Wednesday, May 31, 2006

Memorial Day Weekend: Earthquake in Yogya

Memorial Day kemarin bukan hanya berisi senang-senang, tapi juga berisi duka. Gempa kembali melanda negeri kita tercinta, dan rasanya kok saya nggak mampu berbuat apa apa. Saya cuma bisa berdoa supaya semua berada dalam lindungan Tuhan.

Saya sempat shock pas dengar berita soal gempa tersebut, karena saya tau kalau mama saya sedang dalam perjalanan di sekitar Yogya untuk ziarah. Langsung saya telepon ke cellphonenya, dan puji Tuhan, ternyata mama sudah berangkat dari Yogya sehari sebelumnya, dan saat gempa terjadi, mama sedang berada di Semarang.

Namun hati ini tidak bisa dibohongi. Walaupun mama dan seluruh keluarga selamat, tapi begitu banyak korban jiwa. Tadi siang saya coba melobi kantor, untuk mengadakan matching gift donation. Sampai sore tadi belum berbalas. Mudah2an teman teman di Amerika sini juga mau membantu dan berbaik hati, seperti saat musibah tsunami dulu.

Turut Berduka Cita... Indonesia...Jangan sampai terpuruk lagi ya...

Tuesday, May 30, 2006

Memorial Day Weekend: Brats and Shopping

Setelah sabar menanti, akhirnya tibalah liburan panjang 4 hari, sejak hari Jumat sampai Senin. Maaf kalau saya tidak update segala postingan selama 4 hari ini karena memang saya sedang bersenang-senang di Madison, menikmati hari di mana saya bisa bangun siang, dan pekerjaan saya hanyalah makan, shopping, dan tidur hehehe. Saya bukanlah orang yang suka shopping, tapi tidak tahu mengapa, minggu kemarin ini adalah pengecualian. Apa mungkin saya sedang kena PMS ya ? Orang2 kalau kena PMS marah2, saya malah pingin belanja2.

Jumat sore saya sampai di Madison, ke rumah teman. Malamnya saya makan di P.F. Chang dengan teman saya, rakusnya setengah mati. Kita hanya berdua, pesan appetizer, dan dua entree's, semuanya habis tak bersisa. Sekitar pukul 10.30 malam teman kami dari Minnesota datang, begitu sampai semuanya langsung teler.

Sabtu siang, 3 cewek cantik brunch di Bluphies. Setelah itu kami ke mall untuk beli kado teman yang ulang tahun. Tapi end upnya malah kita yang shopping. Sorenya kami nonton Da Vinci Code. Walah itu film panjang juga ya. Begitu selesai yang dicari adalah wece, karena kami semua kebelet nahan pipis. Malamnya kami makan di Saigon, dilanjutkan dengan acara surprise untuk teman kita yang ultah, sampai pukul 11.30-an. Setelah itu geng cewek cantik pulang dan kembali teler.

Minggu pagi, kami ke gereja. Setelah pulang gereja, kami makan siang dengan satu teman lain dan maminya. Lanjut lagi ke Greenway station untuk shopping. Hasrat shopping saya semakin menjadi-jadi. Sorenya, karena kami bosan makan di luar, akhirnya kami bersepakat untuk masak masak saja. Grocerypun kami lakukan. Sekitar pukul 8 malam, makanan sudah siap di meja, cukup untuk 7 orang, bahkan masih bersisa untuk makan 7 orang lagi juga cukup. Menunya: Lumpia goreng, mie goreng, dan mun tahu. Semuanya homemade from scratch hehehe... Malamnya kami semua, cewek2 enam orang plus satu mami cerita cerita, soal cowok, soal pacaran, dan lain lain. Pukul 12 malam, kami semua pulang dan langsung mandi karena bau habis masak.

Senin, kami bangun agak siang. Pukul 10. Pukul 12-an kami jemput teman teman untuk ke Brat Fest. Brat itu adalah hot dog khas german yang juga jadi makanan khas Wisconsiin. Tahun ini kami mencoba memecahkan rekor dunia, dalam 1 weekend bisa terjual 190,000 brats. Tapi sampai kami selesai makan siang, hanya 130,000 saja yang terjual. Rasanya sulit untuk mencapai target. Cuma siapa tau banyak orang rakus yang baru datang hari ini hehehe... Habis makan brats, kami para manusia rakus masih sempat beli es krim. Cuaca begitu panas, sehingga es krim kami leleh dalam sekejap. Pukul 3.30 sore, saya kembali ke Milwaukee.

Hasilnya: Berat badan saya naik, tapi isi kantong turun hehehe... Mau tau hasil belanjaan saya ? 2 kemeja, 1 tank top, 4 pasang sepatu (cuma 2 kok yang buat saya), 1 botol cologne, 1 tas, 1 rok jeans, 1 lip gloss, 2 botol sabun, dan masih ada lagi yang tidak bisa disebutkan. Gimana dong? Sale semua sih hehehe... HIDUP SALE !! Saya baru nyadar setelah teman saya kasih tau, bahwa setiap toko yang saya mampir, saya pasti beli sesuatu... Aduh, untunglah dari 4 hari liburan, hanya 2 hari saya shopping.

