Thursday, August 02, 2007

Sedikit Kenangan Masa SMU

Saat saya membongkar laci untuk membereskan kertas-kertas, say a menemukan selembar kertas yang dulu isinya saya bacakan saat hari pesta perpisahan SMU Santa Ursula angkatan tahun 2000. Saya masih ingat, malam itu saya pakai kebaya yang saya pinjam dari Oma saya. Tak terasa lebih dari 7 tahun berlalu setelah peristiwa itu, dan tak disangka, lembaran itu masih ada, utuh, masih putih seperti dulu. Buat yang ingin mengetahui sedikit kenangan saya di kelas 3 SMU, atau alumni yang ingin mengingat masa lalu, inilah sedikit yang bisa saya bagi.

Selamat malam Bapak, Ibu Guru, Suster, dan teman-teman yang terkasih,

Betapa bingungnya saya waktu saya ditugaskan untuk membuat kesan-kesan selama menjadi murid kelas 3 IPA 2, karena sesungguhnya, apa yang akan saya sampaikan ini, tidak banyak artinya dibandingkan berjuta pengalaman yang terlah saya dapatkan di kelas ini.

Kesan pertama adalah faktor yang sangat penting. Ketika pertama kali bertemu teman sekelas, yang ada dalam pikiran saya hanyalah, yah, mudah-mudahan saya bisa berteman baik dengan mereka semua. Tapi beberapa saat kemudian, terdengar langkah-langkah kaki yang khas milik seseorang. Seperti biasa, bila langkah itu terdengar, anak-anak akan spontan berbisik-bisik. “Tenang hey, Bu Dewi dateng!” Dan ternyata, memang Bu Dewi-lah wali kelas kami.

Kelas 3 IPA 2 bukanlah kelas yang ramai. Bahkan menurut guru-guru kelas , kami ini pasif, kalau ulangan nilainya paling jelek, kerjasamanya kurang, dan nggak toleran. Tapi semuanya itu kami terima dengan lapang dada diselipi sedikit rasa dongkol. Yah walau bagaimanapun kan kami sudah berusaha.Kelas 3 IPA 2 juga kelas yang cukup menyedihkan, karena kami terus menerus dioper-oper seperti bola, dari lorong yang satu ke lorong yang lain. Kami tahu, karena kelas kami anaknya manis-manis, jadinya diletakkan di tempat paling terpojok sekalipun, kami tetap menjadi murid yang tenang.

Kami ingat ketika itu kami pulang lebih pagi, dan kelas kami bersepakat untuk memakai kantong kresek hitam sebagai tas sekolah kami. Kami dengan siaga menunggu respon dari setiap guru yang masuk ke kelas. Dan ketika kami mengambil buku dari tas itu, terdengarlah suara yang menyesakkan tellinga namun begitu lucu bagi kami.

Pengalaman yang berkesan adalah waktu menyiapkan misa. Dari berbagai pendapat yang bertentangan, akhirnya kami bisa mempersiapkan misa dengan cukup baik. Bahkan kami bangga bahwa kami bisa menyelenggarakan misa yang sederhana tetapi indah. Kami memegang pesan dari wali kelas kami bahwa yang baik itu tidak harus mewah dan ikut-ikutan gaya orang lain. Kebanggaan kami yang lain adalah kami salah satu kelas yang tidah pernah lupa untuk mengambil dan mengembalikan sapu.

Tentang Bu Dewi, wali kelas kami yag termasyur itu, kami banyak sekali mendapat bimbingan yang berharga darinya selama jam wali kelas maupun saat pelajaran Matematika. Walaupun kami kadang kesal atas segala kebijakannya, kami tahu, apa yang beliau usahakan adalah yang terbaik bagi kami. Kesukaannya terhadap warna merah membuat foto kelas kami bila dilihat dari jauh mirip kue tart dengan buah cherry segar ditengahnya. Dan hal itu tentunya menambah kesan tersendiri.

Buku harian, adalah sarana yang menghubungkan antara kami dengan Bu Dewi. Dalam buku harian itu kami bisa menulis apa saja, suka dan duka kami tanpa rasa takut dan rahasia tetap terjamin. Terus terang, terkadang buku haran itu baru kami tulis jika Bu Dewi memintanya. Bahkan di antara kami banyak yang tidak menyerahkan buku harian sampai beliau kesal.

Disebut galak, memang Bu Dewi galak, tapi gebrakan-gebrakannya membuat kami semangat untuk berpacu, dan tidak mengenal kata putus asa. Pertemuan ami dalam jam pelajaran matematika yang terakhir sebelum Ebtanas, membuat beberapa di antara kami sempat menitikkan air mata.

Untuk Ibu Dewi dan seluruh guru-guru yang kami cintai, terimalah permintaan maaf kami dari kelas 3 IPA 2, juga ucapan terima kasih setulus-tulusnya dari lubuk hati kami yang paling dalam, karena tanpa anda semua, kami tidak akan pernah bisa menyongsong hasil ujian kami esok hati. Sekali lagi terima kasih dan selamat malam.

5 comments:

  1. huhu aku dulu juga 3IPA2. tapi untungnya sama bu lucia.
    tapi pernah, pas g osis ditugasin nge-razia kelas-kelas (soalnya kan kepsek nya baru ganti dan enggan me-razia).
    dan g langsung disuruh nge-razia 3IPA1 yang pas diajar Bu Dewi pas jam kita razia. iya, emang g dulu sering ditumbalin.
    dan pas kita masuk (ber3), bu dewi nge-razia kita aja dulu loh!! haha malu2in banget.
    untungnya, g satu2nya yang lolos.
    "rhea, kamu tunggu di pojok!!" gitu katanya.
    phew.
    bbrp taun lalu g sempet lho sms-an ama bu dewi.

    ReplyDelete
  2. oh elo dulu 3IPA2 toh non...

    bu dewi..wow..jd inget crita temen gw anak sanur yg d omelin gara2 bajunya kebuka sedikit...

    "hei, kamu..abis diperkosa ya???" "benerin bajunya..."

    asli kocak berat tanggepannya tu bu guru.hahaha

    bu dewi..itu ibu guru yg sangat terkenal sampe CC n PL hehe..

    ReplyDelete
  3. Hehehe.. gw dulu III A3y (thn 91 gw lulus, belum jamannya IPA/IPS).

    Tapiiii.. wali kelas gw pas di I-4... yaaa... the one and only: IBU Dra. SRI DEWI ;)

    Duuh.. senengnya baca tentang si ibu itu :)

    ReplyDelete
  4. leonyy .. pa kabar? hehehe ...

    ReplyDelete
  5. Iya iya.. saya maafkan ya..
    Jangan bandel bandel ya... :D

    ReplyDelete