Friday, May 19, 2006

The True Winner of My Heart

Semalam, saya tidak bisa tidur. Rasanya mirip dengan patah hati. Sampai pukul 1 pagi, mata saya masih terang, padahal badan rasanya sudah lemas. Bukan,... saya bukan sedang putus cinta. Tapi sedihnya sepadan dengan perpisahan dengan teman, teman yang selalu saya tunggu setiap hari selasa dan rabu sejak bulan Februari lalu.

Rabu malam kemarin, Elliott Yamin menyudahi perjalanannya di American Idol. Saya tertegun, tidak bisa berkata kata. Sebelum result show dimulai, saya sudah punya firasat kalau dia akan tersingkir. Saya bahkan menelepon mama yang ada di Indonesia, dan kita berdua berdoa supaya Elliott bisa masuk final. Mungkin orang orang menganggap kami berdua sudah gila, tapi memang baru kali ini, saya betul betul merasakan ikatan yang mendalam, yang membuat jari saya yang sakit memencet tombol redial, menjadi sembuh total saat mendengar suaranya. Elliot tetap pemenang di hati saya, dan di hati jutaan orang lainnya.

Walaupun di antara kalian ada yang menjadi penggemar kontestan lain, kalian tidak bisa mungkir kalau Elliott adalah kontestan American Idol tahun ini yang mempunyai jiwa yang begitu besar, rendah hati, tak pernah berhenti bersyukur, dan begitu dicintai dan mencintai orang orang di sekitarnya. Inilah idola sejati. Idola yang bukanmodal wajah, tapi modal suara dan hati. Wajahnya biasa saja, bahkan orang orang banyak yang seenaknya menyebut dia tidak pantas menjadi Idola karena wajahnya seperti seekor kambing (silakan baca idol message board kalau tidak percaya). Tapi keteguhan hati dan talenta di suaranya, membuat dia berhasil melalui rintangan bottom 2 berkali kali, sampai pada akhirnya harus berakhir di final 3.
Tidak seperti kontestan lain yang sudah mencuri start awal dengan kisah hidupnya, perkenalan saya dengan Elliott dimulai saat suaranya menyapa saya di lagu "If You Really Love Me". Saat mendengar suaranya pertama kali, saya merasa, dialah yang akan jadi pemenang. Tapi dalam hati, saya juga mempunyai keraguan, karena orang Amerika umumnya memilih berdasarkan wajah yang cakep, dan body yang aduhai. Kekhawatiran saya terbukti, karena sebagus apapun Elliott menyanyi, peringkat atas jarang berpihak kepadanya. Setiap minggu, dia terus berusaha, dia terus berlatih, dia terus membuktikan, kalau dia pantas melaju ke babak berikutnya. Wajahnya yang dulu terlihat kurang menarik, semakin lama semakin melekat di hati dan menjadi semakin tampan karena kepribadiannya yang luar biasa. Saat dia menyanyi, saya merasa dia sedang menyanyi kepada saya, dan mendengarnya selalu membuat saya menyunggingkan senyum.

Dibalik gemerlapnya panggung American Idol, beberapa minggu setelah season 5 dimulai, kita baru tahu, kalau ternyata Elliott mengidap diabetes. Hal itu membuat giginya tidak beraturan. Saat itu semua kontestan ditanya oleh pembawa acara sebuah radio, apa yang mereka harapkan di dalam kontes ini. Rata rata mereka menjawab, kalau mereka ingin menjadi penyanyi terkenal, tapi Elliott menjawab, kalau dia ingin giginya diperbaiki. Betul betul jawaban sederhana dari dalam hati. Pendengarannya 90% hilang di telinga kanan, tapi pitchnya sempurna. Tuhan memang adil, ditengah banyak kekurangan yang dimiliki, Tuhan memberi dia talenta suara dan hati yang besar.


Kalau saya ditanya, apa momen terbaik American Idol tahun ini, jawaban saya adalah Elliott's Homecoming. Ribuan orang di Richmond Virginia menyambutnya dengan suka cita, dan Elliott tidak pernah berhenti tersenyum. Orang orang berjejal di jalan raya bahkan sampai naik ke atas atap gedung demi melihat dirinya. Saat dia mengunjungi toko obat tempat dia dahulu bekerja, dia melihat teman kerjanya gemetaran, dia dengan lembut berkata:" Hey, saya Elliott yang dulu, masih sama dengan Elliott yang bekerja di sini." Di tengah parade, tak lupa dia selalu membawa serta ibunya. Sang ibu sampai tidak bisa berkata kata, karena begitu bangga anaknya dielukan oleh sepenjuru kota. "It's an early Mother's day gift for my Mom," katanya.

