kayak gitu." Abis gitu, si Mbaknya terlihat kasian banget karena seperti di confront oleh si Tante, jadilah saya angkat bicara,"Kalau yang dari bahan knit atau sweater itu, namanya cardigan tante. Kalau blazer itu seperti jas, yang dari bahan biasa". Si Tante tetap bete dan masih ngomong sekali lagi, "Pokoknya saya nggak pernah denger istilah cardigan...." sambil melengos.... Ih.. nyebelin... (akhirnya, beli aja nggak, padahal tadi katanya nyari blazer... eh, cardigan...)

"Kalo Mau Nawar, di Pasar aja, Tante!"

Beberapa menit kemudian, lanjut lagi dengan pembayaran menuju ke kasir. Kebetulan kasirnya ada dua. Saya dapat giliran di kasir yang kiri, dan ada satu tante-tante di kasir yang kanan. Nggak tau kenapa, di mall ini auranya itu sepertinya banyak mengundang Tante-tante annoying (imagine this, tante-tante umur 40-an akhir, rada kurus, muka tipe penggerutu, rambut dikuncir satu, berkemeja bunga-bunga gombrong, dan memakai dompet koin dan uang kertasnya dilipat-lipat semua kayak belanja di pasar). Tante tersebut membeli satu piece spons untuk aplikasi bedak wajah. Terus, dia nanya ke kasirnya,"Yang ini diskon gak ?" Kasirnya jawab,"Oh diskon bu, 20%". Si Tante lalu nyaut, "Loh, kenapa 20% ? Kenapa nggak 50%? Tuh yang di bak itu mereknya sama diskonnya 50%?" Kasirnya lalu jawab lagi,"Tapi Bu yang di dalam bak itu, nggak ada produk spons bu, adanya produk lainnya." "Jadinya brapa ?", si Tante nanya lagi. "33,400 rupiah Bu." Si Tante ngoceh lagi,"Mahal amat sih...ginian doang !" (sambil mengeluarkan uang kertas lecek-lecek dari dalam dompet kumalnya...). Ya ampun Tante... kalau mau murah jangan belanja di department store S dong, belanja aja di pasar Inpressss....

"Campur Aja Sendiri deh, Tante!"

Habis shopping-shopping, paling enak memang makan es yang bikin adem. Nah, langsung keinget deh counter es R yang menyediakan berbagai es campur. Favorit saya sih, Es Kacang Bangkok. Kalau belanja di food court, seperti biasa mesti ngantri karena kasirnya cuma satu. Kemudian pas saya ngantri itu, ada lagi seorang Tante lagi ngelongok-longok dan nanya-nanya ke mbak yang jaga counter (imagine this tante-tante berambut pendek keriting, memakai baju blazer model tahun 80-an lengkap dengan padding yang besar, dengan rok yang matching motif hitam putih abstrak). Saya sih sabar, nunggu aja di belakang Tante itu. Ya ampunnnn...si Tante itu nanyanya banyak banget, padahal cuma mau beli es satu mangkok seharga Rp. 12,000. "Yang es ini isinya apa, Mbak ? Kalo yang itu ? Trus gulanya kalau yang ini jenis apa, Mbak ? Enakan yang mana ya Mbak, es yang ini atau yang itu ?" Akhirnya, Mbak yang satu lagi yang di belakangnya manggil saya karena gak sabar, "Mau pesen apa ya ?" "Oh, saya pesen satu Es Buah Selasih dan satu Es Kacang Bangkok" Pesanan sayapun mulai dibuat, dan akhirnya si Tante annoying itu berhasil memutuskan pemenang kompetisi es, "Ya dah, saya pesen Es Kacang Medan," gitu katanya..."Tapi..... Tolong kacang merahnya diganti kacang ijo, cendolnya diganti sama agar-agar, dan gula merahnya diganti dengan gula putih !" (masyaampun, Tante, bikin es sendiri aja di rumah...). Terus karena dia tadi baru pesan, es saya rupanya dibikinin duluan. Terus tiba-tiba, di munjungan es itu, disiramlah satu sendok gula merah, dan si tante langsung freak out !"Mbak ! Kan saya udah bilangin, saya nggak mau gula merah !" Terus si mbaknya dengan tampang kesel juga, bilang,"Bu, ini pesenan mbak yang itu". Si Tante akhirnya karena malu, dia melengos...dan akhirnya memilih mundur teratur. Sambil berjalan ke tempat duduknya, dia bilang sekali lagi ke si Mbak "Pokoknya, saya gak suka gula merah...."

Ya ampun... mengapa dalam satu hari, di sore yang menyenangkan, di sebuah mall di kawasan yang lumayan prestisius, masih aja ada Ibu-ibu model begini... Tapi, jangan salah ! Biasanya, tante-tante yang model gini, banyak yang duitnya bertumpuk loh, dan anak-anaknya pada sekolah di luar negeri semua...(nggak kalah sama ibu-ibu daerah selatan deh pokoknyaaaa... hehehe)

Tuesday, November 18, 2008

Hidup Tanpa Internet

Kemarin pagi, tiba-tiba network di bagian finance mati total. Dengar-dengar sih bukan karena jaringan internetnya yang mati, melainkan memang koneksi di bagian finance dicabut untuk maintenance. Buktinya, di bagian marketing dan lain lain alias di sisi gedung sayap barat, masih baik-baik saja. Awal-awalnya, dimulai dari YM yang kedip kedip, mati nyala-mati nyala dan bikin stress kita, karena baru nulis message satu, tiba2 mati lagi, sehingga gak jelas apakah messagenya sampai atau tidak. Akhirnya sampailah kita kepada tahap pasrah dimana seluruh jaringan betul-betul tidak jalan, termasuk jaringan email internal. Bahkan mau ngeprint di network printer saja tidak bisa. Otomatis, kegiatan hanya berpusat di mengerjakan laporan yang ada saat itu saja, tanpa tambahan informasi yang bisa ditarik dari luar.

Saya sendiri sih berhubung data-data sudah lumayan banyak yang terkumpul, mulanya hanya terganggu sedikit saja dengan ketidakberadaan internet. Tapi lama-lama, setelah data dicompile dan banyak kesalahan di sana sini, dan tidak bisa menghubungi si pembuat data, rasa frustasi mulai menyerang.... Dan ternyata bukan saya saja yang terserang rasa frustasi, melainkan juga beberapa orang yang tidak bisa ngeprint, tidak bisa mengirim, dan menerima data, bahkan sekretaris bos saya bilang: "Apalah artinya hidup ini tanpa internet...." Yang disahuti oleh orang disebelahnya:"Jadi prioritas lu ke kantor ngapain? Main internet, baru kerja ya ?", dan dibalas oleh sang sekretaris:"Lah, kok elu tau ?"

Baru akhirnya saya menyadari, kalau di kantor ini tidak ada internet, bakalan garingnya setengah mati. Dulu saya pernah mendaftar di suatu company, kemudian saya tanya dengan detail fasilitasnya apa, dan saat dia bilang tidak bisa browsing internet, minat saya langsung berkurang. Saya sih tidak tahu kebiasaan di Indonesia itu seperti apa, tapi memang ada benarnya tindakan dari beberapa perusahaan, bahwa fasilitas internet sebaiknya tidak terlalu dibiasakan di Indonesia, karena terkadang orang Indonesia seperti baru dimelekkan matanya oleh Internet. Buktinya, di saat jam kerja, saya melihat beberapa staff sedang main game! Tapi di sisi lain, Internet itu penting juga, untuk menggali informasi baik dari dalam maupun luar negeri, termasuk yang berkaitan penting dengan pekerjaan yang kita lakoni.

Oh iya, Internet juga penting buat refreshing. Terkadang, setelah penat berkutat dengan angka-angka, browsing 15 menit saja, sudah membantu memulihkan otak dari kelelahan. Apalagi kalo lagi bener-bener mumet, nah... nulis blog aja kayak sekarang...trus di post deh hihihi...

Wednesday, November 12, 2008

Sapi-Derman

Dua hari lalu, anak-anak di kompleks perkantoran GKBI sini heboh semua...lantaran beredarnya selebaran dari Management Gedung, yang menyatakan kalau Alain "Spiderman" Robert akan mendaki gedung kantor kita tercinta ini, pada tanggal 12 November 2008. Cihuiiiii.... akan ada tontonan gratis nih....dimulai sekitar pukul 11 pagi, dan akan berakhir sekitar 1-2 jam. Nah, si manusia laba-laba yang satu ini, akan mendaki GKBI dalam rangka peluncuran harian berbahasa Inggris terbaru di Jakarta. Hebat yah !!


Kita semua excited loh...apalagi yang posisi duduknya menghadap Sudirman...kan seru juga tuh bakalan dilewatin sama manusia nempel-nempel di kaca. Terus katanya sih, biasanya si Alain ini kalau beraksi, gak pernah pakai pengaman. Tangannya cuma dibalurin semacam tepung aja tuh... tapi khusus untuk di Indonesia ini, dia memakai pengaman tali (maklum deh.... tau sendiri tingkat keamanan di Indonesia gimana...blum lagi polusinya... bisa2 belum sampai puncak, dia udah pingsan duluan dan terjerembab ke bawah sakit gak bisa napas).


Nah, pagi ini, kita gembira banget.. berharap lunch break nanti, kita semua akan menonton pertunjukkan spektakuler. Tapi eh tapi....


PERTUNJUKKAN DIBATALKAN !!


Gosipnya sih, ada technical problem lah... trus ada juga yang bilang masalah perijinan lah... Tapi firasat saya mengatakan, mungkin kemarin, si Alain ini kebanyakan makan nasi Padang, sehingga perutnya mules, dan sampai tadi pagi, telah selusin kali bolak balik wece....dehidrasi gitu loh ! (dah... biarin deh asal ! Abis nyebelin sih... dibatalin mendadak !)

Thursday, November 06, 2008

When Obama and Mc Cain Collide

Singkat saja mengenai Pemilu Amerika Serikat kali ini.

Kemarin, telah diketahuilah kalau Obama memenangkan pertarungan terpanjang selama hampir dua tahun, dari kampanye yang memakan dana besar-besaran yang hampir tak terkendali.

Satu hal yang perlu dicatat dari akhir pertarungan ini adalah, bagaimana Senator Mc Cain, yang telah menjadi lawan Obama selama beberapa saat, tetap menghormati dan mendukung Obama. "He's become my president" That's what he said, dan yang lebih pentingnya lagi, dia mengajak seluruh pendukungnya untuk mendukung Obama sebagai presiden terpilih. Saya lumayan terharu mendengarkan pidatonya, dan membayangkan kalau itu terjadi di Indonesia. Support menderu dibalik kerumunan ratusan ribu orang, memberikan applause meriah atas kesupportive-an kedua belah pihak. It was amazing, it was moving, it was exhilarating.

Dan hal yang juga perlu dicatat dari pidato Obama adalah, bahwa setiap orang punya kesempatan, di sebuah tempat yang bernama Amerika. Yes, he's the first African American who is the first man now in the U.S.A. ! He's "black" and he's coming to the "White" House.

And in the end, quoting Obama: "There're no red states, there're no blue states. We're the United States of America." (cheeeeerrrrrssss!!)

PS: Yesterday was the first time that I witnessed Indonesian people watching the quick counts in front of an LCD TV at the Coffee Bean stall and they didn't move at all until the speech were over. It seemed like U.S. Election was much more fun and exciting to watch compared with the PILKADA.

Friday, October 31, 2008

Bites of Perth Part 5 - The End




Hi all, I guess it's been more than a week since my last writing on Bites of Perth.... My D**N Chief Director killed me hard with non-stop working for a special project, even he asked me to come on Sunday. The phone call was made on 1 AM Sunday Morning. Yeahhhh...!! My boss was awesome !! And that Sunday, after I went to St. Theresia for the 11 AM mass, I went directly to the office and the traffic was super jammed due to stupid car free day... Yeah, stupid Indonesian Government created car free days so that people don't go through the main protocol streets in Jakarta, yet created more pollution due to more cars jammed packed on the non-protocol roads. Yeah ! SMART ASS ! That Sunday, I skipped lunch, the Monday, I skipped dinner, and on the days after that, I was so sick that I couldn't breath, but I pushed myself to come to the office. What a week! Okay... stop blabbering about the situation...and now, presenting, my last two days in Perth!

