Sunday, July 30, 2006

Brewerssss !!!

Kali pertama saya nonton baseball di dalam suite. Katanya manager saya sih, status saya sudah cukup untuk bergabung bersama para atasan dan client untuk sama-sama menikmati pertandingan di dalam suite ber-AC dengan makanan yang melimpah ruah hihihi... (dan minuman juga dong... mana bisa orang Amerika hidup tanpa wine dan beer). Seperti biasa saya masih setia dengan air putih.. rekor hari ini 4 botol. Dan saya jadi mabuk air dibuatnya.

Hari ini suhu mencapai 95 derajat Farenheit, atau sekitar 35 derajat Celcius. 35 derajat Celcius di sini jauh lebih panas dibandingkan dengan di Jakarta karena udaranya bersih, sehingga sinar matahari tidak tertahan oleh polusi. Bisa dibayangkan, betapa panas dan lengketnya seandainya kami mengikuti pertandingan dari luar. Pertandingan dimulai pukul 6.05 PM, Milwaukee Brewers melawan Cincinnati Reds. Pukul 5.25 sebetulnya saya sudah sampai di stadium, tetapi mencari parkir susahnya bukan main. Bayar dulu di depan, tapi ternyata tempat parkir yang saya dapatkan kira kira 2 km jauhnya dari stadium. Saya sempat takut juga karena saya sendirian dan saya tidak tau kemana jalan untuk menuju stadium. Dan anehnya, dari 20,000 mobil yang parkir di situ, tiba2 saya melihat co-worker saya lagi parkir tepat di belakang saya. Kita berdua berteriak kegirangan karena bakalan ada teman untuk jalan bareng ke stadium dan jalan balik ke tempat parkir malam nanti. Cuaca panas itu membuat kami jadi berjalan cepat2 dan untunglah untuk masuk ke stadium, kami tidak perlu lewat pintu biasa karena kami mendapatkan tiket suite.

Begitu kami sampai, semua orang sudah berkumpul, dan team kami Milwaukee Brewers sudah ketinggalan 1-0. Yang pertama saya tuju adalah: Makanan !! Laper soalnya. Gile, hanya untuk 24 orang, appetizernya adalah: bruschetta, egg roll, chicken tenders, quessadilla, taco dip, spinach and artichoke dip, dan mozzarella sticks. Lalu makanan utamanya ada pasta salad, cheeseburger, chicken sandwich, bratwurst, lengkap dengan semua condimentnya. Saya dan teman2pun kekenyangan makan, apalagi di dalam suite ada sofa, kami jadi sambil duduk dan kongkow2. Di coffee table juga sudah tersedia cookie, brownie, and fudge bar. Eh ternyata, setelah kami kekenyangan makan, ternyata kami sudah mengorder dessert cart. Setiap orang boleh memilih dessert yang kita mau, pilihannya adalah: pecan pie, snickers pie, dutch chocolate cake, chocolate cup with strawberry, cheesecake, godiva white chocolate liquor, baileys, fruit pie, raspberry chocolate mouse, jelly beans....dan ngga tau lagi yang lainnya, sampai saya bengong. Saya memilih snickers pie yang rasanya...YUMMY bangettt...

Saya sendiri bukan penggemar baseball, jadi saya tidak terlalu memperhatikan pertandingannya. Pokoknya kalo homerun ya saya tepuk tangan. Yang saya paling tunggu2 adalah sausage race. Sausage race ini adalah hiburan yang paling dinanti oleh seluruh penonton di stadium. Ada 4 jenis sausage lucu yang berlomba yaitu Bratwurst (Germany), Polish Sausage (Poland), Italian Sausage (Italy), dan Hotdog (America). Penampilan mereka biasanya pada inning ke 4. Serunya adalah, dengan baju2 lucu itu, mereka mencoba lomba lari...lucu banget deh pokoknya. Tahun ini, untuk menghormati kontribusi dari pemain2 Amerika Latin, Brewers menambah 1 lagi jenis Sausage yaitu Chorizo alias Mexican Sausage. Si Chorizo resmi menjadi bagian dari Milwaukee Brewers sejak minggu lalu. Hari ini adalah penampilan perdana Chorizo dalam sausage race. Untuk menghormati diversity, para pemain Brewers hari ini kostumnya tidak bertuliskan Brewers, melainkan Cerveceros yang juga berarti brewers dalam bahasa Spanish. Duh indahnya kebersamaan...

Terus terang, saya teriak-teriak saat sausage race berlangsung, dan saya tentulah membela Chorizo, si pendatang baru. Eh ternyata si Bratwurst yang menang. Langsung para penonton teriak :" Boooooo !!!" karena dianggapnya Bratwurst nggak mau kalah, jadinya nggak seru. Padahal menurut polling SMS, 62% berharap si Chorizo yang menang hahahaha... jadilah agak kecewa, tapi tetep aja gemes banget ngeliat Chorizo yang lucu dengan rancheros hat dan baju kuningnya.

