Wednesday, June 28, 2006

Ngidam...

Nggak tau lagi ada angin apa, pas denger mama lagi bikin bubur kacang ijo di rumah, saya langsung ngiler. Maklum, sudah bertahun-tahun lamanya nggak merasakan bubur kacang ijo buatan mama yang sedap banget itu. Santennya kental, kacang ijonya lunak banget, wangi daun pandannya terasa, pokoknya top banget deh.

Pas hari minggu kemarin sepulang gereja, saya makan siang dengan tiga teman saya. Salah satunya adalah seorang Romo (alias Pastor) yang hobinya masak juga. Jadi sepulang makan siang, kita mampir ke Asian Store. Dasar berjodoh, mata saya langsung ketemu bungkusan kacang ijo. Horeeee ! Langsung otak saya sudah ngebayangin mau bikin kacang ijo pas nyampe rumah. Padahal harusnya jadual saya hari itu adalah belajar. Tapi bodo amat lah, pikir saya, yang penting beli dulu aja kacang ijo dan santan kalengannya.

Begitu sampai di rumah, saya pikir, saya mau belajar saja. Tapi ngelihat itu bungkusan kacang hijau nongkrong di atas meja, rasanya pengen cepet cepet dimasak. Saya tahan-tahan dan berusaha konsentrasi menonton lecture di komputer. Pukul 8 malam, pertahanan saya pecah juga. Mulai deh, kacang ijo saya rendam dengan air hangat, lalu setelah nunggu 1 jam, rebus kacang ijonya. Lecture masih jalan terus di komputer, tapi dapur juga ikut aktif.

Setelah kacangnya empuk dan pada mekar, saya mau masukan gula. Nah loh, gula saya habis ! Tulalit banget deh, mau bikin kacang ijo kok nggak punya gula. Tapi setelah cari cari di rak atas, ternyata masih ada gula halus yang saya biasa pakai untuk bikin kue. Sebelnya pakai gula halus ini, udah pakai segunungpun nggak manis manis. Setelah dirasa manisnya cukup, saya tunggu rebusannya.. di panci lainnya saya rebus santan dan daun pandan. Duh, mulut saya sudah senyum2 sendiri membayangkan bubur kacang ijo. Kira kira pukul 11 malam, jadilah bubur kacang ijo empuk, lengkap dengan santannya.

Sebenernya, saya sudah napsu banget kepingin makan itu bubur kacang. Tapi akhirnya saya batalkan niat karena sudah hampir waktunya tidur. Saya masukan sedikit bubur kacang di mangkok ziploc untuk dibawa ke kantor. Sisanya...? Seabreg abreg, kayak buat makan satu keluarga yang punya 5 anak !! Ya nasib deh..bakalan seminggu nih makan bubur kacang ijo.

Kan yang penting ngidamnya terobati hehehe...

Sunday, June 25, 2006

Jumat Malem Kok Belajar ?

Itulah kata teman-teman saya kemarin saat saya memutuskan pulang dari acara perpisahan teman kantor saya pada pukul 8.30 malam. Bagi orang Amerika, hari Jumat itu ibaratnya pamali yang namanya belajar. Sementara, buat saya, daripada saya kebawa stress karena minggu depan ujian, saya lebih memilih pulang dan istirahat. End upnya, kalau saya ngikutin mereka terus, pasti langkah selanjutnya adalah pindah ke bar berikutnya dan semakin menggila.

Saya sebenernya bingung loh dengan gaya hidup orang muda Amerika. Kalau dalam 1 weekend nggak ada acara ke bar, rasanya kok hidup nggak lengkap. Memang ada beberapa teman saya yang lebih memilih pulang untuk mengunjungi ortunya dan menikmati akhir pekan di kampungnya. Tapi buat gank anak yang katanya "sok gaul", model yang pulang kalau weekend itu sama dengan geek alias basi banget. Kasihan kan ? Kelihatan banget, nggak di Indonesia, nggak di Amerika, beberapa orang mengelompokan diri mereka sebagai yang gaul dan funky, dan merasa diri mereka di atas. Bedanya cuma sedikit, kalau ketemu kita, paling nggak anggota gang "sok gaul" itu masih menyapa dan tersenyum. Kalau di Indonesia, nengok aja nggak kali.

Pernah teman saya curhat ke saya kira kira di bulan February tahun ini. Teman saya ini cewek, sudah bekerja di kantor saya dari September tahun lalu.

"Duh Leony, kamu liat deh nih bank statement saya. Sudah kerja lima bulan, isinya kurang dari 700 dolar !"

