Monday, August 28, 2006

Perfect Inside

Masih ingat postingan beberapa hari yang lalu kan ? Saat final project ballroom dancing, saya dibantu oleh teman baik saya Steven. Nah pas giliran projectnya dia, gantian saya bantu dia. Apakah projectnya itu ? Nonton aja di bawah ya. Sabar untuk yang pakai dial up, tunggu saja sampai downloadnya selesai, baru klik play. Lalu speakernya dikencengin dikit, soalnya lagunya enak hehehe.

Saya bantu dia mulai dari nyusun cerita, sampai kerja di lapangan. Saat itu Spring Break 2003. Biasanya kalau Spring Break itu anak anak pada jalan jalan ke luar kota, atau paling nggak santai santai menikmati liburan 1 minggu. Tapi saya malah bantuin dia sampai akhirnya sempet down dan frustasi. Maklum temen saya yang satu ini, sangat perfeksionis sekali orangnya. Satu adegan diulang berpuluh kali. Mana saya kan jadi juru make up, jadi kalau makeupnya melting karena kena lampu yang panasnya ngajubileh, saya harus re-apply makeupnya termasuk ke pemeran yang cowok. Belum lagi stressnya memilih kostum, properti (beli bahan buat gorden, lilin, bunga, lampu, lukisan, dkk), dan berbagai masalah internal lainnya. Waktu itu, kita kerja sampai malam, sampai kru semua kelaparan (kru yang dimaksud adalah temen-temen sendiri). Lalu mobil kita pada kena tiket semuanya karena parkir kelamaan. Akhirnya digantiin sih sama si Steven, tapi keselnya masih kerasa, sampai saya tuh nangis loh, kenapa kok liburan saya seminggu hilang begitu saja.

Begitu lihat hasilnya, saya seneng banget. Segala capeknya rasanya terbayarkan. Film ini dibuat secara professional, di atas pita 16mm. Lalu semua sound effect itu ditambahkan belakangan, termasuk suara nyengir, langkah sepatu, suara ketikan dan lain lain. Musiknya diarrange dan dinyanyikan oleh teman kita juga Ivonne yang saat itu sedang melanjutkan pendidikan di San Francisco. Bayangkan, semua file lagu dikirim secara elektronik, sampai akhirnya jadilah suatu film yang utuh. Ivonne sekarang adalah pelatih vokal dan pianist juga. Kemarin dia baru menang juara 1 kompetisi piano di Italia dan bakalan tampil di Carnegie Hall, NY. Hanya orang-orang yang keren banget yang bisa tampil di situ. Lalu murid vokalnya Ivonne di Jakarta tuh si Angga-nya Maliq and D'essential lalu si Imel putri Indonesia 2003.

Yang lebih menggembirakan lagi, film ini masuk nominasi Short Film-nya Wisconsin Film Festival 2004. Walaupun nggak menang, tapi banyak banget apresiasi yang berdatangan terutama banyak yang bilang filmnya sangat beautiful. Dan film ini juga yang membuat teman saya Steven yang majornya Computer Science, makin mantap untuk mengubah haluan menjadi sutradara. Steven sekarang menempuh pendidikan masternya di USC, sekolah sutradara yang sangat prestigious di Amerika. Sekolah ini juga yang menelurkan Steven Spielberg si sutradara legendaris itu. Bayangkan, setiap tahun ada ribuan orang yang mendaftar, dan hanya sekitar 50-75 orang yang keterima di fakultas penyutradaraan USC. Saya sendiri berharap, di masa yang akan datang, Steven yang satu ini juga bisa berprestasi seperti Steven Spielberg dan membawa nama Indonesia ke pentas dunia... Cieh cieh !

Enjoy the short movie !

Wednesday, August 23, 2006

Tiup Lilin Part II

Sudah tiga tahun terakhir saya tidak merayakan hari ulang tahun saya bersama dengan teman-teman. Ulang tahun terakhir yang saya rayakan dengan kumpul2 rame-rame adalah saat saya berusia 21 tahun. Saat itu saya masih bersekolah di Fall 2003 dan perayaan ulang tahun saya dirayakan sebulan kemudian karena menunggu teman2 yang balik dari luar kota untuk summer school. Acaranya kumpul2 barbeque dan diakhiri dengan lempar2an balon air hahhaha… Inget deh saat itu kita semua janjian untuk nimpuk teman kita Lesdi dengan balon air secara bersamaan tanpa sepengetahuan dia. Malam harinya sebelum acara, saya dikejutkan dengan kedatangan lebih dari 20 teman2, dan Oh iya, kalo yang kenal sama saya, barbeque ala Leony itu bukannya hotdog dan burger. Waktu itu menunya: Rib Eye Steak, Honey Teriyaki Chicken Breast, Bratwurst, Sate Ayam Bumbu Kacang, Ribs, Potato Salad, Spring Salad with Shrimp and balsamic vinegar dressing, ditutup dengan buah2an dan es pudding tahu. Wahahahahaha….. Maaf kalau saya ngomongin makanan, kayaknya nggak habis-habis. Saya demen banget kalo organizing acara yang ada hubungannya dengan makanan. Makanya saya ngga bisa kurus sampai sekarang, tetep montok selalu (percaya nggak tangan saya masih ada bolong2nya kayak bayi ??).