Pertandingan berakhir dengan kemenangan Brewers 6-3. Hati senang, perut kenyang ! Tinggal pas pulang, saya naik timbangan: What the heck !!! 3 pound ! OH NOOOOO.....

Thursday, July 27, 2006

Heboh Fanatisme

Setiap hari, semakin saya blogwalking, rasanya semakin seru saja topik soal FPI. Tapi yang saya tau pasti, saudara2 saya yang muslim saja, banyak yang kesal sama FPI. Apalagi tindakan mereka itu, bukan hanya menjatuhkan citra orang muslim pada umumnya, tetapi juga menunjukkan betapa tulalit dan salah sasarannya mereka itu.

Tindakan awal mereka yang terangkat ke permukaan beberapa bulan lalu adalah melaporkan Anjasmara dan Isabelle gara2 foto "Pink Swing". Padahal terang2an foto tersebut dipamerkan di kalangan terbatas dan jelas merupakan karya seni. Ngakunya anti pornografi, tapi kenapa mereka tidak memprotes pedagang VCD porno yang tersebar dimana2 ? Jelas2 di depan mata bertebaran kok penjual VCD porno, bajakan pula di daerah Pinangsia.

Lalu ketidaksetujuan mereka terhadap Penerbit majalah Playboy. Bukannya hanya melaporkan redaksinya dan modelnya ke polisi, eh malah merajam dan menghancurkan kantornya sekalian. Padahal banyak sekali saudara2 mereka yang kehilangan pekerjaan kalau sampai kantor itu ditutup. Tapi kenapa mereka tidak menutup kantor redaksi tabloid kampungan yang terang2an menampilkan artis2 pendatang baru berbikini dan bermakeup seronok di sampulnya ? Yang terakhir, mereka malah melaporkan model iklan yang iklannya dimuat di Playboy. Salah sasarannya makin mejadi2.

Belum lagi soal Nadine yang saya sudah bahas di postingan sebelumnya dan juga dibahas oleh banyak bloggers di jagat maya ini. Rasanya saya kok miris, sedih... Teman2 saya yang muslimpun khawatir kalau mereka disamakan dengan FPI karena akhir2 ini FPI sangat santer di media.

Kalau memang FPI mau memberantas yang dianggap haram, kenapa mereka tidak memberantas perjudian ? Terang-terang perjudian itu banyaknya nggak kira kira. Belum lagi prostitusi. Kenapa demo di DPR ? Kenapa nggak demo di Kali Jodo atau Mangga Besar atau tempat-tempat maksiat lainnya ?

Saya salut dengan Malaysia. Walaupun muslim di negara itu sangatlah taat dan kuat, ada satu daerah dimana judi legal. Genting Highland di Malaysia dibangun oleh Lim Go Tong. Daerah ini dikhususkan untuk para turis dan warga non-muslim untuk berjudi. Memang haram hukumnya bagi umat muslim untuk berjudi di sana dan mereka betul2 menjalankan dengan ketat aturan itu. Tapi apa yang dilakukan oleh Lim Go Tong ? Sebagian keuntungan yang dia dapat dari bisnis perjudian itu dia gunakan untuk membangun jalan, membangun sekolah, dan membangun berbagai fasilitas lainnya untuk dinikmati seluruh warga Malaysia baik yang muslim maupun non-muslim. Pemerintahnya tidak melarang umat muslim untuk bersekolah di sekolah yang dibangun dari uang sumbangan Lim Go Tong. Itulah yang membuat saya salut. Tidak ada yang namanya fanatisme. Segala sesuatu yang membawa kemajuan untuk bangsa, akan didukung oleh pemerintah.

Kadang saya iri dengan saudara2 saya dari Malaysia yang bersekolah di sini. Rata2 mereka semua mendapatkan beasiswa dari pemerintah termasuk biaya hidup selama bersekolah. Mungkin beasiswa itu sebagian berasal dari uang yang bagi orang fanatik dikategorikan sebagai "uang haram". Tapi pemerintah begitu fokus untuk kemajuan anak-anak muda di negaranya, dan selama perjudian itu bisa memberikan kontribusi, pemerintah tidak keberatan. Saya lagi membayangkan, coba fanastisme itu dikurangi sedikitttt saja, negara kita pasti bisa maju. Lebih mencari persamaan, tidak mengemukakan perbedaan terus menerus.

Ah, makin dipikirin...makin lemes...makin miris...

Monday, July 24, 2006

Miss Puerto Rico, Miss Universe 2006. Nggak Seru Ah !

Ketahuan sudah siapa yang menjadi Miss Universe 2006. Miss Puerto Rico.... Padahal jawaban dia nggak seru semuanya, mana bertele tele dan tidak memakai bahasa Inggris. Penerjemahnya manteb sih, kelihatan smart banget.