Eh iya, ini saya selipkan foto dua pasang sepatu lucu yang baru saya beli kemarin... (2 pasang lagi buat mama dan dede hehehe...asyik mereka juga kebagian rejeki)

Friday, May 26, 2006

Clay Aiken's vs. Kang Dong Won's Hair

Clay is back in town with his new hairstyle !
And geez, he reminds me of someone...

Clay Aiken


Kang Dong Won

Both have long dark hair...
Both have dreamy eyes....
Both are adored by many fans....
One can SING...
One can ACT...
Personally, I will go with the 2nd one hahahah...

My BOY !!!

The Best Duet of The Night !

Elliott Yamin Featuring Mary J Blige ! AWESOME !!

Thursday, May 25, 2006

SPOILER ALERT: American Idol Result

It's Official Everybody !

Taylor Hicks is the new American Idol.

Jangan lupa nonton shownya buat yang di Indonesia. Bagus bangettt... Kalau pemenangnya sih udah ketebak. Tapi result shownya bener bener 2 hours full of entertainment.

Best voice for AI Contestants during the show: Elliott for the guys and Mandisa for the girls... Geez, she can SING ! Awesome !!

And a lil bit funny fact from the show: Inget David Hasselhoff si Knight Rider kan ? Dia ada di penonton, dan dia nangis pas Taylor diumumin jadi pemenang. Sooo cheesy...

Wednesday, May 24, 2006

Idol Hari Ini

Terus terang, final hari ini kok biasa banget yah... Tahun lalu, walaupun saya suka sama Vonzell, tapi saya bisa terima kalau top 2-nya tuh Carrie dan Bo karena mereka berdua bener2 bisa nyanyi.

Bener aja si Taylor dan si Kath pada fals semua... Ampun deh... kok 2 calon juara AI pada fals sih hiks hiks hiks...

Can't wait for tomorrow's result show, soalnya bakalan ada Elliott dan Chris yang nggak pitchy hahaha.. Katanya si Paris bakalan duet sama Al Jarreau, dan Elliott bakalan duet sama Mary J Blige loh... penasaran jadinya... beneran nggak yah ?

Nggak sabar... nggak sabar... nggak sabar...

Tuesday, May 23, 2006

Kejadian Menyenangkan, Lucu, dan Menyebalkan Hari Ini

Menyebalkan: Pukul 7.35 saya tiba di parkiran Amtrak Station untuk naik kereta pukul 8.00 menuju Chicago. Parkiran ternyata sudah penuh sekali. Petugas parkirnya diem-diem aja sambil nongkrong. Tiba tiba di belakang saya ada satu bapak bapak yang juga nyari parkir. Lalu kayaknya si bapak itu sudah ce-es sama tukang parkirnya, dan tukang parkirnya mindahin mobil dia untuk kasih tempat buat si bapak itu. Karena saya gondok, saya nanya ke si tukang parker, apakah ada tempat buat saya? Lalu di tukang parkir menyebalkan itu bilang, udah penuh, tuh, ke seberang jalan aja! Duh, nyebelin bangetttt…padahal saya nyampe duluan di situ.

Menyebalkan: Akhirnya pukul 7.45 saya berhasil memasuki gate di parkiran satunya. Biaya parkirnya 3 dolar. Saya kasih uang 20-an ke ibu yang jaga gerbang, lalu dia dengan berlagak tolol, ngasih kembalian ke saya cuma 7 dolar. Lalu saya bilang, ini kembaliannya kurang, tadi saya kasih 20. Eh tuh ibu nambahin kembalian saya 5 dolar. Darn it! Dia pikir saya bego apa ? Akhirnya saya bilang, kembalian saya harusnya 17 dolar!! Mana saya sudah mau telat..ahhh… akhirnya dapet juga tuh… Lalu saya dapet tempat parkir lumayan jauh dan harus lari larian ke stasiun.


Menyenangkan: Pas saya sampai di kereta, saya dapat duduk di sebelah bapak-bapak. Ternyata dia seorang hiker yang tinggal di Montana. Kerjaannya daki gunung, padahal umurnya sudah 58 tahun. Ternyata saudaranya tinggal di Indonesia. Dia bilang, dia suka dimasakin gado gado sama iparnya. Akhirnya kita cerita ngalor ngidul. Saya promosiin dia pas sampai Chicago harus nyobain bubble tea di Joy Yee hihihi..buat yang pernah ke Chicago, pasti tau deh.