Tahun 2004, adalah saat saya terakhir pulang ke Indonesia untuk liburan. Itulah ulang tahun terakhir yang saya rayakan bersama dengan keluarga. Saat mama saya nanya mau makan apa yang special untuk ulang tahun saya, saya minta bakmi Gang Kelinci. Nggak usah yang special, cukup mi baksonya saja. Saya sekeluarga ditambah oom, tante, dan sepupu saya menikmati bakmi Gang Kelinci yang sampai sekarang rasanya masih keinget2 di pikiran (di pikiran aja loh…hiks sedih ya). Tahun 2005, saya masih adaptasi dengan kehidupan di kota yang baru, termasuk dengan kerjaan saya. Saya inget banget waktu itu dirayainnya dengan mantan pacar. Sebelnya, dia itu janji mau dinner bareng saya. Ternyata dia baru datang jam 9 malam di saat saya mulai kelaparan sampai mau pingsan. Alasannya: nunggu teman2 lain ngumpul untuk surprise-in saya. Padahal saya nggak minta juga disurprise-in. Yang ada saya kesel minta ampun karena menahan lapar (karena saya pikir mau makan besar malamnya, jadi saya nggak makan siang yang cukup). Akhirnya dia masakin saya filet mignon. Bayangin deh udah kelaperan banget, masih harus nunggu dia masak dulu. Jam 10 kali kita baru makan... basi banget hahahahaha…

Tahun ini, saya ingin membuat sesuatu yang lebih special. Banyak sekali hal hal yang harus saya syukuri. Kerjaan saya baik dan lancar (walaupun masih kayak romusha), keluarga saya sehat dan happy, dan masih banyak lagi yang Tuhan kasih buat saya yang nggak bisa saya sebutkan satu persatu. Makanya, jauh jauh hari, saya sudah merencanakan syukuran kecil kecilan ini. Saya mengundang beberapa teman, mulai yang dari Milwaukee, Madison, sampai Minnesota. Acaranya adalah brunch di Lake Park Bistro yang terkenal dengan French Country cookingnya hari Minggu, 20 Agustus lalu. Menunya saya sudah pilih2 dari beberapa waktu lalu. Tiap orang dapat 1 first course, 1 second course, dan 1 dessert. Pilihan minumannya ada orange juice, champagne, atau mimosa.

L'APPETIZERS

SAUMON FUMÉ DE L'ATLANTIQUE
Cold-smoked Atlantic salmon marinated in extra virgin olive oil and lemon with a tomato-cucumber salad and toasted brioche.

CREVETTES GRILLEES A LA SAUCE DE CRUSTACES
Gulf shrimp marinated in olive oil, garlic, and black pepper with sautéed spinach and roasted tomato with sweet herbs over toasted baguette in a shellfish sauce.

HUITRES POCHEES AU CHAMPAGNE
Champagne poached west coast oysters with wilted spinach, Champagne cream, and American caviar.

LES ENTREES

OEUF POCHES AU JAMBON ET SAUCE HOLLANDAISE
Traditional eggs Benedict with cured ham, toasted crumpets, and Hollandaise sauce.

PAIN PERDUE AU GAUFRES AVEC FRUITYS EN COMPOTEA
Belgian Waffle or Brioche French toast with an assortment of fruit compotes, maple-rum syrup, and vanilla cream, and bacon

MILLEFUEILLE D'OEUFS SUR LE PLAT
Flaky pastry filled with scrambled eggs, spinach, and Basque-style stewed peppers.

SALADE DE POULET GRILLE
Marinated and grilled chicken breast with a salad of romaine lettuce, bacon croutons and Meaux mustard dressing.

LES DESSERTS

CREPES SUZETTE
Sweet crepes filled with orange custard and finished with Grand Marnier and navel oranges.