Miss Japan jadi 1st Runner Up, dan dia juga jadi favorit penonton. Luar biasa sambutan untuk Miss Japan ini. Namun seperti sudah saya perkirakan sebelumnya, pemenangnya pasti dari Amerika Latin.

Bayangkan aja, dari top 20, ada Mexico, Bolivia, Paraguay, Puerto Rico. Dan satu satunya wakil Asia di top 10 hanyalah Miss Japan dengan jawabannya yang sangat meyakinkan tentang apa yang akan dia ubah seandainya sejarah bisa diubah. Dia bilang, diskriminasi terhadap perempuan itu harus dihilangkan, karena lelaki dan perempuan itu sama. Wuahhhh... penonton langsung heboh.

Dari kemarin2 ini, saya baca di media sini kalau pemenangnya bakalan either Mexico or Puerto Rico karena sponsor utamanya Telemundo. Lalu pembawa acaranya yang cowok itu juga orang Puerto Rico, lalu 3 juri dari 8 adalah orang Amerika Latin. Selain itu acaranya juga diadakan di LA yang notabene komunitas Latinonya tertinggi se-Amerika. Thailand bakalan dimasukkan ke top 20 karena salah satu sponsor besar Miss Universe adalah produsen Bir Singha. Saya pikir ini cuma gossip semata. Eh ternyata jadi kenyataan.

Padahal Miss Puerto Rico tidak cantik sama sekali, dan juga jawabannya cetek. Bajunya juga terlalu seksi dengan rantai2 dimana-mana dan tidak anggun. Memang ujung2nya sponsor juga menentukan sebagian besar penilaian.

Lalu temen baik saya barusan berujar: "Kenapa Indomie nggak sponsorin aja tuh Miss Universe ?" Saya cuma nyaut: "Kalo Indomie di black list FPI, orang Indonesia mau makan apa dong ??" Hahahaha...

Nadine Nggak Masuk Top 20 :(

Sekarang pukul 8.32PM central time USA. Top 20 baru diumumkan, dan Nadine nggak masuk top 20. Malah negara2 yang nggak diunggulkan masuk ke situ. Macamnya Hungary, Ukraina. Kelihatan, yang dari negara America Latin sudah ketebak. Puerto Rico dan Mexico akan jadi calon kuat.

Saya sekarang mau dukung Jepang !! Hidup Asia !! Bosen sama Latino.

Sunday, July 23, 2006

Tukeran Senjata

Diantara peperangan antar supporter untuk membela idolanya masing-masing, ternyata para peserta kompetisi itu sendiri sangat menikmati hari-hari mereka di Los Angeles. Walaupun dengar2 persaingan masih saja sengit (katanya sih pas fashion show banyak yang curi curi waktu untuk jalan lebih lama di panggung), tapi ternyata banyak juga yang saling mendukung dan bersahabat.

Contoh pertempuran paling sengit adalah antara supporter Indonesia dan Philippines di forum2 Miss Universe. Para supporter saling mengirimkan foto2 si kontestan baik yang foto kontestan yang bagus2 untuk membanggakan negaranya masing2, maupun foto lawan yang jelek2 untuk saling menghina. Tapi ternyata, Nadine sendiri bercerita, kalau dia justru paling akrab dengan Miss Philippines, Lia Andrea Ramos. Nah loh...suporternya gimana sih ?? Contoh dong kontestannya !


Lain lagi cerita Miss Japan. Dengar2 Miss Japan yang ini calon kuat karena dia berbeda dengan Miss Japan sebelum2nya. Kurara Chibana termasuk saingan berat Nadine karena katanya dia modern dan fun, tidak konservative sama sekali untuk ukuran cewek Jepang yang dikirim ke Miss Universe. Walaupun saingan, ternyata mereka sahabatan juga. Foto dibawah ini nunjukkin kalau Nadine dan Kurara memang akrab, bahkan saling tukeran senjata. Kurara lagi membawa tongkat Ratu Kencana Wungu-nya Nadine, dan Nadine lagi ngecek pedang samurai-nya Kurara. Diantara perbedaan budaya antar negara dan keterbatasan bahasa, mereka malah saling mempelajari perbedaan masing2.

Harusnya kita sebagai bangsa Indonesia merasa bangga bisa mengirimkan wakilnya di ajang Miss Universe ini, karena ajang ini betul-betul menjunjung persahabatan antar negara. Tapi berita yang saya dengar dari Indonesia, Nadine dan Artika malah dilaporkan oleh FPI sebagai perusak moral bangsa. Maaf kalau ada yang tersinggung. Tapi menurut saya, tindakan anarkis mendemo orang dan menghakimi orang lain yang dilakukan oleh para demonstran FPI itu lebih tidak bermoral. Tuhan saja nggak pernah menghakimi manusia kok, eh ini manusianya malah menghakimi orang lain. Saya sendiri sangat menghargai perbedaan antar agama, tetapi menggunakan agama sebagai senjata, itu bukanlah hal yang tepat. Apalagi alasannya lumayan aneh. Kata orang FPI, Nadine itu tidak mencerminkan Indonesia karena dia Katolik dan campuran Indo-German (seperti saya baca di media nasional). Loh, Nadine itu sekarang lagi berjuang mengharumkan nama negara. Dan dia juga orang Indonesia, berwarga negara Indonesia, dan cinta Indonesia. Kalau dia nggak cinta, dari awal untuk apa dia ikut pemilihan Putri Indonesia. Toh jadi artis terus juga dia bisa ngetop. Kenapa kita tidak mendukung saja daripada menghina dan menghakimi. Toh kalau Nadine berprestasi, bukan German yang bangga, tetapi Indonesia. Sekali lagi, maaf kalau ada yang tersinggung.