Lucu: Pas saya sampai di Union Station, Chicago, saya berusaha nyetopin taksi untuk ke Sears Tower. Tapi ternyata saya disodok terus sama orang. Lalu ada bapak bapak bos keren gitu juga lagi nungguin taksi. Dia nanya saya mau kemana. Saya bilang ke Sears Tower. Dia bilang: Lha ? Ke Sears Tower ? Itu gedungnya di belakang kamu loh… Ahhh..memalukan banget sih… Gedung tertinggi No.1 Chicago, dan saya nggak kelihatan. Maklum biasanya saya ke The Summit dari Union Station, jadi lupa kalau Sears itu di belakang Union Station… Akhirnya saya sampai dengan selamat di kantor.


Menyenangkan: Jam makan siang, saya diajak oleh sang manager makan burger. Saya pikir, biasa lah makan burger doang. Ternyata burgernya di claim sebagai burger terenak di Chicago. Dan si Oprah Winfrey adalah langganan tetepnya resto burger ini. Gimana nggak enak….Burger dan Fries lebih dari $10 dolar. Dagingnya tebel ajeeee… Pulang dari makan, jadi nggak semangat kerja. Pengennya bobo siang.

Sunday, May 21, 2006

Am I Obsessed ?

Postingan singkat hari ini....

Kemarin, setelah dia membaca blog saya, temen baik saya bilang:

"Non, elu menyeramkan... udah udah, stop ngomongin Elliott.."

Yah begitulah teman teman... namanya juga kadung kesengsem...

Friday, May 19, 2006

The True Winner of My Heart

Semalam, saya tidak bisa tidur. Rasanya mirip dengan patah hati. Sampai pukul 1 pagi, mata saya masih terang, padahal badan rasanya sudah lemas. Bukan,... saya bukan sedang putus cinta. Tapi sedihnya sepadan dengan perpisahan dengan teman, teman yang selalu saya tunggu setiap hari selasa dan rabu sejak bulan Februari lalu.

Rabu malam kemarin, Elliott Yamin menyudahi perjalanannya di American Idol. Saya tertegun, tidak bisa berkata kata. Sebelum result show dimulai, saya sudah punya firasat kalau dia akan tersingkir. Saya bahkan menelepon mama yang ada di Indonesia, dan kita berdua berdoa supaya Elliott bisa masuk final. Mungkin orang orang menganggap kami berdua sudah gila, tapi memang baru kali ini, saya betul betul merasakan ikatan yang mendalam, yang membuat jari saya yang sakit memencet tombol redial, menjadi sembuh total saat mendengar suaranya. Elliot tetap pemenang di hati saya, dan di hati jutaan orang lainnya.

Walaupun di antara kalian ada yang menjadi penggemar kontestan lain, kalian tidak bisa mungkir kalau Elliott adalah kontestan American Idol tahun ini yang mempunyai jiwa yang begitu besar, rendah hati, tak pernah berhenti bersyukur, dan begitu dicintai dan mencintai orang orang di sekitarnya. Inilah idola sejati. Idola yang bukanmodal wajah, tapi modal suara dan hati. Wajahnya biasa saja, bahkan orang orang banyak yang seenaknya menyebut dia tidak pantas menjadi Idola karena wajahnya seperti seekor kambing (silakan baca idol message board kalau tidak percaya). Tapi keteguhan hati dan talenta di suaranya, membuat dia berhasil melalui rintangan bottom 2 berkali kali, sampai pada akhirnya harus berakhir di final 3.
Tidak seperti kontestan lain yang sudah mencuri start awal dengan kisah hidupnya, perkenalan saya dengan Elliott dimulai saat suaranya menyapa saya di lagu "If You Really Love Me". Saat mendengar suaranya pertama kali, saya merasa, dialah yang akan jadi pemenang. Tapi dalam hati, saya juga mempunyai keraguan, karena orang Amerika umumnya memilih berdasarkan wajah yang cakep, dan body yang aduhai. Kekhawatiran saya terbukti, karena sebagus apapun Elliott menyanyi, peringkat atas jarang berpihak kepadanya. Setiap minggu, dia terus berusaha, dia terus berlatih, dia terus membuktikan, kalau dia pantas melaju ke babak berikutnya. Wajahnya yang dulu terlihat kurang menarik, semakin lama semakin melekat di hati dan menjadi semakin tampan karena kepribadiannya yang luar biasa. Saat dia menyanyi, saya merasa dia sedang menyanyi kepada saya, dan mendengarnya selalu membuat saya menyunggingkan senyum.

Dibalik gemerlapnya panggung American Idol, beberapa minggu setelah season 5 dimulai, kita baru tahu, kalau ternyata Elliott mengidap diabetes. Hal itu membuat giginya tidak beraturan. Saat itu semua kontestan ditanya oleh pembawa acara sebuah radio, apa yang mereka harapkan di dalam kontes ini. Rata rata mereka menjawab, kalau mereka ingin menjadi penyanyi terkenal, tapi Elliott menjawab, kalau dia ingin giginya diperbaiki. Betul betul jawaban sederhana dari dalam hati. Pendengarannya 90% hilang di telinga kanan, tapi pitchnya sempurna. Tuhan memang adil, ditengah banyak kekurangan yang dimiliki, Tuhan memberi dia talenta suara dan hati yang besar.


