Tuesday, June 05, 2007

Long Weekend ?? Sudah lupa tuh.....

Pertama-tama, mohon maaf sebesar-besarnya, karena jadual kerja saya yang super padat, saya hampir tidak punya waktu untuk mengisi blog ini dengan cerita baru. Boro-boro bisa mengisi cerita, mengisi perut aja saya sudah sembarangan. Apa yang disediakan ya saya santap, daripada pingsan gara-gara kerja rodi.

Dua minggu lalu saat liburan panjang yang diselipi Hari Kejepit Nasional (17-20 Mei), saya sudah berharap kalau saya bisa santai-santai berleyeh-leyeh bersama keluarga. Ditambah lagi, untuk Sabtu dan Minggu, saya ada undangan dari salah satu perusahaan yang kebetulan lokasinya satu gedung dengan kantor saya, untuk mengisi acara perayaan Paskah di daerah Gunung Geulis, Bogor. Saat itu, saya terima dan saya setujui undangannya karena saya pikir, apa salahnya weekend itu saya membantu untuk menyanyi dan memuji Tuhan. Selain merupakan hobi, akomodasi juga ditanggung gitu loh. Malah mereka sangat berbaik hati untuk menjemput saya di rumah pada hari Sabtu pagi.

Tapi ternyata eh ternyata… Saya harus masuk setiap hari…mulai dari libur nasionalnya, hari kejepit nasionalnya, Sabtu juga, mana setiap hari lembur sampai malam… walah! Akhirnya, Jumat malam, saya telepon ke panitia perayaan dan meminta mereka untuk tidak menjemput saya di hari Sabtu pagi. Duh, saat itu betul-betul tidak enak hati, kurang apalagi coba, semua sudah disiapkan, dan saya membatalkan secara sepihak. Sabtu pagi, saya bilang ke bos saya kalau sebetulnya saya hari ini harus pergi ke Gunung Geulis, tetapi terpaksa saya batalkan demi berangkat ke kantor. Tapi sebetulnya saya juga membawa tas ransel berisi baju ganti dan perlengkapan mandi, kali-kali saja ada orang di kantor yang bisa mengantar saya. Sore itu sehabis rapat, kebetulan ada sopir kantor, dan bos saya langsung menghubungi dia untuk mengantar saya ke sana. Hore !! Pukul 5.15, walaupun telat jauh dari jadual semestinya, saya dengan tekad bulat dan badan lemas kecapekan akhirnya berangkat juga ke Gunung Geulis.

Namanya hari libur, lalu lintas menuju ke Puncak lumayan ramai. Ditengah ketergesa-gesaan, saat keluar dari pintu tol, ternyata jalanan DITUTUP !! Karena padatnya, jalur mengarah ke puncak ditutup sampai pukul 7.00 malam. Sopir saya sampai mematikan mesin mobil, sempat beli kue gemblong, dan merokok dulu di luar. Akhirnya, pukul 7.00 malam, pintu dua arah kembali dibuka… tetapi kendaraan bergerak ibaratnya hanya setengah meter per menit. Akhirnya tiba juga di belokan dari Gadog menuju ke Gunung Geulis. Begitu sampai di sana, mulailah tour guide jarak jauh dari telepon memandu kita. Dan berakhir dengan, salah jalan alias KESASAR !! Kita balik lagi ke arah Gadog, dan nunggu sopir tuan rumah untuk menjemput kita. Akhirnya setelah menunggu di tengah hujan gerimis, datanglah mobil penjemput, dan sayapun dibawa ke tempat tujuan.

Untuk menceritakan detail yang terjadi selama di sana, sepertinya saya harus menyiapkan entry terpisah. Yang pasti ada beberapa hal seru yang saya dapatkan. Saya berkenalan dengan kelompok Acapella “Six Sunday Joy” yang anggotanya sama serunya dengan lagu-lagunya. Dua dari enam anggota mereka adalah anggota dari kelompok acapella yang mungkin terdengar familiar yaitu Jamaica CafĂ© yang langganan manggung di Kafe Pisa di dekat sekolah St. Theresia. Sambil nonton mereka latihan, saya belajar bagaimana melatih harmonisasi dan kekompakan di salam bernyanyi. Ditambah lagi, saya diajak buat kolaborasi dadakan dalam lagu “Bagai Rajawali”. Wih, seneng banget! Saya juga berkesempatan untuk mendengarkan “Tembang Kenangan” ala oom-oom dan tante-tante yang nggak berhenti menyanyi dengan iringan gitar dan organ tunggal sampai lewat tengah malam. Sampai saya sempat mengira mereka dapet doping dari kripik singkong hihihi… Lagunya juga variatif banget, mulai dari lagu country macam “Cotton Field”, lagu mellow macam “Endless Love”, sampai lagu daerah Batak dan Minahasa… alamakjan! Terakhir, saya memperoleh pengalaman berharga menyanyi solo satu lagu, di depan orang-orang yang 99% tidak pernah saya kenal tetapi mempunyai semangat empat lima ketika diajak nyanyi bareng sambil tepuk tangan (*asli deh, saya sendiri bingung kenapa mereka bisa sampai tepuk tangan, apakah mungkin dopingan kripik singkongnya masih bersisa ??*).

Akhir pekan itu diakhiri dengan badan saya yang rontok dan langsung terkulai di ranjang dari jam 5.30 sore sampai jam 9 malam. Besoknya lagi alias hari Senin, saya kembali ke kantor, dan lembur lagi sampai jam 11 malam. Kalau diteruskan, cerita ini bisa-bisa membuat orang yang membaca ikut capek seperti saya. Jadi mendingan, saya stop dulu aja deh, daripada komputer kalian yang membaca kena iler lantaran yang bacanya ngantuk.

PS: Long weekend tanggal 1-4 Juni, setiap hari saya bisa bobo lebih dari 10 jam! Revenge!!