Saturday, April 29, 2006

Fans Sementara ?

Saya lagi tergila gila sama yang namanya American Idol. Sepertinya dalam satu bulan terakhir, ada dua postingan saya soal American Idol. Walaupun nggak penting, tapi namanya lagi kena demam gimana dong ? Oh iya, idola saya masih tetap si Ellliott Yamin loh. Dan memang nggak salah kemarin dia sudah bikin si Paula Abdul termehek mehek karena suaranya Mas Yamin memang Te O Pe. Mungkin sulit buat dia untuk menang karena mukanya yang menurut banyak orang pas pasan. Tapi bagi saya, si Yamin ini jadi tambah cakep karena kepribadiannya yang sederhana dan nggak sombong. Jadi nilai plus plus plus deh.

Yak, lanjut ke topik sebenarnya soal fans. Sudah tiga tahun terakhir, saya ikutan message boardnya American Idol. Pada saat acara berlangsung, bisa sampai 800 ribu orang ngumpul di message board untuk berdiskusi. Kadang di dalam diskusi itu isinya bagus bagus alias mengemukakan pendapat yang positive, tapi ditengah tengah selalu ada saja pengganggu yang menjelek-jelekan salah satu kontestan. Akhirnya, terjadilah "pertumpahan darah" antar fans di message board. Kadang kadang saya suka ikutan untuk mencerahkan suasana kalau sudah mulai panas dengan kasih komen yang objektif. Eh, kadang berhasil loh. Misalnya saat orang orang panas karena Elliott Yamin tidak masuk dalam top two minggu ini, banyak sekali yang kesal, dan akhirnya malah menyalahkan kontestan lain, bukan berpikir untuk vote lebih banyak lagi di minggu depan. Saya cuma komen, kalau minggu depan semua kontestan akan mulai dari nol lagi. Jadi votelah sebanyak banyaknya. Senengnya kalau ada yang ditto sama saya, lalu message boardnya jadi lebih tenang hehehe...cuma saya nggak bisa lah keep up dengan semua postingan. Bisa gila saking banyaknya. Untung saya bukan maniak message board, karena kalau dijabanin, bisa 24 jam nongkrong di message board dan pasti ada aja topik yang diomongin, mulai dari gossip soal kontestan, sampai gossip soal produser dan juri.

Saya jadi ingat dulu, saat masih kuliah dan mengambil kelas communication art, research yang kelompok kami pilih adalah soal birging. Kita ingin membuktikan kalau banyak sekali yang namanya fans sementara dan kaitannya dengan self esteem. Saat itu research yang kita lakukan adalah saat March Madness di college basketball, kita mengirimkan survey di dalam message board umum seperti espn.com, cbs.com dan lain lain, dan juga di message board lokal kontestan March Madness. Intinya, kita ingin supaya bisa menarik kesimpulan, kalau para fans yang cuma bela team kalau team itu menang mempunyai self esteem yang lebih rendah dan end upnya memang nggak bisa setia dengan team tersebut karena kalau teamnya kalah mereka bisa langsung pindah ke team yang menang. Dan setelah musim berakhir dan hasil research dikumpulkan, hal itu memang terbukti loh !

Dari hasil research di kampus itu, saya jadi bisa mengkaitkannya dengan hasil American Idol. Banyak sekali fans fanatik dari setiap kontestan, tapi begitu kontestannya kalah, mereka langsung pindah ke kontestan lain. Di dalam message board, banyak fans yang bilang, kalau idola mereka tersingkir sekarang, mereka akan tetap mendukung dan membeli CDnya kalau diproduksi. Tapi bukti nyatanya, berapa banyak sih kontestan yang kalah lalu berhasil menjual banyak CD walaupun sebetulnya fans base mereka sangat besar ?

Saya juga merasa saya adalah bagian dari birging people tersebut karena dulu saya seneng banget dengan Bo Bice dan sempat mikir untuk beli albumnya. Tapi nyatanya, sampai sekarang saya nggak beli albumnya soalnya musiknya kurang bagus dan CD mahal huahahaha...Tapi saya sih nggak pernah pindah ke lain hati soal dukungan dari awal sampai akhir season. Season 1 dukung Kelly, Season 2 dukung Clay, Season 3 nggak dukung siapa siapa, Season 4 dukung Bo Bice, dan Season 5 dukung Elliott. Soal Bo Bice dan Clay nggak jadi juara ? Nggak masalah tuh. Mereka tetep juara buat saya di season itu, dan saya nggak bisa pindah jadi fansnya Ruben atau Carrie. Jadi saya birging atau nggak sih ??