PRALINE CROQUANT ET MOUSSE AU CHOCOLAT GUANAJA
Crunchy praline and Valhrona chocolate mousse with saffron anglaise and mint ice cream.
ASSORTIMANT DE SORBETS DE FRUITS
An assortment of housemade fruit sorbets with a tuille cookie.

Hari itu, ada 23 orang yang hadir dari 24 yang sudah reservasi. Temen saya ada yang ketiduran karena jaga malam di rumah sakit. Jadi deh ketinggalan makan enak hihihi. Pas mereka datang, di depan kursi masing-masing sudah tertulis menunya dan dikasih bonus tulisan "Happy Birthday, Leony" oleh sang manager restaurant. Sayangnya menu oyster terpaksa harus dihapus karena kata managernya, pagi itu oyster yang tiba kurang baik kualitasnya. Acara berjalan dengan menyenangkan dan lancar, apalagi kedatangan teman2 dari luar kota yang sudah lama tidak ketemu, membuat semuanya menjadi lebih indah.

Pas dessert dikeluarkan, di atas chocolate mousse saya sudah ada lilin menyala. Kontan semua orang menyanyi, termasuk ada meja lain yang ikutan nimbrung. Yang ada, pas mau tiup lilin, saya jadi ketawa tawa.

Betul-betul acara ultah saya kali ini rasanya sangat berkesan. Kudos untuk teman2 saya dari Minnesota yang menyetir 6 jam dan teman2 dari Madison yang menyetir 1.5 jam untuk hadir ke acara ini. Belum lagi kado2nya yang sangat menarik dari teman-teman (anehnya semuanya kok bisa berhubungan sama dapur ya ? Tapi saya seneng banget pas bukain kado2nya).

PS: Saya tadi coba upload foto nggak bisa bisa... kenapa ya blogger ?

Sunday, August 20, 2006

Demam Ngedance

Gara-gara di televisi banyak acara reality show bertajuk dansa seperti "Dancing with The Stars" dan "So You Think You Can Dance", memori saya serasa seperti distimulasi. Saat semua acara televisi itu belum eksis, saya kembali menelusuri kenangan lama. Dulu saya pernah bercerita sedikit pengalaman saya berdansa ria. Dan di postingan kali ini, sedikit saya jelaskan bagaimana saya "terjerumus" ke dalam lembah perdansaan di semester pertama saya di Madison.

Umumnya tahun ajaran itu dimulai setiap fall semester alias bulan September. Tapi karena satu dan lain hal, saya baru bisa masuk sekolah spring semester alias Januari 2001. Saat saya masuk, semua anak yang sudah mulai dari fall tahun sebelumnya sudah memilih kelas kelas yang akan mereka ambil di semester spring. Sementara, saya sebagai pendatang baru hanya mendapatkan sisa sisa saja karena umumnya kelas kelas yang saya inginkan sudah penuh. Karena biaya 12 - 18 kredit itu sama, saya bertekad paling tidak mengambil 16 kredit. Akhirnya setelah 15 credit terpenuhi, pilihan saya jatuh kepada kelas Ballroom Dancing I, 1 kredit, dan jadualnya pas supaya genaplah target 16 credit. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi sama sekali karena boro2 saya bisa dansa, bodi saya kayak kingkong gitu loh !

Dengan ekspektasi nol, saya masuk kelas ballroom dancing I. Saya masih ingat, pertama kali diajarin basic foxtrot. Ampun, mana saya orang asing, lalu kita harus gonta ganti partner sendiri. Kalo udah kenal sih mending. Ini harus kenalan dulu..haha hihi..basa basi, habis gitu dansa barengan deh. Lama lama, kok saya jadi jatuh hati, sampai saya ikutan klub dansanya, dan rutin datang setiap akhir pekan untuk latihan. Si kingkong sekarang sudah jadi lebih luwes, walaupun tidak seluwes pemain sendratari Ramayana. Dan beneran, saya fell in love! Rata2 gerakan basic sudah hampir dikuasai, seperti rhumba, chacha, swing, foxtrot, samba, waltz, dan samba.

Dua semester selanjutnya saya lewati tanpa kelas ballroom dancing karena jadualnya nggak cocok. Rasanya sedih juga, dan kangen untuk balik lagi. Akhirnya Fall 2002 saya balik lagi, kali ini untuk kelas ballroom dancing II. Itulah kelas ballroom dancing level terakhir yang ditawarkan. Badan saya sudah kaku kaku semua, dan saya seperti harus mengulang dari awal lagi. Mana di kelas ada yang betul2 menintimidasi. Masak presidennya ballroom dancing club ada di kelas itu, padahal dia jagonya bukan main. Dengar2 dia sudah ambil kelas itu 3 kali (maksimum boleh 3 kali), demi mendapatkan nilai A gratisan. Selain itu, dia nggak pernah mau ganti partner, selalu saya dengan satu cewek yang notbene adalah wakil presiden clubnya. Kalau dia disuruh ganti partner oleh gurunya, tampangnya kayak tersiksa gitu.