Air mata saya tidak bisa dibendung menyaksikan perjalanan Elliott di kota kelahirannya. Ternyata bukan hanya saya, teman-teman saya juga banyak sekali yang menitikan air mata. Saat itu, firasat saya makin kuat, kalau Elliott akan pulang hari ini. Seandainya saja video ini dipertontonkan sehari sebelumnya, mungkin Elliott masih akan hadir di layar kaca hari Selasa depan.. ah, hanya keinginan saya saja... Saat Ryan Seacrest mengumumkan kalau score malam kemarin sangat ketat, saya tidak menyangka, ternyata angkanya dipisahkan oleh kurang dari 1% suara: 33.68%, 33.26%, dan 33.06%. Di presentasi paling kecil itu, keluarlah nama Elliott Yamin. Lemas rasanya kaki ini, jantung seperti berhenti sesaat.

Saya bangga, betul-betul bangga pada Elliott. Dengan talenta yang Tuhan beri, dia telah menyentuh hati berjuta orang. Siapa yang menyangka, Elliott yang kecil, dengan murni modal suara, bisa menarik 1/3 dari penonton American Idol. Saat dia keluar, tidak ada sedikitpun guratan kecewa. Dia bersyukur, karena dia telah sampai ke babak 3 besar. Ryan Seacrest pun berkata:"You're a great man, Elliott!". Minggu lalu Simon Cowell yang terkenal kejam itu juga bilang di Jay Leno, kalau Elliott adalah the nicest man he's ever met in this competition.

Elliott, tidak pernah melawan saat dikritik juri. Elliott, selalu menghibur dan peduli saat kontestan lainnya di eliminasi. Elliott, tidak takut untuk menunjukkan kalau laki laki juga bisa menangis. Elliott, tidak pernah berhenti berjuang ditengah kesehatannya yang tidak prima. Elliott, begitu bangga terhadap perjuangan ibunya membesarkan dia.

Elliott, you're the the true winner !!

6 comments:

  1. Ya, aku juga selalu nunggu kalo elliot tampil. kadang kalo dia nyanyi, aku suka takut. takut kalo ada nada yang sumbang, takut kalo dia salah, fals dan sebagainya. Tapi begitu dia selesai nyanyi, rasanya lega. Nggak ada cela. rasanya kehilangan banget. First Chris, now Elliot

    ReplyDelete
  2. Leony, kok tau sih kalo gua Rhea yang itu? Kayaknya emang kita dari sekolah yang sama, cuma gua ga inget lu yang mana. hihi beda angkatan yah?

    gua juga kepikiran, ga adil banget kalo misalnya elliott sampe ga ditawarin recording at all.

    udah 2 kali gua patah hati, soalnya gua ngejagoin chris dan elliott yang menurut gua cuma mereka yang penampilannya ga pernah "goyah"

    ReplyDelete
  3. woww... post yg satu ini nyentuh hati banged, leony!

    sampe keluar air mata aku

    ReplyDelete
  4. Yah, inilah petaka yg jd kenyataan.
    Jagoan i satu lagi out juga.
    Terjadilah final paling konyol sepanjang sejarah AI.
    Ciciku kecewa berat, begitu juga i.
    Ibaratny sudah jatuh, tertimpa tangga.
    Chris kluar minggu lalu, skrg Elliott.
    Lengkaplah sudah "penderitaan"-ku.
    Mo jadi apa AI ini?
    Mo jd srimulat, ketoprak humor, apa ngelaba?
    Ternyata America bs payah juga ya.
    I doain Chris & Elliott bs rekaman n lebih sukses jauh
    penjualanny drpd juara season 5 ini.
    Go Chris!!! Go Yamin!!!

    ReplyDelete
  5. Diyan >> Sama...aku juga deg-degan kok... dag dig dug dhuer !

    Rhea >> Iyah, sama, cuma aku angkatan 2000. Nanti kita beli deh ya CDnya mas Yamin.

    Yulie >> Cup cup cup...Yul, kok di profil kamu, blog kamu ilang ya. Aku soalnya nggak hafal nama blog kamu, tapi aku nggak bisa klik. Aneh..

    Ardi >> Iyah, Clay aja lebih sukses dari Ruben :D

    ReplyDelete
  6. Postingan ini emang mengharukan. Aku gak pernah nonton AI, cuman satu kali tok, itu waktu Elliot eliminated. Aku sendiri nangis waktu liat. Aku bnr2 ga ngikutin AI kali ini. Tapi sekali liat aja, aku tahu Elliot itu orangnya baek, sabar, rendah hati, pokoknya baek gitu!! And aku agak sedih juga kok gak ngikutin AI sblmnya.
    Btw, sejak kapan orang di mana2 milih bakat dari muka and badan? Di mana2 sama aja atuh..

    ReplyDelete