Monday, April 24, 2006

One Day Totally For Myself, is That Possible ??


Hari ini saya berangkat ke La Crosse sekitar pukul 11.40 pagi. Sebelumnya saya janjian dulu dengan Alex dan kawan kawan di Madison untuk ketemuan sebentar makan siang karena Alex akan berangkat ke Florida untuk magang selama 3 bulan. Kemungkinan sampai dia berangkat tanggal 10 May nanti saya tidak akan mampir ke Madison lagi. Ditambah lagi, perjalanan 3.5 jam ke La Crosse akan sangat melelahkan tanpa jeda. Jadilah tadi kita ketemuan di Houlihan's, Middleton. Sampai di sana saya ketemuan juga dengan teman teman Madison yang lain. Ada Icha (gilak, sudah lama banget nggak ketemu anak yang satu ini), Feli, Kiki, Cherry, and tentunya Alex dong. Karena yang lain sudah hampir selesai makan, saya memesan Ahi Tuna Salad yang kelihatannya lumayan cepat untuk dibuat (supaya saya nggak ketinggalan dengan yang lain). Saladnya ternyata lumayan enak, better than my expectation for Houlihan's.

Setelah selesai makan dan jalan ke tempat parkir, Icha bercerita soal keadaan tangannya dia yang waktu itu sempat injured, dan setelah itu timbul efek sampingnya, seperti, tangannya masih bengkak dan beberapa gejala mengganggu lainnya. Saya langsung nyeletuk, "Wah Cha, apa mungkin elu lagi stress dan kepengaruh ke yang lain?" Lalu saya jadi teringat kalau 2 minggu lalu saya masuk ke ER karena migrain, lalu saya cerita ke Icha kalau dokter bilang kemungkinan penyebabnya adalah saya stress karena banyak kerjaan. Alex lalu ngomong satu kalimat yang bikin saya betul betul merenung. Dia bilang: " Non, mungkin elu butuh satu hari untuk diri elu sendiri. Tanpa mikirin kerjaan, nggak seperti sekarang. Masak elu hari minggu harus travel untuk kerjaan?"

Sepanjang perjalanan, saya bertanya pada diri saya sendiri. Sudah berapa lama ya saya betul betul istirahat dan nggak mikirin orang lain maupun kerjaan ? Selama busy season, hari Sabtu umumnya saya habiskan di kantor sampai jam 2 siang. Setelah itu, badan rasanya capek banget dan nggak kepingin kemana mana. Lalu minggu pagi saya ke gereja, sorenya sudah bersiap siap packing untuk berangkat Senin pagi ke luar kota. Hari ini saya berangkat hari Minggu karena perjalanan ke La Crosse dari Milwaukee kira kira 3 jam 40 menit lamanya, dan saya harus sampai di client besok pukul 8 pagi.

Saya lalu meninjau kembali kegiatan saya selama minggu ini. Senin pagi saya bekerja di client yang berlokasi di Hartford, 40 miles dari Milwaukee. Sore sore sepulang kerja, saya langsung berangkat ke Madison untuk promosi kantor saya ke anak anak master of accountancy di Overture Center. Setelah itu malamnya masih ada kumpul kumpul dengan alumni di Crave Lounge. Saya baru pulang ke hotel pukul 10.45 malam. Besok paginya saya nyetir dari Madison ke Milwaukee. Selanjutnya mulai Selasa sampai Jumat saya bekerja di kantor. Kamis sore, saya mampir ke Walmart untuk memesan obat dokter, lalu lanjut ke Sams Club untuk membeli makanan untuk acara food drive di kantor. Jumat sore sepulang kerja, saya ke Walmart untuk mengambil obat yang dipesan kemarin. Lalu saya belanja ke Asian Market untuk bahan membuat pempek untuk potluck besok harinya. Sehabis belanja, saya mampir ke lapangan bola Valley Field untuk mensupport anak anak Indonesia bertanding di International Day. Pukul 9 malam setelah nonton, saya mampir ke supermarket untuk beli minyak goreng, dan malamnya bikin pempek serta bumbu bumbu sampai pukul 2 pagi. Sabtu siang saya masih masak masak condiment mie dan soun, juga potong potong timun. Sore hari jam 6, saya ke tempat potluck dan goreng pempeknya. Lalu makan makan bareng dengan teman teman dilanjutkan dengan rapat Permias. Pukul 9 pagi hari Minggu, saya sudah nongkrong di gereja. Sepulang gereja saya packing, lalu pukul 11.40 saya berangkat ke La Crosse.

