Tuesday, October 23, 2007

Sabtu Seru

Setelah sakit flu saya mereda dengan cukup tidur dan meminum berbagai obat warna-warni, akhirnya sampai juga pada saat yang dinanti-nantikan yaitu Sabtu! Tidak tahu kenapa saya begitu excited menghadapi weekend kali ini. Apa karena saya betul-betul sudah bosan kerja, atau karena kerinduan terhadap 1 hal yaitu: Nonton konser! Yes, saya sangat berbunga-bunga karena saya tahu, kalau Sabtu malam tanggal 20 Oktober kemarin, saya akan menonton konser Black Eyed Peas! Inilah kali pertama saya menonton konser musik di Jakarta, dimana saya betul-betul tertarik dengan penyanyinya.

Terakhir saya menonton konser di Jakarta adalah waktu F4 datang ke Indonesia, alias awal tahun 2004. Waktu itu, berhubung tiketnya dibelikan oleh ortunya teman saya, ya saya terima-terima saja, tanpa sadar resiko kalau akan digencet-gencet oleh anak ABG yang brutal walaupun sebetulnya kita berada di section VIP. Saat itu, saya hanya bisa bergelantungan di badan adik saya, tanpa sadar kalau konser sudah berjalan karena saya betul-betul sesak tak bisa nafas, dan pusing tujuh keliling. OK, kita lupakan saya pengalaman hampir tiga tahun lalu itu. Setidaknya ada konser lain yang pernah membuat saya lebih kecewa, yaitu konser Britney Spears! Selain tiketnya mahal, ternyata shownya sangat singkat, bahkan saya sendiri tidak merasa kalau dia betul-betul menyanyi alias saya percaya kalau dia hanya lipsync saja. Itung-itung, yang bikin saya happy hanyalah panggungnya yang keren, dengan air terjun, kembang api, dan lain, lain. Lumayan deh untuk hiburan.

Sabtu pagi kemarin, jam 9 teng, maminya teman saya sudah dateng ke rumah untuk latihan nyanyi. Jadi ceritanya, teman baik saya sebentar lagi mau menikah, dan mendaulat saya untuk menjadi MC. Kali pertama saya menjadi MC, dan kali ini harus menghadapi tamu-tamu ratusan orang (mungkin bahkan bisa mencapai di atas seribu orang à Doakan yah). Lalu, maminya ini ingin sekali kasih surprise ke anaknya dengan menyanyikan sebuah lagu, yang akan dinyanyikan secara duet. Good idea bukan? Tapi namanya nyanyi bareng ibu-ibu, kita betul-betul harus pelan-pelan, step by step. Untung maminya teman saya ini lumayan funky dan cepet nangkep. Setelah latihan berakhir, mood saya sudah pindah menjadi mood pergi ke konser.

Sorenya, setelah bertemu dengan dua teman saya di Plasa Senayan dan makan malam awal, kami sepakat untuk berjalan kaki saja dari Plasa Senayan ke Istora. Maklumlah, kendaraan semuanya menuju ke arah yang sama, jadi sangat beresiko mencari tempat parkir di dalam. Begitu sampai di sana, ternyata sudah rame banget, dan Adrie Subono, si pemilik Java Musikindo itu, lagi nongkrong aja di atas podium di lapangan sambil memantau para pengunjung. Pengamanan cukup baik, terutama dikarenakan penontonnya yang lebih berkelas dibandingkan dengan ABG-ABG di konser F4. Saya mendapatkan tempat duduk di tribune sebelah kanan belakang. Cukup baik viewnya karena bisa kelihatan seluruh panggung, dan yang pasti bisa duduk kalau lagi kecapekan. Maklum saya sudah bertobat dengan posisi festival, karena pas nonton Britney dulu, nggak kelihatan apa-apaan.

Penonton didominasi oleh anak-anak muda dan juga pasangan-pasangan muda yang membawa anak-anak. Iya, saya nggak bohong kalau ternyata banyak anak-anak juga yang datang. Dan juga banyak sekali expatriate yang datang, jadi konser ini seperti ajang pertemuan barat dan timur, karena rambut pirang ada di mana-mana. Konser dibuka pukul 8 malam dengan penampilan dari The Click Five yang terkenal dengan lagu Just The Girl dan Jenny. Wah, baru aja keluar, ABG-ABG sudah pada teriak-teriak ngga karuan. Yang lucunya, di Indonesia yang terkenal justru lagu Jenny, sementara di Amerika sana yang lebih ngetop adalah Just The Girl (yang menurut saya liriknya lebih catchy dan nadanya asik). Band ini lumayan interaktif untuk sebuah band baru, dan aksi pemainnya lumayan seru dan gokil. Tetapi sayang, penonton Indonesia umumnya hanya aktif kalau lagunya mereka kenal. Jadinya di sepanjang show, mereka hanya berjingkrakan hebat saat lagu yang mereka kenal dimainkan.