Hari ke 9, Selasa, 7 Oktober 2008

Dua hari terakhir di Perth, baru terasa, sepertinya akan sedih untuk saya meninggalkan kota ini. Good friends, good companion, fresh air, people running and walking on the streets... For sure I will not see this anymore after I leave Perth, and coming back to Jakarta seemed like a hard thing to do. Hari itu, saya bangun agak siang, kemudian memilih untuk makan di sekitar Vic Park saja, yaitu daerah tempat saya tinggal selama beberapa hari di Perth ini. Setelah jalan kaki berputar-putar, akhirnya saya dan E masuk ke Fuji Restaurant. Tempatnya sangat sederhana dan bisa dikatakan sangat tidak modern dibandingkan restaurant Jepang pada umumnya. Tetapi begitu saya melihat kalau yang mengelola adalah sebuah keluarga kecil asli dari Jepang, saya merasa, this will be a good place to have lunch.

Looking for simplicity in the dishes, saya memesan Katsu-don dan E memesan Buta-don (Yes, they are both pork hehehe...porky2!!). Waktu mealnya datang, sudah terasa harumnya, and from that simple dish, I know that the rest of my tummy will be filled with such a nice home cooking meal. Katsu-donnya sederhana, tetapi authentic sekali. Ditambah lagi side dish potongan ubi dan wortel yang di stew, rasanya seperti sedang makan di rumah. Dan pesanan E, wanginya nikmat dan rasanya juga meresap sekali. Mungkin inilah alasan mengapa saya tidak terlalu pro dengan restaurant berkonsep fusion yang akhirnya mencampur rasa menjadi babak belur hahahaha (walaupun ada beberapa yang enak juga sih). Dan semuanya itu sudah dibuktikan dari restaurant Christina's kemarin yang menyajikan straight Italian dan kali ini oleh Fuji.



Very Fragrant Buta-Don



Very Simple and Homey Katsu-Don

Siang itu, kami kembali memanfaatkan AUD 10/ tix cinema offer. Dan film yang kita pilih kali ini yang ringan dan lucu-lucu saja yaitu Step Brothers. Aduh, itu film bodoh banget, tapi sangat menghibur. Maklum, pemerannya saja Will Ferrel. Bagi anda penggemar variety show Saturday Night Life, pasti sudah hampir hafal joke-joke hancur dan perilaku gila-gilaan dari dia. Hari itu kita menonton di Garbo. Terus terang saya tidak tahu mengapa shopping centernya disebut Garbo, padahal kepanjangannya adalah Garden City hahahaa. Tadinya setiap orang saya bilang Garbo, saya kira maksudnya singkatan dari Garbage hihihiihi... Oh iya, di Australia ini ada istilah-istilah aneh. Misalnya, breakfast disingkat jadi brekky, dan supermarket Woolworths disingkat jadi woolies. Interesting kan ?


Malamnya, adalah malam terakhir saya di Perth. Makanya kali itu kita mengundang lebih banyak orang untuk dinner. Sayangnya hanya enam saja yang bisa menyempatkan diri. Jadi hari itu, saya, E, M, K, C, dan D makan-makan di Northbridge area yang merupakan Chinatown-nya Perth dan buka sampai malam. Restaurant yang direcommend oleh E adalah Hawker. Waduh, restaurant Hawker ini ramai sekali dan yang makan dari berbagai bangsa. Padahal, kalau menurut saya sih, tempatnya jelek ya hihihi, jadi pasti yang membuat orang berbondong-bondong kemari adalah makanannya yang enak. Malam itu kita berenam memesan 5 macam sayur. Terus terang saya lupa mengambil gambar dan merecord nama makanannya. Maklum, sudah hari terakhir, saya manfaatkan betul waktunya untuk mengobrol dengan teman-teman. Yang pasti seingat saya, kita pesan beef, chicken, squid, tofu, dan pork. Nah, detailnya...hmm sudah masuk perut semua hehehehe.


Hari ke-10, Rabu, 8 Oktober 2008

Wah, sudah hari terakhir. Suasana sedih akan berpisah makin terasa, apalagi koper-koper sudah mulai dibereskan. Huuuukkksss..... Itinerary pertama siang itu adalah mencari kartu-kartu ucapan untuk teman-teman yang selama ini sudah begitu baik menerima saya di Perth. They have been really really nice to meeeee... and I love them all. Jadi saya dan E mampir dulu ke toko gift di daerah dekat rumah, kemudian dilanjutkan dengan makan siang. Makan siang hari ini adalah di restaurant Jepang (lagi....), karena memang yang paling banyak tersedia adalah restaurant Jepang (Sayangnya saya lupa namanya... It was very smalllll). Tapi kali ini menunya beda, karena saya memesan Salmon-don. Nah, menu yang ini bentuknya lebih ke arah Chirashi, jadi salmonnya mentah dan dimakan dengan sushi rice. Salmonnya segar dan teksturnya sangat baik. Setelah makan, tiba-tiba saya rakus...dan kepingin makan es krim. Tapi sudah jalan-jalan di daerah situ, ternyata gak ada kedai es krim. Jadilah kita malah mampir ke Woolies dan membeli satu kotak Nestle Drumstick isi 4 hahahaha.


Salmon-don yang Segar Banget

Sampai di rumah, saya menulis kartu-kartu untuk teman-teman dan menyelipkannya di bawah pintu kamar mereka. Sehabis final checking untuk barang-barang yang akan dibawa pulang, saya masih sempat duduk di sofa bawah, dan makan es krim ditemani oleh R. Padahal hati ini lagi sedih, tapi mulut rasanya kepingin makan yang manis-manis terus. Mungkin kadar gulanya membuat saya lebih tenang dan relax. Hehehe (alasan...). Pukul 14.30, K menjemput saya dan perjalanan kita bertiga dilanjutkan menuju airport.


Tiba di airport, kita shock banget, karena waktu boarding tinggal 1 jam lagi, dan antrian untuk check in luar biasa panjangnya! Rupanya, (stupid Indonesian airlines called) Garuda Indonesia kekurangan orang untuk membantu tugas check-in, sehingga dua penerbangan sekaligus ke Jakarta dan Bali hanya mempunyai 3 counter check-in! Mana semuanya begitu lambatttt...Pesawat saya pukul 17.00 dengan waktu boarding pukul 16.30, dan pukul 16.00 saya masih belum check in! Akhirnya pihak Garuda mengambil kebijakan untuk mendahulukan penerbangan ke Jakarta (padahal penerbangan ke Bali pukul 17.10 loh...cuma selisih 10 menit), dan akhirnya pukul 16.15 saya berhasil check in. Kemudian, ada kegilaan lagi.... Saya tidak membawa ballpoint sementara harus mengisi kartu imigrasi. E dan K juga tidak membawa ballpoint, jadilah kita meminjam ballpoint dari counter Red Rooster, sebuah chain fastfood restaurant di Australia. Karena tidak enak hati cuma meminjam ballpoint, akhirnya kita memesan dua Chicken Nugget hahahah. So, when I am asked, what's your last meal in Perth ? I'm gonna answer, "It was the Chicken Nugget from Red Rooster !" Awesome !!



Suasana Airport Perth yang Pasti Lebih Keren dari Jakarta

Tibalah saat untuk berpisah. Saat itu rasanya kepingin nangis banget... pas mau memasuki counter imigrasi, saya berpelukan dengan K dan E, kemudian berlari-lari menuju counter. I didn't look back... karena kalau look back, pasti akan sedih sekali. Thanks friends... for such a wonderful time in Perth... I will be back for sure.










Thursday, October 23, 2008

Bites of Perth Part 4

Hari ke-7, Minggu, 5 Oktober, 2008

Hari Minggu yang ceria ini, kita buka dengan: Makan pagiiiii :D. Horeee...makan pagi di Globe, Hilton Parmelia, breakfast buffetnya lengkap dan enak. Jadi mulailah saya mengisi piring dengan berbagai icip-icip khas American Breakfast...dan akhirnya terciptalah sebuah tumpukkan makanan berlemak yang nikmat. Dan gilanya, setelah makan setumpuk itu, ditambah sepiring buah-buah segar... mata saya masih tidak bergeming dari kerangjang berisi muffin. Tadinya saya berusaha untuk tidak mengambil, karena saya tahu, muffin itu kalorinya besar banget, tetapi akhirnya... kalah juga perjuangan saya. Jadilah satu blueberry chocolate chip muffin masuk ke dalam ruang gastro saya....hiks... tapi, it's so very very worthed. The muffin was...heavenly..... nyam...

1st Round of Hearty Breakfast at Globe

Sehabis itu, dimulailah perjalanan saya dan E sebagai petualang di tengah kota, kali ini tanpa mobil. Kebetulan lokasi Hilton itu tepat di belakang Perth Convention Center. Jadi kita mampir ke sana sebentar untuk foto-foto, lalu dilanjutkan dengan jalan kaki menuju ke Swan Bell Tower. Nah, mau ke sana itu, kita ngelewati lapangan gedeeeee banget, yang sampingnya itu ada Swan River. Sebenernya pingin banget guling-guling di lapangan rumput segede gitu... cuma ya, berhubung umur sudah lebih dari seperempat abad, dibatalkanlah niat mulia tersebut. Dari Swan Bell Tower, kita jalan-jalan dikit ke tepi sungai, trus ngeliat jam matahari gede banget (it's massiveeee...), dan mencoba menerka-nerka bagaimana cara kerja jam matahari (still can't figure it out...). Dari sana, kita naik CAT bus. CAT bus ini adalah bus gratisan yang melayani rute di downtown. Rencananya sih mau pulang, tapi tiba-tiba di telepon sama temen kita M & G. Diajak ke pantaiiii....asikkkk...

Aduh, tuh kan, rumputnya bagus, bisa guling-guling


Habis gitu, kita jalan kaki deh, menuju halte bus yang memudahkan di M & G untuk menjemput kita. Dan perjalanan dilanjutkan ke Cottesloe Beach. Cottesloe Beach ini terletak di barat daya kota Perth. Daerahnya indah, dengan deli2 kecil di tepi pantai. Pantainya gak terlalu panjang, karena di kanan kiri pantai isinya karang-karang. Sampai disana, kita langsung disambut oleh angin laut yang kuenceeeenngggg banget. Dingin juga loh... Tapi jangan salah, walaupun dingin, banyak juga yang pakai pakaian renang, dan bahkan ada yang berjemur-jemur di tepi pantai, padahal saya saja yang pakai jaket sudah bergidik. Kita berjalan menyusuri pantai, dan perjalanan kita diakhiri dengan makan gelato di tempat favorit saya Il Gelato...nyam... Oh iya, chain Gelare yang juga ngetop di Jakarta, ternyata banyak banget di Perth. Tapi preference saya si Il Gelato ini. Pas di pantai, saya order 1 scoop yang rasa Ferrero Rocher. Very yummy, but on the other hand it's very light... makanya saya sukaaaa...

Biarpun Kedinginan Yang Penting Bergaya

Dari pantai sudah lumayan sore, kita kembali ke rumah, istirahat sebentar, lalu... KARAOKE TIME !! Nah, peserta karaokenya lumayan banyak, totalnya ada 7 orang. Sebelum karaoke, kita mampir dulu untuk makan malam di Ipoh. Nah, dari namanya sudah ketahuan kan, kalau ini adalah restaurant Malaysia. Di situ saya pesan yang simple saja, yaitu Char Kwe Tiaw. Kemudian ada juga pesanan yang unik, mirip ayam goreng belacan, tapi saya lupa namanya, rada-rada aneh namanya. Nah, kalo menurut saya sih, Char Kwe Tiawnya rada aneh, masak putus2 semua. Mungkin saking malesnya kali ya, karena kan musti dikupas satu-satu hihihi dan di sana tenaga kerja mahal kali ya...*dunno juga, atau mungkin karena kita dateng kemaleman, jadinya dapet yang putus2nya hiks...*

Kwetiaw Putus2...

Ayam Goreng Yang Namanya Tidak Jelas Itu

Setelah kenyang... kita lanjut karaoke di Utopia.... !! Jadi di Perth itu, karaoke gak kayak di sini, sewa ruangan jam-jaman gitu. Kalau di sana, dihitungnya per orang, per jam. Nahloh...jadi orangnya makin banyak ya makin mahal.... heheheh...dan ruangannya kecil kecillll.... walaupun begitu, kita tetap bernyanyi dengan semangat, sambil joget-joget tidak jelas. Yang penting happy gitu loh hihihihi...