Kalau saya ditanya, apa momen terbaik American Idol tahun ini, jawaban saya adalah Elliott's Homecoming. Ribuan orang di Richmond Virginia menyambutnya dengan suka cita, dan Elliott tidak pernah berhenti tersenyum. Orang orang berjejal di jalan raya bahkan sampai naik ke atas atap gedung demi melihat dirinya. Saat dia mengunjungi toko obat tempat dia dahulu bekerja, dia melihat teman kerjanya gemetaran, dia dengan lembut berkata:" Hey, saya Elliott yang dulu, masih sama dengan Elliott yang bekerja di sini." Di tengah parade, tak lupa dia selalu membawa serta ibunya. Sang ibu sampai tidak bisa berkata kata, karena begitu bangga anaknya dielukan oleh sepenjuru kota. "It's an early Mother's day gift for my Mom," katanya.

Air mata saya tidak bisa dibendung menyaksikan perjalanan Elliott di kota kelahirannya. Ternyata bukan hanya saya, teman-teman saya juga banyak sekali yang menitikan air mata. Saat itu, firasat saya makin kuat, kalau Elliott akan pulang hari ini. Seandainya saja video ini dipertontonkan sehari sebelumnya, mungkin Elliott masih akan hadir di layar kaca hari Selasa depan.. ah, hanya keinginan saya saja... Saat Ryan Seacrest mengumumkan kalau score malam kemarin sangat ketat, saya tidak menyangka, ternyata angkanya dipisahkan oleh kurang dari 1% suara: 33.68%, 33.26%, dan 33.06%. Di presentasi paling kecil itu, keluarlah nama Elliott Yamin. Lemas rasanya kaki ini, jantung seperti berhenti sesaat.

Saya bangga, betul-betul bangga pada Elliott. Dengan talenta yang Tuhan beri, dia telah menyentuh hati berjuta orang. Siapa yang menyangka, Elliott yang kecil, dengan murni modal suara, bisa menarik 1/3 dari penonton American Idol. Saat dia keluar, tidak ada sedikitpun guratan kecewa. Dia bersyukur, karena dia telah sampai ke babak 3 besar. Ryan Seacrest pun berkata:"You're a great man, Elliott!". Minggu lalu Simon Cowell yang terkenal kejam itu juga bilang di Jay Leno, kalau Elliott adalah the nicest man he's ever met in this competition.

Elliott, tidak pernah melawan saat dikritik juri. Elliott, selalu menghibur dan peduli saat kontestan lainnya di eliminasi. Elliott, tidak takut untuk menunjukkan kalau laki laki juga bisa menangis. Elliott, tidak pernah berhenti berjuang ditengah kesehatannya yang tidak prima. Elliott, begitu bangga terhadap perjuangan ibunya membesarkan dia.

Elliott, you're the the true winner !!

Thursday, May 18, 2006

Postingan Indah Tentang Elliott

Teman-teman, ini adalah artikel yang sangat menyentuh, yang saya ambil dari Musebay. Sama seperti si penulis, saya juga merasa tersentuh oleh suara Elliott sejak penampilan perdananya di American Idol. He's a true American Idol to me.

Writing About Elliott in This Moment of Uncertainty

This day has rather been bleak for me not only because I am sick from my travel but because of negative vibes around the Internet about my favorite Idol contestant.
So I decided to write my thoughts about the E-man, and I write this withe due respect to my friend Chip, who is an ardent follower of Katharine McPhee, and to all Musebay visitors who choose to support another contestant.

I call myself not only as an E-follower but a true believer of this phenomenal talent. Although I am always on my feet somewhere else, I see to it that I get through Elliott’s phone lines each week. Last night, I voted as if there were no tomorrow.

So why Elliott?

I first noticed E the first time he performed in the Top 24, when the camera finally focused on him. Blame it on the unfair airtime among contestants not to mention how the Brittenum twins drowned Elliott in the background. Yes he was just another guy and was another guy for a few more weeks but his rendition of “If You Really Love Me” made me put down my dinner plate and stood in front of the television– silent and wondering how beautiful his voice was. So I thought that this guy could sing but maybe it was just a good song choice. One good performance was not good enough to make me root for him. The week after that, he performed ”Moody’s Mood For Love” and I was blown away.

Elliott is the only contestant this season whose voice pierced through my heart, most of the times pierced it deeply. I am not easily impressed by novice singers but tears came easily when he did “A Song For You.” Every time I watch his video performance of that song, I couldn’t help but feel the song’s emotions come alive with Elliott’s voice.

