Posts

Showing posts from September, 2005

Berteriak

Image
Bisa jadi tandanya kita sedang senang. Misalnya ketemu dengan teman lama yang sudah lama nggak bertemu. Kayak di film film India, si cowok dan cewek berlari lari di taman sambil berteriak memanggil nama masing2 di tengah hujan deras...

Bisa jadi tandanya kita sedang mendukung teman kita. Seperti saat kita menyoraki teman teman yang bermain sepakbola dalam pertandingan di Purdue kemarin supaya mereka bermain dengan semangat dan suka cita.

Bisa jadi tandanya kita sedang marah dan benci pada seseorang. Saat kita lagi kesal sama teman yang bikin kita kecewa, lalu kita jadi berteriak di depan wajahnya.

Bisa jadi tandanya kita lagi ngefans. Itulah yang kita lakukan saat kita melihat artist favorit kita sedang manggung, seperti pas konsernya Gigi kemarin itu loh, teriakan kita membahana memanggil si cungkring Armand Maulana yang suaranya memang aduhai.

Bisa jadi tandanya kita cari perhatian. Coba aja di tengah lapangan, pas semua orang diem, lalu kita teriak teriak sendiri... pasti semua mata ne…

Satu Minggu di Chicago

Saat yang lumayan ditunggu-tunggu oleh para staff di kantor saya bekerja adalah training. Kenapa? Karena pada saat training, kami bisa beristirahat sedikit dari kesibukan kami yang biasanya. Kami bisa enjoy travelling ke Chicago walaupun masih dalam rangka bekerja, dan kumpul2 dengan teman2 membicarakan hal hal yang nggak penting di luar kerjaan. Dan yang paling happy adalah, kami bisa menikmati yang namanya luxury dengan biaya perusahaan heheheh....

Dari Minggu sampai Jumat pagi, kami bisa menginap di hotel yang biaya permalamnya bisa buat makan seminggu, bahkan lebih. Kalau melihat bill hotelnya untuk lima malam, bisa nangis bombay kalau sampai keluar biaya sendiri. Sayangnya, hanya kami sendiri yang bisa menikmatinya. Kami nggak bisa mengajak significant others atau anak anak untuk ikutan.

Senin malam kami dinner di Sushi Samba, salah satu restaurant sushi yang “ngepop” banget di downtown Chicago dengan interiornya yang interesting. Makanan nggak henti hentinya keluar, dan teman tema…

Idola yang Belum Tentu Idola

Sebagai penggemar American Idol, begitu saya tahu kalau audisinya bakalan hadir di Chicago yang jaraknya hanya 1.5 jam dari Milwaukee, saya langsung tertarik untuk iseng coba coba. Maklum syaratnya selain ketentuan umur adalah para peserta harus U.S. citizen atau Permanent Resident. Saya bukanlah keduanya, jadi kesempatan ini saya pakai untuk melihat, seperti apa sih audisi acara super terkenal American Idol itu (yang untuk season ini bakal mematok harga $705,000 untuk 1 slot iklan selama 30 detik).

Hari Kamis sore sepulang kerja, saya dan yayang berangkat ke Soldier Field, Chicago, tempat di mana audisi akan diadakan. Kami ke sana malam ini hanya untuk mengambil wristband. Dengar2 dari orang, katanya untuk audisi babak awal, kami hanya perlu menunjukkan 1 identitas saja (yaitu driver license), jadi saya tidak khawatir kalau saya akan didepak karena status kewarganegaraan saya yang Indonesia merdeka ini. Perjalanan yang harusnya hanya 1.5 jam, kami tempuh selama 2.5 jam karena harus me…

Tornado oh Tornado

Kemarin sore, saya baru balik dari Green Bay. Sepanjang jalan cuaca gelap, tapi hujan nggak juga turun. Denger2 dari radio, bakalan ada storm warning hampir di seluruh Wisconsin area. Jadilah saya agak agak ngebut pas pulang, soalnya it is not my favorite time driving during a heavy rain.

Pas sampai di tempat parkir, saya keluar dari mobil dan jalan terhuyung2 gara2 anginnya luar biasa kenceng. Jam 6 sore langitnya gelap dan saya bisa melihat petir nyamber dari udara...ih serem banget. Cepetan deh saya masuk ke dalem apartemen. Gilanya pas saya baru masuk lobby, ada seorang student dengan santainya pake kaos dan celana pendek mau mulai bersepeda. Kayaknya dia nggak buka jendela kali dari pagi, makanya nggak keliatan tuh kejadian di luar. Nekad amat ya, Mas.

