Thursday, October 06, 2005

Naik Kelas


Sebelas tahun lalu, pertama kalinya saya menginjakkan kaki di sekolah khusus putri itu. Lokasinya tepat ditengah hiruk pikuk kota, tidak terlalu besar, dan terdiri dari dua tingkat. Siswa SMP ada di tingkat pertama, dan siswa SMA ada di tingkat kedua, yang memisahkan kami adalah sebuah tangga. Saat saya SMP dulu, saya membayangkan senangnya kalau nanti pada akhirnya saya bisa naik ke atas. Itu berarti saya diterima di SMA. Namanya juga anak kecil, tentulah berpikir, kalau saya sudah ada di atas situ, saya lebih top daripada kamu yang di lantai bawah. Di atas pakai rok abu abu, di bawah pakai rok biru, jagoan yang abu abu dong !

Namun ternyata pas pada akhirnya saya mengalami pencapaian di lantai atas, yang ada bukannya perasaan jadi jagoan, melainkan tugas yang semakin menumpuk, buku buku yang semakin tebal, dan ulangan ulangan yang semakin menyiksa. Aturannya, sehari boleh ulangan "dipersiapkan" dua kali, dan ulangan "mendadak" satu kali. Kadang guru guru kami dengan kejamnya mengetes kami dengan ulangan tipe kedua tepat setelah ulangan tipe pertama selesai. Banyaknya "kejutan" mengerikan itu membuat saya semakin rindu akan masa masa sekolah dulu.

Di awal bulan ini, saya kembali mengalami naik kelas. Sama seperti waktu sekolah dulu, saya senang sekaligus cemas. Dan hari ini, kali pertama pak guru dan adik kelas saya berada di ruangan yang sama. Pak guru bilang kalau saya harus mengajari adik kelas saya seperti saya dulu diajarkan oleh kakak kelas saya, dan pak guru juga bilang, kalau saya harus memeriksa pekerjaan adik kelas saya dan menilai, apakah pekerjaannya layak untuk diserahkan ke pak guru. Saya takut...Gimana kalau saya salah, gimana kalau saya nggak ngerti, gimana kalau penjelasan saya nggak lengkap, kan bisa disetrap pak guru... Segala tetek bengek itu kembali berputar putar di otak saya sejak pagi hari...

Hari ini lewat. Saya sudah menapaki tangga saya satu pijak...dan saya bisa sedikit bernafas lega. Masih ada sekitar 524,500 menit lagi sampai saya naik kelas ke lantai berikutnya. Duh, bakal banyak ulangan mendadak nggak ya ?

No comments:

Post a Comment