Hari ke-8, Senin, 6 Oktober 2008

Hari ini, E sudah mulai ngajar lagi di Curtin, jadinya gak bisa full time jalan-jalan melulu. Kasian juga si E, hari itu dia ngajar pagi-pagi, sayanya masih bobo. Trus dianya balik dari ngajar, sayanya juga masih bobo. Sorenya dia mesti ngajar lagi. Tapi tetep, dasar namanya nakal, berhubung E ngajarnya yang sesi 2 pukul 15.30, siangnya kita berangkat dulu ke Carousel mall hihihi... Siang itu kita makan di food court aja. Ada satu stand namanya apa yah...Mandarin Wok kalau nggak salah. Nah di situ, kita bayar 1 piring AUD 11, terus boleh diisi sampai dodol. Saya mengisinya dengan kombinasi sayuran dan daging, kemudian si E, mengisinya dengan...hmmm... dengan deep fried food! hahahahah... dasar cowok! Sebenernya hari itu saya ke mall untuk misi khusus, membeli ikat pinggang besar2 hehehe... di sana lebih murah dan lebih bagus loh daripada di Jakarta. Mayan kan buat gaya sehari-hari di kantor.

Sorenya, saya ngikut E ke kampus lagi, tapi dia ngajar, sayanya chatting di computer lab. Haha... selesai dia ngajar, kita pulang dan istirahat. Malamnya, saya, E, dan M bingung mau makan malam di mana, tetapi kepikiran mencoba Italian food. Akhirnya M menyarankan kita ke Sebastian Italian Restaurant. Pas kita sampai sana, ternyata penuh! Padahal Senin malam loh, tetapi penuh banget yang inside seating. Yang outside seatingnya masih ada sisa 1 table, tetapi dinginnyaaaa... (nah, dingin2 gitu, tetep loh ada yang bela-belain di outside seating). Kemudian, akhirnya kita jalan kaki deh di sekitar situ, dan akhirnya bertemu dengan restaurant yang bernama Christina's. Nah, pas masuk Christina's itu, saya udah merasa nyaman, nggak tau kenapa, saya lebih merasa pas di sini daripada di Sebastian. Kita langsung pesan, dan begitu pesanannya keluar... Mammamiaaa..... they're all very very awesome. It's not that cheap, but it worths every penny. Pesanan saya adalah Spinach Canneloni with Spring Green Salad on the Side. Terus, begitu mau bayar di cashier, saya baru perhatikan di dindingnya, isinya penghargaan dari berbagai media selama belasan tahun untuk restaurant yang satu ini... no wonder enak dan sangat membumi rasanya. So the night ended in a very nice ambience with good friends and off course, awesome food!


Lamb Shank yang Tender and Juicy and ... pokoknya uenak lah...

Spaghetti Marinara yang Seafoodnya Banyak Banget dan Nikmat

Canneloni yang Rasanya Beneran Enak dan Saladnya Juga Sueger Tenan




Monday, October 20, 2008

Acak-Acakan dari Weekend Lalu

Sedikit intermezzo sebelum lanjut kisah perjalanan di Perth

Tak Ada Tissue ____ pun Jadi

Gara-gara nonton Laskar Pelangi, sepanjang film, saya mewek terus.... asli sedih... Kebetulan saya memang cry baby, ngelihat film yang mellow-mellow begini pasti sedih banget... Saya nggak menyangka kalau saya akan berbeler-beler ria, apalagi akhir-akhir ini tidak ada film yang menyentuh hati. Apalagi film Indonesia huuuu...gak mungkin deh... (pikiran sih gitu...). Tapi apadaya, kali ini adalah film yang membuat saya termehek-mehek begitu dahsyat setelah film Sam Pek Eng Tay belasan tahun lalu yang saya tonton di ITC Mangga Dua 21.

Nah, masalahnya adalah, tissue di tas saya tinggal 2 lembar !! Mau keluar kok sayang, karena berarti akan ketinggalan kisah filmnya. Akhirnya, setelah mengubek-ngubek isi tas... hanya ditemukan beberapa lembar bon, mulai dari bon department store, sampai bon restaurant. Sebenernya sih menyedihkan sekali dan memalukan sekali untuk menceritakan ini, tetapi, film itu telah berhasil membuat saya, menyeka ingus dan air mata, menggunakan kertas bon ! Hihihi... (daripada eh daripada, musti keluar cuma buat beli tissue... dan ketinggalan detik-detik berharga hihihhii).

Dasar Copycat !!

Selepas keluar dari bioskop dan mengenyangkan perut di Pancious, saya iseng mampir ke Charles and Keith. Saya sudah tau kalau saya tidak akan membeli apapun di Charles and Keith karena tidak pernah ada yang cocok walaupun harganya lumayan terjangkau dan modelnya keren-keren. Somehow, begitu sepatu Charles and Keith mampir di kaki saya, yang ada adalah kaki saya terlihat seperti gajah yang memakai alas kaki kesempitan, padahal nggak...

Namun yang membuat saya shock adalah: Tas yang saya gunakan, ditiru oleh Charles and Keith dengan model yang persis sama !!! Tetapi harganya melesat di bawah... Benar-benar persis sama, sampai jumlah pakunya, sampai jenis zippernya dan pengaitnya yang bentuk anyaman kulit. Argh !! Copycat sejati. FYI, tas saya adalah tas BCBG MaxAzria hadiah ulang tahun saya di tahun 2006 (hehe, setidaknya saya sudah 2 tahun lebih dulu pakai model ini kan ? di Charles and Keith masih new arrival lohhhh). Heran ya, orang asia, paling hobby niru. Dan nirunya gak tanggung-tanggung gitu loh...ckckck...

Bites of Perth Part 3

Hari ke-6, Sabtu, 4 Oktober, 2008
Karena semalamnya kita pulang ke rumah sudah subuh dan setelah pulang masih ngobrol-ngobrol sampai agak pagi, hari itu saya dan teman-teman bangunnya siaaaannnggg banget. Eh pas siang bangun itu, ternyata roomate kita R sudah menyiapkan bakmi ayam pangsit bikinannya loh, jadi deh kita makan di rumah for the first time kali ini. Thank you, R! Kemudian, saya, E, R, dan T (T ini pacarnya R yang kebetulan lagi datang dari Melbourne) berangkat ke Swan Valley.
Swan Valley ini adalah kota kecil sekitar 40 menit-an dari Perth City. Sampai di sana, tujuan pertama kita adalah ke pabrik coklat Margaret River. Bentuknya seperti rumah besar, atau mungkin bisa dibilang seperti barn/lumbung. Begitu sampai di sana, terdapat antrian panjang, yang ternyata adalah antrian untuk mengambil coklat gratisan. Ada kepingan milk, white, dan dark chocolate. Saya mengambil secukupnya, kemudian memulai melihat-lihat apa yang bisa dibeli sebagai oleh-oleh (walaupun harus agak tahu diri sedikit karena koper saya sudah overweight duluan sebelum perjalanan di mulai hehe). Kemudian ada penglihatan menarik, setelah saya memperhatikan lagi, ternyata, orang-orang (ada orang Indonesia, Korea, Hong Kong) banyak yang menilep coklat samplenya, yaitu dengan cara meraup sebanyak-banyaknya, dan dimasukkan di dalam tissue... (dalam hati... dasar orang Asia !). Rugi bandar deh tuh pabrik coklatnya. Oh iya, setelah saya membayar belanjaan saya, ternyata di cafenya, R & T telah menunggu dengan hidangan Chocolate Fondue for Two (yang banyaknya bisa buat ber-4). The milk chocolate was super good !! Especially with the strawberries...Yummy !

Fondue for Two yang cukup buat sekeluarga


Setelah kenyang gara-gara kebanyakan coklat, kami melanjutkan perjalanan sedikit menuju Lancaster Winery. Begitu saya tiba, saya bingung, mana winerynya nih ? Ternyata beda dengan di Napa Valley, California yang mempunyai winery-winery besar lengkap dengan tempat tasting yang fancy, di Lancaster tempat tastingnya itu cuma seperti shed yang sangat kecil. Saya sempat membeli dua botol dessert wine (yang botolnya ternyata kecil sekali, hanya 350 ml saja) seharga $28 per botol. Considerably expensive karena kecilnya botol dan ini bukan reserved wine dari tahun tertentu. Ditambah lagi, saya membeli langsung dari sumbernya. Biasanya kalau sudah masuk restaurant, harganya bisa melonjak tiga sampai empat kali lipat. Tetapi karena memang rasanya itu menyegarkan dan benar-benar manis, saya pikir tidak ada salahnya dibawa sebagai buah tangan.


Perjalanan dilanjutkan menuju daerah East Perth. Tidak ada object wisata khusus di situ, hanya saja R merekomendasikan tempat tersebut untuk foto-foto karena daerahnya lumayan bagus. Terutama sih, karena banyak perumahan-perumahan yang asri dan apartemen idaman (katanya R loh heheheh...).

Wonderful shot of R&T hehe.... Aren't They Cute ?


Sore itu, kami kembali ke apartment dan berjalan kaki ke Gereja St. Joachim untuk misa. Maklum, daripada gagal bangun pagi besok, kami memilih untuk ke gereja Sabtu sore (dasar malas hehehehe). Setelah dari gereja, pulang lagi sebentar untuk merapihkan diri, kemudian lanjut untuk makan malam bersama teman-teman yang lain di The Bridge. The Bridge ini bisa dikategorikan lumayan fine dalam hal pelayanan dan dekorasinya. Tetapi, terus terang, saya tidak tertipu oleh penampilan makanannya, karena rasa makanannya sangat biasa, terlalu biasa, bahkan cenderung tidak enak. Steak yang saya pesan terlalu kecil, dimasak dengan ketepatan kematangan yang kurang, dan side dish untuk hampir semua makanan adalah sama yaitu mashed potato dengan bokchoy rebus. Saya mengerti memang mungkin pihak restaurant ingin memadukan unsur makanan Barat dengan makanan Asia, tetapi...sorry, for me, it didn't work! Untung saya saat itu we're having good companies... so, makanan yang kurang enak, bisa dimaafkan.
Fillet Steak yang rasanya blah......
Fillet Salmon yang rasanya juga blahhh...


Malam itu saya di drop di Hilton Parmelia di downtown Perth City. Ya, saya sengaja menyisihkan satu malam untuk menikmati suasana kota Perth yang ternyata... very boring haha... Untungnya saya menginap hanya satu malam saja. Tadinya saya hampir menginap dua malam, tapi teman saya sudah memberikan warning, kalau bahkan satu malam saja sudah terlalu lama hehehehe.... Dan benar, malam itu tiba, check in, dan gak lama.... pulas, karena benar-benar di downtownnya tidak ada keriangan apapun yang bisa dinikmati. Tapi at least, malam itu saya bisa menikmati ruangan hotel yang sangat nyaman, dengan ranjang ukuran king size dan bantal oversize yang banyak. Selamat malam, Perth!

Kamar saya di Hilton Parmelia, lumayan bisa guling-guling

Wednesday, October 15, 2008

Bites of Perth Part 2

Hari ke-4, Kamis, 2 Oktober, 2008


Hari ini dibuka dengan bangun pagi... Ya, pukul 5.40 pagi, teman kita si M tiba di Perth International Airport, saya dan E bertugas menjemput nih. Duh, padahal masih ngantuk banget, tapi akhirnya kita berangkat dengan suka cita menyambut M yang baru saja merayakan Idul Fitri. Selesai menjemput M, saya kembali lagi ke ranjang dan pulasss hehehehe... sampai jam 10-an kali. Bangun tidur, saya ikut bantu bersih-bersih rumah, karena basically, si M ini akan menempati kamar yang dulunya bekas orang lain, nah orang lainnya itu baru pindah tengah malam kmarin itu. Ampun, ternyata, penghuni sebelumnya meninggalkan kotoran yang LUAR BIASA banyaknya. Berhubung kita nggak tega si M yang baru sampai harus langsung bersih-bersih, jadilah saya dan E bantu-bantu bersih-bersih. Kayaknya debunya aja pas dikumpulin jadi satu trash bag loh ! Horeeee.... (ironis mode...)


Siang itu, saya, E, dan M makan siang bareng di restaurant Ten-Ten. Sebenarnya siang itu ada lunch special, tetapi kita lebih memilih menu dinner, maksudnya supaya lebih special lagi gitu hehe. Maklum, saya kan tamu istimewa (hahaha...tertawa bangga). Dan terpilihlah 3 menu andalan, yang ternyata, gorengan semua... (ampun deh, dua cowok teman saya ini, ternyata memang gak jauh-jauh dari daging dan gorengan). Yang pertama adalah Crispy Chicken with Onion on Top, yang kedua adalah Salt and Pepper Pork Spare Ribs, dan yang ketiga adalah Sizzling Japanese Tofu with Pork and Salted Fish. Enak sih, tapi ya ampun, gorengan tak henti hehehehe...

Tiga Masakan Penuh Minyak....