Sampai di dalem kamar, saya telepon si Yayang. Dia kedengeran panik banget. Ternyata, di depan Wells Fargo building saat dia nunggu lampu merah, ada pelat metal rambu "road closed" terbang dan menghantam mobilnya dia. Bisa …

Bangga Deh Jadi Orang Indonesia !

Kemarin, aku dan si yayang berkunjung ke Madison. Maklum lagi labor day weekend, ceritanya kita mau ke Taste of Madison untuk icip2 berbagai makanan enak di Capitol Square. Event ini adalah event tahunan di Madison yang selalu saja menyedot ratusan ribu pengunjung. Quality makanannya asik punya, dan harganya sangat pantas dibandingkan Taste of Chicago. Tak ada harga makanan yang lebih dari $4. Jadi dengan modal 2 lembar $20-an, kita berpuas2 ria icip2 sana sini sampai perut jadi bengkak.

Inilah daftar makanan dan minuman yang kita coba dimulai dari awal: Jambalaya with Shrimp (Club Tavern), Padthai (Rising Sons Deli), Lobster Roll (Red Lobster), Prairie Fume Wine (Florsheim Winery), yang ini lupa namanya, pokoknya makanan afrika:Chicken and Carrot with Lentil (Buraka), Opor Ayam (Bandung Restaurant), Pina Colada Smoothie (Maui Wowi), Crab Rangoon (Ruby's), and Sweet Potato Fries (Daddy Rocks).

Habis kenyang2 gitu, kita mampir ke Pe-We-Q alias Permias Welcoming BBQ untuk menyambut an…

Buat Pengunjung Weblog Yang Budiman

Salam jumpa buat anda semua yang lagi kebetulan mampir ke weblog saya ini. Saya tau kalau ada beberapa teman teman yang kerap mengunjungi weblog ini. Baik yang lagi iseng lewat maupun pengunjung setia, ayo ayo, silakan bagi bagi komen, pengalaman, ataupun kritik dan saran...Caranya, tinggal klik aja kok di bawah, "add comment".

Saya memang bukan penulis sejati. Bahasa Indonesia maupun Inggris dua duanya sama sama belepotan. Yang saya tulis memang cuma pengalaman sehari hari kehidupan di negeri orang, dan juga curahan hati. Namun bila ada tulisan saya yang kira2 bisa menyentuh hidup anda baik secara positif maupun negatif, saya kepingin sekali dapet masukan yang berharga.
Kali kali aja, tulisan saya bisa bikin anda tersenyum, atau bikin anda marah dan bete hahahha...(duh jadi inget bulan May lalu hehhehe...)

Sok atuh, monggo, silakan.... Oom, tante, bapak, ibu, saudara, saudari....

PS: Turut berduka cita untuk para korban Hurricane Katrina. Duh, padahal gue dan yayang baru ke san…

Tabungan Berharga

Minggu lalu saat acara pemberkatan rumah dan syukuran Marco dan Ira, aku ketemu dengan Romo Yohanes dari Flores. Pada saat dia memperkenalkan diri, dia menyebutkan kalau dia dulu berasal dari Paroki Bidaracina. Itulah Paroki tempat aku menghabiskan 18 tahun pertama hidupku. Dan ingatanku langsung melayang ke sosok Papaku yang begitu aktif menjalankan hari2nya di gereja sebelum akhirnya Tuhan menjemput. Tak disangka, ternyata Romo Yohanes juga kenal dengan sosok ayahku. "Wow, Pak Yusuf Halim... tentu saja aku kenal. Dia aktif sekali di gereja..", begitu kalimat pertama yang dia ucapkan saat kusebut nama Papaku.

Tak terasa sudah lebih dari empat tahun lalu Papa meninggalkan orang orang yang dicintai dan mencintainya. Namun masih banyak yang mengingat betapa besar kasih yang dia berikan untuk orang orang disekitarnya. Kadang saat aku kecil, aku merasa Papa memberikan waktunya sangat banyak untuk gereja. Aku ingat Mama dulu sempat cemburu dengan pembagian waktu yang Papa tentukan…