Sunday, September 25, 2005

Satu Minggu di Chicago

Saat yang lumayan ditunggu-tunggu oleh para staff di kantor saya bekerja adalah training. Kenapa? Karena pada saat training, kami bisa beristirahat sedikit dari kesibukan kami yang biasanya. Kami bisa enjoy travelling ke Chicago walaupun masih dalam rangka bekerja, dan kumpul2 dengan teman2 membicarakan hal hal yang nggak penting di luar kerjaan. Dan yang paling happy adalah, kami bisa menikmati yang namanya luxury dengan biaya perusahaan heheheh....

Dari Minggu sampai Jumat pagi, kami bisa menginap di hotel yang biaya permalamnya bisa buat makan seminggu, bahkan lebih. Kalau melihat bill hotelnya untuk lima malam, bisa nangis bombay kalau sampai keluar biaya sendiri. Sayangnya, hanya kami sendiri yang bisa menikmatinya. Kami nggak bisa mengajak significant others atau anak anak untuk ikutan.

Senin malam kami dinner di Sushi Samba, salah satu restaurant sushi yang “ngepop” banget di downtown Chicago dengan interiornya yang interesting. Makanan nggak henti hentinya keluar, dan teman teman yang nggak pernah makan sushi jadi berani nyoba. Kami hampir mencoba segala makanan yang ada di dalam menu. Rasanya piring kecil saya malam itu diganti lebih dari 10 kali oleh waiter. Kalau minuman jangan ditanya, semua pasti pesan minuman beralkohol (kecuali saya yang nggak bisa minum alcohol). Selasa malam kami makan di Harry Caray’s, dan yang kami pesan nggak jauh dari filet mignon dan prime rib steak. Rabu malam, dilanjutkan makan di Carmaine, restaurant Italia yang tertua di Chicago. Salah satu pengunjung tetapnya adalah si entertainer sejati Tony Bennett. Homemade pastanya betul2 bikin lidah bergoyang. Koleksi Italian winenya juga sangatlah beragam. Belum lagi dessertnya yang aduhai. Yang lucu adalah, saya pesan lemonade karena saya nggak bisa minum wine. Ternyata lemonadenya datang dalam botol kecil, dan diimpor dari Milano (jangan2 harganya sama dengan wine yang teman2 saya minum).

Untuk Kamis malam, nampaknya saya harus menyediakan satu paragraph khusus. Karena hari ini adalah jadual happy hour di mana kita bisa minum sepuasnya, saya dan teman2 memilih menghindari dinner dan icip2 appetizer saja di lokasi yang sudah ditentukan. Dalam cuaca hujan yang lumayan deras (yang membuat saya terpaksa membeli payung jelek seharga $13 di Walgreens), kami naik El ke Duffy’s bar. El yang mirip dengan subway adalah salah satu alat transportasi andalan di Chicago yang terkenal dengan kemacetannya. Setelah sekitar 3 jam puas minum dan ngobrol di bar, kami melanjutkan perjalanan ke Hog and Honey’s Bar. Yang bikin bar ini beda adalah di sana tersedia bull ride. Kalau anak Milwaukee kan ada tuh cabe di La Perla, cuma bull ride ini lebih menantang, kayak di film film koboy. Teman2 saya termasuk sang manager ikut menunggangi si mesin kerbau rodeo itu. Memang kalau sudah mabuk, orang orang makin susah diprediksi kelakuannya. Sayang saya pakai rok malam itu. Kalau nggak sih, saya juga mau ikutan! Setelah puas berjoget2 dan nonton orang2 melakukan hal hal aneh, jam 12:30 pagi, kamipun kembali ke hotel dalam keadaan pusing2 sedikit dan kuping agak agak budeg sedikit karena dijejali oleh musik metal dan hiphop. Saya terlelap kira2 pukul 1:30 pagi.

Ajaib, hari Jumat jam 8:30 pagi, kami sudah nongkrong lagi di dalam kelas. Ada 8 orang terlambat, bahkan ada yang 1 jam terlambat. Namun teman2 yang pulang bareng saya malam kemarin itu semuanya sudah siap di kelas pada jam 8 pagi. Anehnya, ada orang yang tidak ikutan ngumpul pas happy hour, tapi terlambat sampai setengah jam. Begitulah, training minggu ini sudah berakhir dengan berbagai kenangan gila tapi seru. Entry ini saya tulis di dalam Amtrak dalam perjalanan pulang ke Milwaukee (kena delay sedikit karena baru bisa diposting lewat tengah malam).

No comments:

Post a Comment