Agak tidak nyambung sedikit dengan topik Miss Universe, saya ingin menyampaikan turut berduka cita untuk korban gempa dan tsunami di Pantai Selatan Pulau Jawa. Semoga Tuhan menerima para korban di tempat terbaik di sisi-Nya. Mari kita seluruh bangsa Indonesia juga berdoa kepada Tuhan, supaya negeri kita tidak dihantam bencana berkepanjangan. AMIN.

Monday, July 17, 2006

Yang Terjadi Saat 50 orang Amerika Berkumpul di Musim Panas

Lebih dari 10 kantong besar chips habis dikunyah

Lebih dari 50 burger tandas dimakan

dan tentunya...

Lebih dari 400 kaleng bir tersisa kalengnya saja...


Gambar di ambil dari kompetisi Intercollegiate Drinking Tournament, Sabtu 15 July 2006.
Majulah Amerika !

Saturday, July 15, 2006

Tiramisuuuuu....

Baru saja saya selesai bikin tiramisu. Gara2nya kemarin saat kita makan malam bareng, senior saya kecewa karena di menunya nggak ada tiramisu, padahal kita makan di restaurant steak terkenal di Milwaukee. Dia bilang, dia nggak mau makan dessert lain selain tiramisu. Lalu saya bilang ke dia, kapan2 deh saya bikinin. Eh lalu dia nyeletuk, gimana kalau Sabtu ini aja pas acara Intercollegiate Drinking Tournament ? Dalam hati, darn, saya ditembak...

Ya udah deh, tadi pulang dari festival Bastille day (festival kebudayaan Perancis), saya langsung ke supermarket dan bikin. Ternyata di Milwaukee sini nggak lengkap bangettt... Mascarpone nggak ada, lady fingers ngga ada. Jadi deh saya mesti improvisasi gila2an. Saya musti cari supermarket Italia yang mirip dengan di Madison nih.




PS: Intercollegiate Drinking Tournament adalah turnamen minum bir yang diciptakan oleh orang orang di kantor saya. Ceritanya, perwakilan dari 4 universitas besar (biasanya per universitas 6-7 orang), harus menghabiskan 60 kaleng beer per team. Jadi dengan berakhirnya tournament ini, paling tidak 240 kaleng bir yang bakalan habis tuntas. Belum lagi bir2 dan icip2 lainnya yang juga pasti dikonsumsi oleh penggembira yang tidak ikut kompetisi. Orang Amerika memang gilaaaa ! Eh, saya nggak ikutan tournamentnya yah :) (walaupun kata temen saya, saya harus ikut supaya team saya kalah hahahah)

Friday, July 14, 2006

Dari Nadine, kembali ke Yamin

Duh, di comment kemarin, udah ada yang nyangka blog saya ini adalah unofficial blognya Miss Indonesia hahahaha... Tapi hari ini saya mau ubah haluan sedikit, kembali ke Elliott Yamin.

Klip dibawah ini adalah video yang diambil saat konser perdana American Idol di Manchester, NH. Kalo liat video ini, saya masih heran, kenapa dia nggak juara. Tapi nggak apa lah, yang penting semua orang mengakui kalau suara terbaik memang dialah yang punya. Mungkin sudah jalannya dia nggak juara, karena kalau dia juara, bisa bisa nggak bisa mengekspresikan diri lagi. Contoh nyata: Bo Bice jadi Bon Jovi wannabe, dan lagunya jadi lembek.

Kapan ya Elliott mengeluarkan album ? Saya bakalan beli langsung deh...Enjoy the video !

Thursday, July 13, 2006

Update Lagi..Soal Baju Renang

Inget kan tahun lalu Artika dikecam habis habisan saat ikut Miss Universe gara2 baju renang ini. Akhirnya Artika milih pakai baju one piece instead of two piece bikini. Dan siapa sangka, dengan dia pakai baju one piece, para kritikus bilang kalau dia adalah salah satu yang penampilannya paling elegan.

Tahun ini Nadine juga memakai baju renang one piece.