So tonight the contestants were down to three. I am grateful enough to see Elliott in the semi-finals but if I were to assess each remaining contestant, Elliott is the only one who is most deserving to wear the Idol crown. Whether you understand the English lyrics in his songs or not, you will agree with me on this. This is because when Elliott sings, his great pipes generate a sound that is deemed universally magnificent– yes, you don’t have to be familiar with the song he sings to appreciate nor understand English to be impressed by it. Elliott proves true the modified saying that great music is universal. Only a stoned heart will never be moved by him.

Elliott did not win my vote instantly. He earned it and earned it well. He won a myriad of supporters across the globe not by first impression nor by looks but by sheer talent, impeccable vocals, oustanding personality and humility admidst the glitz and glamour in the labyrinth that is Hollywood. As weeks passed by, Elliott converts grew in numbers that they even managed to bring the man often called as “The Funky White Boy” to the semi-finals. This is what Elliott magic is all about. His greatness is cloaked by his shy smile and boyish look in front of cameras. No, he didn’t need to be pomp and bombastic to be referred to as The Best Male Vocalist of Season 5. He doesn’t need to do stage antics, be antsy and twitchy to be loved by the audience. He doesn’t need to wear revealing clothes, do a musical Broadway drama, sport a sultry look and bat his eyes to the magnifying camera lense, sprawl himself on the floor to be glorified, nor defend himself when the judges are harsh on him. The sole most powerful weapon that this guy uses is what this show is all about: TALENT.

Apparently, some people still refuse to see that or play deaf, mute and blind to what this man has to offer. This is still a harsh world afterall, especially in the field that Elliott chose to traverse.
But who can deny Elliott’s genius? Anyone who is not deaf or even 90% deaf knows that. Sometimes I am still amazed that inspite of Elliott’s physical flaws, he is still a better singer by a mile than most contestants this season.
Elliott, for me, is a living inspiration and hope. He inspires many people by his real-life Cinderella story. He encouraged so many viewers to believe once more in the mockery that is American Idol that became more of a popularity contest than a singing competition. He brings hope to the many Elliott Yamins around the world to continue reaching for the stars inspite of their poverty, physical illness and hopelessness.

I can almost imagine Elliott singing at the center stage of the Kodak Theatre next week and fulfill his ultimate dream. I hope to hear him say, “This is the greatest moment of my life” in front of millions of people. He will be the center of the world and all that because of his faith in himself and his fan’s faith in him. But I think the best thing that happened to Elliott during his quest for the American Idol title is how he won supporters around the world that are so passionate about his music. I’ve been around every A.I. forum on the internet and read a lot of campaigns by fans of their favorites but I’ve never seen those who have the same burning passion and love for their Idol like Elliott’s E-train. These fans sincerely believe in what this man can do! The overwhelming support and determination to bring Elliott to the finale prove that.
Elliott, on the other hand, does everything his own way and with so much class.

Whether Elliott loses or wins, he will have a very rewarding singing career ahead of him. This is just the beginning of his journey. I am very happy that he finally reached his dream of imparting his message across continents through his beautiful music.

As for me, I am grateful enough to admire someone like him and do it from afar.

Thank God for Elliott.

Tuesday, May 16, 2006

Graduation Day

It's here again. The graduation day. Tidak disangka, dua tahun sudah berlalu dari hari yang membahagiakan itu. Kali ini, giliran adik kelas saya yang berbahagia, merayakan hari "kemenangan" melawan ujian, tugas tugas, dan insomnia (terpaksa) berkepanjangan. Sejak Jumat malam, saya berada di Madison untuk bersama sama berbagi suka cita dan melepas rindu.

Saking kangennya, selama 3 malam saya berada di Madison, kami tidak bisa berhenti ngomong dan bercerita sampai pukul 3.30 pagi, padahal besoknya saya harus bangun pukul 9 di hari Sabtu, pukul 10 di hari Minggu, dan pukul 6:30 pagi di hari Senin. Oh no... dasar cewek-cewek semua !

Below are the pictures that we took on the 10:00 AM Saturday Commencement. Congratulations to the girls in the picture: Carla, Rina, and Devi. Selain itu masih banyak lagi teman teman lain: Lilid, Suwandi, Barry, Raga, Yuyun, Andi, Willy, Cheery, dan 8000 anak lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu hehehe...

Selamat berkarya di dunia nyata !!!

PS: Saya juga berhasil mempertontonkan video dan memperdengarkan mp3 Elliott Yamin kepada teman teman saya di Madison, dan mereka setuju, kalau Elliott Yamin is the best singer in the competition, dan katanya mereka juga mau ikutan vote ! Horeeee !

Thursday, May 11, 2006

Darn American Idol !!!!

Mengapa oh mengapa, Chris Daughty meninggalkan kita... Kenapa oh kenapa, si Kat yang nyanyinya fals itu mempunyai fans yang gila gilaan ?



Sebagai pelipur lara, inilah link mp3 dari abang kita Chris dengan penampilan terbaiknya (menurut saya) di What a Wonderful World.

