Posts

Showing posts from June, 2006

Ngidam...

Nggak tau lagi ada angin apa, pas denger mama lagi bikin bubur kacang ijo di rumah, saya langsung ngiler. Maklum, sudah bertahun-tahun lamanya nggak merasakan bubur kacang ijo buatan mama yang sedap banget itu. Santennya kental, kacang ijonya lunak banget, wangi daun pandannya terasa, pokoknya top banget deh.

Pas hari minggu kemarin sepulang gereja, saya makan siang dengan tiga teman saya. Salah satunya adalah seorang Romo (alias Pastor) yang hobinya masak juga. Jadi sepulang makan siang, kita mampir ke Asian Store. Dasar berjodoh, mata saya langsung ketemu bungkusan kacang ijo. Horeeee ! Langsung otak saya sudah ngebayangin mau bikin kacang ijo pas nyampe rumah. Padahal harusnya jadual saya hari itu adalah belajar. Tapi bodo amat lah, pikir saya, yang penting beli dulu aja kacang ijo dan santan kalengannya.

Begitu sampai di rumah, saya pikir, saya mau belajar saja. Tapi ngelihat itu bungkusan kacang hijau nongkrong di atas meja, rasanya pengen cepet cepet dimasak. Saya tahan-tahan dan …

Jumat Malem Kok Belajar ?

Itulah kata teman-teman saya kemarin saat saya memutuskan pulang dari acara perpisahan teman kantor saya pada pukul 8.30 malam. Bagi orang Amerika, hari Jumat itu ibaratnya pamali yang namanya belajar. Sementara, buat saya, daripada saya kebawa stress karena minggu depan ujian, saya lebih memilih pulang dan istirahat. End upnya, kalau saya ngikutin mereka terus, pasti langkah selanjutnya adalah pindah ke bar berikutnya dan semakin menggila.

Saya sebenernya bingung loh dengan gaya hidup orang muda Amerika. Kalau dalam 1 weekend nggak ada acara ke bar, rasanya kok hidup nggak lengkap. Memang ada beberapa teman saya yang lebih memilih pulang untuk mengunjungi ortunya dan menikmati akhir pekan di kampungnya. Tapi buat gank anak yang katanya "sok gaul", model yang pulang kalau weekend itu sama dengan geek alias basi banget. Kasihan kan ? Kelihatan banget, nggak di Indonesia, nggak di Amerika, beberapa orang mengelompokan diri mereka sebagai yang gaul dan funky, dan merasa diri mer…

Lobsterku Sayang, Lobsterku Malang

Image
Kemarin itu, salah satu penulis comment di entry sebelumnya sempet request, apakah ada foto makanan yang saya makan pas saya (tanpa sengaja) menjadi juru icip icip di Chicago.

Ini saya kasih satu foto lobster yang udah dibongkar paksa oleh manusia barbar. Sayangnya, saya lupa foto pas seluruh isi daging untuk fonduenya masih tertata rapi di meja. Nggak orang Indo nggak orang Amrik, kalau sudah ngelihat makanan, pasti langsung makan, dan lupa niat berfoto.

Kasian deh ini lobster...hiks hiks...

Buat Yang Rindu hehehe....

Duh, lagi lagi hampir seminggu saya tidak mengupdate tulisan ini. Bahkan terang2an ada yang udah kangen sama saya hihi..jadi malu (*wink2 ke Yulie...*). Saya nggak lari kemana kok. Cuma memang bener, kalau saya lagi sibuk minta ampun. Inget kan Sabtu minggu lalu itu saya baru pulang dari Green Bay mengikuti charity event yang namanya Bellin Run ? Nah, saya cuma tinggal semalam saja di rumah, habis gitu Minggu siangnya sudah cabut lagi ke Chicago dalam rangka training.

Bagi saya, training ini selain untuk belajar dan membekali diri dengan pengetahuan baru, ajang ini juga menjadi ajang penambahan lemak. Maklum, dari pagi sampai malam, kita disupply dengan makanan2 enak. Begitulah senangnya kalau kita datang dari luar kota, untuk makan malam kita boleh memilih makan di manapun yang kita mau dengan catatan tidak boleh keterlaluan. Tapi yang namanya bule2 itu, paling senang memanfaatkan kesempatan di dalam kesempitan. Saya nggak mau ngomongin soal trainingnya, mendingan ngomongin soal makan…

Di mana saya seminggu ini ?

Buat yang bingung kenapa saya hilang seminggu, inilah alasannya.

Senin - Kamis: Membanting tulang

Saya berada di Madison untuk bekerja. Biasanya saya bekerja dalam team, kali ini saya bekerja sendirian. Yak..sendirian berjuang untuk mengerjakan 2 benefit plans di 1 client. Padahal tahun lalu, ada 1 manager dan 2 staff, kali ini hanya saya sendirian. Luar biasa keteterannya. Tahun lalu, 3 orang start di hari senin, lalu manager saya pulang hari senin. Hari rabu, staff satunya pulang, dan hari kamisnya saya terakhir nyusul pulang. Tahun ini, saya sendirian, dan senior saya hanya kasih saya waktu 3 hari untuk menyelesaikan semuanya. Gile apa ? Akhirnya setelah bernegosiasi lebih lanjut, dan client yang tidak cukup waktu untuk menyediakan materi untuk kita, engagement ini diperpanjang sampai hari kamis. Kamis sore, saya harus menyetir balik ke rumah dan tiba kamis malam (80 mile).

Jumat: Kerja di kantor dan berangkat ke Green Bay

Hari jumat saya bekerja di kantor untuk mencoba menyelesaikan s…

June 3, 2001 - June 3, 2006

Image
Tidak terasa, sudah lima tahun papa meninggalkan kami sekeluarga. Lima tahun berlalu, tapi saya masih teringat dengan segala indahnya masa kecil saya. Saat papa pulang kantor, saya dan adik menunggu di dekat jendela, dan saat papa keluar dari mobil, kami berebut untuk mengucapkan selamat sore dan mencium pipinya.

Saat papa pegal sepulang kerja, dia selalu meminta saya untuk memijit badannya sampai dia tertidur. Sampai saya agak besar, kami sering sekali ke bioskop berduaan saja karena kami senang sekali nonton film. Selera kami soal musik juga mirip, tak jarang mama kesal karena saya dan papa betah berlama-lama nongkrong di toko kaset.

Walaupun kita tidak bersama lagi di dunia, tapi saya yakin kalau papa selalu memperhatikan saya dari atas sana. Saya yakin kalau papa juga turut senang dan bangga saat saya lulus kuliah, dan sebentar lagi adik akan juga lulus kuliah.

Iklan di bawah ini dimuat di Majalah Hidup tepat setahun meninggalnya papa tercinta. Pa, you'll always be in my heart...

Potluck Lagi !

Image
Ini springroll yang saya buat untuk acara potluck hari ini.

Sebentar lagi, kita akan mengadakan misa untuk korban gempa di Yogyakarta. Semoga kita semua selalu akan ada dalam lindunganNya. Amin.


Spring Roll and Peanut Sauce