Cantik banget kan ? Kalau browsing di situs Miss Universe, saya bisa bilang Nadine paling cantik loh. Eh iya, percaya atau nggak, kalau tahun lalu cuma Artika yang pakai baju renang one piece, tahun ini ada lebih dari 5 perwakilan yang memakai baju renang one piece juga. Memang Indonesia keren banget deh. Udah bikin trend duluan tahun lalu. Duh, makin nggak sabar untuk lihat acaranya tanggal 23 Juli nanti.

Gaun Malamnya Mbak Nadine... Lagi Lagi Mumpung Masih Anget !

Kemarin, saya menemukan ini nih... foto gaun malamnya Miss Indonesia kita tercinta: Nadine Chandrawinata. Terus terang, pertama kali lihat, wih aneh banget sih nih pakaiannya, kok hanya dia satu satunya kontestan Miss Universe yang pakai baju lengan panjang.


Setelah dipikir2 lagi, saya setuju banget dengan pakaiannya Nadine. Alasannya:

Yang pertama, untuk mengeluarkan aura cantik itu nggak perlu pakai baju terbuka kok. Yang penting kan pembawaan diri, pasti bisa membuat cantiknya naik berkali lipat.

Yang kedua, model gaun malamnya Nadine itu diinspirasikan dari budaya Indonesia sendiri alias kebaya. Cantik banget ya kebaya modern itu, apalagi denger2 ini rancangannya Anne Avantie (duh, muahalnya ngajubileh itu kebaya bikinan si perancang yang satu ini. Terakhir saya lihat pas saya pulang ke Indonesia 2 tahun lalu, yang model standar saja 10 juta loh !).

Yang ketiga, daripada dikejar FPI lalu dipenjara... mendingan pake kebaya deh awww..

Hidup Indonesia !!

Monday, July 10, 2006

Mumpung Masih Anget...

Barusan, saya nonton video klip interviewnya Miss Indonesia si Nadine Chandrawinata.

Bisa dilihat di sini nih, mumpung masih anget...

Habis nonton itu, saya langsung lemes banget loh. Bukan kenapa-napa. Kenapa Nadine nggak memilih untuk menjawab dengan bahasa Indonesia saja sih ? Daripada bahasa Inggrisnya sangat belepotan seperti itu. Saya sampai mengecilkan speaker saya saking nggak tega dengernya. Maaf-maaf, bukan berarti saya jagoan dalam bahasa Inggris. Saya juga gagap.

Tapi yang saya kurang setuju adalah, di profilnya, Nadine claim kalau dia FLUENT berbahasa Indonesia, Inggris, dan Jerman. Fluent adalah pernyataan yang sangat bold kalau dalam kenyataannya interview Nadine seperti itu. Grammar kacau, pronounciation kacau, pemilihan kata juga kacau total. Duh, pokoknya tahun 2006 ini, kita harus memilih Putri Indonesia yang betul betul mencerminkan Miss Universe: Beauty, Brain, and Behaviour. Bukan Beauty, Beauty, and again Beauty.

Biar bagaimanapun, saya akan tetap mendukung Indonesia untuk berprestasi di Miss Universe ini. Hanya saja, saya berharap Nadine bisa belajar lebih baik lagi untuk public speaking, supaya jangan sampai membuat malu nama Indonesia. Hidup Indonesia !!

Sunday, July 09, 2006

Jadi Model Sehari

Saya nggak tau apakah para pengunjung blog saya pernah browsing ke entry saya yang sudah lewat di tahun 2004, soal gimana saya secara tidak sengaja menjadi covergirl majalah Wisconsin CPA. Sebetulnya saat itu tujuan sang fotografer datang ke kelas kami adalah untuk mengambil gambar dari Professor kami yang gahar itu. Rencananya, untuk edisi Juni 2004, professor ini bakalan dijadikan feature utama majalah tersebut. Eh anehnya, pas majalahnya keluar, yang ada malah gambar tiga orang anak yang lagi bengong mendengarkan lecture, dan salah satu anak tersebut adalah saya. Gara2 posisi saya yang sedang berpangku tangan, Professor saya sampai ngeledek: "Leony, kamu tuh saat itu lagi daydreaming ya ?"

Tak disangka, pengalaman jadi model dadakan ini bisa terulang lagi, dan anehnya, pemotretan kali ini untuk Wisconsin CPA juga. Beberapa waktu lalu, saya dimintakan tolong oleh istri dari teman kerja saya yang kebetulan merupakan public relation dari Wisconsin CPA untuk menjadi model di brosurnya. Bedanya, kali ini kami betul2 diminta, bukan snap shot seperti waktu itu.

Pagi tadi, saya dan 8 teman lain (orang Amerika semua sisanya) sudah tiba di tepi sungai pukul 7.45 pagi. Mulai kami diminta untuk memakai baju yang katanya sih, bisa nangkep warna. Bajunya sih kita bawa sendiri, dan saya bawa dua kemeja, hitam dan merah. Maklum, ini kita kerja sosial tanpa dibayar. Tentulah si fotografer pilih saya pakai warna merah. Biar ngejreng dong ! Makeup pun kita apply sendiri. Ceritanya sih, kita ini adalah para CPA yang sukses lagi nongkrong2 di tepi sungai hahahhah.. (lulus aja belom loh...).