Chris Daughtry - What a Wonderful World

He'll do great in the future.

Vote for the best America !

Wednesday, May 10, 2006

Professor Yang Satu Ini


Lihatlah wajah guru saya yang satu ini. Mukanya agak keras, tapi juga nampak bijak. Pipinya agak bulat seperti tomat. Dialah Professor saya, Larry Rittenberg namanya. Dia adalah professor yang telah membuat saya menderita, tapi berangsur angsur membuat saya bahagia. Sejak kelulusan saya di tahun 2004, akhirnya di penghujung April lalu, saya kembali bertemu dengannya dalam acara lelang di sekolah. Perawakannya masih tetap sama, dengan tambahan beberapa pounds di daerah perutnya. Begitu kami bertatap wajah, tak ayal menjadi sebuah reuni pelepas rindu. Kabar saya mungkin sudah banyak berubah, tapi dia masih tetap mengajar kelas yang sama walaupun beberapa gelar kehormatan makin bertambah di pundaknya karena dedikasinya yang luar biasa terhadap dunia Accounting. Berikut, saya ceritakan kisah saya bersama Professor yang paling memberikan kesan mendalam bagi saya selama duduk di bangku kuliah.

"Professor Rittenberg's class is difficult!" Begitu kata teman-teman seperjuangan saya, saat saya mencoba mendaftar kelas yang dipimpin olehnya. "It's better to take this class with other professor." Tapi dasar kadar penasaran saya yang tinggi, ditambah lagi hanya jam kelasnya yang cocok dengan jadual saya saat itu, saya tetap mendaftar. Spring 2004 dimulai, dan seperti saya ceritakan sebelumnya, saya terserang cacar selama tiga minggu. Ujian pertama saya di kelasnya gagal total. Sayapun diminta untuk menghadap.

Lalu dia mulai komen: "You know what Leony, I don't think you're ready for this class. I believe it's better for you to wait and take this class with other professor."

"But, Sir, I really would like to try. This is only my first exam, and I was sick before".


Dia menjawab dengan ketus: " I forgave you for your three weeks absences. There is no reason for you to fail this exam if you want to be an auditor."

Bener juga yang teman-teman bilang, kalau guru ini memang sangat susah ditangani. Dia tidak menerima alasan kalau saya sakit selama tiga minggu. Ujian kedua dikembalikan, walaupun nilai saya mengalami perbaikan, tetapi masih jauh dari yang diharapkan untuk mengkompensasi nilai sebelumnya.

"Leony, I'll give you an offer. I know this time is already late for you to drop this class, but I'm going to talk to the administrator so you can drop this class even though it's after the due date."

TIDAKKK !!! Setelah berjuang susah payah untuk ujian kedua, saya dipaksa untuk meninggalkan kelas tersebut. Saya pun memohon-mohon padanya, saya berjanji untuk mendapatkan paling tidak B plus untuk ujian final supaya saya bisa melewati kelas ini. Setiap kali membuat peer, saya khusus datang ke kantornya untuk berkonsultasi, dan tidak habis habisnya dia menawarkan pilihan yang sama karena baginya saya hampir tak ada harapan.

Di bulan April 2004, organisasi accounting di kampus mengadakan lelang besar. Sebagai salah satu barang yang dilelang, saat itu saya menyumbang tenaga untuk membuatkan makan malam lengkap ala Indonesia untuk sang penawar tertinggi. Saya sampaikan hal itu kepada si professor karena dia bilang dia akan menghadiri lelang. Malam lelangpun tiba. Suasana sudah betul betul seperti di balai lelang. Dengan seorang auctioneer professional yang bicara lebih cepat dari kereta api, hampir tidak kelihatan siapa siapa saja yang sebetulnya menawar. Sampai akhirnya giliran masakan saya mulai ditawar. Harga dibuka dari $50, lalu naik dan naik dan naik terus dengan kelipatan $5, sampai akhirnya sang penawar tertinggi berhasil mendapatkannya seharga $175. Setelah lelang selesai, saya baru tau, ternyata, si Professor Rittenberg adalah pemenangnya.

Spring semester 2004 pun berlalu dengan melelahkan. Kelas sang professor berhasil saya lalui walaupun nilainya biasa saja. 13 Juni 2004, hari memasak itupun tiba. Tak disangka, dibalik kekejamannya di sekolah, sang Professor adalah orang yang sangat hangat di rumah. Istrinya yang juga seorang guru juga tak kalah ramahnya.

Sejak makan malam yang berkesan itu, setiap kali dia bertemu dengan saya, dia tidak pernah lupa menyebutkan pengalamannya mencoba makanan Indonesia. Bahkan dia membuka rahasia, kalau sebetulnya dulu istrinya sempat marah saat dia membayar $175 dolar untuk makan malam itu. Istrinya hanya memberi jatah $120 dolar. Tetapi si Professor betul betul ingin melihat sisi lain dari diri saya, dan dia terus menawar sampai dia jadi pemenang.