Selepas dari makan siang, kita lanjut lagi, kali ini ke kampusnya si M yaitu University of Western Australia. Wah, kampusnya agak beda dengan Curtin University, di UWA suasananya lebih klasik dan hijau. Si M hari itu ada ujian, jadi kita tinggal deh. Setelah berfoto-foto ria, kita melanjutkan perjalanan ke King's Park, yang merupakan salah satu objek wisata utama di Perth. Untuk menuju King's Park, bisa ada dua jalan yang diambil. Bisa langsung menyetir lewat atas dan tiba di pintu masuknya, atau bisa dengan cara memanjat tangga yang lumayan tinggi dari tepian jalan. Saya dan E memilih option kedua. Tangga yang membuat kita ngos-ngosan itu disebut Jacob's Ladder atau Tangganya Bapak Yakub. Katanya sih, kalau sudah lewat tangga ini, diibaratkan mencapai pintu Surga... AMINNNN !! hehehe... yang pasti sih pas sampai di atas, napas sudah terengah-engah, dan rasa suksesnya memang mungkin mirip pencapaian ke pintu surga. Dari atas, pemandangan indah sekali. Sayangnya kamera saya mati dengan sukses karena kehabisan batere. Untungnya teman saya membawa kamera handphone yang 5 MP jadi masih lumayan ada beberapa foto diabadikan di sana.



Suasana Klasik dan Asri di UWA

Catatan tentang King's Park, saya angkat empat jempol untuk Pemerintah Australia yang menangani taman ini dengan sangat serius. Seluruh areanya terjaga, bersih, indah, dan yang pasti, tanaman-tanaman yang unik itu benar-benar dilestarikan. Saya juga yakin, warga Perth juga pasti bangga akan keberadaan taman ini. Areanya begitu luas, tetapi seluruh spot tidak ada yang terlewat perawatannya. Sementara di Jakarta ? Hmmm... Taman ? Sudah lama banget gak dengar kata itu. Taman Menteng yang baru dibuat juga tidak ada artinya dibandingkan King's Park. I miss the greeeeennnnn...

Sepulang dari King's Park, kami diajak oleh tetangga kami A, J, dan W untuk ke Karrinyup Mall. Rupanya di Perth itu, setiap hari Kamis adalah hari yang special karena mall buka sampai jam 10 malam. Horeeeee.... Jadilah walaupun tidak ada rencana untuk membeli apapun, kita ikut saja ke mall. Di Mall, karena saya lelah dengan makan goreng-gorengan, akhirnya saya pesan makanan yang sederhana saja, Chicken Tandoori Wrap di Pure and Natural yang menjual makanan-makanan yang tentunya agak lebih sehat. Malam itu, diakhiri dengan kembali kerumah, dan menata rumah (alias membuat bed frame untuk si M dan juga memindahkan kasur-kasur ke tempat idealnya).


Hari ke-5, Jumat, 3 Oktober, 2008


Inilah hari paling dinanti-nanti. Kenapa ? Karena hari ini adalah hari untuk menonton Broadway Musical, Beauty and The Beast!! Hooraaaayyyy.... Siang itu, saya tidak kemana-mana, hanya lunch di sekitar rumah saja. Karena daerah tempat tinggal saya di Vic Park, jadinya untuk mencari makan tidak terlalu susah. Ada berbagai pilihan di sana mulai dari Japanese, Chinese, Indian, sampai Malaysian. Saat itu kita memilih restaurant Chinese Malaysian yang bernama Chi. Dan pesanan saya adalah Rice with Roast Pork. Pas hidangannya datang... Tadaa... kembali lagi bengong stadium akhir... Itu piringnya guede bener, dan roastporknya BUANYAK !! Gileeeee..... dan yang lebih gilanya lagi adalah... I finished it ! Ya ya... saya rakus... (admitting...).

Porsi Makan Anak Rakus Bernama Leony

Sorenya, bersiap-siap, bersama sama dengan E, M, K, berangkatlah kami ke Regal Theater untuk menonton pertunjukkan Beauty and The Beast. Cari parkir saat itu agak-agak susah. Untung masih dapat, walaupun kami harus berjalan kaki beberapa blok mencapai tujuan. Di sana kami bertemu lagi dengan teman-teman lain, dan kita memonopoli seat di row L. Sembilan orang loh ! It was a perfect seating actually at orchestra level. Cerita berjalan... it was such a great show... sampai pada akhirnya... the Beast.... berubah menjadi pangeran... dan.... kita langsung ILFEEL !! Mengapa oh mengapa...pangerannya gendut dan botak !! Mestinya kan dia itu ganteng dan langsing !! OH Noooooo...... Tapi rupanya, setelah membaca dari program book (yang dibeli dengan harga AUD 10), ternyata yang jadi Beastnya ini memang sudah paling banyak pengalamannya sebagai aktor Broadway... Huuu..tak adil... kan saya sebagai wanita menggambarkan Prince Charming yang ok hiks... Oh iya, thanks to M, tiket pertunjukan ini adalah hadiah dari M. "Welcoming gift buat Cici", gitu katanya. Asikkkk... makasih M !!


Malamnya, show selesai kira-kira pukul 11 malam. Saya, E, dan M belum makan malam, jadinya kita cari yang masih buka. Jam segini, yang masih buka cuma di Chinatown saja di daerah Northbridge. Jadinya kita ke sana deh, lebih tepatnya ke City Garden Restaurant. Di situ, kita pesan Congee with Shredded Duck and Eggs (3 macam: telur asin, telur phytan, dan telur mentah yang diaduk saat mangkuk dibawa ke meja), Black Pepper Beef, and Salt and Pepper Chicken. Aduh, untung saya minta Black Pepper Beef. Kalau saya gak minta itu, mungkin mereka sudah pesan another deep fried food. Those guys !! Saat kita memesan Congee, si tantenya menyarankan kita memesan mangkuk besar. Dan begitu kita lihat billnya, kita lumayan bengong, karena harga mangkok kecil tuh AUD 10, dan harga mangkok besar adalah AUD 35 !! Huh !! Kita diboongin...gak sudi gak sudi, tau gitu mendingan pesan mangkok kecil 2, daripada pesan mangkok besar. Habisnya, si tante itu pintar juga, harga mangkok besar tidak dicantumkan. Tapi berhubung enak, ya sudah kali ini dimaafkan hehehe.

Bubur Bebek yang tinggal setengah mangkok
Salt and Pepper Chicken and Black Pepper Beef (with too much black pepper sauce)



Malam itu, kami pulang ke rumah, dengan perasaan... KENYANGGGGG....
Yak, sampai hari ke lima dulu ya... nanti sambung lagiiii....


Monday, October 13, 2008

Bites of Perth Part 1

Hari 1, Senin, 29 September 2008:

Nah, sesuai janji, inilah bagian pertama dari perjalanan ke Perth. Karena tidak ingin merepotkan orang rumah, ditambah lagi suasana yang sudah mendekati lebaran yang menyebabkan situasi bandara lumayan ramai, pagi itu, 29 September 2008, saya memilih untuk menaiki taksi Burung Biru untuk berangkat ke Bandara Soekarno Hatta. Sampai di sana, pas check in, oh no.... berat koper sudah 23.5 kg, yang berarti sudah melampai limit 20 kg yang disediakan. Untung saja pihak Garuda lumayan baik dan membiarkan koper saya lewat. Setelah bayar fiskal (yang menurut saya a total rip off), saya lewat imigrasi dan bisa santai di lounge. Too bad loungenya gak ada hot spot, kalau ada kan lumayan bisa update blog hehe.

Di pesawat ternyata saya ketemu dengan teman SMU saya si F, which was quite a surprise. Tapi di pesawat gak sempat ngobrol-ngobrol karena kita duduk agak berjauhan dan pesawat lumayan penuh. Sekitar 4 jam kemudian, sampailah saya di Perth International Airport. Begitu ngantri di Imigrasi, gak tau kenapa, form arrival saya ditandai, kemudian saya ditanya2 mulai dari menginap di mana, dan kenapa saya juga menginap di Hilton (saya memang sengaja menginap di Hilton selain di rumah teman, maksudnya supaya bisa merasakan downtown juga), tapi malah dicurigai. Mungkin karena di dalam paspor saya ada visa Mesir dan Yordania...hiks... Setelah itu saya mengambil koper, dan begitu mau keluar, ketahan lagi, musti bongkar koper. Huh... menyusahkan. Dan yang parahnya lagi, gara2 si F tadi mengobrol sama saya, dia kena juga dibuka kopernya....Ternyata, memang di Perth itu pemeriksaan agak-agak ketat, dan bukan keanehan jika secara acak koper kita dibuka.
View From The Top

Keluar dari bea cukai, saya dijemput oleh teman baik saya E. Nah, E inilah yang menemani dan menjadi tumpangan saya selama di Perth. Karena saat itu sudah sore, kita langsung menuju rumah, taruh taruh barang, dan malamnya pergi dinner. Sebelum pergi dinner, saya membantu teman saya membereskan apartemennya yang lama. Maklum, si E ini baru pindahan ke apartemen baru, dan apartemen yang lamanya akan diserahterimakan besoknya. Oh iya, ternyata tanggal 29 itu ada hari besar di Australia, kalau gak salah sih, Queen's Birthday. Jadilah business rata-rata pada tutup semua, dan yang buka hanya beberapa restaurant. Restaurant saya mengantri dan penuh sekali. Akhirnya kita memilih makan di Happy Star, dan saya memesan Beef Brisket Noodles. Berhubung malam itu dingin... makan mie dengan kuah yang banyak dan panas, rasanya nikmaaatttt.... Habis gitu, sampe rumah, langsung bobo deh, capek soalnyaaaa....


Hmmm.... Very Comforting


Hari 2: Selasa, 30 September 2008

Siang itu, tujuan pertama adalah ke kantor agent apartment teman saya untuk mengembalikan kunci hehe. Setelah semua kunci dikembalikan, saya dan E melanjutkan perjalanan ke Fremantle atau juga disebut dengan Freo, sebuah kota kecil di sisi barat Perth. Kota ini terkenal dengan kehidupannya yang sederhana, dan banyaknya toko-toko kecil yang menjual berbagai pernak pernik lokal. Begitu sampai di sana, ampun anginnya dingin bangetttt...ditambah lagi hujan rintik-rintik yang sangat tidak jelas, kadang hujan, kadang berhenti, bikin rambut jadi basah. Ditambah lagi, jarak dari tempat parkir ke restaurant yang lumayan jauh, membuat kita harus berpacu melawan angin.

Dan atraksi utama yang kita tuju adalah: Makan siang ! hehehe... Freo terkenal dengan restaurant Fish and Chips. Ada beberapa restaurant sejenis, tetapi yang paling authentic adalah Cicerello's. E memesan Fish and Chips, dan saya memesan Seafood Platter yang merupakan perpaduan dari 1 potong fish dan berbagai seafood lainnya seperti cumi, udang, dan crab stick yang semuanya digoreng tepung hahahaha... kacau...belum lagi kentang gorengnya... Dan yang paling kacau adalah, untuk 1 sachet sambal/ saus tomat, kita mesti membayar 40 cent ! Another rip off ! Dan apakah yang gratis ? Yang gratis ternyata Vinegar alias cuka. Dan orang sana suka menyemprotkan cuka di chipsnya... what a weird way of eating kentang goreng.


Platter Raksasa Berisi Gorengan

Selesai dari sana, saya mampir sebentar ke Curtin University karena E mau mengurus administrasi sedikit, dan habis itu lanjut lagi ke Carousel mall. The fact about mall in Perth, semuanya tutup pukul 5 sore. WHAT ? WHAT ???? (Masih bengong sampai sekarang...) Jadi daripada akhirnya kecewa karena mall tutup, akhirnya kita memilih untuk menonton di bioskop, dan kebetulan ada film baru yang keluar yaitu "Eagle Eye". Ya, kalau hari Selasa, ternyata di jaringan bioskop Hoyts ada special offer. Hanya AUD 10/pax untuk menonton di hari itu. Kalau hari lainnya, mau nonton harus merogoh kocek AUD 16.5/pax. Dan bioskopnya....OMG... it was ugly! Can't even be compared with 21 Cineplex or Blitz Megaplex, apalagi yang Premiere/ Velvet class... JAUHHHH... kursinya jg kecil, saya nggak bisa bayangkan orang Australia yang berbokong besar untuk duduk di situ, dan yang pasti gak bersih-bersih amat. Bayangkan saja, pas masuk, masih banyak sampah popcorn dll....hiks... Untung filmnya keren, jadi agak terobati deh kecewanya.