Pemotretan sendiri berlangsung selama 3.5 jam. Heran deh, dalam satu pose saja, bisa diambil lebih dari 20 kali jepretan. Belum lagi asisten photographernya tuh kasihan banget. Sampai manjat2 tepi sungai demi mendapatkan cahaya yang sempurna. Sekarang saya jadi tau, begitu toh susahnya jadi model. Kaki saya saja sampai pegal gara2 diminta bertumpu pada satu kaki oleh sang photographer. Eh ngomong2, kata si photographer, saya berbakat loh huahhahaha... katanya saya itu easy banget untuk terima direction and looked natural wikikikikik... (malu nih..)

Nanti kalo brosurnya sudah jadi (mungkin bisa berbulan2 lagi), saya akan coba untuk post gambarnya. Saya sih yakin, dari ratusan foto yang kami ambil, paling mentok jadinya 4-5 foto yang digunakan. Jangan bingung kalau disitu ada foto saya lagi berlagak kayak CEO di pinggir kali, lagi sok nelepon padahal nggak ada yang ditelepon, lagi sok ngobrol sambil gerak2 tangan kayak polwan, dan banyak pose pose aneh lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Sabar yah :D

Saturday, July 08, 2006

I'm Still in Love with This Guy

Maaf buat yang udah bosen gara-gara saya terlalu ngefans sama orang yang satu ini. Buat saya, penampilan di video ini adalah highlight dari malam grand finale selain tentunya penampilan dia bersama Mary J Blige. Love you Elliott !!

Friday, July 07, 2006

Nggak Tahan...

Sudah dua tahun lamanya saya nggak pulang kampung. Yang ini pulang kampung beneran, bukan ke Madison. Terakhir saya pulang ke Jakarta, July tahun 2004 alias sebelum semester terakhir saya. Balik dari Jakarta, sekolah satu semester lagi, dapet kerjaan, dan awal 2005 kerja banting tulang sampai sekarang. Makanya, saya beneran nggak tahan... nggak tahan kepingin pulang.

Setelah mengumpulkan cuti dan tidak mengambil vacation sama sekali tahun ini, akhirnya saya berkesempatan pulang juga September nanti. Sudah dari akhir tahun lalu saya menjadualkan liburan ini. Maklum, di tempat kerja saya, jadual untuk ke client itu sudah sangat terencana. Sebagai contoh, jadual saya sudah penuh sampai April 2007. Jadi kalau mau menjadualkan liburan, harus paling nggak 6 bulan sebelumnya, kalau nggak harus adu argumen dengan sang manager. Saya sampai nggak habis pikir, kok orang orang pada workaholic semuanya.

Sejak mendapatkan tiket pulang beberapa bulan lalu, pikiran saya ini rasanya sudah terbelah belah. Soal kerjaan, soal ujian, dan soal pulang. Sudah saya bayangkan, apa yang akan saya lakukan pulang nanti. Yang paling utama sih pasti ketemuan dengan Mama, adek, dan keluarga lainnya. Belum lagi mikir, soal makanan apa yang mau saya makan, tempat mana yang mau saya kunjungi, dan apaan aja yang bakal saya lakukan selama 3 minggu di Indonesia nanti. Duh, bikin saya suka senyum2 sendiri membayangkan nikmatnya gorengan si abang pendek di depan rumah.




Seperti apa ya Jakarta sekarang ? Denger dari adik, katanya semakin menggila macetnya. Dan manusia2nya semakin konsumtif. Ke mall seperti mau kondangan atau clubbing. Padahal di Amerika sini, mall itu bukan tempat ngeceng, tapi murni tempat belanja, di mana kita bisa pakai celana pendek dan sandal jepit. Teman saya yang baru balik dari Jakarta bilang, katanya dia stress ke mall di Jakarta karena dia feel underdressed. Waduh.. kacau dong.. saya nggak bisa berlancai2 ria kalo pulang nanti. Ah, ngga seru dong kalo gitu.

Saya jadi makin nggak semangat kerja nih kalau ngebayangin pulang... "Maaakkk, kangen Makkk.. !!"

PS: Fotonya dicuri dari blognya Julie and Tom. Thanks, Guys !

Wednesday, July 05, 2006

Selamat Ulang Tahun, America !

Hari ini tanggal 4 July, saya libur hehehe... seperti biasa kalo saya libur, saya "pulang ke kampung halaman" alias Madison, tempat saya menghabiskan 4 tahun masa kuliah. Kebetulan kantor baik hati, kita para overworked romusha dikasih libur hari Seninnya juga. Jadilah kita punya long weekend dari Sabtu sampai Selasa. Sabtu ini saya ujian, habis ujian ke acara ultah teman, lalu malamnya nyetir ke Madison.