Sampai akhirnya di final project. Kita kekurangan partner cowok, karena kelas dance ini mayoritas isinya cewek. Guru kita sampai ngasih ijin untuk ambil partner dari luar karena kekurangan sumberdaya laki-laki. Tinggal saya dan temen saya Liz, bengong nggak tau mau ngapain. Tadinya kita nekad mau dance berdua, tapi nggak seru banget kita dua duanya cewek. Akhirnya kita putar otak, dan si Liz ingat kalau temen SMAnya ada yang jago swing, namanya Kevin. Dan si Liz bilang saya harus cari partner juga supaya kita bisa jadi team. Akhirnya, sahabat saya Steven, orang Indonesia yang majornya computer science, nggak pernah dansa sama sekali, saya paksa untuk ikut latihan ! Setelah latihan 3 kali (bayangin, ngajarin orang dari 0 dalam 3 kali latihan), tibalah hari show kita.

Dansa kita adalah west coast swing, dengan lagu We Go Together dari film Grease. Kombinasi gerakannya adalah swing, charleston, dan jive. Semuanya kita karang2 dan koreografikan sendiri. Habis performance itu, kita betul2 gemetaran. Gerakan pun sebetulnya ada yang kacau. Cuma begitu tanya yang nonton, katanya mereka nggak tau hahahaha...

Akhir semester, nilai saya keluar dan ternyata dapet A loh!! Dan yang membuat saya tambah bangga lagi, karena saya merasa kalau I earned it ! Mulai dari nggak bisa apa apa menjadi bisa, adalah hal yang sangat menyenangkan. Dan kalau saya sudah jago seperti si presiden club di atas tadi, nilai A yang dia dapat kok basi banget deh ah !

Dan apa yang terjadi dengan teman saya si Steven ? Ternyata dia seneng juga sama ballroom dancing ! Nah, kapan kapan, saya ceritakan, gimana saya gantian membantu Steven dalam projectnya. Project apa itu ? Yang pasti bukan ballroom dancing sih. Tunggu aja ya.

Friday, August 18, 2006

Si Kucel Tiup Lilin

15 Agustus 2006

Malam itu, saya baru sampai di rumah lumayan terlambat gara gara saya harus ke UPS mengambil paket yang sebetulnya sudah diantar siang itu, tapi saya tidak ada di rumah. Kemudian saya juga mampir di supermarket untuk beli bahan2 membuat cupcakes, karena teman2 di kantor yang tau kalau saya ulang tahun sudah menagih treats untuk besok. Kira-kira pukul 11 malam, saya baru saya menghias 3 cupcakes tiba tiba... Treetttt treeettt... bel apartemen saya berbunyi. Pas saya buka: JRENG... segerombolan anak-anak nyanyi Happy Birthday dengan meriah sambil bawa kue yang dihiasi sparkling candles !

Yang terjadi, bukannya saya buka pintu tambah lebar, tapi malah pintu saya tutup lagi saking kagetnya. Maklumlah, usia saya kan nggak gitu cocok lagi untuk disurprisein ! Udah 24 gile....bukan 21 lagi. Sadar kalau pintu saya tutup, saya kembali buka pintunya... lagu Happy Birthday kembali berlanjut, dan selusin teman2 mulai masuk satu persatu ke apartemen saya yang berantakannya minta ampun. Dapur berantakan karena lagi bikin kue, meja makan kacau balau penuh dengan cupcakes, frosting, dan kantong2 plastik belanjaan, di lantai ada kardus besar yang berisi paket yang saya ambil dari UPS, lalu koper saya dari Chicago belum sempat saya bereskan. Tapi yang paling parah adalah, saya betul2 dalam keadaan kucel luar biasa, cuma pakai tanktop dan celana pendek ala Bali dan rambut awut2an ala kadarnya.

Loh loh loh...tunggu dulu... ini kan baru tanggal 15 Agustus !! Padahal ulang tahun saya tuh tanggal 16 !! Teman-teman saya langsung bilang: "Udah udah... tanggal 16 waktu Indonesia !" Duh, untung saya lahirnya pukul 10:30 pagi waktu Indonesia jadi sebenernya pas banget. Tiup lilinnya, Non ! Masih sambil memegang piping bag dan mulut monyong, saya tiup lilin..... fiuhhhh.... (yang ternyata nggak mati2...Siapa sih tuh yang beli lilinya, kurang ajar hahahaha)...