Malamnya, acara dilanjutkan dengan menghadiri meeting IC-YA alias Indonesian Catholic Young Adults di rumahnya C. Nah, kebetulan hostnya teman kita C dan D sudah menyiapkan makan malam yaitu Babi Panggang dan Ayam Panggang dari Hong Kong BBQ. Dimakan pakai nasi panas dan Bok Choy Cah...nyam nyam....Serasa lagi nggak ada di Perth deh. Meetingnya seru, anak-anaknya aktif, jadi nggak bosan walaupun saya baru kenal dengan semuanya di hari itu.

Hari ke-3, Rabu, 1 Oktober, 2008

Ya ya...Selamat Hari Lebaran semuanyaaaa....pasti kalau di Indonesia sudah rame banget deh hihihi....Tapi di sini sih nggak. Oh iya, mungkin ada yang nyadar kalau saya tidak pernah menyebutkan sarapan pagi di sini, itu karena, saya memang bangunnya siang terus, dan biasanya langsung makan siang heheheh... Beneran loh, relaxing banget kotanya... Siang itu, kita jalan-jalan ke City. Makan siangnya di Taka, restaurant Jepang yang penyajiannya mayan cepat, tapi bukan fastfood kayak hoka-hoka Bento ya. It is still made to order. Saat itu sedang lunch hour, ampun, antriannya panjang banget. Untung masih bisa dapat kursi. Saat itu saya pesan Fish Teriyaki, that comes with Miso Soup and Rice.

Siangnya, sempat mampir lagi ke Curtin University MBA Campus yang letaknya memang di tengah kota. Dulu teman saya pas ambil MBA di sini. Dia bilang Taka itu tempat makannya dia dulu. Setelah itu, lanjut jalan-jalan di downtownnya, melewati perbelanjaan di downtown, dan London Court. London Court ini kayak gedung klasik yang nyempil di tengah-tengah gedung-gedung modern, dan pas masuk ke dalamnya, suasananya benar-benar kayak di Inggris, sudah kayak suasana Harry Potter gitu loh. Tapi terus terang, Perth ini memang bukan tempat wisata belanja, tidak banyak yang bisa dibelanjakan di kota ini. Barang-barangnya, hampir mirip saja dengan Jakarta yang memang menyediakan segalanya.


Di dalam London Court, Mirip Pasar Harry Potter

Sorenya, kita sempat mampir pulang dulu ke rumah dan istirahat sebentar. Malamnya, kita berangkat ke daerah Subiaco. Subiaco ini adalah daerah yang lumayan hip tapi lebih ke arah daerah kulit putih. Rencananya malam itu mau dinner di Llama Bar karena ada pertunjukkan Jazz. Sayangnya, karena kita tidak membuat reservasi, Llama Barnya sudah penuh, boro-boro mau cari tempat untuk makan malam, mau jalan saja susah. Akhirnya karena lumayan ngidam pada Mexican Food, kita memutuskan untuk makan di Santa Fe. Saya pesan Steak Burrito dan E memesan BBQ Ribs. Begitu makanan kita keluar, kita bengong sebengong-bengongnya karena porsinya yang, guede bener! (Walaupun harganya memang tidak terlalu murah juga, AUD 25 untuk burrito). Tapi entah karena lapar atau enak, tetap saja habis semuanya hehehee...

Steak Burrito


BBQ Pork Ribs

OK, sampai hari ketiga dulu yaaaa....nanti lanjut lagiiiii...

Thursday, October 09, 2008

Aku Kembali !! (Dengan badan ngerentek....)

Tadi pagi, pas bangun... oh no...mau bergerak aja susah... rasanya nggak pingin masuk kantor... Tapi apadaya, tugas telah menunggu, dan kini saatnya bagi kita, untuk bersama-sama, kembali ke rutinitas...

Semalam, penerbangan dari Perth, Australia (nah, ketauan deh pergi ke mana hehe), di delay sekitar 40 menitan gara-gara ketidakefisienan kru Garuda. Bayangkan saja, untuk penerbangan ke Jakarta dan Denpasar, counter yang dibuka hanya 3, antrian sampai melingkar menyerupai keong racun... dan saat waktu menunjukkan pukul 4.30 sore, masih banyak peserta penerbangan ke Jakarta belum sempat check-in, padahal pesawat seharusnya lepas landas pukul 5 sore. Akhirnya sekitar pukul 10.20 malam, tibalah saya di rumah, diantarkan oleh sopir Silver Bird yang baik hati (dan Silver Birdnya sendiri biayanya naik 25%... hiks...IDR 200k, only for trip from Bandara to home...).

I wanna tell you all about my trip there.... tapi kok lagi belum mood ya, apalagi mood buat pasang foto2, duh, nanti dulu deh... yang pasti, my trip was fun, relaxing, memorable, and wonderful lah... It was filled with sleep, eat, sleep, eat, and it went on till the last day... Highlight: Watching Disney's Beauty and The Beast at Regal Theater for freee....

Till then, Cheers, Mate ! --> Istilah di Australia...and now it is kinda stuck in my head.

Friday, September 26, 2008

Holiday Mood !!

Okeh okeh...saya menulis ini...saat hari terakhir bekerja, sebelum liburan panjang lebaran... Hore hore (udah kesenengan dari tadi nih.... cihui 10,000X). Jadi hari ini, jalanan di Jakarta sih masih macet banget. Maklum deh, banyak yang masih ngejar setoran. Mulai minggu depan, kita bisa leha-leha, bersantai-santai ria. Tadinya sih liburan ini kepingin saya mulai weekend ini juga, alias kabur dari kepenatan Jakarta. Tapi sayangnya, ada weddings...YES, it's September, dan ini berarti musim perkawinan telah tiba... :D Walaupun katanya September hujan mulai turun rintik-rintik, tapi puanasnya kok gak kira-kira ya. Tapi tetap saja tidak menghalangi niat orang-orang untuk menikah (Percaya atau tidak, dalam September ini, hanya 1 minggu saja saya tidak merasakan kondangan. Dan dalam minggu yang ada kondangannya, biasanya lebih dari satu !). This weekend is gonna be the wedding of my friend I (on the 27th), my highschool friend T (on the 28th) and my very-very best friend in office A (on the 28th). Bayangkan, 3 weddings on the weekend. And on the 28th also, it's gonna be my mom's birthday! (udah sampai gak tau gimana cara bagi waktunya, coba ya bisa membelah diri).

So, hari ini di kantor...moodnya udah turun banget untuk bekerja, dan moodnya sudah tinggi banget untuk jalan-jalan. Dari pagi, saya sama sekali nggak kepikiran untuk buka document apapun yang berkaitan dengan pekerjaan, termasuk microsoft Excel yang biasany saya pantengi untuk melakukan kompilasi dan analisa data. Hari ini, belum saya sentuhhh! (rekor !!) Pagi-pagi udah sibuk diskusi sama teman, mau makan apa siang ini.... trus kalo memang beruntung, kayaknya hari ini bisa pulang sebelum jam 5....ohhhh... betapa indahnyaaa.....(tapi yg ini belum pasti sih...).

Malam ini, packing-packing, trus lihat2 apa masih ada yang kurang... trus sabtu pagi belanja2 dikit, trus sabtu malam kondangan, Minggu pagi misa perkawinan teman, trus makan siang ngerayakan ultah mama, malamnya kondangan lagi, trus senin pagi...eng ing eng... I'm leaving on my next trip... I won't tell you where I'm going as I'm gonna tell it soon after I come back later yah (doeh, saya kok nulis campur2 sih, tapi somehow nulisnya jadi jauh lebih cepet).... Therefore... I'm not gonna be updating my blog, at least until 10 days from now...except when I can get online during my trip. The trip is not gonna be that long, and it's gonna be filled with santai santai dan santaiiii....

So long then...and for those people who celebrate the Aidil Fitri (I believe everybody celebrate its, even as a Non Moslem, I feel the impact of this celebration: Holiday):

Selamat Idul Fitri 1429 Hijriah, Mohon Maaf Lahir dan Batin ! May God Bless Us All !

Friday, September 19, 2008

Dunia Ajaib.... dan Mempesona....

Setelah delapan tahun berlalu dari masa kelulusan SMU saya di tahun 2000, akhirnya kita kembali lagi, ke tempat yang menjadi saksi kegilaan murid-murid yang dengan santainya naik kora-kora sebanyak lebih dari lima kali berturut-turut tanpa merasa ragu dan bimbang. Yes, we are back, in Dunia Fantasi !! *Mulai terngiang-ngiang lagu: Masuki Dunia Fantasi, dunia ajaib yang mempesona, dunia sensasi penuh atraksi negeri asik untuk keluarga.......*

Kenapa saya bisa kembali lagi ke tempat ini, ceritanya memang cukup aneh. Saya bukanlah fans berat Dunia Fantasi. Disaat orang-orang biasanya begitu cerah ceria membayangkan permainan di Dunia Fantasi, saya malah ketakutan. Bukan karena permainannya yang menyeramkan, tetapi karena saya melihat kalau permainan di Dunia Fantasi pengamanannya seperti tidak cukup. Bukti nyata: sejak dibukanya wahana Halilintar di Dunia Fantasi saya tidak pernah naik Halilintar. Pertama kali saya naik roller coaster, justru pada tahun 1993 di Gold Coast Australia. Nggak tau kenapa, tapi melihat rangka yang catnya pada terkelupas di Dufan, hati saya sudah ketar-ketir duluan. Jadi, apa dong yang bisa membuat saya ke tempat ini kembali? Sebenernya, ini adalah akibat orang yang kurang kerjaan! Hehehe...

Jadi, kmarin itu, setelah bersms-an ria dengan teman saya yang dulu ke Israel barengan, ternyata si A ini pingin temu kangen sama saya, ibaratnya reunian lah, karena sejak akhir tahun lalu sampai sekarang, kita blum sempat ketemuan lagi. Berhubung si A domisilinya bukan di Jakarta, jadi kita berusaha mencari cara, supaya ketemuannya nggak membosankan, gak cuma ngobrol, ngafe, atau nonton (seperti layaknya orang-orang Jakarta kalau weekend). Jadilah kita memilih pergi ke Dufan hihih...kreatif kan ? (maksa). Sebenernya kami agak-agak bingung juga kenapa kami memilih venue ini. Maklum saja, sepengetahuan saya, si A ini juga sudah pernah ke Disneyland di mana-mana, tetapi jadinya malah ke Dufan. Nggak tau kenapa, begitu hampir dekat dengan hari H, perasaannya malah jadi seru, kepingin buru-buru ke Dufan, kayak anak kecil nunggu liburan.

Hari sabtu minggu lalu, jadilah saya bangun pagi-pagi banget, jam 5.30, untuk menjemput si A di stasiun Gambir (hihihi... lucu yah...). Kemudian karena bingung mau ngapain, jadilah kita ke rumah Tantenya si A dan jemput sepupunya untuk ikutan ke Dufan juga. Sepupunya ini namanya A juga, tapi drpd dobel-dobel pake inisial A, saya ganti aja jadi D (kebetulan nama panggilannya D sih...). Si D ini dan papa mamanya dulu juga ikut ke Israel, jadilah kita kayak reunian juga, langsung akrab lagi deh. Setelah dari situ, kita langsung cabut ke Dufan. Sampai di Dufan jam 10 pagi, dan ternyata, sodara-sodara, gara-gara bulan puasa, Dufan baru buka jam 11 !! Uhhh... musti nunggu 1 jam lagi, akhirnya malah kita muter-muter naik mobil saya, mampir ke Pantai Carnaval, dan pingin foto-foto. Tapi apadaya, ternyata oh ternyata.... SD card Camera saya ketinggalan di laptop dan laptopnya ada di rumaaaahhhh..AARGHHH. Jadilah gak ada foto-foto selama acara di Ancol kemarin.

Pukul 11 kurang 20, kita beli tiket dan masuk ke Dufan. Wah ternyata sudah banyak berubah. Counternya sekarang lumayan keren juga. Ada beberapa Kru Jak TV lagi mencoba mewawancarai anak-anak muda yang ke Dufan di bulan puasa ini (yang ternyata buanyak banget jumlahnyaaaa... dan banyak juga yang muslim loh...). Tapi sebelnya, kenapa ya saya nggak diwawancara ? Padahal kayaknya pakaian saya sangat asik dan normal untuk ke dufan (sandal jepit, celana pendek dan kaos kutung). Yang diwawancara malah gadis-gadis yang ke Dufan, tapi malah berpakaian kayak mau clubbing, lengkap dengan makeup. Ampun deh, mau main atau mau cari jodoh sih? Ckckck...mana celana pendeknya ketat2 banget, yang puasa bisa batal tuh hihihi...