Sebetulnya rencana utama saya ke Madison selain untuk bertemu teman2 tercinta adalah untuk nonton show kembang api terbesar di Midwest. Nama shownya Rhythm and Booms. Pas tahun 2003 lalu saya sempat nonton langsung di Warner Park, Madison. Wah indahnya bukan main deh.. sampai saya terpesona luar biasa. Seattle aja bagusnya lewat, apalagi Chicago lewat banget! Itu kembang api seperti tumpah di atas kepala kita. Musiknya dikoordinasikan sempurna dengan keluarnya kembang api itu, belum lagi musik yang dipilih banyak mengandung unsur jazz dan broadway, jenis musik yang saya suka. Selamaa 45 menit saya melihat ke atas, selama itu pula saya hampir tak berkedip. Tahun ini rencananya saya ingin mengulangi pengalaman yang sama, nonton langsung di Warner Park.

Shownya itu sendiri direncanakan dimulai pukul 9.30 malam hari Sabtu tanggal 1 Juli, alias pas saya sampai di Madison. Baru masuk ke kota Madison, denger radio, ternyata ada thunderstorm dan tornado warning, dan acaranya dipostponed sampai besok. Langsung saya telepon teman2, supaya nggak perlu ke sana. Kasiannya ada teman saya yang sudah bayar parkir mahal2, baru sampai eh diusir untuk pulang karena acaranya batal. (Buat yang belum tahu, rate parkir di sini untuk special event tuh sekitar $15.. Parkir doang loh !)

Besoknya, teman2 saya shopping di luar kota. Dan saya, karena capek banget, akhirnya decided untuk stay di Madison saja. Lumayan juga hangout dengan teman saya yang lain. Kerjaan cuma makan dan makan. Malamnya teman2 baru balik dari luar kota, dan mereka kecapekan, jadinya pada segan ke Warner Park, dan memilih untuk nonton dari tepi danau Mendota saja. Kalau dari danau Mendota, kembang api itu kelihatan dari sisi danau yang satunya. Jadinya agak jauh. Tapi kita bisa mendengarkan musiknya dari gelombang radio, jadi tetep kita bisa enjoy itu kembang api. Di terracenya danau itu penuhnya minta ampun ! Orang orang pada berjubel untuk nonton kembang api, mulai dari anak kecil sampai kakek nenek.

Acara kembang apipun dimulai. Duh, beda banget sensasinya dengan nonton langsung dari Warner Park. Walaupun tetep keren, tapi jauh bangettt.. Ditambah lagi dibelakang kita, ada cowok cerewetnya setengah mati. Kita semua tuh padahal tenang dan enjoy kembang apinya, tapi ini cowok ributnya minta ampunnnn ! Itu mana suara kayak bebek lagi. Mending kalau dia cerita yang menarik, ini malah cerita menyombongkan dirinya gitu. Keselnya mimnta ampun !! Pengen rasanya saya negur dia. Tapi pas nengok ke belakang, ternyata saya kenal sama itu orang. Dia dulu bekas groupmate saya waktu ambil kelas communication. Karena saya kenal sama dia, mau negur jadi nggak enak. Saya minta teman2 saya yang lain untuk negur, tapi pada nggak mau semua. Terus aja nih bebek ngoceh selama kita ada di situ. Setiap kali lawan bicara dia udah diem, eh dia selalu yang mulai ngoceh lagi. Pengen rasanya bawa plakban lalu segel mulutnya dia. Ini cowok apa banci sih ???

Pulang dari nonton kembang api, dimulailah dilema keluar dari gedung parkir. Kan macetnya minta ampun tuh, jadi mobil temen saya nggak bisa keluar. Saya berusaha jadi tukang parkir untuk minta jalan sedikit aja supaya mobil temen saya ini bisa mundur. Akhirnya saya ketemu mobil yang isinya 3 cewek, lalu saya bilang, tolong ya, ini temen saya mobilnya mau keluar. Lalu dia senyum2 nggak jelas sama saya. Eh ternyata begitu ada selak sedikit, jahatnya bukan main, dia nggak kasih kita lewat, malah dia gas dan maju terus. Lalu dia ketawa ketawa ngeledek kita. Gila, rasanya saya udah mau tonjok itu cewek2. OK, untuk lebih jelasnya, ini cewek tiga tiganya model cewek "OH MY GOD !" yang pake tanktop dan rok mini kemana mana, dan tanning palsu. Yang model otaknya tuh terbatas, cuman ngandelin body. Akhirnya saya minta tolong mobil dibelakangnya yang notabene diisi cowok cowok. Eh, kita dikasih lewat horeeee !

