Friday, May 04, 2007

Makan Gratis ala Kantor Indonesia

Waktu saya di kantor yang lama, berat badan saya naik drastis gara-gara keseringan makan malam di luar pada saat saya bekerja di luar kota . Namanya makan gratis, kalau kata temen-temen bilang sih mumpung ada yang bayar, marilah pesan yang paling wahid. Kalau perlu ditanyain ke waiter restaurantnya, menu yang paling top markotop itu yang mana. Menunya berkisar dari steak, lobster, pasta, pokoknya yang parah2 kalau dihitung kalorinya. Jadilah dalam waktu satu tahun, berat badan saya naik tak terkira, sampai saya tidak berani mengirim foto ke Jakarta saking gemuknya saya.

Di Indonesia sini keberadaannya lain. Karena intensitas kerja saya untuk keluar kota lumayan berkurang, jadilah saya lebih banyak menghabiskan waktu makan malam di rumah. Dan saya sudah pesankan ke mama untuk memasak yang lebih sehat dengan banyak sayuran dan mengurangi minyak. Intinya sekarang kalau makan malam, tidak ada masalah lagi dengan kelebihan makan. Tapi apakah itu benar ??

Pekerjaan saya yang sekarang, mengharuskan saya lebih banyak menghadiri rapat-rapat. Dalam sebulan, bisa ada lebih dari 5 rapat yang harus saya hadiri. Dan diantara rapat-rapat itu, terdapatlah rapat-rapat panjang yang bisa menghabiskan waktu lebih dari 10 jam. Yang namanya rapat itu, nggak mungkin dong kita hanya duduk manyun saja sambil melihat presentasi di layar. Kalau begitu adanya, kita pasti bakalan sukses tertidur pulas. Jadilah disediakan selingan yang cukup membantu kita untuk menaikkan kadar gula darah: Makanan!

Saya akan memberi contoh typical menu rapat sehari yang biasa saya dapatkan.

Pukul 10 pagi: biasanya bisa mendapatkan 3 jenis kue- kue (i.e. Kue pisang, kue sus, klepon, hunkue, lemper, risol, bolu gulung, sausage brood, macaroni panggang, etc).

Pukul 12 siang: menu makan siang. Selama ini yang dihidangkan cukup beragam, mulai dari Bakmi Gajah Mada, Paket Nasi Uduk Komplit, Bento Set, Paket Ayam Goreng Ny. Suharti, Paket Nasi Padang , etc.

Pukul 15 sore: menu snack sore, bisa berupa 3 jenis kue- kue seperti contoh di atas, ataupun snack yang lebih berat seperti pempek. Belum lagi kadang suka ada kacang asin, buah, etc.

Pukul 19 malam: menu makan malam. Mirip menu makan siang seperti contoh di atas. Kalau pas lagi nggak pesan, bisa makan di luar, variasi lah menunya restaurant yang dekat2 sini.

Nah, bayangkan saja saudara-saudariku, dalam keadaan yang selalu duduk di atas kursi sambil manteng layar projector, kita seperti sedang dikasih hidangan wisata kuliner yang datang bertubi-tubi. Kalau membayangkan jumlahnya, waduh, banyak banget kan ? Tapi anehnya, pada saat rapat itu, otak kita seperti nagih kalau mulut ini tidak mengunyah sesuatu. Kalau nggak ngunyah, rasanya bosen, dan makin nggak konsentrasi ngikutin rapat.

Dan dengan demikian, marilah kita tarik kesimpulan bersama-sama. Masalah itu tidak akan pernah hilang, hanya saya dialokasikan dalam bentuk lain… dalam hal ini, yang tadinya bermasalah di makan malam saja, berubah menjadi masalah di makan pagi, siang, sore, dan malam, dengan kadar yang sedikit lebih rendah di tiap waktunya, namun bila di jumlah, lebih tinggi daripada kadar sebelumnya.

Jadilah sekarang setiap hari, saya melihat timbangan dengan mata melotot setiap habis melihat angkanya. Nasib ya nasib…..

7 comments:

  1. Selamat datang di Indonesia lagi... Welcome yah

    ReplyDelete
  2. yaah, ujung-ujungnya jadi kayak lagu dangdut: ya nasib ya nasiiib, mengapa begini...?

    ReplyDelete
  3. Jujur aja aku baru aja nih nemu blog kamu dari Google.. Begitu aku menyempatkan membaca baru semenit saja.. I was stunned at how inspiring your writings are.. They're really good dan sometimes penuh haru juga.. Sebagai pelajar Indo di Ostrali tulisan2 kamu mengena banget lho... Keren.. dan kayaknya kamu salah satu blogger paling awet yah.. haha sejak tahun 2003 begitu.. Dari dulu aku selalu nggak bisa maintain a blog.. but yeah.. Good luck with everything ^^ and keep writing..

    ReplyDelete
  4. Ario - I'm gonna be in Indo forever, back for good already.

    Aria - Thanks for many comments that you left. Really appreciate everything.

    Pengamat - Thank you so much for your kind words. I'll keep writing kok :) I believe kita bisa mencurahkan isi hati lewat writing, dan melatih kreatifitas juga :) I have many friends in Australia. Kamu di kota apa ?

    ReplyDelete
  5. Wow do you?.. Aku di Perth hehe ^^

    ReplyDelete
  6. Jadilah sekarang setiap hari, saya melihat timbangan dengan mata melotot setiap habis melihat angkanya. Nasib ya nasib…..

    Besok2 ngeliatnya seminggu sekali aja, Leony, jadi ngga sering2 melotot, hihihi.. :D

    ReplyDelete
  7. Susah ya, dikasih makan...... komentar, kagak dikasih makan protes......

    ReplyDelete