Akhirnya, masuk juga kita di Dufan. Setelah muter-muter, ternyata banyak wahana yang masih tutup. Yang baru buka ada...hmm Kicir-Kicir. Buat yang nggak tau Kicir-kicir itu apaan, kira-kira bentuknya itu adalah kursi gantung, dimana kita diputer-puter dibolak balik, diubek-ubek di udara. Nah, kursinya init uh kursi individual gitu, sekali naik, kira-kira ada 12 orang sekaligus. Pas kita mampir ke sana, Kicir-Kicirnya baru mulai kloter pertama. Jadilah dengan perasaan bengong, kita ngeliatin orang dilempar-lempar dan teriak-teriak di angkasa. Dan gilanya, siapakah peserta kloter kedua ? KITAAA !! ya ya...kitaaa....!! Permainan pertama setelah 8 tahun nggak ke Dufan adalah permainan yang katanya paling edan satu Dufan yaitu Kicir-kicirrrr....Pas naik rasanya tegang banget. Tapi begitu diputer-puter, yang bisa dilakukan cuma teriak, teriak, dan teriaaaakkkk heeheheh... Pas selesai main, legaaaaa banget...trus yang ada ketawa-tawa, walaupun tangan lecet karena tertekan, dan rambut acak-acakan kayak genderuwo, tapi PUAS !

Permainan selanjutnya, yang normal-normal dulu seperti Bianglala (uhhh..ternyata bosen banget ya, malah lebih menegangkan karena mesinnya bunyi...kreeekkkk kreeekkk...), Komedi Puter (yang ternyata pas dideketin udah jelek banget, kuda2annya banyak yang boncel-boncel dan mesinnya pada retak-retak), trus Pontang Pontang (yang ternyata seru abis... karena saya terpaksa duduk di bagian luar dan tergencet oleh sebelah saya yang saya gak kenal, tapi saya ketularan basah lantaran orang itu habis main arung jeram. Operatornya juga kayak preman terminal yang seenaknya memutar-mutar kita dengan kecepatan tinggi). Setelah itu... permainan, yang sebelumnya tidak pernah saya naiki sama sekali, karena saya takut, dengan relnya yang catnya sudah pada ngelopak.... ya, dialah HALILINTAR! Akhrinya, saya naik juga Halilintar. Duduk di kursi kedua dari depan, duh, kursinya dah jelek banget, mana pengamannya sudah pada robek-robek...hiks... Tapi akhirnya, saya naik juga. Dan 1 menit kemudian... loh, ini toh Halilintar ? Kok nggak berasa apa apa ya ? Sedikitpun nggak ngerasa seram, malah saya pusing gara2 terbentur. Apa mungkin perut saya sudah terlatih sehingga gak ada rasa takut lagi ?

Setelah itu...eng ing eng... Arung Jeraaammm... Ampun, ternyata Arung Jeram itu, yang bikin seru bukan karena apa-apanya, tapi cuma karena kita semua basah. Sayalah yang paling basah kuyup..hiks hiks.... Habis main Arung Jeram, maunya sih makan siang. Pas lihat-lihat restaurantnya, yang aman kayaknya cuma McDonalds aja, tapi masyaampun....itu antrian kayak lagi antri beras....kayak makan gak bayarrrr..... Kebetulan sih saat itu, pas jam makan siang, kira2 12.30-an deh. Padahal bulan puasa yah... Heran... Dufannya sendiri juga rame loh, mainan yang popular, semuanya musti antri. Saya aja sampai gak masuk ke Simulator Extreme Log saking antriannya udah kayak antrian pembagian Zakat. Akhirnya, karena bengong melihat antrian McD, akhirnya jadi masuk dulu ke wahana Perang Bintang. Nah, pas lagi main, ditengah-tengah...ternyata mainannya MACET ! Dufan oh Dufan...mana lapar di perut mulai menyerangggg....krruuukkk.... beberapa menit kemudian, situasi bisa diatasi. Untung yang macet itu perang bintang, bukannya Halilintar heheheheh...

Begitu kita selesai main, McD ternyata masih antri. Akhirnya daripada kita gak makan, kita pakai strategi, siapa cepat dia dapat, alias, dari 3 orang, masing-masing antri di satu tempat.... ternyata si D dapet duluan, trus kita semua pindah antri ke sana hihihi (trick orang Indonesia memang jagoan). Siang itu, karena nggak dapat kursi, kita makan, di pinggiran, beralaskan batu-batu hiasan jalanan hehehe... panas pula..huh.. tapi somehow, rasanya nikmaaattt banget.... really worth the effort.

Habis makan, bingung mau ngantri apa, akhirnya masuk Istana Boneka...Aduh, Istana Boneka udah jelek banget ya. Kotor, bonekanya banyak yang rusak. Tapi yang parah adalah, banyak orang yang buang sampah sembarangan. Masak di deket boneka, ada 1 kotak bekas Hoka-Hoka Bento... payah banget sih ya pengunjung-pengunjungnya gak bisa menjaga kebersihan. Sudah gitu, debuan juga, jadi hidung saya yang sensitif ini jadi agak gatal-gatal. Habis dari situ, bingung mau antri apalagi, akhirnya ke Niagara-gara. Antriannya panjang dan sempit banget lorongnya. Yang lucu, kita ketemu enam cowok-cowok yang jelas banget kalau mereka adalah gay couples. Bukannya kenapa-napa sih, tapi masak mereka naik 1 log buat ber-6, padahal ber-5 aja udah sempit banget. Udah gitu, mereka pada peluk-pelukan.... hihih...jelas banget.... Nah, pas giliran saya, saya benernya sudah deg-degan banget. 1 log kita bertiga aja lagi. Saya ingetnya, dulu kalau naik ini, geli banget deh rasanya pas turunannya. Dag dig dug...pas turunan..loh, kok gitu aja? Gak kerasa apa-apa...anehhhhh.... arrghh lagi-lagi kayaknya rasa gelinya udah ilang...tadi Halilintar juga gak berasa.

Puter-puter, gak kerasa ternyata sudah sore... yang belum dikunjungi adalah wahana terbaru Dufan: TORNADO ! hehehehe... Waduh, pas ngeliat permainannya, keliatannya sih seru banget. Tapi yang gak nahan itu, operatornya iseng banget... penumpangnya digoda-godain melulu....ditanyain: ‘Udah belummmm ?? Mana suaranyaaaa??” Habis gitu diputer-puter lagi. Mana ada yang nangis pula pas habis naik itu. Tapi saya dan si A nekad. Si D gak berani, katanya mau jagain tas aja. Jadilah, saya menanti, mendengar teriakan-teriakan, mendengar keusilan si operator. Huh..akhirnya sampe giliran saya. Pas lagi duduk dan tangganya mulai diturunkan, hati ini deg-degan luarrrr biasaaa.... Dan begitu alatnya dinaikkan.... lagi-lagi cuma bisa TERIAAAAKAKKKK.... apalagi pas kita diatas, didiamkan dalam posisi terbalik menggantung...waduh... seru banget... Pas udah selesai, yang ada muka kita merah semua lantaran aliran darah naik ke kepala...but it was so damn fun! (PS: Bukannya mau ngasih spoiler nih.. tapi menurut saya, Kicir2 lebih edan guncangannya dan lebih gila...)

Akhirnya, tibalah kita di permainan kecintaan bersama, yaitu Kora-Kora. Klasik, tapi selalu dinanti... dan gak tau kenapa, saat itu, keinginan saya untuk naik Kora-Kora menurun drastis... padahal, dulu itu permainan favorit saya. Terakhir pas SMU, saya naik itu bisa 5 kali, tanpa takut, terus berteriak-teriak di barisan paling belakang. Tapi rasanya, masa-masa ceria itu sudah berakhir ya... Sekarang ini saya rasanya hanya ingin terkesima, menyaksikan jiwa-jiwa muda, yang masih excited menanti giliran naik kora-kora. Jadi saya cuma menunggu saja, disamping si perahu ayun, sampai A dan D selesai bermain.

Dan berakhirlah, kunjungan ke Dunia Fantasi..yang memang ajaib..dan lumayan mempesona... Tapi, tolong ya, dijaga dong kebersihannya, kemudian cat-catnya, terus wahana-wahananya sudah banyak yang rusaaakkkk...hiks... Itu kan kebanggaan kita gitu loh.... Genting aja KALAH JAUH !! (bangga dikit boleh donggg...). Oh iya, kok kemarin itu sangat disayangkan, banyak sekali orang yang batal puasa... soalnya terdengar dari celetukan-celetukannya: “Elo sih ngajak gue ke Dufan, gue jadi batal puasa kan ?” Dan itu saya dengar lebih dari sekali loh... sayang ya, ibadahnya kok jadi keganggu gitu...dan kok yang disalahin malah Dufannya. Mustinya kalau lagi puasa dan tau gak akan kuat, jangan mau ikut ke Dufan. Padahal kan ke Dufan bisa nanti-nanti pas habis lebaran. Ya dah, demikianlah laporan pandangan mata dari the FUN WORLD OF INDONESIA...hihihi...Sampai Jumpa Lagiiiii.....

Friday, September 12, 2008

Kunjungan Ke Rumah Oma

Hari Sabtu yang lalu, hati saya merasa seperti mendapatkan desakan yang besar untuk berkunjung ke rumah Oma. Maklum, sudah lama sekali saya tidak bertemu Oma, karena sejak akhir tahun lalu sampai beberapa saat lalu, Oma menghabiskan waktunya di Surabaya bersama keluarga adik perempuan papa yang paling kecil. Jadi tidak salah kalau saya merasakan kerinduan juga untuk bertemu dengan beliau.

Buat saya, Oma ini adalah orang yang sangat special, bukan hanya karena beliau adalah ibu dari ayah saya (yang berarti kalau tidak ada dia, saya tidak akan lahir ke dunia ini), tetapi karena Oma ini adalah orang yang banyak memberikan pengaruh seni ke saya. Oma ini suaranya bagus banget, halusnya bisa diadu dengan Teresa Teng, apalagi kalau Oma nyanyi lagu Mandarin. Gak salah juga kalau adik papa yang di Surabaya itu, dulu sempat berprofesi sebagai penyanyi professional (di tahun 80-an namanya cukup terkenal loh), sampai akhirnya si tante itu memutuskan untuk vakum total dari dunia keartisan di saat menikah dan pindah dari gemerlapnya Jakarta untuk ikut suami ke Surabaya. Oma juga jago banget dalam menjahit. Kostum-kostum panggung tante yang bergemerlapan itu, hampir semuanya dijahit oleh Oma, termasuk pemasangan manik-maniknya. Waktu saya kecil dulu, kalau main ke rumah Oma = pesta manik-manik. Apalagi saat Tante memutuskan menikah, dan kostum panggung sudah tidak dibuat lagi, semua manik-manik peninggalan Oma, saya borong semua kerumah dan saya buat gelang, prakarya (inget bola yang dari manik-manik dan jarum pentul kan ?), dan tempel-tempel sana sini. Makanya, saya merasa ada kreatifitasnya beliau yang mengalir pada diri saya. Oh iya, kita juga punya kesamaan yaitu sama-sama shio anjing, hanya saja berselisih 48 tahun.

Waktu kecil, kenangan dengan Oma juga luar biasa. Saat liburan panjang, saya bisa menghabiskan beberapa minggu di rumah Oma. Biasanya kita jalan-jalan ke Gloria, nonton di Bioskop Chandra (yang super jelek itu), makan Nasi Tim di Petak Sembilan, kemudian dilanjutkan dengan shopping yang tidak jelas, mulai dari makanan-makanan kecil, obat-obatan, sampai ke baju-baju tidur grosiran yang dengan santai saya bisa memakainya dari Senin sampai Minggu karena dibelikan banyak sekali dengan berbagai warna. Pokoknya, saat kecil dulu, jalan-jalan dengan Oma sangatlah enjoyable. Transportasinya juga beragam, mulai dari becak, bemo, sampai omprengan. Oma memang orang yang sangat kuat dan tangguh, pokoknya Oma itu luar biasa deh.

Tetapi, ada satu yang saya nggak gitu suka dari Oma, yaitu, hobinya dia akhir-akhir ini, menyangkut pertanyaan soal jodoh buat saya yang tiada akhir. Beberapa bulan yang lalu, saat saya teleponan dengan Oma, beliau sangat super duper antusias menanyakan hal yang sama tersebut (yang selalu ditanyakan setiap kali perjumpaan dengan beliau baik secara langsung maupun via telepon). Sampai akhirnya saya sampai pada point di mana saya sudah capek, dan saya bilang:"Tolong dong, nggak usah ditanyain lagi. Saya bosan ditanyain gitu melulu. Bilangin juga sama semua oom dan tante (adik-adiknya papa), kalau saya bosan, dan mohon, mulai sekarang jangan menanyakan soal itu lagi, sampai saya sendiri yang memberitahukan, karena kalau ada berita gembira, pasti saya akan ngomong." Nah, sejak saat itu, kalau teleponan lagi sama Oma, tidak ditanyain lagi deh hihihihi.... kecuali kalau saya duluan yang membuka topik pembicaraan yang nyerempet ke situ.