Kuenya adalah kue eskrim coklat. Pas giliran motong kue, itu pisaunya hampir kalah saking kerasnya itu kue. Habis gitu, kuenya dibagi bagi deh. Kesian temen saya yang motongin kuenya satu satu, saya yakin tangannya dia bakalan gede sebelah. Sebetulnya saya dibawain Smirnoff Wild Grape satu botol. Tapi karena saya mau kerja besoknya, ditunda dulu yah minumnya hehehe...

Malam itu, ucapan selamat mulai berdatangan, dari Mama, Adek, Oom, Tante, family yang lain dan juga teman teman. Mulai dari lewat telepon, SMS, email, dan messenger lainnya. Pukul 2 pagi, akhirnya saya blek tidur dan langsung pulas kecapekan.

16 Agustus 2006

Yay... hari ini saya resmi berumur dua lusin. Pagi-pagi saya sudah bawa cupcakesnya untuk dibagi2 ke teman2 kantor. Saya langsung taruh di dapur dan saya tempelkan tulisan "It's my Birthday, please grab a cupcake!" Sengaja saya nggak tulis nama, biar nggak repot dicari-cari teman untuk ngucapin selamat ultah. Jadi basically hampir semuanya yang makan kue nggak tau siapa yang ulang tahun kecuali teman2 dekat saya. Begitu buka email dan blog, seneng banget karena banyak ucapan berdatangan. Masih ada yang kirim via SMS juga... saya jadi merasa seperti anak anak lagi yang kegirangan.

Hari itu saya sudah bawa mie loh. Katanya makan mie itu kan sudah tradisi supaya umurnya panjang. Siang itu saya ada meeting dengan bos, eh saya dipaksa untuk makan bareng dengan team saya... padahal saya udah bilang kalau saya bawa mie. Bos saya bilang, nggak boleh nolak rejeki kalau ditraktir, dan makan mienya malam aja katanya. Jadi deh siang itu saya nggak makan mie, dan mienya saya taruh di kulkas kantor. Sebelnya, sore-sore pas pulang kantor, mienya lupa saya bawa pulang...duh bodoh banget sih ! Jadi deh saya di hari ultah nggak makan mie. Untung kemarin malamnya sebelum ambil paket sudah makan mie (di Indo kan sudah tanggal 16 hihihi...).

Highlight of the evening: kira kira pukul 10 malam, di account myspace saya ada ucapan selamat dari... JRENG ! Jake Shimabukuro ! Tulisannya:

"Just droppin' by to say Happy Birthday !!! Have a great year ! Aloha - Jake. How come no cupcakes for me ?"

Huahahhahaha.... Saya sih ngga tau yang nulis itu dia, atau managernya, atau siapanya. Tapi yang pasti lucu banget sampai perhatiin kalo gambar cupcakes yang saya taruh di account myspace itu untuk ultah saya.

Buat teman2, makasih ya buat segala ucapannya. Semoga semua yang diucapkan dan didoakan bisa tercapai... (ngomong2, Mbak Tiwi ngucapin supaya banyak2 pacar...wadoh..berabe atuh...jangan kebanyakan pacaran...nanti kapan kawinnya ?).

Wednesday, August 16, 2006

24 Cupcakes for My 24th Birthday

Chocolate fudge cupcakes

Cream cheese and vanilla frosting with a touch of rum

Orange and cherry on top


MAK, AYE TAMBAH TUA MAAAKKKK !!

Cerita ulang tahun menyusul...

Tuesday, August 15, 2006

Aneh Binti Ajaib

Sehabis saya posting foto saya dengan Jake Shimabukuro, banyak banget komen2 yang menurut saya cukup aneh tapi nyata. Ini ada beberapa komen yang saya dapatkan dari temen2 saya, para bloggers, bahkan keluarga sendiri.