Terus terang saya kaget berat. Soalnya so far, saya bisa nyimpen setengah gaji saya untuk ditabung. Padahal saya harus bayar apartemen, parkir, asuransi mobil, dan lain lain. Dan hobi saya kan makan, jadi saya juga suka makan di luar. "Emangnya kamu pake buat apaan ?"

"Nggak buat apa-apa kok. Paling buat shopping dan entertainment." Kata dia.

Saya heran, ini orang shopping apaan ? Nggak ada satu barangpun yang dia punya yang menurut saya trendy dan sophisticated. Dia tinggal berdua sama tunangannya, dan tunangannya juga udah kerja, jadi bayar apa apa dibagi dua, which is harusnya lebih hemat daripada saya yang tinggal sendirian. Mobil yang dia pakaipun punya tunangannya. Dan biasanya kalo kita udah punya pasangan, kan apa apa lebih hemat karena bisa share dengan cowoknya.

"Ya udah kurangin aja porsi entertainment kamu, ke bar seminggu sekali aja dibanding dua kali, lebih sering masak deh di rumah daripada ke resto. Lalu kamu shopping yang hemat, ngga harus tiap weekend belanja."

Tau nggak jawabannya dia apa ? "Saya udah hidup hemat banget kok. Saya juga shopping ngga banyak banyak. Cuma buat saya kalau nggak ke bar, rasanya kayak nggak weekend. Lagian saya heran deh, orang orang kok suka bawa leftover pulang ya kalo habis makan di restoran. Buat saya sih, kalo udah pesen ngga abis, ya udah, itu resiko kita yang pesen makanan. Namanya aja leftover, artinya udah nggak layak dimakan."

GUBRAK !!! Dalam hati saya, makan tuh gengsi ! Bangkrut iya... Kesiannnn deh kamu... happy happy sekarang, tapi tabungan cuman 700 dolar, hidup di sini lagi ! HIKS HIKS HIKS.... Orang yang model dia ini yang bikin Amerika kaya raya, tapi penduduknya banyak utang.

Thursday, June 22, 2006

Lobsterku Sayang, Lobsterku Malang

Kemarin itu, salah satu penulis comment di entry sebelumnya sempet request, apakah ada foto makanan yang saya makan pas saya (tanpa sengaja) menjadi juru icip icip di Chicago.

Ini saya kasih satu foto lobster yang udah dibongkar paksa oleh manusia barbar. Sayangnya, saya lupa foto pas seluruh isi daging untuk fonduenya masih tertata rapi di meja. Nggak orang Indo nggak orang Amrik, kalau sudah ngelihat makanan, pasti langsung makan, dan lupa niat berfoto.

Kasian deh ini lobster...hiks hiks...

Saturday, June 17, 2006

Buat Yang Rindu hehehe....

Duh, lagi lagi hampir seminggu saya tidak mengupdate tulisan ini. Bahkan terang2an ada yang udah kangen sama saya hihi..jadi malu (*wink2 ke Yulie...*). Saya nggak lari kemana kok. Cuma memang bener, kalau saya lagi sibuk minta ampun. Inget kan Sabtu minggu lalu itu saya baru pulang dari Green Bay mengikuti charity event yang namanya Bellin Run ? Nah, saya cuma tinggal semalam saja di rumah, habis gitu Minggu siangnya sudah cabut lagi ke Chicago dalam rangka training.

Bagi saya, training ini selain untuk belajar dan membekali diri dengan pengetahuan baru, ajang ini juga menjadi ajang penambahan lemak. Maklum, dari pagi sampai malam, kita disupply dengan makanan2 enak. Begitulah senangnya kalau kita datang dari luar kota, untuk makan malam kita boleh memilih makan di manapun yang kita mau dengan catatan tidak boleh keterlaluan. Tapi yang namanya bule2 itu, paling senang memanfaatkan kesempatan di dalam kesempitan. Saya nggak mau ngomongin soal trainingnya, mendingan ngomongin soal makanannya hehehe (yang ini lebih menarik deh dijamin).

Malam pertama hari Senin, kami masih normal2 saja. Makan di Red Fish, menunya masakan New Orleans gitu, kalau nggak salah ber-8 habis 400-an dolar. Lalu hari kedua kami menggila, makan malam di Melting Pot alias restaurant fondue, kami semua memesan Big Ultimate duo yang terdiri dari appetizer: 2 jenis cheese fondue (Wisconsin Trio dan Mexican Fiesta) yang kami makan dengan roti dan sayuran yang dicelup2 ke kejunya. Lalu datang menu kedua yaitu salad. Menu utamanya, kami memilih 2 cara memasak yaitu goreng dan rebus. Isinya: tiger shrimp, lobster, filet mignon, sesame beef, mahi-mahi, salmon, tuna, chicken, portabella mushroom dan bottomless vegetables. Dessertnya itu 2 jenis chocolate fondue: White chocolate Amareto and Dark chocolate Turtle, yang dicelup ke dalamnya ada fresh strawberries, pinnaple, pound cake, brownies, graham crackers marshmellow, oreo marshmellow, dan nggak lupa cheesecake. Ber-5, kami habis 450 dolar. Maklum salah satu teman saya ada yang tidak tahu diri, pesan wine yang per gelasnya 15 dolar, dan dia minum 3 gelas. Kesian deh orang-orang Wisconsin sini, ketemu makanan gratis langsung kalap, pesan yang mahal.