Hmm..kok beneran ya, dalam seminggu ini, nggak ada satu haripun di mana saya bisa istirahat total, kecuali pas saat tidur malam hari. Ini saya saya nulis entry sambil mendengarkan lecture untuk ujian minggu depan... ampun deh... I think I need vacation...

Wednesday, April 19, 2006

Postingan Nggak Penting tapi Penting


ELLIOTT YAMIN IS MY IDOL !!

I'm having deja vu here. I feel like I am in season two, voting for Clay Aiken because he nailed all his performances. SO DID MR. YAMIN !!

Biarpun dia nanti belum tentu juara, nggak apa apa. Buktinya si Clay jauh lebih sukses dibandingin si Ruben dan si Tamyra Gray lebih sukses dari Justin Guarini.

VOTE LIKE YAMIN IT !!

Monday, April 17, 2006

Sakit Itu Nggak Enak


Setelah saya berusaha mempertahankan kesehatan saya, akhirnya minggu lalu pada Senin subuh, saya ambruk. Sejak pukul 10:30 malam hari minggu, saya sudah merasa ada yang tidak beres di kepala saya. Migrain mulai menyerang di sisi kepala sebelah kanan. Saya memang mulai terserang migrain sejak beberapa tahun lalu setiap sebulan atau dua bulan sekali. Umumnya migrain itu akan tinggal hanya selama 2 jam, dan saat saya usaha untuk tidur, biasanya besoknya migrain itu sudah hilang. Karena sudah cukup lama diganggu, tiga tahun lalu saya memeriksakan diri ke dokter di Madison, dan saya diberi sample obat resep oleh dokternya, dan ternyata tidak cocok. Jadilah dokternya bilang, kalau memang menyerang dan bisa hilang dalam dua jam kalau saya bisa tahan, ya sudah, selama itu tidak mengganggu pekerjaan dan lain lain.

Selama tiga tahun itu saya mencoba bertahan tanpa obat setiap kali migrain menyerang. Tapi yang kemarin ini, luar biasa parahnya. Setelah 4 jam menunggu, migrainnya malah semakin menjadi jadi. Dan yang lebih parah lagi, saya sampai (maaf) muntah-muntah. Pertama muntahannya adalah sisa makanan, setelah itu air. Saya sampai dehidrasi luar biasa. Energy turun drastis, dan saat itu sudah lebih dari pukul 2 pagi. Tidurpun saya tidak bisa karena kepala ini seperti ditindih beban. Akhirnya saya mencoba telepon si Ivan, cuma tidak diangkat. Lalu coba telepon Rendy, tidak diangkat juga, dan malah masuk busy tone setelah itu. Akhirnya saya telepon Mama, dan mama mencoba telepon Ivan karena dia tinggal satu gedung dengan saya. Kebetulan Mama berhasil, jadilah pukul 2:15 pagi, Ivan dan Andy membawa saya ke Emergency Room Aurora Sinai Hospital.

Begitu sampai di rumah sakit, tekanan darah diukur, suhu badan diukur, dan 20 menit kemudian saya dimasukkan ke dalam kamar. Dokter langsung memeriksa saya, dan suster langsung diperintahkan untuk memasang infus. Duh, saya sudah 3 tahun tidak pernah menyentuh infus dan jarumnya yang guede itu. Setelah infus masuk, Ivan dan Andy lalu pulang (kok infus jadi kayak nama orang ya?). Pertama saya dikasih obat pusing lewat infus. Dokternya berharap reaksinya langsung kerasa dan pusing saya hilang. Yang kejadian, saya malah jadi anxious, lalu nggak bisa diem. Jadi pengen nendang nendang. Mana tangan saya tuh nggak bisa ditekuk karena ada si jarum infus gede itu. Saya jadi tambah nggak nyaman. Akhirnya si suster nambahin obat tidur di dalam infus saya, dan saya langsung blek.

