Monday, April 10, 2006

Take the Lead, Mr. Banderas !


Sudah cukup lama saya tidak menonton film yang mampu membuat saya tersenyum setelah keluar dari bioskop. Senyuman itu kembali hadir setelah saya menonton film yang satu ini,"Take the Lead". Bukan karena film ini termasuk genre komedi, melainkan karena cerita yang diusung sangatlah menghibur, membuat kita menangis, tertawa, dan terhanyut di dalamnya.

Take the lead menceritakan kepedulian seorang guru Ballroom Dance ternama, terhadap anak anak SMU di sebuah sekolah kumuh di daerah interstate New York. Pierre Dulaine, si guru yang diperankan oleh Antonio Banderas, sempat ditertawakan oleh murid murid terbuang di "detention class" saat dia dengan sukarela tanpa dibayar, ingin mengajarkan anak anak yang umumnya berkulit hitam dan hispanik tersebut, dansa yang dikenal sebagai dansa orang kaya kulit putih. Para murid yang umumnya miskin itu merasa terhina dan menganggap semua itu hanya lelucon.

Dibalik semua itu Pierre mempunyai misi khusus. Dia memperjuangkan hak hak anak anak itu, untuk menjadi dirinya. Yang laki laki supaya bisa menjadi pelindung bagi wanita, dan yang wanita supaya bisa mempunyai rasa aman dan percaya diri. Apa yang terjadi saat Pierre membantu anak anak ini untuk menggapai impiannya dengan mengikuti kompetisi ballroom dance melawan para anak anak kulit putih yang memandang mereka sebelah mata ? Saat mereka yang terbuang di detention class itu bangkit untuk membuktikan kalau mereka punya masa depan, ternyata hidup tidak semudah itu.

Saya memang suka film film yang berbau perjuangan, from zero to hero. Apalagi kalau perjuangannya itu berbau kesenian, seperti musik dan dansa. Film favorit saya yang sudah saya tonton 20 kali adalah Sister Act. Mungkin yang membaca blog ini tertawa dan menganggap saya aneh. Tapi saya betul betul suka dengan aksi para biarawati yang tadinya bernyanyi fals semua berjuang untuk mencapai harmoni sehingga diceritakan kalau sang Paus sampai menyempatkan diri untuk menonton aksi mereka. Saya juga senang dengan film School of Rock yang menceritakan Mr. Schneebly, si guru pengganti yang mengajarkan anak anak SD bermain musik rock untuk mengekspresikan dirinya, padahal sekolah itu adalah sekolah anak anak orang kaya yang umumnya diisi musik klasik.

Film Take the Lead bukanlah hanya soal dansa semata. Ini soal hidup, soal pencarian jati diri, bahwa di dalam setiap diri manusia yang keras, pasti ada sesuatu di dalamnya yang ternyata lembut dan manis seperti gulali. Dan yang tambah bikin happy adalah musik2nya itu loh..bikin saya yang baru keluar dari theater pengen joget joget...(untung nggak dilakuin...kalo nggak nanti disangka orang gila lagi..hihi)....

No comments:

Post a Comment