Berbulan-bulan tidak bertemu dengan Oma, tentulah membuat saya kangen juga. Tapi karena Oma sekarang sudah tidak terlalu kuat untuk diajak jalan-jalan karena berbagai penyakit yang mulai menyerang, saya dan mama sudah siap-siap dari pagi, membawa makanan dan juga buah-buahan buat Oma. Pas kita sampai di sana, ternyata Oma sudah makan, jadilah isinya kita ngobrol-ngobrol ngalor ngidul. Moment ini mestinya menjadi moment yang seru karena sudah lama juga tidak bertemu dengan oma. Tetapi apakah yang terjadi saudara-saudara ?? Sekitar pukul 1.30 siang, saya mulai lonjoran di sofa... kemudian pandangan mulai kabur dan... SAYA TIDUR! Bangun-bangun, sudah pukul 3.30 sore, dan saya baru ingat kalau saya ada janjian pukul 6 sore, yang berarti saya harus buru-buru karena saya harus pulang dulu mengantar Mama, mandi sebentar, dan berangkat lagi. Jadilah, pertemuan dengan Oma, cuma diisi dengan ngobrol-ngobrol sebentar, sisanya mama dan Oma yang ngobrol hahahaha.

Setidaknya, pertemuan kali ini, walaupun hanya "sebentar" cukup untuk melepaskan rindu, terutama Oma yang kangen banget juga dengan saya. Walaupun saya di sana cuma selonjoran sambil merem dan pulas, yah, paling nggak si Oma bisa memandangi kan? *(saya lagi mencoba menghibur diri.....)*

Friday, September 05, 2008

Ketika Yang Direncanakan Itu Berantakan Namun Berakhir Manis

Manusia boleh punya rencana, tapi Tuhanlah yang menentukan. Pepatah itu sungguh terjadi hari Minggu, 31 Agustus 2008.

Hari Minggu itu, adalah hari yang sangat dinantikan oleh teman-teman The Choir Immortal (bukan Immoral loh) alias TCI karena salah satu anggota kami akan melaksanakan Sakramen Pernikahan. Hari itu kami direkrut khusus untuk bernyanyi di acara pernikahan S&S, pasangan yang berbahagia. Sang mempelai pria adalah anggota TCI pemilik suara bass, dengan kelakuannya yang konyol selalu membuat kita tertawa nggak jelas di setiap saat kita bertugas maupun latihan. Walaupun suka becanda, tapi si S ini menggarap pernikahannya dengan sangat serius. Bahkan saat kita melihat undangannya, kita cukup tercengang karena ternyata idenya cukup kreatif, yaitu berupa sebuah album foto mini, yang di dalamnya bisa diganti-ganti kertas informasi undangannya dengan foto-foto kita. Belum lagi, acara pernikahannya itu, resepsinya akan diadakan di Zerah Golf Course Senayan, dengan konsep outdoor. Di undangannya pun dipesan, kalau sebaiknya yang perempuan tidak memakai sepatu ber-hak. Berarti acaranya akan menjadi pesta yang santai dan menyenangkan.

Paginya, sakramen pernikahan berjalan khidmat dan lancar, di gereja St. Ignatius, Menteng. S yang biasanya cekakak cekikik (bahkan saat dress rehearsal), hari itu bisa juga serius dalam mengucapkan janji setia. Suasana haru juga terjadi, di saat acara sungkeman, dimana kedua mempelai berpelukan lama dengan kedua orang tua. Hujan di luar menambah suasana romantis di dalam gereja, ditambah lagi bunga-bunga bernuansa putih yang begitu indah, membuat acara hari itu berlangsung syahdu. TCI juga bernyanyi dengan semangat, sampai mendapatkan round of applause dari umat. Bahkan romonya sampai bertanya via microphone: "Ini koornya dari mana ya ?" Lalu kita serentak jawab, "Dari Theresia, Romo..." Dan romonya tanpa basa basi langsung bilang,"Pantesan bagus.." Langsung deh kita tertawa...


Sejak siang itu, hujan tidak berhenti, walaupun hanya rintik-rintik saja. Makin sore, hujan semakin deras. Saat itu sudah ada perasaan ketar ketir dalam hati, apakah acara masih akan berlangsung. Sepanjang perjalanan menuju ke sana, saya sudah mulai merasa kurang enak. Ketika itu, syaa menelepon teman saya, dan dia berkata kalau pesta pindah indoor. Setelah mencari tempat parkir (yang susahnya setengah mati), akhirnya tiba juga di tempat pesta. Keadaan ternyata lumayan kacau balau. Suasana padat luar biasa. Orang mengantre makanan, sementara tempat makanan kosong, karena perpindahan dari tempat outdoor ke indoor agak terhambat. Orang-orang yang kelaparan panik semua. Piring dan sendok tidak tersedia, sehingga para undangan menjadi semakin resah. Intinya, begitu ada makanan masuk, langsung diserbu tanpa memikirkan kalau memakai sendok sendiri.

Cukup sudah cerita tentang keadaan yang lumayan parah. Yang paling menyedihkan adalah keadaan pasangan pengantin yang tidak punya pelaminan. Mereka beserta keluarga hanya ada di panggung kecil, tanpa hiasan bunga-bunga. Tidak ada musik mengalun, tidak ada sound system menyala sehingga MC pun tidak dapan melaksanakan tugasnya. Anggota TCI yang sudah berdandan cantik dan ganteng, tadinya ingin menyumbangkan suara, tapi hati kami semua menjadi agak down. Kami saja yang cuma jadi teman kedua mempelai sampai stress begitu apalagi perasaan kedua mempelai.

Akhirnya beberapa menit kemudian, mengalunlah lagu We Could Be in Love milik Lea Salonga dan Brad Kane. Rupanya sound system sedang di test, menggunakan dua speaker seadanya. Anehnya, lagu tersebut berulang lagi dan berulang lagi, sampai kita terbosan-bosan. Beberapa saat kemudian, dibukalah acara oleh MC yang dibuka dengan kata sambutan dari sang mempelai pria. Sang mempelai tidak bisa banyak berkata. Matanya mulai berkaca-kaca. "Kita mungkin tidak bisa memberikan yang terbaik untuk bapak ibu sekalian, tetapi kami berharap, anda bisa berbahagia bersama kami." Itulah kata-kata yang saya ingat... rasanya haru sekali saat itu.
Acara dilanjutkan dengan pemotongan kue yang dilakukan secara express. Asli express sekali, karena mungkin agak terburu-buru karena acara dimulai mundur sekitar 1 jam. Saya dan teman-teman TCI berusaha bertepuk tangan secara luar biasa meriah untuk memeriahkan suasana.

Setelah itu acara garing lagi deh. We Could Be in Love-nya diulang lagi diulang lagi... sampai akhirnya anggota-anggota TCI saling berbisik untuk maju ke depan dan mencoba untuk menyanyi. Nggak tau kenapa, secara spontan akhirnya kita maju ke depan, dan mulai menyanyi mengikuti lagu..." Anyone who's seen us, knows what's going on between us... it doesn't take a genius, to read between the lineee...." Dan mengalirlah lagu tersebut, dengan iringan musik latar lagu asli, kami berteriak-teriak penuh irama tanpa ragu dan malu. Di akhir lagu, si MC mengatakan: "Demikianlah persembahan dari teman-teman the Choir Immortal !" Loh loh mas.... ini belum Mas... ini baru pemanasan aja Mas.... lagunya belum mulaiiii....

Beberapa detik kemudian, keluarlah senjata kami, partitur-partitur lengkap dikeluarkan. Dan mulailah kita ambil suara.. la la la... dengan modal dua microphone, mengalirlah lagu yang memang sudah kita persiapkan: Seasons of Love dari broadway show Rent. "Five hundred twenty five thousand three hundred minutes...." Kami, para anggota The Choir Immortal, dengan semangat luar biasa, dengan semangat untuk membahagiakan kawan seperjuangan kami yang sedang di pelaminan. Tidak tahu kenapa, karena perasaan haru ataukah perasaan gembira, kami bernyanyi begitu lepas, seperti tidak ada beban sama sekali. Padahal tamu-tamu begitu padat, hampir tidak ada ruang gerak untuk kami bernyanyi. Setelah nyanyi selesai, terdengar tepuk tangan bergemuruh dari para undangan. Kamipun berteriak gembira.... sudah kayak abis konser tunggal saja rasanya.

Berita gembira lainnya malam itu adalah, I was the one who got the bouquet ! Ya, benernya bukan bouquet tossing sih, tetapi tempat CD. Jadi ada puluhan tempat CD berbentuk boneka yang dilemparkan oleh kedua mempelai. Yang di dalamnya terdapat 1 keping CD, adalah yang beruntung, dan yang beruntung itu adalah saya. Saya mendapatkan 1 set CD player dari kedua mempelai... senang sekali! Moga-moga, beneran segera dapat jodoh juga ya...

Walaupun sempat kacau balau, walaupun sempat membuat stress, walaupun banyak rintangan, hari itu adalah one of the most memorable wedding days that I've ever experienced. I said to the groom: just like a marriage itself, we might never know what is the meaning of the huge storm, but what we know for sure is, after the storm, there will always be a beautiful rainbow. Saaah.....

Congratulations, Buddy!

Thursday, August 28, 2008

Kalau Orang Penting Lewat

Pagi itu, seperti biasa saya berangkat dari rumah, sekitar pukul 7.30. Umumnya kalau saya berangkat diwaktu demikian, pukul 8.15 saya sudah sampai kantor. Seperti biasa, antrian paling panjang adalah antrian pintu masuk tol Cawang. Setiap hari saya menghadapi antrian itu, sampai waktu menunjukkan pukul 7.55! Benar-benar antrian yang membosankan.... Mana kadang orang suka ada yang menyodok dari jalur ketiga. Padahal kita sudah mengantri dari ujung. Rasanya kepingin saya lindas2 saja mobil nggak sopan itu dengan buldozer. Tetapi memang itulah kenyataan yang harus dihadapi setiap hari. Di jalan tol pun, kita nggak pernah bebas dari yang namanya macet, apalagi kalo pagi hari...cape deeee....

Pagi itu, ketika saat mengantri sudah hampir berakhir, saat beberapa puluh meter lagi dari pintu tol, tiba-tiba.. JRENG, antrian dibubarkan, dan kita harus melewati jalan arteri! Polisi-polisi berseliweran, dan jalan tol ditutup Jalan arteri yang biasanya lebih lancar, menjadi macet total. Tak bergerak sama sekali. Ternyata, bapak RI 1, lewat di jalan tol satu-satunya di tengah kota. Di jalan arteri, saya menunngu, dan menunggu, membuang-buang bensin dengan sukses. Dari pintu tol Cawang sampai lampu merah Tebet, yang jaraknya hanya sepelemparan batu (ibaratnya), memakan waktu 45 menit. TIDAAAAKKKK....

Akhirnya, tiba di kantor pukul 9 pagi. Dan ketika bos bertanya mengapa, saya cuma bisa menjawab, "Presiden lewat pak..".

Mengapa para pejabat, dengan asyiknya menutup jalan seenaknya, kadang-kadang memakai bahu jalan tanpa merasa bersalah, memakai vooridjer yang mengancam-ngancam dengan sirenenya supaya kami para rakyat ini minggir karena ketakutan terserempet. Oh Bapak.... mengapa engkau tidak bisa merakyat seperti kami semua? Yang bergumul dengan kemacetan setiap hari, pegal menginjak pedal, diserempet motor sampai sudah jadi tahan mental. Pak, kalau gitu, jadikan saya pejabat juga dong, supaya saya bisa menindas rakyat saya juga. Yang penting saya lancarrrrrrr.....

Thursday, August 21, 2008

10 Tahun Terakhir

16 Agustus 1999

Perayaan sweet seventeen saya, perayaan terakhir di masa SMU, dikelilingi oleh teman-teman sekolah dan saudara-saudara. Seru banget, indah banget, pokoknya nggak akan terlupakan. Acaranya diadakan di ballroom sebuah hotel di bilangan Semanggi. Ada live band, kue besar, panggung dansa, makanan berderet, dan saya yang dandan komplit, rambut disanggul dan pakai gaun --> istimewa loh saya pakai gaun... heheheh... Masa remaja yang betul-betul indah... ! Untuk cerita lengkapnya, bisa di klik di entry yang ini.