Pukul 5:30 pagi, saya terbangun, dan migrain saya sudah hilang. Rasanya justru kepingin pipis banget. Dan nggak mungkin saya ke restroom dengan infus di tangan, karena saluran infusnya itu dihubungkan dengan alat listrik yang dipakai untuk mengatur kecepatan cairan infus. Lalu pas ada orang lewat di depan kamar saya, saya panggil panggil aja, supaya bisa manggilin suster saya yang (kalau nggak salah) namanya Nancy. Lalu si suster mencabut infus saya, dan saya dibolehkan langsung pulang.

Nah, saya yang bingung, saya harus menghubungi siapa dong pagi pagi gini untuk nganterin saya pulang. Akhirnya saya hubungi Ivan, cuma dia masih setengah sadar. Kasihan juga dia sudah saya ganggu jam 2 pagi. Kalau Rendy udah nggak bisa dihubungi, karena sepertinya telepon rumahnya salah posisi sehingga masuk busy tone. Kebetulan di depan rumah sakit ada dua polisi. Langsung saya dengan cuek bebek nanya salah satu dari mereka, apakah saya bisa dianterin pulang. Eh, ternyata mereka di rumah sakit lagi investigasi kasus, jadinya nggak bisa ninggalin lokasi. Dengan tekad membara, piyama, jaket, dan sandal jepit, akhirnya saya jalan kaki pukul 5:45 pagi menuju apartemen saya. Untung hanya 8 blok saja total.

Sampai rumah, saya langsung tulis email ke atasan, kalau saya nggak bisa make it to the office that day. Dan setelah itu saya langsung pulas di atas ranjang. Pukul 11 pagi saya bangun, pukul 12 bobo lagi, pukul 4:30 bangun, pukul 9 malam tidur lagi, sampai besoknya. Obat tidurnya kenceng amat ya ? Minggu depan saya sudah janji dengan dokter untuk periksa lagi. Doakan ya, mudah-mudahan nggak ada yang aneh aneh.Intinya: SAKIT ITU NGGAK ENAK !! Jadi, jagalah kesehatan anda di musim pancaroba ini.

Untuk yang merayakan Paskah: HAPPY EASTER ! Semoga damai kasih Tuhan kita Yesus Kristus menyertai kita semua. Amin !

Monday, April 10, 2006

Take the Lead, Mr. Banderas !


Sudah cukup lama saya tidak menonton film yang mampu membuat saya tersenyum setelah keluar dari bioskop. Senyuman itu kembali hadir setelah saya menonton film yang satu ini,"Take the Lead". Bukan karena film ini termasuk genre komedi, melainkan karena cerita yang diusung sangatlah menghibur, membuat kita menangis, tertawa, dan terhanyut di dalamnya.

Take the lead menceritakan kepedulian seorang guru Ballroom Dance ternama, terhadap anak anak SMU di sebuah sekolah kumuh di daerah interstate New York. Pierre Dulaine, si guru yang diperankan oleh Antonio Banderas, sempat ditertawakan oleh murid murid terbuang di "detention class" saat dia dengan sukarela tanpa dibayar, ingin mengajarkan anak anak yang umumnya berkulit hitam dan hispanik tersebut, dansa yang dikenal sebagai dansa orang kaya kulit putih. Para murid yang umumnya miskin itu merasa terhina dan menganggap semua itu hanya lelucon.

Dibalik semua itu Pierre mempunyai misi khusus. Dia memperjuangkan hak hak anak anak itu, untuk menjadi dirinya. Yang laki laki supaya bisa menjadi pelindung bagi wanita, dan yang wanita supaya bisa mempunyai rasa aman dan percaya diri. Apa yang terjadi saat Pierre membantu anak anak ini untuk menggapai impiannya dengan mengikuti kompetisi ballroom dance melawan para anak anak kulit putih yang memandang mereka sebelah mata ? Saat mereka yang terbuang di detention class itu bangkit untuk membuktikan kalau mereka punya masa depan, ternyata hidup tidak semudah itu.

