Friday, September 21, 2007

Reuni Kecil-Kecilan

Saya cukup surprised ketika akhir Agustus lalu saya mendapatkan undangan perkawinan warna shock pink (atau mungkin orang sekarang bilangnya pink gonjes) yang dihantarkan lewat kurir ke rumah. Dan lebih surprising lagi, undangan itu bukan ditujukan untuk keluarga saya, tetapi ke Sdri. Noni. Jadi sudah pasti orang ini bukan dari instansi kantor, melainkan pasti dari seorang teman, karena yang memanggil saya dengan sebutan Noni hanyalah keluarga dan teman-teman (plus sekarang ditambah dengan beberapa bapak-bapak bos di kantor yang suka memanggil saya Noni karena katanya mengingatkan kepada anak perempuan mereka).

Ternyata memang benar, undangan tersebut adalah undangan pernikahan dari teman saya Edit, yang surprisingly enough, sudah tidak bertemu dengan saya sejak lulus SMU alias sudah lebih dari 7 tahun yang lalu. Dulu teman-teman kita sering memanggil dia si Bodi, yang sampai saat ini sayapun tidak paham kenapa dia dipanggil dengan nickname itu. Pada masa SMU dulu, segala yang aneh-aneh itu rasanya sah-sah saja. Selama 7 tahun terakhir ini, media yang paling aktif menghubungkan kita semua hanyalah email dan Friendster, jadi yang namanya ceriwis-ceriwisan, ketawa-ketiwi nggak jelas seperti dulu, sudah lama benar tidak saya lakukan.

Sebetulnya, banyak dari teman-teman seangkatan saya yang sudah menikah, bahkan sudah beranak pinak. Tapi baru kali inilah saya berkesempatan untuk hadir di pesta pernikahan teman SMU seangkatan karena sebelumnya saya masih berada di negeri antah berantah. Jadi undangan ini saya anggap sebagai kesempatan untuk temu kangen dengan teman-teman lama.

Akhirnya saat yang dinantikan tiba (loh, kok kayak mau say I do aja....), begitu tiba di tempat pesta, saya hanya celingak celinguk saja, karena betul-betul bingung mau mulai dari mana. Tiba-tiba saya melihat sekelompok cewek-cewek sedang asyik ngobrol, dan dengan ciri khas ketawa yang nggak karuan, saya sudah duga, itu pasti sekelompok teman-teman SMU saya (beginilah typical anak-anak sekolah kami, baik di sekolah, di pasar, maupun di tempat pesta, gaya ngobrolnya tetap saja sama).

Kebanyakan dari teman-teman saya, masih saya kenal baik rupa dan namanya. Yang paling membuat grogi adalah saat saya lupa, sebetulnya siapa nama teman yang berdiri di depan saya. Tapi kemudian ingatan SMU menyeruak dan tiba-tiba sederet nama dan wajah-wajah remaja itu muncul kembali. Ternyata teman-teman saya sekarang sudah menjadi wanita yang sesungguhnya, dibalik gaun-gaun cantik dan penampilan dewasa, bukan lagi anak-anak edan dengan seragam rok panjang putih hijau kotak-kotak yang terkadang suka lupa kalau duduk di lantai pahanya beredar kemana-mana. Beberapa teman mengalami perubahan drastis. Yang dulu berkacamata dan terlihat seperti kutu buku, sudah menjelma menjadi seorang yang modis, ada yang dahulu jalannya sradak-sruduk seperti banteng mau menerjang matador, sekarang menjelma menjadi Putri Solo.

Banyak juga dari teman-teman saya yang sudah lupa sama saya. Begitu mereka mengingat kembali, kita semua langsung teriak-teriak kegirangan seperti anak kecil yang mendapatkan kado impian. Kebanyakan pembicaraan kita bukan lagi siapa cowok keren yang digossipin sama-sama, dan bukan juga guru-guru killer dan ulangan mendadak yang menyebalkan, melainkan, sudah kerja di mana, atau sedang sibuk apa sekarang ini. Walaupun topiknya sudah lebih sesuai dengan umur, tetapi tetap kehebohannnya masih mirip dengan masa SMU, ketawa ngakak nggak karuan, sampai lupa kalau sebenarnya masih banyak orang-orang lain di sana. Saking serunya, sampai jam 9 malam, beberapa dari kita sampai lupa makan. Padahal jam 9, makanan mulai diangkat. Jadi deh sebagian perutnya masih kosong, tapi pikirannya tetep happy.

Karena susahnya mencari waktu untuk ketemuan dan ngerumpi bareng, jadilah acara pesta perkawinan seperti ini cukup dinanti-nanti sebagai saat untuk berkumpul. Kitapun sudah mereka-reka, siapa yang akan menikah selanjutnya, bahkan sudah ada juga yang punya plan yang hampir pasti alias sudah book sana sini. Setiap kali teman ada yang menikah, saya suka jadi bertanya-tanya sendiri, kapan ya giliran saya? Yah, mungkin belum sekarang,tapi mudah-mudahan bisa dapat yang terbaik yang dikasih Tuhan, AMIN (Loh, kok malah jadi ngomongin diri sendiri sih ?...maklum, udah mulai quarter life crisis.. hehehe, tapi doakan loh....)

4 comments:

  1. wah neng leony uda 'mikir' ttg married yah?? hehe...ude..santai aja bu..khan mash muda ini..(eh bener khan msh muda?hihi...)

    ReplyDelete
  2. Hehehe, reuni ya Non...
    Pa kabar Non btw? It's been a while... Figurin out you're busy.
    Hopefully things are fine.
    Btw sering ketemu anak Madison ga Non?

    ReplyDelete
  3. --- quote
    Pada masa SMU dulu, segala yang aneh-aneh itu rasanya sah-sah saja.
    --- quote

    can't agree more. dulu pas udah keluar dari "sekolah tersebut" suka lupa kalo yang kita anggep "sah" belum tentu "sah" di mata orang laen. contohnya ya ketawanya itu....

    ReplyDelete
  4. gua doain cepet nyusul ya.. jangan lupa ngundang gua lhooo... :D

    ReplyDelete