40 menit berlalu. Jeda 20 menit, dan pukul 9 lewat sedikit, musik mulai dimainkan, dan BLACK EYED PEAS langsung menghentak dengan lagu Hey Mama! Wah, penonton langsung berhamburan ke sisi panggung. Group beranggota 4 orang ini memang sangat energic. Si Fergie satu-satunya vokalis cewek itu, bisa nyanyi sambil salto. And all of them are great dancers! Musiknya juga live, bukan minus one. Jadi betul-betul deh, kerasa banget suasana konser yang asyik dan interaktif. Saking kerennya, walaupun ada beberapa lagu yang belum terlalu dikenal oleh khalayak Indonesia, tetap saja kita bisa mengikuti pada saat diajak nyanyi bareng. Di tengah panggung, setiap anggota mempunyai kesempatan untuk unjuk gigi dengan lagu andalan masing-masing. Fergie hadir dengan lagu-lagunya dari album The Dutchess yaitu: Big Girls Don’t Cry, Fergilicious, Glamorous, dan London Bridge. Tingkah lakunya yang genit dan dancenya yang lumayan provokatif itu, pasti bikin deg-degan yang menonton. Suguhan lagu demi lagu mereka mainkan tanpa terputus, dan suara mereka semua betul-betul wah! Sama, bahkan lebih baik dari rekamannya. Saya sendiri dibuat terlena sampai ikut berjingkrak-jingkrak, nyanyi, dan ngedance nggak karuan.

Setelah lagu Don’t Phunk With My Heart, tiba-tiba mereka mengucapkan salam pisah, dan berlalu dibalik panggung. Kami tau kalau ini hanya trick saja sebelum encore dilaksanakan. Lampu masih tetap gelap, pertanda ini bukan akhir dari acara.Tetapi jeda yang lumayan lama, membuat beberapa penonton, terutama yang membawa anak-anak kecil mulai meninggalkan gedung. Tiba-tiba, para anggota group itu keluar lagi dengan membawa pemain trumpetnya yang melakukan permainan solo dengan asik banget. Lampu mulai menyala lagi, dan encore dimulai dengan lagu Pump It! Wah, semuanya langsung histeris lagi, gila lagi, dan joget-joget lagi. Selanjutnya, Will.I.Am mulai menceritakan perjalanan mereka dalam tournya berkeliling dunia. Indonesia adalah termasuk bagian dari negara terakhir yang dikunjungi. Kemudian meluncurlah lagu favorit kita semua: Where is The Love, yang lagi-lagi membuat kita bernyanyi bersama. Sebagai lagu terakhir, untuk mengajak kita semua pesta sampai pagi, dipilihlah lagu Let’s Get It Started. Setelah lagu itu, mereka betul-betul mengundurkan diri. 2 jam tidak terasa sudah berlalu, dan sepertinya kami masih ingin lebih, dan lebih lagi.

Sabtu itu saya akhiri bersama teman-teman dengan duduk-duduk santai di Cascade Lounge, Hotel Mulia. Kami hanya minum teh dan soda, untuk melepas lelah setelah terkena euphoria pada saat konser tadi. Sampai di rumah sudah Minggu subuh, tetapi semangat masih menyala-nyala. Capeknya baru betul-betul terasa setelah sampai di kamar dan badan menyentuh ranjang.

Black Eyed Peas memang betul-betul hebat. Mereka tidak perlu kembang api, dry ice, air terjun, atau panggung super spektakuler untuk menyampaikan misinya. Latar belakang ras yang berbeda-beda, justru membuat group ini kaya warna dan rasa. Perpaduan dari Stacy Ferguson (Fergie) yang dari California, Allan Pineda (Apl.de. Aps) dari Filipina, Jaime Gomez (Taboo) yang keturunan Mexico, dan motor group ini William James Adams (Will.I.Am) satu-satunya yang keturunan kulit hitam, betul-betul memberikan suguhan musik yang unik, seru, dan apa adanya. Bisa dibilang, inilah salah satu konser paling mengesankan untuk saya sampai saat ini. Dan jangan takut kalau kita tidak hafal lagu-lagunya, karena siapapun bisa menikmati, termasuk anak-anak dan orang tua. Karena sungguh, musik memang bisa menyatukan dunia.

3 comments:

  1. what a great saturday night that you had!!
    abis nonton konser.. ngelounge pula di cascade... seruuuu!!! :)

    ReplyDelete
  2. kamu kemana aja sih, jeng ? lama gak nongol. aku pikir udah lupa ama aku hikhik..

    seru ya konsernya...tapi pasti yg lebih kedengaran adalah orang2x disekitar yg teriak nyanyi hihihi

    ReplyDelete
  3. nice writings! keep up :)

    *it's 23*

    ReplyDelete