Tuesday, January 24, 2006

Tidur Siang


Salah satu hal yang membuat saya kangen dengan sekolah adalah jadualnya. Walaupun kadang ada kelas pagi, ada kelas sore, tapi semuanya lebih bisa kita atur dibandingkan dengan kalau kita sudah bekerja. Dulu, saya bisa menyelipkan pulang ke rumah di antara jam kelas untuk sekedar masak makan siang dan tidur selama satu jam sebelum lanjut ke kelas berikutnya. Bahkan saya masih ingat jadual semester terakhir saya, pada hari selasa dan kamis, saya kelas dari pukul 8 sampai 9.15, pulang ke rumah, masak, makan siang sambil nonton TLC, tidur siang selama 1 jam, lalu berangkat lagi pukul 12.30.

Saat bekerja, semuanya menjadi rutin. Pergi pagi, pulang malam. Mau masak saja, badan rasanya sudah lemes duluan. Ditambah lagi, saya masih harus belajar mempersiapkan ujian CPA. Sejak busy season dimulai, saya bekerja dari Senin sampai Sabtu. Hari Sabtu saya berharap bisa masuk agak siang. Tapi ternyata sama saja, pukul 8, saya sudah harus berada di kantor, dan kemarin ini saya bekerja sampai jam 2 siang.

Sabtu malam, saya beranjak ke ranjang pukul 10.30 malam. Tidak normal untuk ukuran weekend. Saya tidur nyenyak sampai pukul 8.15 pagi di hari minggu. Lalu saya ke gereja, laundry, makan siang, dan pukul 4.30 sore sampai 7.30, saya tidur lagi. Pas malam bangun, segeerrr... Namun akibatnya, Minggu malam, saya tidak bisa tidur sampai pukul 1.30 pagi. Begitu sampai di kantor..kepingin zzzzz.... (sayang nggak bisa).

Betapa berharganya tidur itu. Padahal waktu kecil, saat disuruh tidur siang oleh Mama, saya nggak mau. Biasanya saya kabur sambil meniti pinggir ranjang supaya nggak ketahuan, karena Mama biasa tidur di sebelah saya. Saat itu saya nggak ngerti, kenapa orang orang dewasa kok begitu merindukan tidur siang, sementara saya memilih bangun untuk main air, masak-masakan, atau gangguin si Mbak (TVRI baru nyala pukul 4.30 sore soalnya).

Sekarang jam 2 siang...saya ngantukkkk... cuma di depan saya ada empat orang auditor dari salah satu accounting firm lain yang lagi mereview workpaper. Seandainya mereka nggak ada, mungkin otak saya sudah betul betul terbang ke pulau kapuk....duh empuknya...

Friday, January 20, 2006

Musim Sibuk

Beginilah hidup menjadi auditor. Tertanda 9 Januari 2006, musim sibuk dimulai. Setiap hari saya pulang jam 7 malam, dan hari Sabtu saya masuk ke kantor.

Para klien banyak yang menggerutu, karena kami para auditor, dengan muka tersenyum sudah menggangu mereka sejak matahari terbit sampai saat mereka mau meninggalkan mejanya. Namun, karena kami adalah orang-orang berjiwa besar, kami tetap tersenyum, menunggu kedatangan dokumen yang kami pesan namun tak kunjung tiba.

Makan siang kami berputar di antara Subway dan Cousin Subs. Tak ketinggalan chocolate chip cookies untuk membangkitkan semangat dikala bosan menerpa. Mountain Dew atau Diet Coke terbiasa nongkrong diantara tumpukan folder dan binder untuk memompa kami dengan cafeinne.

Jadi, mohon maaf kalau saya jadi jarang menulis. Dimaafkan yaaaa...

Wednesday, January 11, 2006

5th Year Anniversary


Yap betul, hari ini, tanggal 10 Januari 2006, tepat 5 tahun saya menjadi "penduduk" Amerika Serikat. Hari itu, kali pertama saya menginjakan kaki di tanah Wisconsin. Penerbangan dari Jakarta begitu panjang rasanya, dan perasaan rindu rumah begitu terasa setelah meninggalkan keluarga di gate Sukarno Hatta.

Penerbangan pagi dari Chicago begitu singkat, hanya 25 menit saja dengan pesawat kecil American Eagle. Yang saya ingat cuma satu, Madison begitu putih bersih, dan dinginnya alamaaaaakkkk...

Dan sekarang saya sadar, saya bukan lagi teenager 18 tahun dengan rambut pendek dan berkacamata gaul. 5 tahun saya lalui di sini dengan berbagai suka duka kehidupan pelajar sampai ke kehidupan pekerja. Tapi ada yang masih sama seperti 5 tahun lalu.

Saya masih tetap gembul.....*sigh*.....

Thursday, January 05, 2006

Bahasan Soal Menu Kemarin


Di entry sehari yang lalu, saya mengemukakan, kalau hiburan saya pada hari pertama kembali bekerja di tahun baru salah satunya adalah makan malam di Wildfire, Chicago. Dan saya memperkirakan kalau saya bakalan makan Filet Mignon with Potato Au Gratin, karena itulah favorite saya di Wildfire. Ternyata perkiraan saya salah total.