Saya memang suka film film yang berbau perjuangan, from zero to hero. Apalagi kalau perjuangannya itu berbau kesenian, seperti musik dan dansa. Film favorit saya yang sudah saya tonton 20 kali adalah Sister Act. Mungkin yang membaca blog ini tertawa dan menganggap saya aneh. Tapi saya betul betul suka dengan aksi para biarawati yang tadinya bernyanyi fals semua berjuang untuk mencapai harmoni sehingga diceritakan kalau sang Paus sampai menyempatkan diri untuk menonton aksi mereka. Saya juga senang dengan film School of Rock yang menceritakan Mr. Schneebly, si guru pengganti yang mengajarkan anak anak SD bermain musik rock untuk mengekspresikan dirinya, padahal sekolah itu adalah sekolah anak anak orang kaya yang umumnya diisi musik klasik.

Film Take the Lead bukanlah hanya soal dansa semata. Ini soal hidup, soal pencarian jati diri, bahwa di dalam setiap diri manusia yang keras, pasti ada sesuatu di dalamnya yang ternyata lembut dan manis seperti gulali. Dan yang tambah bikin happy adalah musik2nya itu loh..bikin saya yang baru keluar dari theater pengen joget joget...(untung nggak dilakuin...kalo nggak nanti disangka orang gila lagi..hihi)....

Thursday, April 06, 2006

Demamnya Balik Lagi...Brrr...

Tolong...saya keserang virusss !! Tenang, saya nggak lagi sakit kok. Virus yang menghampiri saya adalah virus American Idol... setiap Selasa dan Rabu malam sejak bulan Januari lalu, virus ini selalu menyerang. Akibatnya, saya nggak kepingin kemana mana. Kegiatan jadi berhenti sementara. Satu-satunya obat penyembuh adalah nongrkrong di depan televisi. Kadang isi dapur juga ikut pindah di depan televisi. Makan malam sambil nonton AI rasanya kegiatan yang hampir rutin terjadi.

Karena AI mulai berbarengan dengan musim sibuk, seringkali saya ketinggalan nonton karena bekerja sampai malam. Untungnya walaupun modal saya cuma dari jaman rekiplik, saya masih bisa merekam dengan VHS (hari gini...semua orang punya DVR, saya sampe diketawain masih ngerekam pakai VHS). Karena nggak sabaran, kalau saya sedang di luar kota, begitu sampai hotel sepulang kerja di malam hari, saya langsung buka websitenya dan nongkrongin message board untuk membaca pendapat orang soal show hari itu. Ahhhh...kayaknya saya memang betul betul sudah terinfeksi.

Untuk musim ini, boleh dong saya juga punya favorite. Jagoan saya ini badannya lebih pendek daripada Ryan Seacret, rambutnya model kupluk, giginya bengkok bengkok (konon karena diabetes), tapi suaranyaaa...ALAMAK...tiap kali nonton dia, selalu membuat muka saya tersenyum. Dialah Mas Elliott Yamin...cihui..

Minggu ini, saya sedang berada di hotel di Appleton. Karena kemarin saya pulang ke hotel waktunya pas pasan dengan mulainya American Idol, saya order makan malam lewat room service. Begitu makanan dihantarkan, si pelayannya langsung ngomong: "Wah..itu si Paris lagi nyanyiii.." Saya sampai mengijinkan dia untuk menonton sampai iklan... Lalu dia tanya siapa favorite saya. Tentulah si Mas Yamin. Tapi si pelayan bilang, si Yamin nggak bakalan masuk final soalnya kurang ada look yang oke...Hikss..

American Idol sepertinya sudah menjadi household name. Semua orang sampai hafal nama nama penyanyinya, termasuk segala tetek bengek soal kehidupannya. Bukan cuma saya saja yang kena virus. Seperti biasa, mama dan adik saya juga kena... Idola mereka ? Adik saya sih sih Yamin..Mama saya sukanya si botak Chris Daughtry dan Paris Bennet.

PS: Hari ini saya cukup kecewa sih dengan resultnya. Mengingatkan saya saat Constantine tergeser di ronde awal pada tahun lalu. Banyak orang yang bilang akan berhenti nonton American Idol saat mereka dikecewakan oleh hasilnya, tapi kalau saya bilang sih, nggak mungkin dehhh.... Pasti virusnya nyerang lagi hehehe..