16 Agustus 2000

Saat itu, acaranya tidak dirayakan secara khusus. Kebetulan hari itu, dua sepupu saya sedang perpisahan untuk berangkat studi di Amerika. Jadi istilahnya, saya numpang tiup lilin dan potong kue di event tersebut. Kalau tidak salah, acaranya di restaurant di bilangan Kelapa Gading. Yang membuat ulang tahun saya kali ini paling berkesan adalah, ini acara ulang tahun saya yang terakhir yang saya rayakan bersama papa.

16 Agustus 2001

Inilah ulang tahun pertama saya di Amerika dan kira-kira dua bulan setelah Papa meninggalkan kita. Saat itu sedang summer school di Seattle. Tanggal 15 malam, kebetulan kakak dari teman saya sedang mengadakan kunjungan singkat ke Seattle, jadilah malam itu kita makan-makan bersama dia. Pulang sampai apartemen, sudah jam 1 pagi, dan ketika saya membuka pintu, ruangan gelap. Saya cek ada 1 pesan di telepon, pas dinyalakan mesinnya, terdengar lagu Happy Birthday yang dinyanyikan oleh Mama saya. Beberapa detik kemudian, belasan teman-teman berlompatan, dari belakang dapur, dari kamar mandi, dari kamar tidur, semuanya bernyanyi "Happy Birthday" sambil membawa kue lengkap dengan lilin menyala. Waduh, saya betul-betul kaget dan terharu. Apalagi saat itu, saya bukan berada di kota saya di Madison, melainkan sedang mampir saja. Tapi rupanya teman-teman kompak. Ada yang dari Seattle, Madison, bahkan Purdue, kompak semuanya....Kue ultahnya adalah Hershey's Chocolate Pie. Makan-makannya di Zao, House of Noodle... biar panjang umur dong!

16 Agustus 2002

Tanggal 15 Agustus selalu menjadi moving day di satu kota. Memang biasanya di Madison itu, tanggal 16 adalah hari rent pertama setiap tahunnya, jadi tanggal 15 kita keluar, dan masuk ke apartemen yang baru. Jadi tanggal 15 Agustus itu, saya bekerja keras memindahkan semua barang-barang saya ke apartemen yang baru setelah dari awal masuk sekolah tinggal di asrama, dan semuanya dilakukan dengan gerak cepat, karena tanggal 16-nya saya berangkat untuk berlibur ke San Francisco. Tanggal 16-nya lewat tengah malam, pintu apartemen saya diketuk, dan datanglah rombongan teman-teman, lagi-lagi lengkap dengan kue dan ada juga yang membawa hadiah. Saat itu juga ada satu teman lagi yang disurprise-in di tempat saya yaitu Marcell. Jadi ada dua orang yang ulang tahun, dengan dua kue yang berbeda. Saya masih ingat, kue saya adalah kue es krim dari Dairy Queen, lengkap dengan gambar Scoobydoo di atasnya (maklum, saya suka nonton serial itu, dan saya shio anjing hehe). Karena saya berada di San Francisco sampai akhir Agustus, perayaan ultahnya baru dirayakan di bulan September, di Olive Garden. Pengalaman aneh di Olive Garden adalah: 1. Pesanan saya datang terlambat, 2. Teman saya berinisiatif memesankan 1 loyang kue coklat untuk acara tiup lilin di Restaurant, maksudnya untuk surprise, tapi ujung-ujungnya, saya sendiri yang disuruh bayar, 3. Pelayan restaurantnya sampai shock mengetahui kalau tatacara Indonesia adalah yang ulang tahun yang membayar billnya. HAHAHA... (lumayan, 22 orang boooo...)

16 Agustus 2003

Yay, I turned 21 !! Biasanya, ulang tahun ke 21 merujuk ke usia dewasa, alias usia boleh minum dan mabuk-mabukan secara legal (katanya orang Amerika). Tetapi saat itu saya mengasingkan diri, dengan kabur lagi ke San Francisco, dan merayakannya bersama keluarga oom saya. Kita dinner sederhana, kemudian saya dibelikan tart kecil rasa mangga. Kembali ke Madison, saya berinisiatif mengadakan perayaan yang agak sedikit berbeda. Kali ini saya masak-masak untuk teman-teman, dan daripada membeli kado, saya meminta sumbangan saja, untuk dimasukkan dalam kotak sebagai hadiah ultah saya, dan uangnya nanti digunakan untuk kegiatan Mudika. Saat itu saya membuat barbecue party di tanggal 20 September. Menunya ada shrimp salad, fruit salad, pudding almond, racks of ribs, sate ayam bumbu kacang, chicken sandwich, burger, dan bratwurst. Semua bumbu-bumbunya asli olahan tangan, termasuk marinate untuk ribsnya dan bumbu kacangnya. Lagi asik-asiknya ngaduk bumbu kacang di atas kompor...tiba2....BRUK... serombongan anak-anak lengkap dengan satu botol champagne di tangan hadir di ruang tamu! SURPRISE...no cake this time! Tapi saat itu saya dipaksa menghabiskan satu botol Moet Champagne dengan secepat mungkin... HAYO HAYO... jadilah, saya yang lagi capek masak, tambah teler, muka merah semua, sampai mabok beneran, tapi masih sempat pidato penyambutan (dibikinin video pula)... Setelah teman-teman keluar, saya muntah-muntah sampai 5 kali. Untung ada cousins2 saya yang baik hati yang menemani sampai paginya. Besoknya, acara meriah banget, yang datang mungkin ada sekitar 35-40 orang, diadakannya di Sheboygan Park. Cuaca cerah banget. Di situ saya tiup lilin sekali lagi. Kuenya dibawakan oleh best friend saya Lina. Acara diakhiri dengan lempar balon isi air... Basah deh semua...horeee....!!

16 Agustus 2004

Setelah tiga tahun tidak merayakan ulang tahun di Indonesia, kali ini saya pulang karena ada kemungkinan ini adalah kesempatan terakhir untuk pulang di bawah student visa. Kalau saya bekerja, kemungkinan besar masih dua tahun lagi baru bisa pulang. Ulang tahun saya ke 22, dirayakan dengan sangat sederhana. Saya satu keluarga bersama omm, tante, dan sepupu, makan di Bakmi Gang Kelinci di Jalan Sabang. Pulangnya, tiup lilin dan potong kue, kuenya pun saya buat sendiri loh. Kue coklat, pakai frosting coklat. Lagi sok rajin ceritanya. Lilinnya banyak pula, ada sesuai umur...Jadi walaupun kuenya jelek, tapi di foto terang benderang, krn lilinnya banyak heheheh.

16 Agustus 2005

Ulang tahun pertama di kota baru, Milwaukee. Kali ini saya sudah bekerja loh. Di Milwaukee juga jauh lebih sepi, jadinya gak bisa expect kemeriahan yang sama dengan yang di Madison. Saat itu sepulang kerja saya kelaparan. Saya telepon-telepon si mantan, maksudnya supaya dia datang cepat karena saya pingin Birthday Dinner sama dia. Tapi dia alasan terus, dia bilang lembur lah dan lain-lain. Ditunggu-tunggu sampai jam 9 malam, akhirnya dia baru datang, cuma sama beberapa teman, sambil membawa kue. Ternyata, yang membuat dia datang malam banget adalah karena menunggu teman-teman yang lain. AMPUNNNN...... ini badan capek, badan lapar, jadi semangatnya udah turun banget, tapi masih berusaha senyum. Malam itu saya dimasakin sama mantan pacar. Fillet mignon dan pasta. So basically that's the birthday dinner. Nothing fancy, nothing gaudy. Santai aja semuanya. Hadiah yang berkesan adalah, satu unit mesin jahit hehehehe... digunakan untuk apa? Silakan lihat di sini.

16 Agustus 2006

Ulang tahun terakhir saya di Milwaukee. Tanggal 15 malam, sekitar selusin teman-teman membuat surprise di apartemen saya, kuenya adalah kue es krim dari Coldstone. Padahal saat itu saya sedang membuat cupcakes untuk dibagikan di kantor. Cerita surprise partynya bisa dilihat di sini dan cupcakes bikinan saya bisa dilihat di sini. Ulang tahun saat itu, saya seperti sudah mempunyai firasat, kalau ini adalah ulang tahun yang terakhir sebelum pulang for good ke Indonesia, jadi saya membuat acaranya sedikit lebih meriah. Acara dilaksanakan di Lake Park Bistro, dengan hidangan Perancis dan dihadiri 24 orang, merayakan ulang tahun saya ke 24 (pas kan ??). Cerita lengkapnya bisa dilihat di sini. Di link itu juga, ada review birthday saya tahun-tahun sebelumnya (jadi kayak baca double ya ? hehehe). Kemudian, untuk lihat acaranya seperti apa, bisa dilihat di sini. Oh iya, I just realized I was bigger ya by that time... endut endut, empukkkkkk....

16 Agustus 2007

Ulang tahun paling gila.... dengan rencana mendadak, ulang tahun saya yang ke seperempat abad dirayakan di Hong Kong. Hahahaahah.... Mendadak lihat ada long weekend, mendadak ambil cuti satu hari, mendadak pesan tiket online for the first time in Indonesia, mendadak semua pokoknya. Dan intinya, it was FUN FUN FUN with my mom. Cerita lengkapnya bisa dilihat di sini. Kemudian perayaan nyempilnya di Jakarta bersama keluarga adalah pada saat arisan alias family gathering di rumah. Cerita arisannya, bisa dilihat di sini.

16 Agustus 2008

Oh nooo... I am over quarter life... Tapi kayaknya this year is when I received more phonecalls, more greetings, especially through cellphone and online. Thanks peeps!! Too bad, kali ini jatuhnya long weekend lagi, banyak teman-teman saya yang keluar kota, jadi birthdaynya agak-agak sepi. Jadi malam itu, merayakan detik-detik pergantian, dari tanggal 15 ke 16, saya ada di depan komputer, di depan chatroom, memaksa salah satu teman baik saya, untung menemani sambil menunggu, walaupun dia udah ngantuk-ngantuk sampai matanya berair (jahat ya saya...). Dan saat tanggal 16 tiba, SMS pertama, datang dari....eng ing eng...teman saya yang di chat room tadi... HAHAHAH... (iseng banget sih orang itu...).

Perayaan tahun ini juga sederhana, bersama mama, saya kembali lagi ke Bakmi Gang Kelinci (seperti perayaan tahun 2004), kali ini di pusatnya yang di Passer Baroe. Pesannya Bakmi Bakso (dengan daging B2, yang cuma bisa ditemui di pusat) dan swekiaw kuah. Habis makan, lanjut ke FX, dan nggak tau mau ngapain, akhirnya nonton Asterix di Platinum XXI. Sepulang nonton, mampir sebentar ke Segafredo untuk menikmati Ice Latte dan memesan 1 potong Blueberry Cheesecake yang diatasnya diletakkan lilin. And that's my official birthday cake on my birthday. Sepanjang weekend itu, saya tidak melakukan perayaan yang biasanya saya lakukan.

Di hari Selasa, saya membawa 16 lusin donut Krispy Kreme untuk dibagi-bagi di kantor. Ampun banyak banget ya ternyata 16 lusin itu, sampai membutuhkan 2 orang Office Boys untuk membantu membawakan. Karena selasa itu, tepat setelah libur long weekend, teman-teman saya berinisiatif untuk mengadakan acara kumpul-kumpul. Akhirnya terkumpulah 8 orang termasuk saya, dan kita menikmati dinner di Mandarin Spice, Senayan City. Mumpung ingat, inilah menu-menu yang dipesan saat itu: Bakmi Goreng Seafood, Irisan Bebek dan Ubur-Ubur, Mongolian Beef, Sapo Terong dengan Ikan Asin, Udang Mayonaise, 1 Ekor Ayam Goreng Wijen, Lumpia Seafood, dan Belut Goreng Madu. Sebagai hadiah special dari dua teman saya L dan C (yang mengusulkan kumpul-kumpul ini), mereka membawakan saya satu loyang Tiramisu dari Breadtalk yang yummy banget. Jadi tiup lilin lagi deh.

Foto-foto dari Birthday 2008, bisa dilihat di bawah ini.



Yang Non Halal Tapi Maknyos

Siap-siap Menyerbu
Blueberry Cheesecake dan Ice Latte - Segafredo

Tiup Lilin Ronde 1

Beginilah Kalau Belum Dimakan... beberapa menit kemudian, kandas...

Kue Yummy

Foto Manis dan Beradab

Maksud Hati Foto Tiup Lilin (tapi mbaknya fotonya terlalu bawah, jadi kesannya tiup meja)