Hari ketiga, kami makan di Harry Carry's Italian Steakhouse. Kami makan berlima dengan instruktur kami. Karena saya sudah agak eneg makan daging sapi, saya memilih pesan fetuccinne saja dengan scallop and gulf shrimp, lalu dessert tiramisu. Teman2 saya semuanya pesan steak. Ada yang filet mignon, kansas strip, dan porterhouse. Terus terang, orang orang lain tuh pasti untung kalau bawa saya ikutan makan bersama mereka karena mereka pasti pesan alkohol mahal mahal, dan saya kan nggak suka, tapi bonnya kan buat berlima. Kemarin itu mereka pesan 1 botol Chianti Italian wine harganya 50 dolaran. Makan berlima habis 370 dolar, masih mendingan daripada hari sebelumnya.

Hari keempat, kami tidak makan malam karena hari itu ada happy hour di Navy Pier untuk seluruh peserta training. Biasa lah..beer gratis, wine gratis, lalu makanannya biasa saja. Burger, pasta salad, chicken sandwich dan chips. Enak juga sambil nongkrong2 di tepi danau Michigan. Tapi memang kemeriahan bukan dimulai dari situ. Pukul 8 malam, perjalanan dilanjutkan ke Zella Bar di daerah Lincoln Park. Di sinilah baru yang pemabuk berkeliaran. Minum sudah tidak terkontrol, orang-orang saling membelikan minuman. Shots, heavy liquor, dan bir sudah pasti jadi andalan. Saya sendiri nggak sampai minum banyak2 karena saya nggak tahan sama alkohol. Saya minum 3 Midori dan 1 Amaretto Sour, cukup saja untuk membuat saya keliyengan sedikit. Yang lain masih lanjut sampai pukul 2 pagi, saya dan 2 teman lain meninggalkan lokasi pukul 12 malam.

Hari kelima adalah hari terakhir training. Sesudah gila2an semalam, pagi pagi kami semua sudah siap di kelas. Ketangguhan bule2 itu memang luar biasa, nggak ada satupun yang nampak hangover. Oh iya, selama lima hari kita training, setiap harinya dibagikan check $25 untuk 2 participant yang aktif di kelas. Karena saya bawel, saya dapet 2 checks, 1 untuk hari Selasa, dan 1 untuk hari Rabu. Untuk hari kamis, saya sudah nggak enak sama yang lain, akhirnya saya kasih tiket saya ke temen (cheating dikit), supaya dia bisa kebagian check juga...akhirnya dia dapet..duh ikut seneng deh. Pulangnya, saya sempetin mampir di Nordstrom yang lagi sale...wuih..saya kalap lagi deh...

Ngomong2 saya heran banget deh. Muka saya nih gampang dikenalin atau apa ya.. masak setiap kali saya nginep di hotel di downtown Chicago ini, semuanya kenal sama saya dan sok akrab semua, mulai dari petugas valet parking 3 orang, sampai waitress di breakfast room manggil saya pakai nama. Padahal terakhir saya nginep di hotel ini tuh Oktober tahun lalu. Bahkan pas shift si waitress berakhir dan dia ketemu saya pas saya lagi jalan kaki di Michigan Avenue, dia masih kenalin saya dan say hi Leony, nanya: kok tadi pagi nggak breakfast ?? Nahloh.... saya kali ya yang kecerewetan dan keseringan hai hai ke orang orang. Bingung bingung....

Sunday, June 11, 2006

Di mana saya seminggu ini ?

Buat yang bingung kenapa saya hilang seminggu, inilah alasannya.

Senin - Kamis: Membanting tulang

Saya berada di Madison untuk bekerja. Biasanya saya bekerja dalam team, kali ini saya bekerja sendirian. Yak..sendirian berjuang untuk mengerjakan 2 benefit plans di 1 client. Padahal tahun lalu, ada 1 manager dan 2 staff, kali ini hanya saya sendirian. Luar biasa keteterannya. Tahun lalu, 3 orang start di hari senin, lalu manager saya pulang hari senin. Hari rabu, staff satunya pulang, dan hari kamisnya saya terakhir nyusul pulang. Tahun ini, saya sendirian, dan senior saya hanya kasih saya waktu 3 hari untuk menyelesaikan semuanya. Gile apa ? Akhirnya setelah bernegosiasi lebih lanjut, dan client yang tidak cukup waktu untuk menyediakan materi untuk kita, engagement ini diperpanjang sampai hari kamis. Kamis sore, saya harus menyetir balik ke rumah dan tiba kamis malam (80 mile).