Fall semester 2004 adalah semester terakhir saya. Saat saya sudah menerima tawaran dari sebuah perusahaan, tawaran tersebut hampir dicabut karena kartu ijin kerja saya tak kunjung tiba. Saya hanya bisa menangis dan mengadu kepada sekolah karena saya sudah membatalkan interview2 saya di perusahaan lainnya. Ternyata, pihak sekolah meminta Professor Rittenberg untuk bicara dengan pihak perusahaan. Pembicaraan berhasil, dan akhirnya saya dipastikan bisa masuk kerja walaupun terlambat satu bulan. Tak disangka, dia jadi dewa penolong saya.

2 tahun berlalu, di lelang 27 April 2006 kemarin, rasanya semua kenangan saya bersama si Professor ini hadir kembali di kepala saya. Si Professor bercerita, kalau sebelum dia berangkat ke lelang, istrinya sudah berpesan untuk kembali membeli tawaran saya. Tapi si Professor bilang, kalau saya sudah lulus dan sudah bekerja, jadi tidak mungkin ada tawaran itu lagi. Kita berdua tertawa lepas.

Di ruang lelang itu, dia masih saja berpromosi kepada orang orang, kalau makanan yang saya masak dua tahun lalu itu is one of the best meal he's ever had. Ternyata, sang professor yang tadinya begitu kejam di mata saya, adalah orang yang begitu berjasa dalam hidup ini. Dan saya, muridnya yang tidak pintar dan dipaksa keluar dari kelasnya, ternyata sudah menjadi seorang akuntan. Dunia memang aneh tapi nyata.

Tuesday, May 09, 2006

The Missing Link

Beberapa hari yang lalu, setelah lumayan bersusah payah memindahkan entry2 saya dari Xanga ke Blogspot, saya menyadari, kalau ternyata ada suatu kejadian yang lumayan aneh. Ada tenggang waktu antara bulan Oktober 2003 dan bulan May 2004 di mana saya tidak menulis satu entry pun. Ada apakah gerangan ? Apakah saya memang bosan dengan kehidupan ngeblog untuk sementara sehingga saya betul betul tidak berniat untuk menulis satu entry pun ?

Sayapun berpikir dan berusaha mengingat-ingat, sebetulnya apakah yang terjadi selama itu, sehingga tidak ada barang satu hari pun saya menulis entry. Supaya blog ini menjadi lebih komplit, saya akan menuliskan sekelumit saja yang terjadi selama saat itu.

Minggu pertama bulan Oktober, saya mengalami sakit pinggang yang luar biasa. Setelah dibawa ke dokter dan di x-ray, ternyata di saluran urethra saya mengalami penyumbatan karena ada batu ginjal yang nongkrong. Saya bolak balik ke dokter berkali kali, dan setiap kali saya diberi obat untuk mencoba menghancurkan batu ginjal itu sebelum prosedur selanjutnya dilakukan. Obatnya itu bisa membuat kita bolak balik kamar mandi setiap setengah jam sekali. Ternyata bukannya hancur, pindah pun tidak. Akhirnya diputuskan kalau saya akan melakukan cytoscopy alias operasi penembakan batu ginjal dengan menggunakan laser. Karena dokternya sibuk, prosedur baru akan dilaksanakan pada akhir November sebelum thanksgiving. Jadilah selama dua bulan itu, derita terus berjalan. Di kelas, saya berusaha untuk mengikuti semua pelajaran dengan sebaik baiknya ditengah bolak balik kamar mandi dan kadang sakit pinggang tiada tara yang menyebabkan saya harus istirahat di rumah. Di akhir November, begitu operasi selesai, boro boro saya diperbolehkan tinggal di rumah sakit barang satu malam. Hari itu juga, saat saya baru sadar dari pembiusan, dengan alasan tidak ada ruangan sisa di rumah sakit, saya dibawa pulang ke apartemen oleh teman2. Masa penyembuhan berlangsung di saat ujian final membabi buta. Jadi bisa dibayangkan, betapa bahagianya saya saat liburan Natal tiba, dan saya bisa pulang ke kampung halaman ! Selamat tinggal 2003, selamat datang 2004.