1. Ih kalian kok mirip sih ? -> komen paling banyak berdatangan.

2. Wah, kamu minta nomor teleponnya nggak ?

3. Loh kok bajunya samaan garis-garis ?

4. Kalian kayaknya jodoh deh.

5. Kamu udah tulis2 surat belum ke dia ?

6. Kak, kalo dia naksir kakak, gimana ?

7. Itu si Jake umurnya brapa yah ? Kalo nggak beda jauh boleh juga tuh.

8. Si Jake ganteng juga yah.

9. Kok kamu masih gendut sih ? -> yang ini jelas komen dari siapa...

Teman2ku sayang, saya ini cuman penggemar belakaaaa... salah satu dari ribuan groupiesnya si Jake. Asli deh, nggak ada mirip2nya muka saya sama dia. Dia itu ceking, saya itu gendut. Dia itu jago banget main musik, saya hanya bengong nonton. Dia sibuk keliling dunia, saya sibuk ngurusin kertas numpuk di depan mata. Misalnya saya ngefans berat sama dia pun, mana mau dia kasih nomor telepon ? Bisa bisa saya dituduh jadi stalker. Boro2 orang sehebat dia perhatiin fan sebiji kayak saya ini. Buat saya, bisa nonton shownya ajah udah beruntung banget.

Mengagumi boleh kan ?? Hidup groupies !

Friday, August 11, 2006

Memenuhi Janji

Nih.... buat yang penasaran nungguin postingan foto saya satu2nya bersama si Jake Shimabukuro, diambil dengan camera phone... kesiaaannn banget deh batere digicam kok bisa abis pas sebelum foto sama dia. Itu di tangan saya ada sampul CD dan poster yang dia tandatanganin... :) Maaf lama soalnya saya baru kembali lagi dari Chicago.

Pardon my round and fat face hahahahaha.... brantakan pula itu rambut gara2 lari2an hampir telat dan susah nyari parkir di Chicago...



Ngomong2, pas di komen Irwan dan Diyan minta sample...sample lagunya ya maksudnya ? Wah.. saya nggak berani upload dari CD saya, takut ngelanggar copyright. Tapi itu kan videonya di bawah ada tuh yang dari Youtube. Kalo di albumnya kentel banget unsur jazznya karena kan ada pengiringnya. Kalau masih penasaran, kayaknya di websitenya www.jakeshimabukuro.com bisa denger deh.

Monday, August 07, 2006

Masih Soal Jake Shimabukuro

Ahhhh.... So far saya masih excited banget. Nggak tau kenapa masih terngiang2 di telinga nih suara ukulelenya... nggak beres nggak beres... Kenapa ya buat saya cowok yang masih muda tapi jago main musiknya jadi nilai plus plus plus buat saya. Apalagi yang main musiknya sakti banget kayak si Jake ini.

Udah gitu bener2 low profile banget.... mau gitu nerimain orang satu satu untuk foto bareng dia. Dan dia nggak duduk di meja loh. Berdiri, nyapa kita satu satu giliran. Artis Indonesia mau nggak ya kayak gitu ?



Pictures from his official website: www.jakeshimabukuro.com

MS Bike Dam Volunteer dan Jake Shimabukuro

Weekend ini... happy happy happy !!!

Happy pertama: Sabtu, 5 Agustus 2006

Tak seperti biasa, hari itu saya bangun pagi pagi sekali. Pukul 6 tepatnya, karena hari itu saya dan teman-teman akan menjadi sukarelawan di rest stop pertama untuk MS Bike Dam Tour 2006. MS Bike Dam Tour adalah acara tahunan yang diikuti oleh sekitar 1400-an pembalap sepeda, mulai dari yang professional sampai yang amatir sepanjang 150 mil (sekitar 240 km) selama 2 hari. Hasil dari uang pendaftaran dan sumbangan acara ini di donasikan sepenuhnya untuk Multiple Sclerosis Foundation. MS itu adalah penyakit dimana penderitanya akan kehilangan saraf rasa dan koordinasi. Pandangan mata bisa menjadi kabur, saraf2 menjadi mengecil dan akhirnya betul betul tidak bisa merasakan apa apa lagi. Sedihnya, sampai saat ini MS belum ditemukan obatnya, dan penderitanya sebagian besar adalah wanita.

Saya dan teman teman sebanyak 15 orang membuka pos pertama di daerah Merton, WI. Saya memotong ada mungkin 300 buah jeruk yang saya harus bagi 4. Belum lagi membelah dua ratusan pisang. Beberapa teman juga ada yang membelah bagel dan menyiapkan Squincher (semacam gatorade) menuangkan air di cup cup kecil, menata cereal bar dan lain lain. Mulai kira kira pukul 8.30-an, para pengendara sepeda mulai memasuki pos kami. Setelah itu...kalap luar biasa..betul betul penuh..bayangkan lebih dari 1000 orang mengantri untuk ambil makanan. Pisang habis dalam waktu kurang dari 1/2 jam. Penonton banyak yang kecewa deh... Lalu saya juga membagi bagikan air untuk dituang ke dalam botol para peserta. Tangan saya rasanya sampai berotot karena saya menenteng jug galonan lalu menuangkannya ke botol botol. Pokoknya seru banget, apalagi bisa ketemu dengan berbagai macam orang, mulai dari anak muda, sampai kakek kakek dengans semangat tinggi luar biasa.