Jumat: Kerja di kantor dan berangkat ke Green Bay

Hari jumat saya bekerja di kantor untuk mencoba menyelesaikan semaksimal mungkin project benefit plan saya. Dan senior saya dengan santainya menambahkan satu task lagi, yang untungnya tidak memakan waktu terlalu lama. Jumat sore, saya mencoba untuk wrap up tugas tugas saya dan berpasrah diri hehehe... Sekitar pukul 5:30, saya sudah dalam perjalanan menuju ke Green Bay (120 mile). Saya bermalam di rumah teman kantor saya.

Sabtu: Bellin Run

Sabtu pagi, saya bangun sekitar pukul 6.45. Duh padahal malamnya baru saya tidur pukul 1.30 pagi karena numpang di rumah teman dan tidak terbiasa dengan ranjangnya. Hari ini saya mengikuti event Bellin Run. Event ini adalah charity event untuk benefit Bellin Hospital. 10,000 orang pesertanya nggak tanggung2. Sebagian dari kita ada yang lari, dan sebagian dari kita ada yang jalan. Racenya dimulai pukul 8 pagi, jaraknya 10km. Karena saya tahu diri dengan keadaan saya yang nggak bisa lari, saya memilih jalan. Kebetulan ada 2 teman lain yang juga ikut jalan bersama dengan saya. Lumayan, jadi berasa seperti jalan di mall berkeliling kota sambil ngobrol. Setelah berputar2 mencari tempat parkir, akhirnya kami sampai di garis start tepat pada saat para walkers memulai perjalanannya. Seru banget sih, jalan rame2, tua muda, laki2 dan perempuan numplek jadi satu. Kerennya, di kaki kita dipasang timer kecil, jadi ketahuan pasti sampai hitungan sepersekian detik berapa lama kita menempuh racenya.

Terus terang saya malu memberi tahu berapa lama waktu yang saya tempuh untuk jalan 10 km. 1 jam 45 menit huahahhaa.... Sementara ada temen saya yang lari, bisa sampai kurang dari 45 menit. Selesai lomba, kami semua dapet medali dan dapat popsicle...horeee... Siangnya, saya dan teman2 diundang oleh manager saya dan keluarganya (yang juga ikut lari), untuk makan siang di Curly's Lambeau Field, alias stadion footballnya Green Bay Packers. Kami makan sampai terbega2, seperti balas dendam setelah jalan/ lari 10km. Tapi sih kayaknya nggak sepadan, yang masuk jauh lebih banyak drpd yang keluar heheheh...

Setelah makan siang dan ambil barang di rumah teman, akhirnya saya sampai lagi ke apartment tercinta pukul 5 sore. Lalu langsung deh nulis blog ini hehehhe...

Monday, June 05, 2006

June 3, 2001 - June 3, 2006

Tidak terasa, sudah lima tahun papa meninggalkan kami sekeluarga. Lima tahun berlalu, tapi saya masih teringat dengan segala indahnya masa kecil saya. Saat papa pulang kantor, saya dan adik menunggu di dekat jendela, dan saat papa keluar dari mobil, kami berebut untuk mengucapkan selamat sore dan mencium pipinya.

Saat papa pegal sepulang kerja, dia selalu meminta saya untuk memijit badannya sampai dia tertidur. Sampai saya agak besar, kami sering sekali ke bioskop berduaan saja karena kami senang sekali nonton film. Selera kami soal musik juga mirip, tak jarang mama kesal karena saya dan papa betah berlama-lama nongkrong di toko kaset.

Walaupun kita tidak bersama lagi di dunia, tapi saya yakin kalau papa selalu memperhatikan saya dari atas sana. Saya yakin kalau papa juga turut senang dan bangga saat saya lulus kuliah, dan sebentar lagi adik akan juga lulus kuliah.

Iklan di bawah ini dimuat di Majalah Hidup tepat setahun meninggalnya papa tercinta. Pa, you'll always be in my heart...

Sunday, June 04, 2006

Potluck Lagi !

Ini springroll yang saya buat untuk acara potluck hari ini.

Sebentar lagi, kita akan mengadakan misa untuk korban gempa di Yogyakarta. Semoga kita semua selalu akan ada dalam lindunganNya. Amin.


Spring Roll and Peanut Sauce