Friday, September 01, 2006

Dapur Kehilangan Kokinya

Hari ini, begitu saya browsing2 blog, ujungnya saya menitikan air mata.

Teh Inong, pengasuh Dapur Bunda, dan juga sang ratu di keluarga, meninggalkan kita selama-lamanya. Setelah 2 hari berjuang dalam keadaan koma, Tuhan memanggil dia.

Umurnya, 32 tahun. Memang, banyak yang bilang, orang baik dan berhati mulia, tidak akan sulit meninggal. Segalanya begitu cepat, tanpa rasa sakit. Yang sakit adalah hati orang orang yang ditinggalkan. Kedua anak yang masih butuh kasih sayang ibunda: Zidan, si pangeran kecil yang penuh empati, dan Syifa, sang putri yang ditinggal ibunya sehari setelah ulang tahunnya yang ke-3. Belum lagi Haris, sang suami yang tidak akan pernah lagi merasakan belaian sang istri tercinta, dan sang Ibunda yang baru tiba di Singapura sejenak sebelum Inong kehilangan kesadarannya.

Apa tanda2 Inong akan meninggal ? Hampir ngga ada. Dia masih rajin update isi blognya, masih rajin kasih kita semua resep-resep masakan enak buatannya. Cuma satu yang saya perhatikan, akhir2 ini Inong senang menaruh video kecil soal tingkah laku Syifa yang sedang lucu2nya.

Waktu saya kehilangan Papa, tak banyak kenangan fisik yang tertinggal. Hanya baju-bajunya masih tergantung di lemari, sepatunya yang berjejer rapi di rak. Beberapa foto kenangan sejak papa masih muda sampai saat terakhir sebelum saya meninggalkan Indonesia masih saya simpan. Tapi yang selalu membuat saya selalu menangis luar biasa adalah setiap saya melihat video kenangan pas saya masih kecil bersama papa. Kita karaoke bersama, lalu mama yang mengambil gambar dengan handycam. Waktu itu, Noni kecil baru berumur 9 tahun, dan saya berjoget berdua dengan papa sambil menyanyikan lagu Paul Anka, Diana. Setiap melihat itu, air mata saya nggak bisa berhenti mengalir.

Tapi apa yang bisa saya bawa dari Papa ? Bukan kenangan fisik, tapi segala kasih sayang dan perbuatan yang dia lakukan dalam hidup, menjadi inspirasi saya, untuk menjadi orang yang lebih baik. Papa selalu berpesan, untuk jadi orang yang sabar, dan selalu sayang kepada keluarga karena keluarga adalah tempat kita pulang saat badai hidup menerpa, untuk jadi orang yang rendah hati, karena kita bukan siapa siapa dihadapan Tuhan.

Saya yakin, mungkin tidak banyak yang pernah bertemu dengan Teh Inong, atau punya fotonya. Tapi saya yakin, apa yang dia tulis, apa yang dia ungkapkan, telah menjadi inspirasi untuk banyak orang, dan hal itulah yang akan kita bawa dalam hidup kita.

Selamat jalan Teh Inong. Saya yakin, Teh Inong pasti sudah lega... sudah nggak sesak lagi... sudah tersenyum bersama Tuhan, dan siap membimbing anak anak dari jauh.

9 comments:

  1. Non, kaget juga Inong meninggal mendadak. umurnya masih 32, bahkan beberapa hari lagi mau berulang tahun.
    kita tidak pernah tahu apa rencana Tuhan terhadap diri kita.
    nice posting, GBU.

    ReplyDelete
  2. met wiken Noni, moga acara liburnya asik aja. kapan pasang SB?

    buat papamu, yakin pasti beliau di SANA bangga dengan anak ceweknya yang mandiri dan cantik ini. tetep tabah ya.

    ReplyDelete
  3. Opie dr tgl 30 ngikutin apdet beritanya Teh Inong..
    Begitu tau Teh Inong udah gak ada, badan rasanya gemeter, ternyata nyawa kita itu cuman pinjeman dari Tuhan ya..
    Pfffffff....ya udah have a nice wiken
    btw, kapan jadi ke balinya?? :)

    ReplyDelete
  4. Kaget juga aku denger bunda zidane udah nggak ada. Aku sering ke blog-nya buat nyari2 resep. Semoga bunda bahagia disisi penciptanya, semoga buah hatinya zidane, syifa serta suami bunda inong diberi ketabahan, amin..

    Leony, aku yakin kok papa kamu di atas sana pasti bahagia, karena putri kecilnya yang manis sudah berhasil meraih cita-citanya, mandiri dan tegar :D

    ReplyDelete
  5. kak, boleh tau gk alamat blognya Teh Inong? walaupun gk kenal aku jg ikut sedih...aku sering lho baca2 postingan kakak.baru skrg kasih komentar
    oh iya, papaku juga udah meninggal sejak aku umur 8 th. kita memang gk tau apa rencana Tuhan, yang penting kita tabah aja n jalani hidup dengan sabar. GBU

    ReplyDelete
  6. Non, numpang ngasih info yach. ada pe er tuh dari blogku.

    ReplyDelete
  7. sampe sekarang, resep oseng2x tempe cabe ijonya masih sering aku masak. salah satu masakan fave-ku. simpel, enak and gampang.

    my dad just passed away last month. and 2 hari yg lalu aku mimpi dia minum obat.

    ReplyDelete
  8. sepertinya anak perempuan banyak yg dekat dengan bapak yah :)..
    hiks jd kangen.. ama mendiang bapak....sigh...hampir setahun yg lalu dia pergi!

    hehe btw,kenangan2nya tetap bersama kita yah non,kita tinggal meneruskan cita2 beliau dan melakukan wejangan2 yg berguna di masa depan -cheers- GBU

    ReplyDelete