Yang gilanya, pas kita udah deket pintu keluar gedung parkir, ada satu mobil yang nyodok dari samping. Lalu kebetulan ada polisi parkir di situ, dan mobil yang isinya 3 cewek itu diminta tolong sama si polisi untuk kasih mobil yang nyodok ini untuk lewat dulu, karena kalau nggak traffic bakalan berhenti. Eh gilanya, ini cewek2 nggak tau diri, nggak kasih loh ! Tetep dia pepet terus dan nggak mau kasih mobil satunya lewat, padahal mobil satunya itu kepalanya udah masuk. Bener bener deh ini cewek cewek. Untuk menyabarkan diri, dalam hati saya bergumam saja:"Mungkin salah satu dari mereka, udah mau melahirkan, ketubannya udah pecah, jadi mesti cepet cepet...."

Untunglah, selama saya di Madison, semua teman teman saya seru dan menyenangkan. Setelah ujian yang susahnya bikin saya mau nangis itu, mampir di Madison selalu saja jadi ajang penyegaran fisik dan mental.

Selamat ulang tahun, Amerika !! Semoga di waktu mendatang, negara ini jadi negara yang mau berbagi, dan semoga penduduknya nggak menyebalkan kayak si bebek dan cewek2 di atas itu.

Saturday, July 01, 2006

Ternyata Nggak Jelek Jelek Amat

Pas bangun kemarin, duh rasanya capek banget. Mungkin karena lagi that time of the month, bawaannya cemberut melulu (atau jangan jangan itu cuma alasan aja supaya kalo kita marah marah, orang bakal blame ke situ). Saya berangkat kerja, telat 15 menit gara gara keenakan tidur.

Sampai di client, saya mulai sibuk bekerja, eh coworker saya malah sibuk browsing sendiri. Kali pertama saya bekerja dengan orang ini, dan saya sudah merasakan nggak enak Belum lagi dia pameran kasih lihat barang barang yang dia baru beli online. Aduh, kerja napa Mbak ? Kalau saya punya pertanyaan, bukannya menjawab, matanya melotot terus ke layar chatting dan dia tidak mempedulikan saya. Lalu setelah dia kelar chatting sambil tertawa2, dia balik ke saya, "Ya tadi apaan ya ?"

Akhirnya sore sore dia mulai panik. Yang jadi korbannya adalah saya, yang terpaksa harus nemenin dia sampai pukul 6.30 malam. Padahal standar jam summer itu harusnya kurang dari jam 6. Makanya, dalam hati saya, jangan browsing melulu. Sebelum pulang dia bilang gini, "Duh Leony, gimana ya ? Saya bakalan stay sampai jam 7 deh. Banyak kerjaan nih. Besok saya juga bakalan datang pagian. Terserah kamu apakah kamu mau datang pagian atau nggak." Darn it ! Dia mau buat saya merasa bersalah...

Malamnya saya sampai di rumah sudah pukul 7 lewat. Pas saya sedang keramas, tiba tiba shower saya mati total. Saya coba balikin ke faucet mode, eh lancar tuh. Tapi pas knobnya diangkat untuk kembali ke shower mode, yang ada airnya nggak jalan. Pipanya rusak ternyata. Terpaksa saya bilas rambut sambil jongkok mode. *nah yang ini kayaknya nggak termasuk mode deh.. tapi keterpaksaan* Malam itu juga saya tulis maintenance report. Duh kacau ini kalau saya sampai nggak bisa mandi. Gara2 pulang kerja telat dan masalah shower, keinginan belajar saya menurun drastis, padahal saya akan ujian Sabtu ini. Duh !

Jumat pagi, saya datang ke client lagi, ketemu lagi dengan coworker yang masih tetap cinta dengan browsing. Hari ini frekuensinya mendingan, karena dia mulai kena panic attack. Hari ini anehnya saya merasa jauh lebih tenang. Kerjaan saya jalankan satu satu, bahkan saya bisa menyelesaikan kerjaan dari client lain sambil menunggu report dari client yang ini.

Sore-sore sang manager datang. Si Manager yang orang Inggris ini dengan aksen Britishnya yang kental ini memang workaholic. Hari Jumat itu sebetulnya kita punya 5 o'clock policy, alias disarankan selesai kerja sebelum pukul 5 sore. Tapi si Manager nantangin si coworker saya, sebetulnya apa saja yang belum selesai, dan dia minta semua diselesaikan hari ini. Lalu manager tanya saya apakah bagian saya sudah kelar. Saya bilang sudah, tapi kalau memang saya harus menunggu, saya tunggu saja. Eh si Manager bilang saya diboleh kan pulang.. asyik ! Memang sih tetep aja nggak normal. Jumat, sudah jam 6 lewat, kok masih nongkrong di client. Dan coworker saya ditemani sang manager lanjut menyelesaikan tugasnya. Tuh, akibat browsing... baru pas ada manager dia panik deh !

Pulang kerja, saya cek ke kamar mandi, eh showernya udah dibenerin loh ! Bagus banget ya servicenya. Kemarin ngadu, hari ini dibenerin. Jadi saya bisa mandi normal, nggak pake jongkok mode.. HORE ! Malamnya saya masih bisa review pelajaran... Mudah2an besok ujian saya berhasil. Doain ya ! Ternyata, it's not a bad day afterall...