Menu hari itu sudah tertera di meja, dan saya pikir, saya diharuskan memilih entree' yang saya mau. Tapi ternyata salah lagi. Ternyata, saya boleh mencicipi semuanya... yak betul, SEMUANYA ! Satu meja ada 6 orang, dan makanan terus mengalir. Untuk bikin yang membaca jadi lumayan ngiler, inilah menu yang disediakan kemarin.

Appetizer:

Grilled Chicken and Portobello Mushroom Skewers
Sesame ginger sauce

Spinach and Artichoke Fondue
Garlic toast points

Salad:

Wildfire Caesar
Crisp Romaine lettuce, parmesan cheese, and garlic croutons

Wildfire Chopped Salad
Mixed greens, roasted chicken, avocado, tomatoes, blue cheese, bacon, scallions, corn, tortilla strips; tossed with citrus vinaigrette

Entree':

Filet Mignon
Wildfire filets are cut from the center of a hand selected tenderloin and slowly aged for maximum tenderness and flavor

Cedar Planked Salmon
Brown sugar soy glaze

Lemon Pepper Chicken Breast
Roasted in our woodburning oven

Sides:
Cheddar double stuffed potato
Sauteed Asparagus


Dessert:
Wildfire Key Lime Pie
Wildfire Snickers Ice Cream Sandwich


Ini bukan buffet, tapi makanan yang betul betul nongkrong di depan mata kita, dimana si waiter bolak balik berkali lantaran banyaknya piring yang harus diganti. Dan semua rasa makanannya, uenak tenan.... Sampe titik terakhir....( masih ngeces ngebayangin nikmatnya key lime pie kemarin...)

Wednesday, January 04, 2006

Kembali ke Kantor

"Senang riang, hari yang kuimpikan, kusambut hey pagi yang cerahhhh..matahari pun bersinar terang..menemaniku pergi sekolahhhh..."

BORO BORO...Bait di atas cuma ada di lagunya Sherina...

Kenyataannya, hari ini cuaca gelap, di luar lembab, nggak ada cerah-cerahnya, matahari pun nggak keliatan, menemaniku pergi ke kantor...

Setelah "break" selama lebih kurang dua minggu, inilah wrap up setengah hari pertama di kantor di tahun 2006.

Kerjaan di kantor: Follow up beberapa engagement, lalu belajar, belajar, dan belajar.

Hiburan hari ini:

- Barusan di ajak makan siang (gratis) di Coast sama counselor. Menu ? Tuna Panini with Artichoke and Side Cucumber Salad.

- Nanti makan malam (gratis) di Wildfire, Chicago bersama para intern tercinta yang belum mengerti kerasnya duniaaaaaa....Menu ? Kemungkinan Filet Mignon with Potato Au Gratin.

Gimana nggak mau gendut Non ??? (Tenang, tadi makan Panini cuma setengah...setengahnya lagi buat besok....asik makan siang gratis lagi deh hihihi)

Hidup saya, isinya: Kerja, belajar, makan, dan tidur...Oh Life...

Monday, January 02, 2006

Menu Tahun Baru


Karena malam tahun baru kemarin kami nggak sempat untuk makan yang fancy-fancy (karena nggak direncanakan sama sekali berhubung saya lagi mempersiapkan ujian), akhirnya hari ini saya dan si yayang pergi ke Madison dan makan malam di Griglia Tuscany. Karena makanannya yang lumayan enak (setelah makan 3 kali di situ dan masih tetep asoy), saya berbagi sedikit deh, apa saja yang kami nikmati di hari tahun baru ini. Kami juga sengaja skip makan siang, supaya perut kami siap sedia.

Appetizer

Mascarpone al Forno – creamy mascarpone cheese, artichokes, sundried tomatoes, parmesan and mozzarella cheese; baked and served with baked pizza crisps.

Main Course

Peche Di Mar – Cod, shrimp, and scallops baked in a rich lobster sauce with buttered bread crumbs and penne pasta

Top Sirloin Al Brandy E Fongi – top sirloin steak layered with portabella mushroom and roasted red pepper, served with a brandy peppercorn sauce, served with mashed potatoes.

Dessert

(Ahhh...mengapa tak ada menu dessertnya ya di Internet. Saya kan jadi nggak bisa copy...) Pokoknya namanya Italian banget, intinya adalah 2 layers of creme with white rum, dibungkus dengan chocolate sponge cake, lalu disiram rum lagi, dan di drizzle dengan dark chocolate dan satu strawberry on the top.

KENYANGGGG !! *Bukti nyata, sehabis balik barusan, si yayang langsung terkapar dan pulas ditemeni boneka Snoopy....*

Happy New Year semuanya. Semoga di tahun yang baru ini, berkat semakin melimpah, dan kita bisa semakin murah hati.