Friday, November 02, 2007

Akibat Kurang Pengendalian Diri

Weits, jangan mikir yang aneh-aneh karena judulnya. Saya cuma mau cerita sedikit, soal brutalitas saya dua hari terakhir ini. Hari Rabu dan Kamis kemarin ini, saya ada meeting seharian penuh. Dulu saya pernah bercerita mengenai betapa mengalirnya makanan di saat meeting dan kali ini hal itu terbukti lagi. Sebetulnya, saya bisa memilih untuk tidak memakan yang tersedia di atas meja. Tetapi di Board Room yang dingin itu, rasa lapar dan kantuk selalu saja menyerang, jadi obatnya adalah: makanan…

Hari Rabu jam 9 pagi, pas masuk ke ruang meeting, sudah disediakan 3 potong kue, yaitu Perkedel Tahu Kotak, Lapis Surabaya, dan Getuk Coklat. Sebelum jam 10.30 pagi, semua kue itu sudah saya habiskan. Jam makan siang datang. Menunya hari itu dari Riung Tenda. Isinya: Nasi Putih, Ayam Goreng, Lalaban dan Sambal, Cah Pucuk Labu, dan semangkok Sayur Asem. Yang bersisa cuma nasi putihnya doang tuh. Sore-sore kue ronde kedua datang, ada Pastel Makcik, Kue Bolu, dan Kue Pepe. Yang bersisa, hanya Kue Bolunya saja tuh…

Pas jam pulang kantor, sudah bertekad, rencana nggak mau makan malam. Tapi rencana memang tinggal rencana. Pulang ke rumah, Mama sudah membawakan Pangsit Kuah Dunia Baru dari Pasar Jatinegara. Pangsitnya sih ngga banyak, hanya lima potong saja, tetapi itu pangsit isinya ayam dan udang kering, kuahnya banyak, anget-anget, enak bangettttt…. Jadilah makan lagi. Eh, udah makan pangsit, inget ada mangga dermayu gede-gede yang dibawain pas hari minggu lalu, lanjut makan mangga setengah. Udah gitu masih nyemil lagi, keripik pisang dan keripik singkong. Alamakjan!

Besoknya pas lihat timbangan, eh kok turun. Seneng juga…apa timbangannya yang error ya? Pagi-pagi masuk lagi ke ruang meeting, ada 1 kotakan dari Makcik, isinya Pastel, Kue Gemblong, dan Lemper. Lagi-lagi saya habiskan semuanya, sebelum waktu menunjukkan pukul 10 pagi. Jam makan siang datang, menunya kali ini dari Restoran Padang Sederhana. Isinya ada Nasi Putih, Ayam Pop (plus Daun Singkong), Gulai Kikil, Gulai Nangka, Kerupuk, dan Pisang. Yang sisa tuh hanya Nasi Putih dan Kerupuk aja. Kalau Gulai Kikil, itu sih favorit saya, jadi kemarin sempet ngubek-ngubek dulu milih box yang ada Gulai Kikilnya heheheh (gimana mau kurus ??). Sorenya, Pak Bos udah mulai lapar dan nyari-nyari makanan, karena ternyata nggak dipesankan kue untuk sore. Jadilah dipesankan gorengan ke office boy. Pas datang tuh gorengan di piring, saya langsung ngembat nggak tanggung-tanggung. 5 potong! 2 tahu, 1 pisang, 1 bakwan, dan 1 singkong. Bener-bener parah.

Malamnya, sebetulnya saya ingin pulang. Tapi berhubung tamunya dari luar kota, dan para bos lagi tidak bisa menemani, jadilah saya yang penjamu teman-teman, yang berarti, makan malam sudah dipastikan tidak di rumah. Kita semua bersebelas menuju ke Senayan City. Tadinya sih kepingin makan di Duck King, tetapi ternyata ngantreeee… Jadilah mengalihkan badan menuju ke Mandarin Spice di lantai paling bawah. Malam itu saya nggak makan nasi sih, tetapi menunya: Sup Kepiting Asparagus, Cah Pocai Bawang Putih, Ayam Goreng Renyah, Gurame Goreng Saus Thai, Mapo Tofu, dan Lobster Panggang Lapis Keju. Sebagai penutup, untuk meredakan perut yang kebakaran, saya makan 1 mangkok Kwe Lin Kao. Makan sampai pukul 10 kurang, sampai rumah pukul 10.20, dan pukul 11.30 langsung bobo sehabis nonton Kick Andy. Dimulailah penambahan timbunan-timbunan lemak.

Pagi ini, seperti biasa, nimbang lagi. Naik 1 kg…. *pasrah mode on*

2 comments:

  1. aduh neng...baca blog lo jd bikin gw laper aja niy jam sgini, siang2 kdinginan d gkbi...hehe2

    ReplyDelete