Saturday, November 12, 2005

Home Sweet-and-Sour Home


Setelah kemarin saya membahas soal mudik, saya jadi mikir, kalau sesungguhnya sekarang rumah saya yang di Milwaukee juga seperti jadi kampung saya alias home sweet home. Sudah lebih dari sebulan terakhir ini, saya selalu berada di luar kota, paling nggak dari Senin sampai Jumat, bahkan kadang Sabtu saya tidak bisa merasakan keempukan ranjang saya sendiri. Walaupun tidur enak di bermacam hotel, tapi kan saya tetep harus bayar sewa untuk kebutuhan apartemen saya dan iuran cable. Padahal saya cuma menikmatinya selama kurang dari seminggu dalam sebulan.

Alhasil, setiap kali saya pulang, yang saya lakukan hanyalah laundry. Isi kulkas tidak banyak berubah. Bahkan kemarin pas saya buka kulkas, saya bingung, itu es krim bekas siapa yah di freezer ? Tinggal yayang saya bilang: ih, itu kan punya kamu. Duh beneran deh saya jadi pikun. Sudah 2 bulan lamanya saya tidak pergi grocery, karena memang tidak ada waktu masak kecuali weekend. Dan weekend rasanya kok sudah lemes duluan, jadi kehilangan semangat memasak. Apartemen saya keadaannya cukup berantakan, walaupun masih bisa dibilang cukup rapih dibandingkan dengan kapal pecah heheheheh..

Hari ini akhirnya saya kembali ke kantor, hanya untuk satu hari saja. Kebetulan kemarin team kami bisa menyelesaikan tugas satu hari lebih awal, sehingga kami bisa pulang pada kamis malam. Pas masuk ke kantor, si resepsionis langsung komen: "Where have you been ?" Sang sekretaris juga nampaknya menyadari hal itu. Masuk ke kantor hari ini rasanya mirip seperti pulang ke asal, seperti waktu awal2 saya masuk kerja dan belum ditugaskan kemana mana. Cubicle kecil yang biasanya kelihatan menyebalkan, berubah jadi my lil comfort zone dibandingkan dengan conference room di client. Keberadaan saya yang selalu mobile, membuat segala sesuatu yang static seperti cubicle ini menjadi sesuatu yang dirindukan (walaupun nggak rindu2 amat..., siapa sih yang kangen kerjaan bertumpuk ??).

Akhirnya lagi, hari ini saya bisa sampai ke rumah di Jumat sore pada jam yang normal, bukan pada saat jam makan malam. Hari ini, saya bisa berkumpul kembali dengan si Letoy, si Nupnup, dan ribuan tungau2 di ranjang saya yang besok seprainya harus dicuci.

No comments:

Post a Comment