Liburan yang menyenangkan berakhir, sayapun kembali ke Madison untuk melanjutkan tahun terakhir sekolah. Hari pertama saya lalui dengan menyenangkan. Tiba tiba di hari kedua, bintik bintik kecil menyelimuti badan saya. Ada apa gerangan ? Saya langsung ke dokter, dan ternyata... Jreng jreng... Saya kena CACAR AIR !! Bayangkan, seorang anak berumur 21 tahun yang terkena cacar air. Setelah di teliti, sumbernya adalah gara gara saya salaman dengan oom saya yang baru sembuh cacar, saat menghadiri pesta perkawinan di Jakarta. Di Amerika sini, cacar air adalah barang yang langka. Dokter dan suster di University Health Service panik berat karena kasus cacar air jarang sekali terjadi. Sayapun diisolasi, tidak boleh keluar rumah selama tiga minggu. Boro boro bisa ke kampus, keluar apartemenpun dilarang. Gatalnya luar biasa, apalagi di saat cacarnya mulai mengering. Seminggu sekali teman saya mengantarkan barang belanjaan titipan yang dia letakan di depan pintu. Jadilah saya ketinggalan pelajaran, dan selama sisa semester itu, saya harus berjuang mati matian memperbaiki nilai ujian pertama saya yang jeblok karena cacar air. Semester itu akhirnya saya berhasil lalui dengan perjuangan extra. Bulan May yang saya nantikan tiba, 16 May 2004, saya berjalan melewati panggung wisuda, dengan senyum mengembang.

Setelah saya lihat lihat lagi, itulah dia kenapa saya tidak pernah mengisi blog di masa itu. Bukan karena saya malas, tapi hari hari saya dipenuhi dengan perjuangan untuk menggapai masa depan, mencoba bertahan di tengah terpaan kesehatan yang kurang mendukung di dua semester itu. Untungnya, Tuhan betul betul baik. karenaNya, entry entry di blog ini terus bertambah. Dan saya juga senang, karena cacar telah berlaluuuu !

Sunday, May 07, 2006

Kue Sussss...

Barusan saya bikin kue sus alias cream puff kalo orang sini bilang. Cuma saya nggak suka cream puff bikinan orang Amerika, soalnya isinya bener bener butter cream kayak yang buat ngehias kue itu loh. Saya sukanya yang isi vla lalu dicampur liquor sedikit dan atasnya nggak pake coklat banyak banyak. Kue sus ini saya buat untuk acara potluck besok pagi sepulang gereja. Mudah-mudahan pada nggak mabuk soalnya saya kasih Godiva White Chocolate Liquor di dalem vlanya huahahhaa...

Ini dibawah ada foto foto kuehnya sedikit. Foto yang pertama waktu belum dikasih coklat atasnya, yang kedua pas udah dikasih coklat. Eh, jangan nyomot ya !

Friday, May 05, 2006

Buat Pengunjung Yang Bingung


Buat yang pada bingung kenapa judul postingan saya sebelum ini adalah: "POSTINGAN PERTAMA", padahal banyak sekali postingan sebelumnya, inilah jawaban dari misteri anda.

Postingan saya yang itu memang adalah yang pertama saat saya menginjakan kaki di rumah baru alias di blogspot. Sedangkan postingan sebelumnya adalah transfer dari postingan postingan lama saya di Xanga. Jadi jangan bingung kalo nanti postingan sebelumnya bakal nambah dari tahun 2003 yah hehehe.

MYSTERY, SOLVED !

Thursday, May 04, 2006

Ngepost Pertama Pakai Blogspot

Hualo teman, ini postingan pertama saya lewat Blogspot. Saya sudah jadi pemakai setia Xanga selama 3 tahun. Banyak yang bilang, pakai blogspot saja karena lebih mudah dalam memberikan komen, tidak harus sign up dulu seperti Xanga. Idealnya sih enak sekali kalau saya bisa transfer isi blog selama 3 tahun ke Blogspot.

Saya coba dulu ya. Kalau cocok saya lanjutkan, kalau nggak, saya akan tetap pertahankan pakai Xanga.

Wednesday, May 03, 2006

Sukses Part 2

Kemarin, sehabis nulis entry terakhir sebelum ini, saya tertidur lelap, dari pukul 7.20 malam sampai pukul 7.20 pagi.
12 Jam !!!
WHAT'S WRONG WITH ME ???

Tuesday, May 02, 2006

Sukses !


Gara gara kecapekan, pada hari Jumat lalu, saya berhasil tidur, dari pukul 6 sore, bangun pukul 2.15 subuh, tidur lagi pukul 4.45 pagi, lalu bangun pukul 11 siang hari Sabtu. Balas dendam ceritanya.

TOTAL: 14.5 jam. HORE !!!

Hal tersebut adalah akibat dari: Kamis kerja di La Crosse dari pukul 8 pagi sampai pukul 5.30 sore. Pukul 5.45 nyetir 2 jam ke Madison untuk Beta Alpha Psi Auction. Auction baru selesai pukul 10.30 malam. Check in hotel pukul 11 malam, mandi dan lain lain. Tidur pukul 1 pagi. Pukul 8 pagi nyetir langsung ke kantor Milwaukee, kerja sampai pukul 4.30 sore, lalu ngantar dokumen ke client. Sampai rumah pukul 5 sore, ganti baju, lalu pukul 6 blek di ranjang. Cerita selanjutnya, tinggal lihat ke atas.

PS: Entry saya yang sebelum ini soal birging saya tulis diantara pukul 2.15 dan pukul 4.45 Sabtu subuh.