Kejadian menarik pertama, saya dan teman2 membuat taruhan 1 dollar, pukul berapa pesepeda terakhir akan meninggalkan pos kita. Jadi karena ada 15 orang, pemenangnya akan dapat 15 dolar. Siapa yang waktunya paling dekat, dialah pemenangnya. Teman saya akhirnya menang dengan menebak waktu 10:37 AM. Tepat banget. Saya pun gigit jari karena saya menebak 10:22 AM. Kejadian menarik kedua adalah, kita melihat ada cewek terkapar di taman. Setelah kita cek, ternyata cewek itu lagi hamil 7 bulan dan tetap nekad untuk ikutan balap sepeda. Akhirnya dia lemas dan kita harus memanggil paramedik. Memang gile... bukan cuma nggak sayang diri sendiri, tapi juga nggak sayang bayinya tuh ibu. Pulang dari bantu2 reststop, saya ngantuk berat, dan akhirnya bobo siang 2.5 jam. Lumayannnn...

Happy kedua: Minggu, 6 Agustus 2006.

Saya sudah menunggu2 banget hari ini dari sejak sebulan yang lalu. Jake Shimabukuro, the best ukulele player in the world bakalan ada mini concert di Borders Bookstore, Chicago Uptown at 3PM !! Kebetulan banget hari ini saya harus berangkat untuk training di Chicago, pas banget banget deh. Jadi tadi saya sampai di Borders pukul 2.45, ternyata sudah lumayan ramai, jadi saya nggak dapat tempat duduk yang memang jumlahnya terbatas. Jake ternyata imut, lucu, dan ramah banget. Tepat pukul 3, dia mulai memainkan jari2 lincahnya. Saya langsung bengong, nggak bisa berkata kata. Semua orang sibuk mengabadikan Jake yang sakti banget main ukulelenya. Lalu saya juga mengeluarkan kamera saya, dan ternyata: BATERENYA HABISSS !!! Keselnya minta ampun. Tapi on the other hand, saya jadi bener2 enjoy nontonnya dan nggak mikirin kamera. Pas lagu ke 4, dia memainkan lagu favorit saya While my Guitar Gently Weeps (by George Harrison). Nih, saya sisipkan lagu itu (dari YouTube).




Tepuk tangan kembali bergemuruh... Bagus banget dehhh luar biasaaa. Jake hanya main 5 lagu total. Ya namanya juga mini konser, free pula hehehe. (Hari sebelumnya, Jake konser bareng sama Jimmy Buffet). Setelah mini konsernya selesai, Jake istirahat sebentar, dan saya langsung lari ke lantai 1 untuk beli CDnya. Dan habis itu, ngantri dong untuk minta tanda tangannya Jake. Setelah setia mengantri, akhirnya saya bisa ketemu langsung, ngobrol sedikit, minta tanda tangan, dan foto bareng. Dia tulis "To Leony, Jake Shimabukuro" di sampul dalam CDnya. Lalu dia juga tanda tangan posternya. Udah gitu, pas mau foto bareng, dia akrab banget, langsung peluk bahu. Sayang terpaksa pakai camera phone jadi kualitasnya ngga bagus. Saya lupa bawa cable untuk upload fotonya ke komputer. Tapi nanti kalo sudah diupload, saya akan coba pasang di blog.

Sekarang saya sudah di hotel di Chicago, nggak sabar untuk bagi2 cerita my lovely weekend ! Happy Happy Happy !

Friday, August 04, 2006

Ngikutin Trend

Hari Rabu pagi, saat saya datang ke client, tiba tiba senior saya senyum-senyum sendiri. Lalu dia nanya, "Leony, kamu hari ini pakai baju oranye gara2 habis baca USA Today ya ?" Dalam hati saya, kok pake baju karena baca koran ? Ternyata di USA today hari Rabu itu, oranye atau orange atau jingga..or whatever you wanna say it adalah trend warna tahun ini. Wih..padahal saya punya kemeja oranye gonjreng itu sudah dari 5 tahun yang lalu loh. Beli di Sogo Jakarta, lagi sale pula, harganya kalau nggak salah Rp. 145 ribu saja.

Lalu hari ini, saya masuk ke kantor lagi, lalu senior saya kembali senyum-senyum ke saya. Lalu dia bilang, "Leony, kenapa kamu kok selalu selangkah lebih maju ya ?" Saya jadi tambah bingung apanya yang selangkah lebih maju ? Apakah karena saya suka jalan nyeruduk jadi selangkah lebih maju ? Ternyata lagi, di USA today hari ini, heavy bangs atau pony tebal belah samping adalah trend tahun ini juga. Padahal saya sudah punya heavy bangs ini sejak 2 bulan lalu saat saya potong rambut di Chicago. Itupun bukan karena saya kepingin ikutan trend, tapi karena hairstylist langganan saya bilang kalau poni ini akan membuat wajah saya kelihatan lebih panjang (dan jidat saya jadi jerawatan... hahahaha.. nggak ding, dia kagak bilang gitu kok). Saya sih, atas petunjuk si penata rambut ganjen itu setuju2 saja, pokoknya nggak botak! Dan kayaknya, di Indonesia, model ini sudah dari tahun lalu jadi trend.

Apakah karena saya hidup di state yang umumnya berisi leher merah ya sehingga mereka tidak peduli dengan gaya ? Terus terang, saat saya awal masuk kerja dulu, saya suka nggak enak sendiri karena saya berusaha untuk selalu rapih, sementara temen2 kantor saya sangat casual kecuali kalau client kita menghendaki business professional attire. Akhirnya, saya jadi ikutan kayak mereka, santai, lancai kalau ke kantor. Kadang rambutpun acakadul asal ikat saja. Ujung2nya saya kok jadi bingung sendiri kenapa saya sangat lancai luar biasa, dan akhirnya saya bertobat dan kembali ke jalan yang benar dalam berbusana.

Keadaan ini mungkin sangat berbeda sekali dengan di Indonesia. Setau saya, di Indonesia terutama anak2 mudanya sangat pakem pengetahuannya tentang trend terbaru. Kadang tidak cocokpun diembat. Misalnya rok mini dan legging lagi trend, semua orang pakai itu sampai nggak mikir kalau dirinya berbodi pendek dan berpaha besar, sehingga bukannya terlihat seksi, tetapi malah terlihat seperti bola berkostum. Lalu celana jeans straight lowcut juga meraja lela. Padahal celana itu hanya cocok untuk dipakai orang kurus dan berperut rata. Tapi kok saya lihat banyak yang lemaknya mengalir2 di atas lipatan celana tapi masih tetap PD.

Banyak yang bilang, "Ah bodi bodi gue kok, terserah gue asal gue merasa nyaman !" Dulu saya sempat loh punya pikiran seperti itu. Apalagi di Amerika sini, nenek2 saja pakai bikini kok. Cuma di dunia ini kan ada juga yang disebut dengan toleransi. Bukan cuma mata kita yang ngelihat badan sendiri di cermin, tapi juga orang lain yang ada di sekeliling kita. Kalau kita berpakaian yang pas dan pantas, bukan cuma kita yang senang, tapi orang lain yang melihat kita juga ikut happy, ikut tersenyum, bahkan mungkin bilang, "Duh, cara pakaiannya OK banget ya !" Dan kita juga musti ingat, cara berpakaian itu sangat berpengaruh terhadap pandangan orang soal diri kita. Di dunia kerja, para karyawan adalah pembawa citra perusahaan, dan kalau kita belum bekerja, anak adalah pembawa nama keluarga. Bayangin aja kalau si anak remaja pakai celana pendek superketat, tanktop menampilkan belahan dada, ditambah lagi sendal tebal 10cm, pasti yang orang bilang adalah, " Ampun, apa itu emaknya nggak ngajarin anaknya untuk pakai pakaian yang sopan ?" Makanya, nggak salah banget kan buat jaga penampilan, dan nggak sembarangan ngikutin trend kalau memang nggak cocok.

PS: Soal cerita nenek2 berbikini itu... waktu itu saya lagi beli sandwich di salah satu toko subs di kota kecil di Wisconsin. Cuaca hari itu memang panas banget, 98F atau hampir 40C. Tiba tiba dibelakang saya, ada nenek nenek, turun dari motor Harley, cuma pakai celana pendek seksi dan bikini. Asli loh nenek2 !! bodinya udah keriput semua...dadanya juga udah turun bowww... Mungkin kalo kakek2 umur 70 liat bakalan dibilang seksi, tapi pas saya ngelihat, mata saya langsung berkunang kunang (saya pikir pemandangan itu karena saya pingsan sebab cuaca panas... ternyata asli lhooo.... Oh Amerika..).